Naya harus menerima sebuah kenyataan bahwa sang kekasih menjalin hubungan dengan orang terdekatnya
Naya yang bertekad ingin menikmati hidupnya harus terjebak dan menghabiskan malam dengan seorang pria yang selalu bersikap dingin kepada para wanita
Bagaimana bila pria tersebut ingin memiliki Naya untuk selamanya?
Apakah Naya dapat meraih kebahagiaan bersama pria tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triana mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Raja Neraka
Wajah mama Renata sudah semu merah menahan amarah yang sedang dia rasakan pada saat itu
"Kesalahan apa yang sudah mama lakukan terhadap kamu Ardiansyah Herlambang? kenapa sikap kamu harus seperti ini terhadap orang tua kandung kamu sendiri?" tanya mama Renata dengan tegas
Ardi pun langsung menampilkan senyuman dingin khas dirinya
"Lebih baik selamanya mama ga perlu tau apa yang ada di dalam pikiran aku karena aku yakin itu ga akan ada untungnya untuk mama, aku harap kedepannya kita bisa menjalani kehidupan kita tanpa harus saling mengganggu satu sama lain"
Ardi mulai meninggalkan tempat itu tanpa memperdulikan perasaan sang mama sama sekali, sedangkan mama Renata hanya bisa menatap punggung seorang Ardiansyah Herlambang yang terlihat semakin menjauh
"Apa yang sebenarnya terjadi dengan kamu Ardi? mama masih bisa mengingat dengan jelas, saat kamu kecil kamu bukan anak yang seperti ini." batin mama Renata
Acara tersebut berjalan dengan sangat lancar, sudah pasti sang nenek akan selalu menahan Ardi untuk berada di sampingnya setelah acara pemotongan kue. Ardi hanya bisa menahan diri dari tatapan mata para gadis yang memandang dirinya dengan penuh ambisi
Begitu acara selesai Ardi pun segera melarikan diri ke dalam kamarnya, tanpa menyadari bahwa saat itu sudah hampir tengah malam Ardi pun segera menghubungi Naya dia benar-benar merindukan suara gadis tersebut. Setelah beberapa kali menghubungi akhirnya Naya menjawab panggilan telepon tersebut
"Halo," sapa Naya dengan suara sedikit berat
"Kenapa suara kamu terdengar seperti itu?"
"Apa yang salah dengan suara aku? yang salah itu kamu karena sudah mengganggu tidur aku," jawab Naya dengan asal
"Saya mengganggu tidur kamu?"
"Hem...."
"Apa kamu tau orang yang sedang berbicara dengan kamu saat ini?"
Naya yang masih dalam keadaan setengah sadar langsung melihat nama yang tercantum di dalam ponselnya
"Raja neraka"
Ternyata saat pertama kali Ardi menghubungi Naya, dia mengatakan kepada Naya agar menyimpan nomor teleponnya. Naya yang masih merasa sedikit jengkel atas perbuatan Ardi di dalam mobil pun menyimpan nama Ardi dengan nama raja neraka di dalam ponselnya
"Jadi kamu menganggap saya sebagai raja neraka?" tanya Ardi dengan dingin
Degh....
Naya pun langsung membuka kedua bola matanya dengan sempurna, dia juga langsung mendudukkan tubuhnya dengan sempurna dengan wajah yang panik
"Kenapa kamu bodoh banget sih Nay? kenapa kamu tulis nama dia sebagai raja neraka? yang lebih bodoh lagi, kenapa kamu harus mengatakan hal itu sama dia?!!" maki Naya dalam hatinya
"Em... Itu..." ucap Naya dengan terbata-bata
"Ada apa?"
"Itu saya, itu..."
"Kenapa kamu harus gugup seperti itu?" tanya Ardi dengan dingin
Naya pun menjadi frustasi sendiri dengan keadaan yang sedang terjadi pada saat itu
"Akh!! itu semua karena kesalahan anda sendiri!! apa anda tidak sadar dengan perbuatan anda terhadap saya saat di mobil?!! anda memang pantas di beri julukan sebagai raja neraka!!" teriak Naya
"Kamu berani membentak saya?"
Naya pun tersadar dengan apa yang baru saja dia lakukan saat itu
"Itu... Saya..."
Wajah Naya pun semakin panik karena dari seberang sana tak terdengar suara apapun
"Mati aku!! kenapa aku harus mengibarkan bendera perang dengan orang seperti dia?!! jangan bilang kalau nanti dia akan membunuh aku saat dia pulang," batin Naya
"Maaf saya cuma..."
"Ga masalah karena boleh melakukan apapun yang ingin kamu lakukan, tapi kamu ga boleh memungkiri kalau raja mereka ini berhasil memuaskan kamu pada malam itu"
Naya pun mendengus jengkel
"Kenapa anda selalu mengucapkan kata-kata yang seperti itu terhadap saya?" tanya Naya dengan nada malas
"Karena kamu adalah wanita saya, jadi saya hanya bisa mengatakan hal-hal seperti itu sama kamu." jelas Ardi
"Laki-laki yang selalu bersikap baik seperti Farhan saja bisa melakukan hal itu, apalagi laki-laki seperti dia." batin Naya
"Apa kamu ga akan melakukan hal-hal aneh seperti itu dengan wanita lain?" tanya Naya tanpa sadar
Di seberang sana Ardi tersenyum tipis mendengar pertanyaan dari bibir Naya
"Apa kamu khawatir dan cemburu?"
Naya pun langsung tersadar dengan pertanyaan bodoh yang baru saja dia lontarkan pada saat itu
"Bukan itu maksud saya, saya cuma.."
Ardi pun tertawa kecil di seberang sana dan membuat Naya tak melanjutkan kata-kata yang akan dia ucapkan pada saat itu
"Kamu dengarkan saya baik-baik, saya tidak akan pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun selain dengan kamu. Saya bahkan tidak akan melepaskan kamu walaupun kamu menginginkan hal itu," ucap Ardi dengan yakin
Deg.. Deg.. Deg..
Hati Naya di buat berdebar pada saat itu, saat itu bahkan Naya benar-benar melupakan semua kesedihan yang sedang menghampiri hidupnya. Gunung es yang selama ini tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun berhasil menggoyahkan hati Naya dengan mudah
Sedangkan di tempat yang berbeda Farhan hanya bisa menyesali semua perbuatannya selama ini, tapi hatinya tetap belum siap untuk melepaskan Naya sepenuhnya. Sepanjang malam Farhan tak bisa memejamkan kedua bola matanya dan hanya memikirkan tentang permasalahan tersebut
Malam pun berlalu dan berubah menjadi pagi yang indah, seberat apapun beban hidup Naya dia tetap harus melanjutkan kehidupannya di dunia nyata. Naya harus bersiap-siap lebih awal karena pada hari itu dia tidak bisa lagi menunggu Farhan menjemput dirinya seperti biasa
"Kamu sudah mau berangkat kerja kak?" tanya Rendi
Naya menganggukkan sedikit kepalanya
"Kak Naya sudah siapin sarapan untuk kamu di atas meja makan, kakak pergi dulu ya"
Naya pun segera meninggalkan rumah tersebut, baru beberapa langkah Naya keluar dari rumah tersebut sudah ada seseorang yang berpakaian rapi berdiri di samping sebuah mobil yang sangat mewah
Orang tersebut langsung mendudukkan sedikit kepalanya tanda memberi penghormatan kepada Naya, Naya yang merasa sedikit bingung hanya bisa membalas dengan senyuman. Tetapi tiba-tiba saja orang tersebut membuka pintu belakang mobil mewah tersebut
"Silahkan naik nona Naya"
"Maaf, tapi bapak siapa ya?" tanya Naya dengan wajah bingung
"Saya di perintahkan tuan muda untuk mengantarkan nona Naya," jawab orang tersebut dengan sopan
Naya pun langsung berdecak jengkel dan menghubungi tersangka utamanya, tak butuh waktu yang lama Ardi langsung menjawab panggilan telepon tersebut
"Ya"
"Apa maksud anda?" tanya Naya dengan tegas
"Tentang apa?"
"Kenapa saat ini ada orang anda di depan rumah saya?" tanya Naya dengan tegas
"Apa dia bersikap kurang sopan terhadap kamu?" tanya Ardi dengan dingin
"Bukan itu permasalahannya"
"Jadi apa masalahnya?"
"Untuk apa semua ini?" tanya Naya penuh penekanan
"Saya cuma berusaha untuk menjaga kamu dengan baik, saya ga ingin memberikan kesempatan kepada laki-laki lain untuk mendekati kamu." jelas Ardi
Padahal Ardi sudah belajar berubah untuk lebih baik.
Ardi lebih mengutamakan Kamu.
Hubungan yang langgeng harus ada timbal balik nya.