NovelToon NovelToon
My Cruel Husband

My Cruel Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:13.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Arzeerawrites

Di beli untuk dinikahi dan disakiti adalah jalan hidup seorang gadis cantik bernama Lovita. Di usianya yang masih remaja, Rumah bordil adalah tempatnya mengadu nasib. Uang sebanyak tiga milyar yang dibayarkan lelaki tampan itu untuk menikahinya semakin membuat Lovi merasa bahwa dunia ini kejam. Semua kesengsaraannya dimulai saat perusahaan Ayahnya bangkrut. ia bisa tinggal di rumah bordil dan menjadi budak Berry untuk mencari uang karena keegoisan ayahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arzeerawrites, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lovi bingung

"Kamu yang membawakan semua ini!"

Lovi dengan sigap menerima semua kantung belanja milik Vanilla dan Jane. Mengikuti dua gadis itu dan melakukan apapun yang di perintahkan oleh mereka.

Lovi sudah mengira ini semua akan terjadi. Mereka meminta izin kepada Raihan dan Rena untuk menghilangkan penat di Mall membawa serta Lovi.

Semua mata tertuju pada Lovi. mencemooh perempuan yang mereka anggap sebagai pembantu.

"Cepat! Lama sekali jalannya," Bentak Jane saat Lovi kesulitan mengikuti langkahnya.

"****** itu memang lamban dalam segala hal," Timpal Vanilla dan kembali mengajak Jane untuk melanjutkan penelusuran mereka di tengah-tengah keramaian sore ini mencari barang apapun yang mereka inginkan.

Lovi menghela napas pelan. Sudah hampir dua jam mereka menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan itu. Namun kepuasaan belum juga dirasakan oleh Vanilla dan Jane.

"Menurutmu manakah yang lebih bagus?"

Vanilla menunjukkan dua buah jam tangan cantik yang ada ditangannya pada Jane.

Jane menatap satu persatu untuk menilai.

"Silver lebih elegan menurutku,"

"Really ?" Tanya Vanilla dengan antusias.

Jane mengangguk dengan malas dan berdecak saat Vanilla memeluknya riang.

"Aku juga menyukai ini. Kenapa pilihan kita sama?"

"Kamu yang mengikutiku," Tuduh Jane seraya mendorong tubuh Vanilla menjauh.

"Hei jangan-jangan kita berjodoh,"

Jane bergedik geli mendengar hal itu yang sontak membuat Vanilla tertawa keras. Kali ini mereka dalam mode akrab.

"Jodohku hanya Devan!" Jane menekan kalimatnya.

Lovi hanya melihat kegiatan mereka dari luar Toko jam dan tidak berani mendekat. Ia merasa tidak pantas masuk ke dalam Toko yang menawarkan berbagai jenis jam tangan mewah itu.

"Aku bunuh kau kalau sampai itu terjadi,"

"Bunuh saja! asalkan sebelum aku mati, Devan sudah menikahiku,"

"Tidak salah jika semua orang mengatakan Kamu gila,"

*********

Rena yang sedang membantu para pelayan untuk menghidangkan makan malam menoleh saat Vanilla berteriak seraya berlari ke arahnya dengan raut wajah gembira.

"Kenapa kalian lama sekali?"

Vanilla memeluk dan mengecup wajahnya singkat.

"Tidak bisa menggunakan waktu sebentar untuk menjelajahi Mall, ma,"

Vanilla duduk menatap semua lauk pauk yang ada di atas meja makan saat Rena juga masuk ke dalam mansion.

"Lalu di mana hasil belanja kalian?" Tanya Rena mengerinyit saat ia tidak melihat satu pun kantung belanja yang dibawa oleh Vanilla dan Rena.

"Masih di mobil," Serentak keduanya menjawab.

"Lalu kenapa tidak di bawa keluar? "

Sesaat sebelum keluar dari mobilnya, Devan melihat Perempuan yang sangat dikenalinya sedang sibuk mengeluarkan banyak barang dari mobil Vanilla. Tanpa adanya pelayan di sana.

Lelaki itu keluar dari mobil mewahnya dan menegaskan penglihatannya.

"Apa yang dilakukan perempuan itu di dalam mobil adikku?" Devan bertanya-tanya.

"Aku tidak tahu, Tuan," Devan menyipitkan matanya saat mendengar jawaban Ferro yang ada di sampingnya.

"Aku tidak bertanya padamu,"Jawab Devan tegas membuat Ferro merapatkan bibirnya. Ia telah salah bicara.

Devan melangkah masuk ke dalam mansion tidak peduli dengan apa yang dilakukan Lovi selanjutnya.

"Tumben sekali waktu pulangmu lebih cepat?" Sambut Rena dan mendekati putranya yang langsung melepas jas dan melonggarkan kancing kemejanya saat membanting tubuhnya di sofa.

Rena berusaha menghangatkan kembali hubungannya dengan sang anak. Ia tidak bisa berlama-lama melihat aura Devan yang dingin ketika berada di dekatnya.

Berbeda dengan Rena yang berusaha untuk memperbaiki, Devan justru terlihat acuh. Ia perlu waktu untuk menerima semuanya. Ia yakin kalau Vanilla juga mengetahui fakta ini, gadis itu akan melakukan hal yang sama dengannya.

Vanilla belum mengetahuinya bukan?

"Tidak tahan merindukanku, Dev?"

Devan tidak peduli dengan godaan Jane. Ia hanya menatap datar bahkan saat perempuan itu duduk di sampingnya.

"Singkirkan tanganmu karena itu menjijikan!"

Devan menyingkirkan tangan lentik Jane yang sedang menggerayangi dada bidangnya.

"Jane!"

Jane berdecak saat melihat Rena yang memperingatinya dengan tegas.

"Apa yang kamu dengar beberapa waktu lalu?" Rena membuat Jane kembali mengingat ucapan Raihan.

Dengan berat hati, Jane duduk menjauh dari sepupu tampannya itu.

"Ya, aku mengerti,"

Mereka semua menoleh saat mendengar bunyi gaduh dari pintu mansion. Disana Lovi sedang menunduk mengambil Dua buah kantung yang jatuh dari tangannya lalu kembali menegakkan tubuhnya.

"Kalau ada barangku yang rusak, kamu harus tanggung jawab!" Vanilla berseru marah dan menghampiri Lovi yang menatapnya kaget ketika tiba-tiba saja gadis itu mendorongnya.

Rena menggertakkan giginya geram. Vanilla terlalu berlebihan. Rena yakin barang yang baru saja jatuh, bukanlah barang pecah belah karena suara yang ditimbulkan tidak sekencang itu.

"Vanilla!"

"Dia hampir merusak...."

"Itu hanya baju. Mama yakin segala jenis parfum, jam tangan, dan perhiasanmu tidak ada yang rusak,"

Vanilla mendengus dan menjejakkan kakinya dengan keras di lantai. Melihat itu, Lovi dibuat takut.

"Bagaimana jika itu barangku?"

Rena menatap Jane yang melipat kedua tangannya di dada dengan angkuh.

"Tidak peduli barang siapa itu yang pasti tidak akan ada yang rusak,"

Devan menatap satu persatu bawaan yang ada di tangan Lovi. Itu benar-benar banyak hingga membuat Devan menggeleng tidak menyangka. Ternyata adiknya tidak kalah kejam dengannya.

"Tinggalkan semuanya, Lovi! Kamu bisa kembali ke kamarmu," Rena mengisyaratkan menantunya untuk pergi dari sana. Vanilla dan Jane membulatkan matanya tidak terima.

"Tidak bisa, Ma. Biarkan dia meletakkan semua belanjaan kami di atas,"

"Netta bisa melakukan itu, Vanilla!"

"Aku tidak mau Netta," Bantah Vanilla dengan tegasnya. Rena semakin dibuat emosi dengan sikap kurang ajar Vanilla yang saat ini tidak bisa dibiarkan lagi.

"Papa akan marah dengan apa yang kamu lakukan ini,"

Vanilla tidak peduli dengan ancaman Rena. Ia malah duduk di sofa berhadapan dengan kakaknya yang masih bertahan dalam diam.

"Cepat pergi dan bawa itu!" Perintahnya pada Lovi yang dibuat bingung. Siapakah yang akan dia patuhi sebenarnya?

"Vanilla, Kamu...."

Devan yang merasa telinganya mulai panas pun beranjak dari suasana gaduh itu.

"Aku tidak mau lagi mendengar keributan seperti ini,"

*********

hr ini aku double up guiseeee. makanyaa trs dukung aku yaa biar akunya makin semangat hehehe. maaciww mantemanquww

1
Ressa Shinta Silviani
udah bertahun2 lalu dr awal novel ini ada, udh berulang kali masih ga moveon sama ceritanya walaupun kadang ga kelar akhir tiap episodenya, revisi dan kembangin lagi dong novel ini thor
Tuzzy Tussy
top
Rita Dwi Utami
maaf semakin kesini semakin bingung dengan jalan ceritanya....jadi terpaksa berhenti....maaf ya kakak author.....tetep semangat menulis yaaa....💪💪💪
Rita Dwi Utami
sampai bab ini....aku masih bingung blm bisa menangkap jalan ceritanya......🤔🤔🤔
Ester Limbong
pasti istri devan hamil
Ester Limbong
tapi novel ini seakan-akan ceritanya tergesa-gesa...dan tidak nyambung.
Sorta Sibarani
vertigo aku baca Alur ceritanya
Sorta Sibarani
jadi malas bacanya
ceritanya kagak nyambung
lari sana lari sini
Sorta Sibarani
ceritanya amburadul
gak nyambung juga
biking pusing sy bacanya
🔵♨ˢᶜ༄⃞⃟⚡ˢ⍣⃟ₛ as⏤͟͟͞R¢ᖱ'D⃤zc❖
ceritanya bagus,banyak pelajarannya
ElHi
so far so good
🔵♨ˢᶜ༄⃞⃟⚡ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀zc❖asthee
🤣🤣🤣 matanya miring
Sha Annisa
top
Rhenii RA
Vanilla udah bisa liat lagi atau gimana? Jadi bingung, kok gam ada penjelasannya😑
Rhenii RA
Ceritanya loncat2 ya, belum selesai cerita yang ini udah diloncat ke itu🙄
Rhenii RA
Makin bingung sama latar waktunya, perasaan baru kemarin katanya Auristella umur 1 bulan😭
Rhenii RA
Usia 1 bulan kotor udah bisa lempar-lemparan boneka ya😆
Rhenii RA
Tuh kan, nggak ada penjelasan waktunya. Jadi bingung itu anaknya udah umur brapa perasaan baru kemarin dilahirin skrg udah disiapin makanan😵‍💫
Rhenii RA
Tolong aku yang tak mengeti ini 😭
Rhenii RA
Suami keparat kau Devan🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!