NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Tuan Konglomerat

Terpaksa Menikahi Tuan Konglomerat

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / Cinta Terlarang / Beda Usia / Pengantin Pengganti Konglomerat / Mafia
Popularitas:44.3k
Nilai: 5
Nama Author: F A N A

“Hhmmm… wangi,” lirih seorang pria tua usai menceruk leher gadis yang ada di depannya.

Menatap lamat. Diam-diam mengagumi iras cantik mempesona milik gadis ranum tersebut. Tersenyum miring, sembari membayangkan hal indah yang selanjutnya akan ia lakukan ketika sudah berhasil membuat gadis itu sadar.

Membelai rambut. Ujung helai lurus itu kemudian di pilin, memainkannya. Tak lupa juga ikut ia endus, menikmati sensasi aroma segar yang menguar. Cukup menguji adrenalin, mendegupkan detak jantung dua kali lipat dari biasanya.

“Kau sangat cantik, Naira. Sudah sejak dulu aku menunggu saat-saat seperti ini bisa bersamamu.” Lelaki tua itu kembali berujar, lirih dengan suara serak, akibat tekanan batin yang kian membuncah. Tak sabar ingin melahap habis makan malamnya yang kali ini sudah ditunggu sejak lama.


Apa yang selanjutnya akan terjadi pada Naira? Penasaran ingin tahu cerita selengkapnya? Kalau begitu yuk ikuti segera kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F A N A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TMTK - BAG 25

“Cepatlah… L-lili… lebih cepat lagi… aku sudah… aku sudah hampir sampai!” desis seorang pria sembari memegang pinggang wanitanya yang saat ini sedang bergerak-gerak di atasnya.

Mendapat permintaan khusus seperti itu—Lili yang memang juga hampir merasakan hal sama lantas semakin menambah kecepatannya. Bergerak brutal di atas tubuh kekar Yudistira yang baru satu malam resmi menjadi tunangannya.

Bukan hal yang tabu memang. Mengingat kegiatan pacu jantung ini sudah kerap kali mereka lakukan. Meski tanpa ikatan yang sah. Namun, rutinitas yang kerap identik dengan pasangan suami-istri ini hampir setiap hari mereka lakukan.

Terkhusus untuk Yudistira sendiri yang memang hiperbola. Hampir tidak bisa melewati hari tanpa terpenuhi kebutuhan biologisnya. Juga keinginan tadi malam yang tak dapat terealisasikan, karena Naira yang tiba-tiba saja menghilang entah kemana.

Runutan kegiatan yang sudah lelaki itu susun kacau. Hingga membuat keinginan ragawi yang suda terlanjur melonjak tak dapat terlampiaskan. Baru pagi ini bisa terealisasikan, dengan meminta Lili datang ke apartemennya.

Sebenarnya sudah sedari tadi malam Yudistira meminta Lili untuk mau melakukan kegiatan rutin mereka. Beralibi rindu. Namun sayang tidak langsung diturut dengan dalih Lili lelah karena sudah melayani begitu banyak tamu-tamu undangan yang hadir dalam pesta pertunangan mereka.

Wanita itu tidak berbohong. Hilang timbulnya Yudistira cukup membuat ia lelah. Harus menghadapi tamu-tamu mereka sendirian. Tidak mungkin juga ikut menghilang karena itu acara mereka.

“A- aku… duluan Yudistira… aku… duluan!”Lili menggeram. Masih dengan gerakan naik turun di atas Yudis, wanita itu kemudian mencengkeram punggung lelakinya saat ledakan itu hampir sampai.

Dan Yudis pun melakukan hal yang sama. Segera melingkarkan kedua kakinya pada pinggang ramping wanitanya, ikut menjemput kenikmatan yang sama dengan lingkaran erat serta mata terpejam.

Benar-benar nikmat! Apalagi saat ini Yudistira sembari membayangkan wajah Naira. Mengganti rupa Lili yang sudah memuaskannya, sehingga membuat sensasi kenikmatan itu semakin terasa berbeda.

Lalu ketika merasa sudah usai. Dibaliknya tubuh Lili berada menghimpit dibawahnya. Kemudian menarik miliknya yang masih menancap pada dasar kenikmatan wanitanya itu.

“Terimakasih, sayang.” Tak hanya mengucapkan kalimat berterimakasih. Seperti biasa Yudistira juga mengecup kening Lili. Kegiatan yang menurut wanita itu romantis, sama sekali tak bisa ia dapatkan dari mantan suaminya—berterimakasih padanya usai mereka tuntas melakukan kegiatan bercinta.

“Sama-sama, sayang.” Lili mengangguk. Sebelum akhirnya genggamannya melepas bahu Yudis. Tidak langsung membersihkan diri. Malah menarik selimut tebal menutupi tubuh polosnya tatkala pria perkasa yang barusan usai menggagahinya itu pergi menuju ke arah kamar mandi.

Sementara itu Yudistira.

“Arrrgghhh… andai hal ini benar-benar bisa aku lakukan dengan gadis muda itu.” Yudis bergumam ditengah kucuran air yang membasahi tak hanya rambutnya, tapi juga seluruh badan. “Aku yakin… rasanya akan jauh lebih nikmat dari apa yang aku rasakan sekarang,” desaunya kemudian.

Sungguh, masih terbayang jelas bagaimana menggodanya setiap lekuk tubuh Naira. Dada ranumnya yang meskipun ukuran Lili jauh lebih besar. Namun, bentukannya yang pas cukup padat membongkah itu membuat Yudistira terngiang-terngiang.

Obsesinya masih sama. Apapun yang Boy miliki harus bisa menjadi miliknya. Jika bisa mendapatkan keduanya, kenapa harus satu? Toh jika misinya berhasil bukan hanya rasa puas yang bisa ia dapatkan. Tapi juga keterpurukan Boy untuk yang kedua kalinya—yang Yudis yakini akan benar-benar membuat mantan sahabatnya itu terluka!

Beralih mengenakan setelan jasnya. Seperti biasa Yudistira harus menjalani rutinitas dalam bekerja. Kepulan semangat sudah ia dapatkan. Meski itu bukan dari sosok wanita yang ia inginkan. Tapi setidaknya ragawi sudah cukup terpuaskan sehingga kini sudah cukup siap untuk melewati hari penuh tekanan.

Melirik sebentar ke arah kasur. Tampak Lili masih terlelap dalam lelahnya. Lelaki itu tersenyum miring, sebelum akhirnya benar-benar pergi dari sana.

Bugh!

Bugh!!

Buuugghhh!!!

“Akhh…!!”Yudistira meringis saat ia baru saja keluar tapi sudah langsung mendapatkan hantaman. Bogem mentah dari empat orang pria berseragam yang hampir sama sepertinya, setelan jas di dominasi warna hitam.

Bugh!

Bugh!!

Bughhh!!!

Tiga kali lagi sampai membuat hidung pria itu berdarah. Wajah lebam-lebam karena memang daerah itu yang orang-orang itu inginkan.

“Hadiah dari bos kami, Tuan Boy William’s. Katanya ini cuma sedikit pelajaran karena anda telah berani mengganggu wanitanya.” Satu orang berkata. Sebelum akhirnya menendang kepala Yudistira yang saat ini sudah terbaring lemah tak berdaya di lantai.

***

Sebuah pintu gerbang raksasa nan megah itu terbuka. Tepat sesaat mobil yang ditumpangi oleh Boy dan Naira tiba di depannya. Pemandangan yang cukup epic, mencuri perhatian bahkan tak canggung-canggung mengucapkan kalimat “Wahh….”Dari mulut Naira yang tampak begitu kagum menyaksikan pemandangan elit yang ada di depannya.

“Cukup sampai disini. Jika sudah keluar dari mobil nanti aku harap kau tidak menunjukkan kemiskinanmu di depan orang lain.” Sadis. Seperti itulah kalimat yang keluar dari mulut Boy. Dikatakan tidak berperasaan, tapi memang seperti inilah gaya sesungguhnya ia dalam berbicara.

Tidak ada saringan. Langsung ceplas-ceplos. Terlebih dengan orang yang sudah ia anggap dekat, seperti Naira?

‘Nye… nye… nyee… dasar pria angkuh!’

Memberenggut. Tatapan sinis ingin gadis muda itu layangkan. Tapi memangnya bisa? Menatap mata Boy saja sudah membuatnya takut. Apalagi harus melemparkan tatapan tidak menyenangkan. Bisa habis ia nanti disiksa olehnya!

Melihat dari gaya bicara Boy, Naira bisa menangkap jika pria dewasa itu merupakan sosok yang kejam. Naira tidak ingin mencari masalah. Apalagi membayangkan dirinya dicabik-cabik dalam siksaan yang pria itu berikan.

“Baik Tuan Muda.” Naira menyampirkan senyumannya. Namun kalimat Tuan Muda yang gadis itu ucapkan cukup mengganggu telinga Boy.

“Mulai sekarang jangan lagi panggil aku dengan sebutan Tuan Muda. Terlebih itu di depan orang-orang. Ingat statusmu, kau sudah sah menjadi Istriku. Jadi aku harap kau bisa mencari kalimat lain yang lebih pantas untuk memanggilku.” ultimatum Boy.

Naira mengernyit. Namun hanya sesaat. Sebelum akhirnya mengangguk sebagai jawaba ‘ya’. Mencari kalimat yang lebih pantas untuk panggilan terhadap lelaki tersebut? Apa? Naira sedikit bingung karena jika mengingat dari rentang usia sepertinya Boy lebih pantas dipanggil ‘Om’ olehnya.

30. Angka yang cukup tua bagi Naira. Ia ketahui tadi saat menandatangani buku nikah. Tidak sengaja mencuri lihat, menemukan tahun kelahiran Boy. Yang mana hal tersebut cukup membuatnya terkejut.

Ternyata perbedaan usia mereka cukup signifikan. Yaitu 12 tahun!

“Siapa yang barusan menelfonmu?” tanya Boy memecah konsentrasi Naira dalam pemilihan kata tepat untuk mengganti panggilan Boy.

“Tuan Halbert. Katanya beliau sudah menunggu kedatangan anda juga Nona Naira,” ucap Aleman yang barusaja menjawab panggilan Halbert mempertanyakan keberadaan Boy sudah sampai dimana.

Boy tersenyum smirk. “Apa ia sudah tau tentang apa yang aku lakukan hari ini?”

“Sepertinya tidak. Hanya saja tadi saya sempat mengabarkan jika kita akan mengunjunginya sesuai dengan permintaan anda.” kata Aleman.

Ya, kedatangan Boy hari ini mengunjungi kediaman keluarga besar Ayahnya bukan sekedar ingin berkunjung. Ia juga sudah mempersiapkan kejutan besar dengan membawa Naira.

1
siran Sigit
gls
Eva Rosita 🇮🇩
bagus
mbak i
mulut tuan muda ini memang minta diobras ya
F A N A: Dijahit sekalian Mbak biar bungkam😅
total 1 replies
Aisyatul Munawaroh
mulutnya si tuan ya Alloh.... minta disunat
Aisyatul Munawaroh
lanjuuit tooooorrr
F A N A: Sudah kak
total 1 replies
Aisyatul Munawaroh
Sekali2 up nya double dong thoor
Rukayah Redmi
lanjut thooor
F A N A: Pasti, Kak. Ditunggu ya😉
total 1 replies
Farah
Tambah lagi tooooorrrrrr/Scream/
Farah
Up tor
F A N A: Sudah kak
total 1 replies
Rukayah Redmi
oh Naura cantik
F A N A: Naira, Mbak🗿
total 1 replies
kids maw
kok udah habis padahal naira belum bahagia
F A N A: Btw, jangan lupa subscribe ya, Kak. Klik tanda 🤍 yang ada di tengah. Nanti kalau udah update bab terbaru Kakak langsung dapat notif
total 2 replies
kids maw
bikin es moci😠😠😠
F A N A: Moci enak Kak🌝
total 1 replies
Susi Eka
mn episode 10 nya
Susi Eka
wah bru brp bab sdah ga lanjut pdhal msih seru tau
Susi Eka
kok blm bersambung .ayo geh lanjut cerita nya
F A N A: Done ya kak. Sudah aku lanjutin 2 bab. Selamat membaca👻
total 2 replies
Farah
Eeeeh... kok tiba2?🤔
F A N A: Gitu apa?
total 3 replies
Aisyatul Munawaroh
Lanjut tooooorrrr
muna aprilia
lnjut
F A N A: Pasti Kak. Terimakasih sudah berkenan mampir di cerita aku. Semoga suka ya!
total 1 replies
Aisyatul Munawaroh
Eddy... dasar aki2 ngk tw diri 🤬
Farah
Lanjut terus tor... jgn smpai setgah jalaaann
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!