NovelToon NovelToon
Di Kejar Cinta Si Arwah Tampan

Di Kejar Cinta Si Arwah Tampan

Status: tamat
Genre:Horor / Romantis / Spiritual / Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:28.2k
Nilai: 5
Nama Author: Jindael

Seorang gadis penulis muda bernama Nabila Adidaya Ningrum yang mengalami gangguan di setiap menulisnya. Untuk mengatasi masalah tersebut ia pergi mencari tempat sepi nan hening yang tak lain adalah kuburan di belakang rumahnya.
Sementara di satu sisi seseorang laki-laki bernama Demian Putra Wijaya harus mengalami nasib buruk karena meninggal di usia mudanya. Demian sendiri sebelumnya adalah seorang penulis jenius yang cukup terkenal di masa mudanya. Setelah meninggal ia merasa kesepian karena keluarganya tak pernah mengunjunginya. Ia juga tak begitu akrab dengan penghuni yang lainnya dan sebab itu mereka menganggapnya sebagai arwah yang sombong. Darah Nabila mendadak menetes ke nisan milik Demian dan menyebabkan arwahnya bisa terlihat. Mulai dari situlah Demian ingin membantu Nabila dan mencari tahu penyebab dirinya meninggal. Akankah ada kisah cinta timbul diantara mereka? Ikuti kisah mereka selengkapnya disini👇

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jindael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25 "Tolong Waspadalah Terhadap R"

Arwah itu masih terdiam saat Nabila bertanya padanya. Ia sangat terkejut dengan gadis di depannya yang tahu jika dirinya menyukainya.

"Demian, apa kamu menyukaiku?" tanya gadis itu sekali lagi.

"Arwah itu mengangguk lalu menggeleng. tapi itu tak mungkin, aku tahu itu," jawabnya.

"Tolong jangan sukai aku!" perintah Nabila langsung.

"Kenapa?" Demian ingin tahu alasan gadis di depannya itu.

"Karena Rangga berkata kamu mengikutiku sebab kamu menyukaiku," jawabnya.

"Apa tak boleh aku mengikutimu?" Jika kamu tak menyukaiku aku tak memaksanya, ucap Demian sambil memegangi kedua pundaknya.

"Rangga kata_" Demian segera melepaskan tangannya dari pundak Nabila. Mendadak arwah itu menjadi kesal padanya.

"Apa lagi yang ia katakan hah? Kenapa kamu mempercayainya?" Nabila menjadi takut dan tak berani menatapnya kembali.

"Sebaiknya kita berhenti berhubungan dulu. Dan asal kamu tahu Rangga sangat menyayangimu sebagai temannya berhentilah mencurigainya. Ia justru sangat sedih atas kepergian dirimu," tuturnya sambil mengangkat kepalanya sebentar sebelum dirinya tertunduk lagi.

"Kamu percaya itu. Sebenarnya apa yang telah ia katakan padamu hah?" Demian semakin kesal padanya. Ia bahkan mencengkram pundaknya keras.

Sambil menahan sakit ia menjawab, "Se-lain memberitahu dua hal itu ia tak berkata apa-apa lagi. Hal yang kita harus lakukan adalah jaga jarak. Tolong jangan ganggu kehidupanku dan terima kasih, itu kata yang ingin kamu dengar kan?" Nabila akhirnya bisa melepaskan diri dari cengkeramannya.

"Bila, kamu mengusirku lagi? Setelah apa yang aku lakukan padamu?" Demian tampak kecewa di sana.

"Aku tak mengusir mu aku hanya memintamu untuk jaga jarak denganku, itu saja," jawabnya sambil memalingkan wajahnya.

"Baiklah aku pergi sesuai permintaanmu," kata Demian yang terpaksa menurut.

Demian kembali dibuat kecewa oleh gadis yang disukainya. Ia memilih pergi ke suatu tempat untuk memastikan apa yang terjadi sebenarnya. Sementara Nabila setelah Demian pergi, ia menangis karena merasa sudah jahat padanya. Padahal arwah itu selalu menolongnya. Ia menangis dalam diam takut membangunkan ibu dan dua adiknya.

Rangga sudah bersiap untuk tidur di kamarnya. Saat ia menarik selimut, penampakan Demian muncul mengejutkan dirinya. Kejutan itu hanya sebentar baginya dan raut wajahnya langsung berubah dengan senyuman devil.

"Demian, itu kah kau?" tanyanya sambil melihati sosok penuh amarah di depan jendela.

"Rangga, sebenarnya apa yang kamu katakan pada Nabila?" tanya balik Demian sambil berjalan mendekat.

"Kau berbicara tentang gadis itu ya. Kau buru-buru sekali, kau tak rindu pada sahabatmu ini kah?" ucap Rangga padanya.

"Jangan banyak basa-basi, aku sudah ingat kamu yang meracuniku kan?" Demian menepis tangan Rangga yang akan memeluknya.

"Aduh kau jangan asal bicara justru aku sangat sedih atas kepergianmu,' jawabnya berpura-pura.

Rangga tiba-tiba mendekat lagi dan berhasil memeluknya. Ia membisikkan sesuatu pada arwah temannya, "Menjauh lah dari gadis incaranku, kau harus sadar diri, Demian." Dengan keras, arwah tampan itu mendorong Rangga hingga terjatuh ke kasurnya.

"Kenapa kau marah?" tanyanya, "Demian, ingat Nabila itu manusia, kau tak seharusnya menyukainya. Dia itu gadis normal."

"Aku tahu itu. Kamu tak benar-benar sedih kan justru kamu senang karena sainganmu meninggal," tutur si arwah tampan.

"Tentu saja, bahkan bukumu telah jadi milikku sekarang. Ha-ha-ha," balas Rangga sambil tertawa.

Alasan Demian mulai menjauh dari Rangga bukan karena dirinya sibuk tapi karena ia tahu jika Rangga mulai menganggap dirinya adalah saingannya. Tapi ia memilih diam saja dan berharap dugaannya itu salah. Bahkan malam itu dengan bodohnya ia perlihatkan karya miliknya padanya. Ia juga memakan makanan buatannya tanpa mencurigai jika makanan buatannya sudah di beri racun.

"Apa kamu juga yang sudah mencetak karyaku?" tanya Demian ingin tahu.

"Bukan, setelah kamu meninggal catatanmu lenyap kemungkinan ayahmu yang mencetak bukumu dan disimpan di perpustakaan kota ini," jawabnya menjelaskan.

"Apa kamu tahu dimana ayahku?" tanyanya lagi. Jujur arwah satu ini juga penasaran tentang keberadaan ayahnya saat ini.

"Ya tapi sebaiknya kamu cari tahu sendiri. Sudahlah pergi jangan ganggu aku," jawabnya yang lalu mengusirnya.

"Rangga, aw!" Demian ingin berkata lagi tapi tiba-tiba dadanya kembali merasakan sakit.

"Kamu sudah meninggal tapi masih sakit saja. Pulanglah dan istirahat. Lebih bagus lagi jika kamu menghilang untuk selamanya," ejek Rangga padanya.

"Kau.... Aw!"

Karena dada Demian terasa sakit kembali, ia akhirnya menghilang dengan masih menahan rasa emosinya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩ👻❤️👻ΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Keesokan harinya. Nabila dan Rangga sudah berada di kantor dan siap untuk menyerahkan karya mereka. Nabila meminta izin pada Bu Cindy untuk menyetorkan setengah babnya dulu sebab masih kurang beberapa lagi.

"Bu, ini hanya setengah bab saja yang aku setorkan, kurang nya nanti akan ku kirimkan," kata Nabila sambil menyerahkan flashdisk- nya.

"Baiklah, tapi secepatnya ya intinya sebelum penghargaan buku tahunan di adakan kamu harus sudah selesai," ucap Cindy memperingatinya.

"Di mengerti Bu. Terima kasih." Nabila mengangguk mengerti.

"Rangga mana karyamu?" tagih Cindy beralih ke keponakannya.

"Ini Bu." Pria penulis itu memberikan flashdisk yang diberi nama judul karya miliknya. Nabila cukup terkejut karena judul buku yang disetorkan Rangga adalah buku kesukaannya.

"Baiklah kalian boleh keluar sekarang," ujar Cindy pada dua penulis tersebut.

Mereka berdua mengangguk dan keluar bersama. Nabila mendadak meminta Rangga untuk menemuinya di atap. Pria tersebut menyetujuinya.

Saat jam siang, Rangga pergi ke atap untuk menemui Nabila yang sudah menunggunya di sana. Saat pria ini baru datang, Nabila segera bertanya padanya.

"Bil!" Rangga mencoba memanggil dan gadis itu segera menoleh.

"Rangga, kamu menyetorkan buku itu?" tanyanya langsung.

"Ya kenapa memangnya?" Rangga bertanya balik padanya.

"Buku itu bukan milikmu kan?" jawab Nabila yang mendekat.

"Bukan, itu milik D_Star aku hanya membantunya sesuai permintaan si penulis," ucap Rangga pura-pura jujur.

"Itu permintaan dari Demian?" Nabila penasaran.

"Ya aku ingat sebelum meninggal ia berpesan padaku untuk menerbitkan bukunya atas namaku," jawab Rangga padanya.

Nabila sedikit tak mengerti, ia memilih berdiam sambil menikmati udara yang sejuk. Ia sedikit bingung kenapa Demian tak membahas hal itu dengannya dan malah justru menuduh pria di depannya itu.

"Nabila, kamu baik-baik saja?" Rangga mengibaskan tangannya didepan muka gadis itu yang mendadak melamun.

"Hem aku baik. Ya sudah aku kembali dulu," ucapnya.

"Ok, oh iya arwah itu_" Rangga mencoba bertanya memastikan.

"Aku sudah memintanya untuk jaga jarak sementara denganku," jawabnya langsung.

"Baguslah," ucap Rangga yang mengangguk.

Gadis itu melanjutkan jalannya untuk masuk kembali. Sementara pria ini masih di sana sambil tersenyum puas.

Sore harinya, Demian datang menemui Nabila di rumahnya. Sangat kebetulan sekali gadis itu baru saja pulang dari kantor.

"Billa, selamat datang!" sambut Demian dengan senyuman.

"Demian, kenapa kamu berbohong?" Sentak Nabila padanya.

"Tentang apa ini?" tanya Demian yang tak mengerti.

"Kamu sendiri yang meminta Rangga untuk menerbitkan karyamu tapi kenapa kamu malah menuduhnya?" jawabnya dengan pertanyaan.

"Aku tak pernah memintanya, tolong percayalah, Rangga yang berbohong padamu," jawab Demian yang jujur.

"Sudahlah aku pusing jadinya. Jangan ganggu aku!" usirnya sambil melewati arwah tersebut.

Demian tak lama menghilang kembali. Ia ternyata pergi menemui Rangga kembali di apartemennya.

"Rangga, kenapa kamu melakukan ini semua? Aku tak pernah memintamu untuk mempublikasikan karyaku?" tanya Demian yang sudah riba di tempatnya lagi.

"Ah iya kah? Tapi sayang itu sudah terlambat. Semua orang sekarang tahu jika karya itu adalah karyaku. Bahkan namamu sudah tak ada lagi yang mengenalnya. Satu-satunya penggemar karyamu juga sekarang telah berpihak padaku. Aku turut prihatin padamu," jawabnya sambil berpura-pura bersedih. Ia menepuk pundak Demian sambil tersenyum mengejek.

"Lepaskan! Aku berharap Nabila segera tahu yang sebenarnya," tepis Demian langsung dengan kasar.

Dengan perasaan marah, Demian kembali menghilang. Rangga tertawa kencang setelah Demian pergi dari tempatnya.

Nabila yang hendak bersiap tidur, dihentikan langkahnya oleh Demian. Ia memegang tangannya kencang.

"Demian lepaskan, ini sakit!" suruhnya yang menahan sakit. Cengkraman tangan Demian benar-benar kuat membuat gadis satu ini hendak menangis karenanya.

"Nabila, aku peringatkan padamu untuk waspada pada Rangga!" perintah Demian yang menatap tajam gadis itu.

"Pergilah! Benar kata Rangga kamu benar-benar menggangguku," usir Nabila padanya lagi.

"Terserah apa yang kamu katakan, walau kamu mengusirku sekarang tapi aku tak akan berhenti untuk selalu menjagamu. Baiklah aku pergi selamat istirahat," ucap Demian sebelum dirinya benar-benar menghilang dari hadapan si gadis.

Nabila lega Demian sudah pergi dan melepaskan tangannya. Sambil memegangi lengannya, ia menangis. Gadis satu ini benar-benar merasa bimbang, ragu dan bingung untuk memilih lebih mempercayai siapa di antara mereka. Tak terasa dirinya akhirnya terlelap dalam tidurnya sambil masih meneteskan air mata.

Bersambung....❤️👻❤️

1
estycatwoman
nice 👍
Ailaksj💙⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
ga di dunia nyata saja, ternyata di dunia arwah ada juga yang iri ya.
Rahma💋🅚🅙🅢👻
Pasti kaget lah temanmu Sella itu Nabila karena kamu ada ada aja menulis di sana, untung kamu orang nya pemberani 👍👍
Rahma💋🅚🅙🅢👻
Pertanda bagus itu Nabila ayo bangun terus jangan lupa sholat malam ya kamu Nabila
Rahma💋🅚🅙🅢👻
akhirnya dapat Ilham ya Nabila tapi masak mau menulis di sana kamu ini😁😁🤭
❤️⃟Wᵃf🤎𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ ☘𝓡𝓳🏡⃟ªʸ
saking serius nya menulis sampe magrib hadeuhhh nabila sampe jatuh takut dia 👻🤭
❤️⃟Wᵃf🤎𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ ☘𝓡𝓳🏡⃟ªʸ
nabila semangat bener nulisnya berada di kuburan bikin ngantuk,,yang ada serem deh aku🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☘𝓡𝓳𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Nahh menampakan diri kan hantu cogan bernama Damian...
Pasti sakit lahh wong berdarahh...
❤️⃟Wᵃf🤎𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ ☘𝓡𝓳🏡⃟ªʸ
aih nabila masa nyari ide nulis di kuburan haaaa jangan jangan di kejar arwah tampan nya gara gara di kuburan ya nulisnya 🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☘𝓡𝓳𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Nahh tuhh hantu tauvan mu dah mulai munculll🤭
⍣⃝ꉣꉣ❤️⃟Wᵃf◌ᷟ⑅⃝ͩ●diahps94●⑅⃝ᷟ◌ͩ
oh jadi Demian nggk inget ya dia mati karena apa
⍣⃝ꉣꉣ❤️⃟Wᵃf◌ᷟ⑅⃝ͩ●diahps94●⑅⃝ᷟ◌ͩ
merinding mu telat Dadang, harusnya merinding dari semalem ah kurang berfungsi sensor bulu kuduk mu
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☘𝓡𝓳𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Nahh btul. tuhh.. mengarang sebuah cerita emang susah" gampang.. dan wajib fokus..
⍣⃝ꉣꉣ❤️⃟Wᵃf◌ᷟ⑅⃝ͩ●diahps94●⑅⃝ᷟ◌ͩ
oke semua warna aja nggk boleh, aish ini mah aslinya gak boleh pinjem aja
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
saking nyamannya sampai lupa waktu,
ternyata demian gak mau bergaul bukan karena sombong ya, tapi dia sedih karena keluarga nya gak ada yang mau peduli lagi sama dia yang udah meninggal
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
dengan kehadiran Billa setiap hari, kuburan itu pasti selalu terawat
☠ѕнαqυєєηα💋👻ᴸᴷ
emang anehh temen mu itu ya sella masa iya dikuburan ya🤭😅
☠ѕнαqυєєηα💋👻ᴸᴷ
paket komplit berarti damian ya🤭😅
tapi ko jadi penasaran mati nya itu damian karna apa ya🤔🤔🤔
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
keluarga nya random banget sih, Billa juga di usulin nulis di perpus malah rencana di kuburan 🤦🏻‍♀️
☠ѕнαqυєєηα💋👻ᴸᴷ
waduh ada juga ya arwah pada ngerumpi kirain hanya manusia aja yg suka gibaaaahhh🤭🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!