NovelToon NovelToon
Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin

Status: tamat
Genre:Perjodohan
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: mamika

Clarissa Atmaja yang baru kembali dari studinya disambut dengan tanggal pernikahan untuk menikahi laki-laki yang sudah menjadi tunangannya, laki-laki pilihan papanya. Namun, saat kembalinya ia dipertemukan dengan laki-laki yang menggetarkan hatinya, dan membuatnya jatuh cinta.

Angga yang dulunya pria yang hangat, berubah jadi dingin dan tak ingin lagi mengenal dengan yang namanya perempuan karena sakit hati dengan perempuan masa lalunya. Sehingga, membuat orang-orang berpikir dan menganggapnya laki-laki yang tidak normal atau tidak menyukai perempuan. Tetapi, Rissa bertekad untuk mengejar cintanya, dan menaklukkan laki-laki yang ia sukai. Tidak peduli dengan statusnya yang sudah bertunangan, dan tentang isu mengenai laki-laki yang ia sukai.

Mampukah Rissa menaklukkan hati Angga Wijaya atau ia akan menikahi laki-laki pilihan papanya yang sudah menjadi tunangannya?

oh ya kak jika berkenan follow Instagram aku mamika759

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kerasukan cintanya

Anggun segera menutup pintu apartemennya, setelah Erik keluar dari apartemen. Mereka bertiga bernafas lega.

"Lo, nggak apa-apa kan, Ris?" tanya Anggun dengan memegang kedua lengan Rissa.

"Nggak, Gue nggak kenapa-napa!" jawab Rissa dibarengi dengan anggukan. Anggun melepaskan tangannya. Melly menuntun Rissa duduk di sofa, "Lo, duduk dulu!" ucap Melly.

Anggun berjalan menuju dapur, mengambilkan Rissa air minum, karena ia tahu sahabatnya itu tadi pasti ketakutan.

"Ini, Lo, minum dulu!" Anggun memberikan gelas yang berisi air putih pada Rissa. Rissa meraih gelas dari tangan Anggun, dan meminumnya.

"Untung aja, kalian cepat keluar," ucap Rissa. Meletakkan gelasnya di atas meja.

"Emang, brengsek itu Erik! Nggak mikir, ini rumah orang, mau berbuat seenaknya di rumah orang! Emang nggak ada akhlak banget tu Erik!" kesal Melly.

"Tapi, sumpah Nyun, Lo tadi keren banget! Keluar Lo, dari apartemen Gue!" ucap Melly dengan mengacungkan jempolnya pada Anggun, sembari menirukan gaya Anggun mengusir Erik.

"Keren.. Keren! Gue tadi sebenarnya juga takut," ucap Anggun. "Dan untungnya dia nurut omongan gue," sambung Anggun. Melly tertawa mendengar ucapan Anggun.

"Untung Lo!" sahut Melly.

"Bibir Lo, belom kena patok kan, Ris?" Melly mencengkeram kedua pipi Rissa memandangi bibir sahabatnya.

"Lo, apaan sih!" Rissa menguraikan tangan Melly dari kedua pipinya. "Ampir aja, segel di bibir gue rusak!" sambung Rissa. Yah, selama bertunangan dengan Erik, Rissa selalu menjaga dirinya. Walaupun dikenal suka main perempuan, tapi Erik tidak memaksa Rissa. Namun hari ini, Erik bertindak kasar padanya. Begitupun pun Rissa, walaupun penampilannya seksi, dan kuliah di luar negeri, tapi ia selalu menjaga dirinya.

"Syukur deh!" jawab Melly lega.

"Lo, kira ular apa bibir Erik?" ucap Anggun tertawa.

"Lebih dari ular tu bibir. Udah banyak tu racunnya!" Melly bergidik ngeri membayangkan berapa banyak wanita yang sudah dicium Erik, dan sudah digunakan untuk mencium apa saja, pikirnya.

"Jadi, apa yang mau, Lo, lakuin sekarang? Apa Lo, masih mau pulang? Gue yakin, pasti Erik maksa Bokap Lo, buat ngawinin ,Lo!" ucap Anggun.

"Kenapa hari ini gue sial benget? Sudah ditolak Angga. Bokap nyuruh gue pulang. Ketemu Si brengsek, Erik itu. Kenapa nasib gue begini amat?" keluh Rissa, mengingat yang terjadi pada dirinya hari ini. Bukannya menjawab pertanyaan Anggun.

"Lo, nembak Angga lagi?" Melly terkejut mendengar ucapan Rissa.

Rissa menganggukkan kepalanya lalu menjawab "Iya."

"Astaga!" ucap Melly dan Anggun bersamaan, yang terkejut dengan jawaban Rissa.

"Lo, waras kan, Ris? Lo, nggak lagi sakit, kan?" celetuk Anggun sambil meraba kening Rissa.

"Apa Lo, lagi ngelawak?" timpal Melly. Rissa hanya diam.

"Lo tu, beg* atau kenapa, sih? Lo, udah pernah ditolak. Masih aja mau nembak dia! Lo, nggak malu, Ris?" kesal Anggun.

"Betul tuh! Mau Lo, tembak seribu kali pun, dia nggak bakal nerima, Lo!" seru Melly.

Rissa menghela nafasnya, "Kalian kenapa jadi marah sama gue? Gue udah pusing, kalian malah nambahin lagi!" rutu Rissa kesal pada kedua sahabatnya.

"Yah, wajarlah kita kesal sama, Lo! Lo, tuh bikin malu, tau nggak! Orang gay, mau Lo, pacarin!" ucap Melly kesal.

"Alaaah.. Gay.. Gey.. Gay.. Gey.. Kalian malah udah duluan ngedeketin dia!" seru Rissa.

"Iya, tapi kita nggak gil* kayak, Lo! Kita nggak sampe nembak dia, apalagi nembak sampe berulang kali," sahut Anggun.

"Ya ampun, Ris. Gue nggak nyangka, Lo sebucin itu sama Angga! Sampe segitunya!" Melly menggelengkan kepalanya melihat Rissa.

"Bucin? Enak aja, Lo bilang gue bucin! Gue juga terpaksa nembak Angga. Gue nggak punya pilihan lain. Gue pikir, saat bertemu Bokap Gue tadi, Gue bisa ngenalin Angga ke bokap, sebagai pacar Gue!" jelas Rissa.

Melly dan Anggun menggelengkan kepalanya, menatap Rissa.

"Serius Ris, Gue mau tanya. Saat, Lo ditolak.. muka, Lo, ditarok di mana?" tanya Melly penasaran.

"Dia mah, muka tembok. Jadi, nggak punya malu lagi!" ejek Anggun.

"Sembarangan Lo, ngatain gue muka tembok!" Rissa melemparkan bantal sofa, ke muka Anggun.

"Kalau muka Lo, ngga muka tembok, nggak mungkin Lo nembak dia lagi!" sahut Anggun yang memukul paha Rissa dengan bantal sofa.

"Betul itu! Kalau dia normal sih, nggak masalah, Lo, nembak dia berulang kali. Ini masalahnya, dia jelas-jelas nggak normal, masih mau Lo, kejar," timpal Melly.

"Aneh, Lo! Kuliah ngga salah-salah di Oxford. Tapi...." Melly menghentikan kalimatnya. Ia menggelengkan kepalanya melihat Rissa.

"Apaan sih, kalian! Bukannya ngehibur gue, kalian malah ngebully gue!" kesal Rissa.

"Emang layak di bully, Lo. Biar Lo, nggak ngelakuin hal yang di luar akal sehat," ucap Anggun.

"Hiks.. hiks...." tiba-tiba Rissa menangis meraung, mengejutkan kedua sahabatnya.

"Ris, Lo, kenapa?" tanya Anggun dan Melly. Bukannya menjawab, Rissa semakin meraung.

"Ris, Lo, kenapa?" tanya Anggun kembali.

"Ini salah, Lo, dari tadi ngatain Rissa!" ucap Melly menyalahkan Anggun.

"Enak aja, Lo, nyalahin Gue! Lo, juga dari tadi ngatain Rissa!" sahut Anggun. Mereka berdua saling menyalahkan karena membuat Rissa menangis.

"Ris, sorry, Ris! Gue janji, nggak ngatain, Lo, lagi!" Melly memeluk Rissa yang masih menangis.

"Iya, Ris. Gue juga minta maaf. Gue juga, nggak akan bully, Lo, lagi!" ucap Anggun yang juga memeluk tubuh Rissa. Rissa semakin menangis, bukannya berhenti, membingungkan kedua sahabatnya.

"Gue tuh nangis bukan karena kalian bully gue. Tapi, gue mikirin nasib gue, yang mau dikawinin Erik!" ucap Rissa dengan terisak. Rissa kembali meraung.

"Angga juga, kenapa sih, nggak mau diajakin kerjasama? Padahal, gue udah bilang ke dia, buat saling memanfaatkan," ucap Rissa dengan nafas tersengal.

"Memanfaaatkan? Maksud Lo, apa?" tanya Melly.

Rissa menghapus air matanya dengan telapak tangannya. "Iya, gue tadi bilang sama dia, buat saling memanfaatkan. Gue memanfaatkan dia, di depan Bokap gue. Sedangkan, dia bisa memanfaatkan gue sebagai pacarnya untuk nutupin dirinya yang nggak suka perempuan," jelas Rissa.

Mulut Melly dan Anggun ternganga mendengar ucapan sahabatnya.

"Serius, Lo ngomong kayak gitu sama Angga?" Rissa menganggukkan kepalanya. "Lo, bilang Angga gay, di depan Angganya?" tanya Anggun kembali. Rissa kembali menganggukkan kepalanya.

Anggun dan Melly kembali tercengang. Mereka tak menyangka, Rissa bisa berkata seperti itu. Tidak seperti yang mereka kenal. Yah, mereka bertiga sering bertingkah konyol. Tapi, kekonyolan mereka muncul, hanya saat mereka bersama. Mereka bertiga, selalu bersikap anggun terlebih di depan pria.

"Ris, Ini Lo, kan? Lo, nggak lagi kerasukan kan?" tanya Anggun.

"Iya, Nyun. Kayaknya, Rissa emang kerasukan!" ucap Melly.

Melly berdiri di hadapan Rissa, memegang kepala Rissa dengan kedua tangannya. "Gue jampi dulu, Lo!" Melly membacakan doa, lalu menghembuskannya ke kepala Rissa.

"Aargh.. panas.. panas!" teriak Rissa sembari memegang kepalanya dengan kedua tangannya, dan mata yang melotot ke atas. Mengejutkan Melly dan Anggun. Melly yang ketakutan langsung melompat memeluk Anggun.

"Nyun, kayaknya Rissa bener-bener kerasukan!" ucap Melly yang ketakutan melihat Rissa masih berteriak kepanasan dengan mata yang melotot ke atas.

Rissa terkekeh melihat kedua sahabatnya yang ketakutan. "Makanya, nggak usah sok-sokan mau jampi-jampi gue!" ucap Rissa sambil melemparkan bantal ke arah Melly.

"Saraf, Lo!" Melly melemparkan kembali bantal yang dilemparkan, kepada Rissa.

"Betul tuh! Coba aja, tadi gue rekam! Viral, Lo!" timpal Anggun.

"Iya, turun.. turun tuh, pasaran Lo!" ucap Melly tertawa.

"Clarissa Atmaja, putri pengusaha Kusuma Atmaja menderita penyakit ayan," ucap Melly membayangkan judul berita utama Rissa.

"Sembarangan, Lo bilang gue ayan!"

"Iya, akting Lo, tadi bukan seperti orang kerasukan, tapi persis seperti orang penyakit ayan!" seru Melly.

"Tapi serius, gue kayaknya emang lagi kerasukan!" ucap Rissa membuat bulu kuduk Melly merinding.

"Udah deh, Ris. Jangan nyeritain cerita horor! Mana ini malam Jum'at lagi!" ucap Melly yang mengingat hari ini, hari Kamis.

"Nggak, gue nggak becanda!" ucap Rissa.

"Udah Ris! Bulu di tangan gue, berdiri nih!" Anggun menunjukkan tangannya, yang bulunya sudah berdiri.

"Gue serius!" ucap Rissa. "Gue bener-bener kerasukan cintanya Angga!" sambung Rissa, sambil terkekeh.

"Receh, Lo!" ucap Melly. "Garing, tau nggak! ucap Anggun bersamaan. Mereka berdua menggulat tubuh Rissa.

***

Waktu sudah menunjukkan pukul 18.46. Mereka bertiga kini sudah berada di dalam kamar. Merebahkan tubuh lelah mereka.

"Kalian mau makan apa?" tanya Anggun pada kedua sahabatnya.

"Gue nggak nafsu makan!" sahut Rissa.

"Terserah. Nasi goreng, boleh juga. Gue laper banget!" jawab Melly berbarengan dengan Rissa.

"Wah.. parah emang Si Erik! Baru kena hawanya aja, Lo udah nggak nafsu makan. Gimana ceritanya kalo Lo, kena patok tadi?" ucap Melly.

"Apaan sih, patok-patok dari tadi. Gue lagi bingung sekarang," ucap Rissa.

"Bingung kenapa lagi? Apa karena Bokap, Lo, nyuruh pulang malam ini?" Rissa menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Anggun.

"Gue nggak mau pulang," jawab Rissa.

"Ya udah, Lo, nggak usah pulang!" seru Melly.

"Betul. Lo, nggak usah pulang dulu. Gue yakin, Erik pasti ngerengekin Bokap, Lo, sekarang!" sambung Melly.

"Udah, Lo, nggak usah mikirin itu lagi! Mending malam ini, kita happy-happy aja, makan sepuasnya!" ucap Melly. "Nyun, Buruan Lo, pesen!" titah Melly.

Anggun tertawa, "Gue kira, Lo, mau ngajakin dugem buat happy-happy," ucap Anggun.

"Dugem.. dugem.. daripada dugem, mending makan!" sahut Melly. "Iya kan, Ris?"

"Makan mulu, pikiran, Lo!" ucap Rissa.

"Ya udah, kita mau pesan apa? Gue juga udah lapar? Lo, mau makan apa, Ris?" tanya Anggun.

"Gue, Pizza aja deh!" jawab Rissa.

"Lo, nasi goreng, kan?" Melly mengacungkan jempolnya.

"Gue spaghetti aja!" gumam Anggun. Anggun pun memesan makanan mereka dalam satu gerai.

Ting.. Tong..

"Siapa tuh? Nggak mungkin kan, orang yang nganterin makanan kita?" ucap Melly, karena belum sampai lima menit Anggun memesan makanannya.

"Buruan Lo, buka!" perintah Anggun pada Melly. "Tapi, sebelumnya, Lo, intip dulu!" sambungnya.

"Siapa sih, malam-malam mau bertamu?" rutu Melly, sambil berjalan keluar kamarnya menuju pintu apartemennya.

Melly mengintip dari lubang kecil yang ada di pintunya, menuruti ucapan Anggun. Melly membulatkan matanya saat melihat pria yang berada di balik pintu. Bukannya membukakan pintu, ia malah berlari masuk ke kamar memberi tahu kedua sahabatnya.

Bersambung

Terimakasih sudah membaca. Jangan lupa dukungannya, vote, like, dan komentarnya 😘

1
Lina Lina
🤣🤣🤣
Galil Alfarizi
terlalu bertele² ceritanya
Sari Juliati
bagus
Sari Juliati
kak bikin lanjutan nya dong
Ari Arie
indahnya dunia halu thor haha..
Silfi Rinawati
seru amat ini ceritanya..rasain reva kenakarma..lanjut kk thor
Silfi Rinawati
😀😀 kasihan rissa sambung nnti malam..
Deby Delia
seru
Musyarofah Salim
author orang Jawa ya kok tahu apem
Rosmery Napitu
🤣🤣🤣🤣
Rosmery Napitu
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Crystal
Berarti Angga sm Risa beda jauh dong umurnya. Kirain kk tingkatnya saat kuliah🙄
Gitaputri Hapsari
risa trllu mencampuri urusan org
Any any
angga sama anggun aja.... rafi sama meli.... rissa terserah author aja... malas sama cara pikir risa yg kolot dan aneh.. trllu kekanak2n... katax udah S2 LN, kok pikiirannya sperti anak SD. author knp jadikan sirisa risa itu berotak OON sih.. 😡😡😡
Allinerick Danis
seruuu,,mantaptap
Haposan Parningotan
selamat berkarya
Yatni Sari
sy lihat visual foto angga suka bingit
Diki
Luar biasa
Satri Ani
sumpahh yahhh ngakakkk bangeeeddddd ampe skit perooottt🤣🤣🤣🤣🤣
dyve
grutu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!