NovelToon NovelToon
Bloodthirsty Handsome

Bloodthirsty Handsome

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintapertama / Pembunuhan / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rizky Rachma

"Kalau hati sudah memilih, otakku ini bisa apa?!"

Devian Almero, sosok pria tampan yang sama sekali tak mengerti perihal cinta sebelum bertemu dengan Diandra.
Ya, Diandra. Gadis manis itu mampu menggetarkan hati Devian saat awal perjumpaan.

Hingga akhirnya Devian nekad mengejar Diandra dan langsung mengklaim gadis itu sebagai milik. Berjalannya waktu, hujan rasa kasih sayang yang diberikan Devian, akhirnya mampu menaklukan hatinya.
Namun, sebuah fakta mencengangkan muncul di saat keduanya memadu kasih. Diandra baru mengetahui bahwa pasangannya itu ialah 1 diantara 7 anggota psikopat dari Keluarga Breadsley.

Sanggupkah Diandra menjalani hidup bersama Devian, sang psikopat tampan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizky Rachma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebenaran?

"Kak Devian, sa-kit," rintih Zea terdengar lemah.

Zea berharap pria di depannya itu akan datang padanya memberi pertolongan. Namun sayang, pertolongan itu bukan datang dari Devian, melainkan Aland.

Aland segera beranjak dari tempatnya. Menghampiri Zea, memberi perhatian. "Mana yang sakit, Ze?" tanya Aland panik.

Zea mengumpat dalam hati. Yang ia inginkan bukan Aland, tetapi Devian. Namun, seperti apapun kecewanya saat ini, ia harus tetap konsisten memainkan pribadi yang baik dan lembut.

"Ini, Kak." Zea menunjukkan telapak tanganya yang tampak memerah. Saat Diandra mendorong tubuhnya, tangan itu spontan terarah ke belakang menopang tubuhnya.

Aland menumpahkan perhatian penuh pada Zea. Meniup perlahan telapak tangan gadis itu seraya mengurai senyum. "Sini, gue bantu berdiri," ucapnya kemudian.

Zea dibantu Aland berdiri. Aland berniat membawa Zea kembali ke kamarnya. Pria itu ingin menggendong Zea, tentunya harus meminta izin dulu pada yang bersangkutan.

"Gue boleh nggak, gendong si Zea balik ke kamarnya?" tanya Aland menatap Devian. Ia menunggu jawaban dari pria di hadapannya.

Devian mengangguk sekali lalu berucap, "Thanks, Land."

Aland tak menjawab dan berlalu pergi. Menggendong Zea ala bridal style menuju kamarnya.

Diandra tersenyum datar, membuang nafas jengah, tak percaya dengan ucapan yang tercetus dari bibir pacarnya itu. Devian masih berucap 'Terima kasih' pada pria yang membawa Zea tadi. Secara tak langsung, Diandra menganggap pacarnya itu menyimpan rasa peduli pada Zea.

Diandra menyambar ponselnya dari atas nakas. Jarinya menari di atas layar, mencari-cari kontak Gio.

"Yo, jemput gue ya," ucap Diandra setelah Gio menjawab panggilan.

"Oke, gue kirimin alamatnya," imbuhnya lagi lalu mengakhiri panggilan.

Diandra mengirimkan pesan alamat rumah Devian pada Gio. Gadis itu ingin segera pulang. Menenangkan pikiran dalam kamarnya yang tenang dan nyaman. Berlama-lama melihat Devian, semakin mencuat rasa benci dalam dirinya.

"Kalau lo mau pulang, biar gue yang antar," tawar Devian. Pria itu tahu, Diandra saat ini sedang marah padanya.

"Nggak perlu!" tolak Diandra ketus. Niatnya pulang karena tak ingin sementara ini melihat wajah Devian.

"Gue nggak suka ditolak!" peringat Devian tegas. Rahangnya tampak mengeras. Menatap Diandra dengan tajam.

"Gue juga nggak suka dipaksa!" sergah Diandra, tak kalah tegas dan terdengar lantang.

Chester membuang nafas kesal. Berderap menghampiri Devian.

"Eh Devian! Gue cuma mau bilang ... lo itu tampan tapi sayangnya bodoh. Kalau gue jadi lo, mending gue mertahanin bidadari daripada ulet bulu. Awas, pacar lo itu cantik. Banyak aja yang minat. Kalau kesabaran nggak bisa nyadarin lo, jangan sampek kehilangan yang bakal bikin lo baru sadar. Menyesal itu tempatnya di belakang Bro, bukan di depan." Chester menepuk bahu Devian lalu pergi meninggalkan ruangan. Berharap Devian dapat mengerti dengan pesan yang ia sampaikan.

Kepergian Chester diikuti juga oleh anggota Breadsley yang lain. Kini, tinggalah Diandra dan Devian di sana.

"Gue minta maaf," ucap Devian memecah keheningan. Tatapanya teduh, kalem, pembawaanya dewasa.

"Gue capek maafin lo! Gue juga capek denger perkataan itu keluar dari bibir lo!" ketus Diandra melipat tangannya di depan dada.

"Ndra, gue minta ... lo percaya ya sama gue. Cuma lo yang gue sayang. Cuma lo dan nggak ada yang lain. Gue cuma minta lo percaya sama gue." Devian meraih jemari gadis di hadapannya. Namun, gadis itu cepat menepisnya.

Suara derap langkah di luar terdengar semakin mendekat. Sosok Gio muncul bersama Danzel dari balik pintu.

"Ndra, soory gue telat," kata Gio setelahnya menghampiri Diandra.

"Tu bocah di ajak duel kenapa sih nggak mau!" sungut Danzel kesal. Ia ingin sekali menguji kemampuan dengan manusia yang dulu berani menentang Devian.

"Besok datang aja ke sekolah gue. Kita duel di basecamp Nero. Kalau sekarang gue lagi nggak mood, sorry ya," ungkap Gio santai. Siang tadi dirinya baru saja tawuran membela Yohan. Bahkan luka bonyok yang membiru di wajahnya saja belum pulih.

"Oke. Lama gue nggak olahraga nih! Pingin deh nglemesin otot tangan gue. Udah kaku karna lama nggak matahin tulang orang," kata Danzel dan direspon oleh gio dengan acungan jari jempol.

"Yo, ayo pulang. Gue capek," tutur Diandra. Ya, badan dan hatinya kini memang terasa remuk.

"Yuk, sini gue gendong," tawar Gio, tanpa menunggu persetujuan Diandra, pria itu langsung membopong tubuh Diandra ala bridal style. Tentu pria lain yang tak lain ialah pacar Diandra itu sedang dilalap api cemburu. Matanya dipenuhi kilatan amarah memandang Diandra yang kini justru mengalungkan tanganya ke leher Gio dengan seulas senyum. Chester yang pertama kali menggendong Dindra saja sudah diberi pelajaran langsung oleh Devian. Diberi Kenang-kenangan luka pisau di perut. Bagaimana nanti dengan nasib Gio, pria kedua yang berhasil membopong Diandra?

Devian menatap kepergian Diandra sampai menghilang dibalik pintu. Tanganya terkepal erat menahan api cemburu. Satu pukulan ia layangkan di kaca dalam kamar. Darah mulai muncul membasahi buku-buku tangannya yang terluka.

*

"Gimana, Lix?" tanya Devian pada pria yang sedang sibuk berkutat dengan laptop di hadapanya.

"Anak buah gue udah berhasil nangkep orang yang nabrak Diandra. Dugaan lo bener, Devian," jawab Felix seraya memperlihatkan gambaran wajah dari dua tersangka di layar laptop.

"Insting lo tajam juga ya," puji Felix pada Devian.

"Gue yakin tu boneka j*lang di bawah kendali seseorang." Devian menyeringai jahat.

"Wih, bakal seru nih. Musuh dalam selimut ceritanya." Felix tertawa renyah.

"Tenang aja, sebentar lagi hewan buruan akan masuk perangkap. Bentar lagi kita bakal pesta besar, Lix," ucap Devian seraya memadamkan api rokoknya.

"Gue mah tenang aja. Tapi gue justru kasian sama lo, jadi bualan anak-anak yang lain. Apalagi Diandra, pasti bakal kecewa berat deh sama lo." Felix menatap Devian serius.

"Apa boleh buat. Gue nggak bisa nglibatin cewek yang gue sayang masuk dalam masalah keluarga kita. Gue nggak mau dia terancam bahaya," terang Devian. Beranjak dari duduk meraih cicak merayap pada dinding di depannya.

"Wih gila temen gue! Udah bener-bener jatuh cinta lo rupanya?" tanya Felix antusias.

"Gue kalau masalah hati nggak pernah main-main. Bahkan, gue pinginnya nikahin Diandra suatu saat nanti kalau dia udah siap." Senyum tulus mengembang di bibir Devian.

"Psikopat nikah? Lo yakin? Kasihan calon isteri lo. Bakal banyak bahaya yang mengancam. Secara keluarga kita ini punya beberapa musuh di luar sana," tanya Felix penuh penekanan.

"Gue yakin. Gue udah janji sama diri sendri bakal nikahin Diandra. Gue juga bakal jaga dia, bakal bahagiaan dia sampai gue nggak bernafas lagi. Kalau ada orang yang berani nyakitin cewek gue, bakal gue lenyapin. Kaya ini nih, liat!" Devian menunjukkan cicak tangkapannya tadi sudah tak berbentuk tanpa kepala, kaki, dan tangan. Cicak itu mati setelah jadi bahan mainan Devian.

"Terserah lo dah! Gue sebagai temen cuma bisa bantu dan dukung lo. Gue doain mimpi lo itu bakal kewujud suatu hari nanti. Bahagia selamanya sama Diandra." Felix dan Devian kompak melakukan tos persahabatan.

Hayo gimana sama part inj? Masih ada nggak yang benci sama babang Devian? Babang Devian kalau masalah hati nggak pernah main-main neng. 🙆🙆

1
Vitamincyu
...
Novia Ayu Apriani
horang Kya bebas cui
tf-boy
good
Novianti Ratnasari
merinding baca nya thour serem
Novianti Ratnasari
gila bener si Davian langsung gaspol aj.
Novianti Ratnasari
kaya nya seru nich cerita
Novianti Ratnasari
serem bgd semua cogan nya Spikopat
Octa Febian Nii
de best ka, aalur suka banget, gk bikin bosen, sehat terus ka🥰🥰🥳🥳🥳
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) & FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA " dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
Nurul Azizah
q
Nurul Azizah
iiji9
Gina Gayatri
jangan di ganti
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) & FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA " dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
Syifa Azzahra
nyimak
Salmah S
Sadiiisss...
Samsul Rubiah
So sweet banget
Putri
yg ini aja, manis2 gimana gitu...
Dee Na
agh si diandra ini sdh tau devian suka bunuh org jg,
Sartini Dimitri Mah
ceritanya bagus
Fitria
Byk pesan moral yg terkandung di dalamnya, ceritanya jg seru, bikin greget, bikin emosi, bikin sedih, nano² deh rasanya, pokoknya membawa pembaca ikut masuk ke alur ceritanya, penulisnya 👍
"Jgn mudah percaya ucapan org lain, walaupun dg bukti yg nyata, krn org licik bisa melakukan apapun itu. Jgn sprti Devian yg mudah percaya kalo Zea adl Melody masa lalunya tnp menyelidikinya terlebih dahulu, sampai mengabaikan & menyakiti Diandra. Tegaslah dlm berprinsip, jgn ingin keduanya tp mengabaikan org yg tulus dg nya. & ternyata Diandra adl Melody masa lalunya."
"Jk kita mencintai seseorg, kita hrs bisa mnjaga kepercayaannya, mnjaga hati, pikiran & tubuh kita hny utk nya. Jgn sprti Devian yg menyentuh Kimberly hny krn obat perangsang, walaupun Diandra tdk tau saat itu, taunya saat ucapan Kimberly sblm kematian."
Moertini
terimakasih bagus ceritanya..terus berkarya
...dilanjutin yaaaa..semangat
ms huang
smangattt thor!!! intip karyaku jg y SATU DAN SELAMANYA ..tq !!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!