NovelToon NovelToon
BEAUTY

BEAUTY

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:76.7k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Selalu dianggap jelek dan dihina oleh suami dan keluarganya, bahkan hingga diceraikan. Membuat Nadi Djiwa membalaskan dendamnya dengan merubah penampilannya, ia ingin membuat mantan suaminya menyesal karena telah menceraikannya, dan ia pun ingin merebut kembali perusahaan yang ia rintis dari nol.

Akankah Nadi berhasil membalaskan dendamnya? Cerita selengkapnya hanya ada di novel Beauty - NovelToon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

Maaf bu," potong Nadi, ia tak tega melihat Alin di marahi karena dirinya mengajaknya ke pasar. "Tadi saya yang mengajak Alin ke Pa..."

Nadi terkejut saat wanita itu menoleh ke arahnya.

Cindy.

Reaksi serupa di tunjukan oleh Cindy, ia begitu terkejut melihat kedatangan Nadi, rasa keterkejutannya itu seketika berubah menjadi rasa malu dan gugup, ia buru-buru mengajak putrinya masuk, namun Nadi langsung mencegahnya.

"Tunggu dulu Cindy!" Nadi memegang bahu Cindy agar ia tak pergi. "Aku mau minta maaf karena membawa Alin ke pasar tanpa izin," ucapnya, Nadi menceritakan jika tadi ia melihat Alin terjatuh di rel kemudian ia menolongnya dan mengajaknya ke pasar untuk mengganti telur-telurnya yang pecah terlindas kereta.

"Te-terima kasih telah menolong putriku," ucapnya gugup. "Tapi sungguh kau tak perlu mengganti telur-telur itu," ia kembali ingin masuk ke kediamannya namun Nadi mencegahnya lagi. "Tolong jangan tolak pemberianku, semua ini untuk anak-anakmu. Mereka membutuhkan ini," pinta Nadi.

Cindy terdiam memandangi Alin yang nampak lusuh, kemudian beralih ke bayinya yang terus menangis dalam gendongannya sebab belum minum susu sejak pagi tadi. "Bayimu menangis, aku punya susu dan popok di mobil. Tolong terima-lah Cindy," batin Nadi tak tega melihat bayi itu terus menangis.

Cindy menegakkan tubuhnya. "Apa ini bentuk penghinaan atas apa yang telah aku lakukan padamu?"

"Tentu saja tidak, aku bahkan tidak tahu jika Alin adalah anakmu sampai aku tiba di sini. Tolong-lah Cindy, lupakan sejenak apa yang terjadi kemarin. Bayimu lapar dan butuh susu."

Cindy terlihat bingung, ia terus memandangi kedua buah hatinya secara bergantian, sampai akhirnya ia menganggukkan kepalanya. "Sekarang aku memang miskin, kalau kau mau menghina dan menertawakanku silahkan saja, memang ini kenyataan yang ada dan mungkin ini semua buah dari apa yang aku perbuat padamu."

Tangan Nadi turun, menggenggam tangan Cindy. "Cindy tolong jangan bicara seperti itu!", ia kemudian melepaskan genggamannya. Tunggu sebentar!" Nadi kembali ke mobil, meminta supirnya untuk membantunya menurunkan barang-barang belanjaannya.

Alin pun ikut membantu, ia membawakan barang yang ringan dan mudah di bawa. "Biar aku saja!" ucap Nadi pada Cindy ketika Cindy hendak membantunya. "Kau buatkan susu untuk anakmu saja," ia membuka dus besar berisi susu dan memberikan satu kotak susu pada Cindy, sisanya supirnya yang membawanya ke dalam.

Nadi meraih plastik besar berisi baju dan perlengkapan bayi, kemudian membawanya ke dalam bersama Cindy dan Alin. Nadi kembali terkejut ketika melihat sosok yang tak asing baginya, duduk di kursi roda dengan tatapan kosong.

"M-mas Surya..." Nadi hampir saja menjatuhkan barang yang berada di tangannya.

"Mas Surya mengalami kecelakaan saat mau mencari kerja, kakinya tidak bisa berjalan lagi dan dia jadi sering melamun, bahkan terkadang dia tidak mengenali aku dan Alin," terang Cindy sembari mulai membuat susu yang di berikan oleh Nadi.

Mata Nadi kembali berkaca-kaca melihat kondisi Surya, melihat rumah gubug yang mereka tempati, ada sedikit perasaan bersalah dalam benak Nadi. Tapi kemudian ia berpikir apa yang ia lakukan hanya mengambil yang menjadi haknya, bahkan sebelum bertindak Nadi telah menghitung berapa yang yang harus Nadi ambil dari Surya. Jika kondisi mereka sekarang seperti ini tentu tidak 100% kesalahannya.

Nadi berjalan ke warung kecil yang berada di depan kediaman Cindy. "Kata Alin kau berjualan," ia melihat tauge dan kol yang hampir layu berada dalam sebuah bak.

"Ya, hanya ini yang bisa aku lakukan untuk menyambung hidup. Aku baru saja melahirkan dua minggu yang lalu." Cindy mendekat ke arah Nadi. "Tapi jualanku paling banyak hanya laku 2-3 porsi saja, sisanya untuk kami makan bertiga."

Nadi mengerjap menahan air matanya turun, "Boleh aku cicipi?" ia mengambil sendok kemudian mengambil sedikit kuah soto dalam panci. Rasanya begitu hambar jadi wajar saja jika sehari hanya laku 2-3 porsi, kemungkinan yang beli hanya merasa kasihan pada Cindy bukan karena ingin memakan soto itu.

Nadi melihat jam di pergelangan tangannya, jam menunjukan pukul 10.30. Masih ada waktu satu setengah jam sebelum jam makan siang. "Aku punya resep sop buntut enak dari almarhum mamaku, aku bisa mengajarimu membuatnya," Nadi mencatat semua bahan yang di perlukan kemudian ia menyuruh supirnya untuk berbelanja.

"Kau sudah terlalu banyak membantuku Nadi, kau tidak perlu melakukan ini."

Nadi mengelus lengan Cindy dengan lembut. "Tidak apa-apa, sekalian kita makan siang bersama. Para pekerjaku di rel kereta api sana sedang mengerjakan pembangunan tembok pembatas, nati kita makan siang sama-sama."

Sembari menunggu belanjaannya datang, Nadi dan Cindy membereskan perlengkapan bayi yang tadi di beli oleh Nadi. Dalam kesempatan itu Cindy bercerita jika mereka di usir dari rumah orang tua Surya. "Tapi tadi aku lihat rumah lama mas Surya, sudah di ratakan oleh pihak KAI," Nadi berkomentar.

"Ya, sebelum itu. Sekarang mereka tinggal di pinggiran kota," Cindy juga menceritakan kejadian yang menimpa Senja dan keluarganya. "Satu minggu sebelum melahirkan, aku mencari mereka untuk mengabarkan jika Mas Surya kecelakaan. Tapi mereka tidak peduli, dan malah mengusirku. Aku tidak mungkin meminta bantuan ibuku di kampung, beliau sendiri hidup susah dan sakit-sakitan."

Nadi membekap mulutnya dengan kedua tangannya, ia tak menyangka jika kihiduoan mereka berbalik 180°. "Kau tak perlu menyesali apa pun Nadi, ini semua buah dari kesalahan kami. Aku telah merebut suamimu, dan Mas Surya sudah mengambil rumah dan perusahaanmu. Jadi sekarang kami harus memulai semuanya dari nol." Cindy melipat seluruh pakaian dan selimut yang Nadi berikan, kemudian menyimpannya di kardus besar bertuliskan PAKAIAN ADEK.

Ya sepanjang Nadi masuk ke kediaman Cindy, tak satu pun ia melihat ada perabotan di kediaman itu, semuanya di tumpuk di kardus dan di beri label pada masing-masing kardus. Satu-satunya barang yang ia lihat hanya perlengkapan masak saja di warung.

Mata Nadi terfokus pada bayi mungil yang kini terlelap setelah menghabiskan satu botol susu, bayi itu terlihat sangat nyaman tidur di kasur kecil yang Nadi berikan. Nadi memperhatikan betul kulit bayi itu begitu putih dan bersih tak seputih Surya atau pun Cindy, bibirnya tipis, matanya begitu sipit dan rambutnya lurus tebal, sekilas bayi itu seperti orang Chinese. Nyaris tak ada satu pun bagian dari Surya, bagian Cindy pun hanya ada di hidungnya saja.

Apa mungkin Nadi terlalu dini untuk menyimpulkan jika bayi itu sungguh jauh berbeda dengan Surya? Hati Nadi tergerak untuk bertanya, namun ketika hendak bertanya, Mang Diman supir pribadinya datang membawa semua belanjaan yang ia pesan, Nadi pun mengurungkan niatnya untuk bertanya, mengingat jam makan siang sebentar lagi tiba.

1
Yunerty Blessa
Nadi bertemu dengan Aaron.. sungguh pilihan yang tepat..
Yunerty Blessa
akhirnya semua bahagia.... sungguh sebuah karya yang mantap walaupun singkat... makasih banyak kak thor 😘❤️
Yunerty Blessa
tahniah buat kehamilan Nadi dan Sofia
Yunerty Blessa
Nadi belum percaya kalo dia hamil..
Yunerty Blessa
semoga Nadi cepat hamil....biar dia buktikan bukan Nadi yang mandul melainkan Surya....
Yunerty Blessa
bahagia selalu Aaron dan Nadi
Yunerty Blessa
benar apa yang dikatakan oleh Cindy
Yunerty Blessa
syukur Surya bagi tumpangan kalo tidak tidur di bawah kolong jembatan
Yunerty Blessa
aduh gagal lagi... apakah kejutan buat Nadi setelah menikah dengan Aaron
Yunerty Blessa
syukur lah hati Nadi terbuka kembali untuk menerima Aaron dan Alyssa
Yunerty Blessa
Alyssa sakit kerana merindukan mu Nadi
Yunerty Blessa
kasian sekali nasib mu Cindy... apakah Surya dan Cindy sudah berpisah
Yunerty Blessa
kau kan bisa berbicara berdua tentang diri mu.... jangan terus putuskan..
Yunerty Blessa
balasan buat keluarga kalian....
Yunerty Blessa
sabarlah Aaron....bagi Nadi waktu
Yunerty Blessa
terima lah hakikat nya..
Yunerty Blessa
tapi Nadi tidak semua lelaki seperti Surya
Yunerty Blessa
percaya saja Aaron....Nadi bisa menyelesaikan masalahnya dengan Surya
Yunerty Blessa
kena kau Surya.... rasakan 🤣😏
Yunerty Blessa
seperti nya Aaron mulai bucin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!