NovelToon NovelToon
Rumah Di Tengah Sawah

Rumah Di Tengah Sawah

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Horor / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: bung Kus

Selama 19 tahun, aku dan keluargaku mendiami rumah ini. Rumah di tengah sawah. Rumah nyaman khas pedesaan, jauh dari hingar bingar kota. Udara sejuk, malam yang tenang membuat aku betah berlama-lama di rumah.
Hingga akhirnya, kejadian-kejadian aneh menimpaku. Semakin lama kehidupanku semakin terusik. Ditambah lagi kisah asmaraku yang tidak semulus pipi Erni, gadis pujaanku. Ah, apa yang sebenarnya terjadi? Semua masih misteri.
Semua akan terbuka dan kalian akan menemukan satu persatu jawaban dari misteri yang ada, jika kalian mengikuti kisahku dari awal sampai akhir . . .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bung Kus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sahabat > Kerabat

Hari-hari penyembuhanku di Rumah Sakit lebih banyak aku habiskan untuk termenung, melamun. Aku kepikiran dengan mimpi yang aku alami dimalam setelah aku kecelakaan, apa arti dari mimpi itu? Mimpi itu terasa sangat nyata dan jelas bagiku. Kemudian aku juga masih terus kepikiran soal Erni. Ini sudah hampir satu minggu aku dirawat namun dia sama sekali tidak menampakkan diri. Bahkan sekedar menanyakan keadaan lewat SMS atau telepon pun tidak.

Hari ini aku ditemani oleh Lek Diran. Ibuk harus pulang mengurus adik. Sementara Bapak harus kembali ke toko karena sudah beberapa hari toko tutup. Biar bagaimanapun roda ekonomi keluargaku berputar dari satu sumber yaitu toko Bapak, jadi nggak mungkin membiarkan toko tutup terlalu lama.

Lek Diran adalah adik dari Bapakku. Dia tinggal satu rumah dengan Mbah Kadir, kakekku. Pekerjaannya adalah bertani. Salah satu contoh seorang petani sukses di daerahku. Tanah pertaniannya ber hektar-hektar. Memperkerjakan beberapa buruh tani untuk mengolah tanahnya. Jadi, Lek Diran seringkali di rumah bersantai. Ketika Ibuk meminta tolong untuk menjagaku hari ini Lek Diran langsung meng iya kan, begitu katanya.

"Lek, . . njenengan tahu atau eling, dulu sebelum rumahku itu dibangun, tempat nya seperti apa?", Aku mencoba mencari info dari Lek Diran.

"Aku kok lupa-lupa ingat, ada apa lho Dan?", Lek Diran bertanya kaget mendengar aku yang tiba-tiba bertanya seperti itu.

"Yaa. .Pengen tahu aja Lek", jawabku sambil mengunyah potongan buah peer yang dibawakan Nita tempo hari.

"Nek nggak salah, tempatmu itu dulu sawah gitu, ya seingatku semuanya di area situ tuh sawah, luas banget gitu", Lek Diran menjawab sambil mengingat-ingat.

"Masak? Bukan e sungai to?", Aku mengingat-ingat tempat yang ada di mimpiku.

"Oh iya, kayaknya pas aku kecil dulu ada sungai di belakang sawah itu ya, kok kamu malah tahu itu Dan?", Lek Diran penasaran.

"Ya denger-denger aja sih, lha trus sungai ne sekarang kemana? Kok nggak ada?", tanyaku lebih lanjut.

Lek Diran menggaruk-garuk kepalanya, mungkin gatal atau mungkin dia bingung.

"Nggak tahu, aku lupa", Lek Diran mengangkat kedua bahunya. "Lek kamu pengen tahu, coba tanyao simbahmu kapan-kapan. Nek wong sepuh pasti ngerti tuh jaman-jaman dulu nya rumahmu itu", lanjut Lek Diran.

"Gunanya buat apa to Daann, ngomongne dek jaman dulu. .ada-ada saja", Lek Diran melangkah mengambil remot tv, menghidupkannya dan duduk bersila di lantai.

Bertanya simbahku, bertanya Mbah Kadir. Ah, jujur saja aku nggak terlalu akrab dengan simbahku yang satu itu. Mbah Kadir adalah tipe kakek-kakek yang tidak terlalu peduli dengan cucunya. Jadi pada dasarnya semua cucu tidak ada yang akrab dengannya. Sebenarnya Mbah Kadir-simbahku yang satu ini juga merupakan salah satu dukun tersohor di daerahku. Namun, kulihat terkadang beliau menggunakan ritual-ritual aneh, yang tidak sejalan dengan pola pikiran dan prinsip diriku. Sehingga aku merasa berjarak dengan simbahku yang satu itu. Kita tidak satu server.

* * *

Jam tiga sore, teman-teman penyiar datang berkunjung. Membawa aura tersendiri bagiku. Mereka membawa aura keceriaan dan kebahagiaan. Betapa mereka sanggup menghadirkan gelak tawa. Sampai suatu ketika perawat datang dan memperingatkan agar tidak terlalu gaduh. Kami terlupa sedang berada di kamar Rumah Sakit, luka fisik dan batinku pun tak terasa saat ini. Memang benar, kita butuh orang yang satu "server" dengan kita untuk bisa tahu apa itu tertawa, apa itu bahagia, meskipun orang-orang ini tidak ada hubungan darah denganku, tapi mereka sanggup menghapus luka dan menghadirkan tawa.

- - -

1
Alwa fikriah
ceritannya sangat bagus sekali,
Alexander
good job author.
Alexander
lalu bagaimana dengan nasib anak kembar wira yang perempuan ?
Alexander
ngasih sesajen itu juga wujud ketundukan kita pada kaum lelembut itu.
Alexander
kenapa malah jadi lagunya judika ??
Alexander
kalau mbah kadir adalah anak dari wira, bukankah seharusnya usianya masih di kisaran 58 tahun ?
Alexander
ternyata rumah tembok. dalam banyanganku rumah lek diran adalah rumah kayu.
Alexander
menuntut orang lain bersikap terbuka, dianya sendiri suka main kucing2an.
Alexander
tapi perjanjian seperti itu tidak bisa putus begitu saja. anak keturunannya punya dua pilihan. meneruskan persekutuannya dengan bangsa jin atau memutus mata rantai dengan rukyah dan taubat sungguh2.
Alexander
seperti perempuan saja, merajuk tanpa kejelasan alasan 😅
Alexander
perhatian seorang ayah itu dititipkan melalui istrinya. ibu dari anak2 nya.
Alexander
dan dani sempat melihat pak ndori melayani pelanggan dengan mobil merah kan ?
Alexander
titik terendah itu ada karena kamu sendiri yang menciptakannya. kok menyalahkan roda takdir.
Alexander
kaburnya pakai motor yang dibeli dengan uang bapaknya. hadeehh 😅
Alexander
pemeran utamanya berpikiran sempit. menyimpulkan segala sesuatu dari sudut pandangnya sendiri.
Alexander
tapi bukan dengan cara seperti itu kamu meminta penjelasannya. tidak punya tata krama.
Alexander
kalau yang sakit bukan erni, apakah dani tetap berpikir demikian ?
Alexander
paracetamol sirup ?
Alexander
kalau di sini hari keramatnya hari kamis wage malam jumat kliwon tolu. di novel sebelah hari rabu wage manahil seingatku.
Alexander
seharusnya masjid bisa jadi pilihan untuk beristirahat atau tidur, tapi banyak masjid yang sudah digembok selepas sholat Isya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!