Don't Bom Like ‼️ jika ingin mendukung boleh baca nyicil. Beri like, komentar, atau hadiah seikhlasnya.
Awal pernikahan secara mendadak karna sebuah kecelakaan membuat Reza dan Caramel terpaksa di nikahkan demi menghilangkan sebuah aib. Caramel yang belum siap secara mental terpaksa harus menikah dengan Reza seorang pria yang tidak di cintainya. Reza membawa Caramel di tengah-tengah keluarganya. Banyak hal dan masalah terjadi selama Caramel berada di rumah Reza karna Mama Reza tidak menyukai Caramel. Bagaimana kisah selengkapnya semuanya akan di ceritakan di sini. Mari ikuti ceritanya sampai selesai Besty.🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kristina dinata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Caramel tampak lusuh di depan Reza
Malam telah tiba Reza dan Rafael belum pulang dari kantor saat sudah pukul 10 malam. Caramel masih berada di dapur masih berkemas di dapur, mencuci piring menyapu dan lain sebagainya.
Ia sudah merasa letih sebenarnya Airin mau membantunya. Tapi, ia di larang oleh mamanya akhrinya dengan terpaksanya Airin membiarkan Caramel sebab takut gertakan mamanya.
"Ya ampun, kasian banget Caramel. Aku tidak tega membiarkannya." ucap Airin dalam hatinya sambil terus memandang ke arah Caramel.
"Airin! apa lagi yang kamu tunggu di sini, cepat pergi kamar dan tidur!" bentak Almira pada anaknya.
Secepatnya Airin pergi ia tidak tega melihat Caramel Tapi dirinya tidak dapat membantu.
"Selesaikan dulu perkejaannya baru boleh tidur!" ujar Almira dengan ketusnya ia pun segera berlalu meninggalkan Caramel di dapur sendirian.
Selang beberapa menit. Tidak sengaja penyapu yang dipegangnya terjatuh pada saat itu juga Reza datang di dapur. Ia melihat tampang Caramel yang lusuh penuh dengan keringat. Reza pun menjaga jarak dari Caramel.
"Kamu ngapain aja masih di dapur di jam segini?"
"A-aku ...," Caramel tidak mampu meneruskan berkata-katanya, sebab ia kaget melihat kedatangan Reza yang tiba-tiba itu saat keadaannya sangat berantakan.
"Caramel, ini sudah malam kenapa kamu belum tidur dan badanmu kenapa penuh keringat bau banget kamu Caramel. Biasanya wangi kamu abis ngapain sih?" tanya Reza sambil memecit hidungnya.
"Aku belum mandi Za, karena ...," ucap Caramel menghentikan ucapannya karena melihat Almira datang.
"Ehemm ...! Reza sini kamu Mama mau bicara," ucap Almira tiba-tiba.
"Iya Ma," ucap Reza.
"Caramel kamu mandi ya, aku tunggu di depan."
Caramel mengangguk mengiyakan.
Caramel memcium bau dirinya memang bau ia pun jijik sendiri. "Bagaimana mau wangi menyapu seluruh ruangan seluas ini abis itu kerja ini itu lagi, tanpa istirahat. Kalau lama-lama begini aku pun tak akan sanggup lebih baik aku kerja di luar dapat gaji dan tidak makan hati seperti di sini!" Caramel menghentikan pekerjaannya walau masih ada beberapa pekerjaan lagi yang belum selesai ia tidak peduli lagi karena ia sudah sangat capek dan mengantuk juga, Ia pun pergi mandi.
Setelah mandi ia langsung pergi ke kamar tanpa memperdulikan semuanya lagi. Almira memperhatikan dirinya dengan tatapan tidak suka.
Reza mengalihkan pandangan mamanya.
"Ma kenapa diam?" Reza bertanya pada mamanya.
kalau ia butuh mobil ya yang lama. Setelah mendapatkan Mobil itu, ia bertekad akan menjual mobilnya itu untuk menyewa sebuah rumah untuknya dan Caramel.
"Untuk apa lagi mobil itu kau tanyakan? itu sudah bukan milikmu lagi, sejak kamu pergi," ucap Almira dengan lancangnya.
"Kenapa Mama tega pada Reza, Reza membutuhkan mobil itu Ma," lirih Reza.
"Tidak! kalau perlu kemana-mana kamu bisa kan naik angkot atau ojek online?"
"Tapi Ma ...,"
"Itu adalah hukuman mu Reza karna kamu sudah menyakiti hati Mama, membuat Mama malu sama semua orang karena kelakuanmu dan saat ini pula kamu menikah dengan seorang wanita yang tidak tau asal-usulnya. Mama tidak sudi memberikanmu fasilitas apapun di rumah ini. Kalau tidak suka silahkan pergi!" cetus Almira bicara lantang tanpa basa-basi lagi.
"Mama ...!" seru Rafael.
"Kenapa setega itu pada Reza Ma, Reza juga anak Mama kan? kenapa mama berlaku tidak adil!"
"Iya, dia memang anak Mama tapi Mama sudah muak melihatnya dan Mama tidak sudi memperlakukan dia sebagai anak lagi. Posisinya di rumah ini tidak jauh dari tamu tamu yang tidak di undang dan ia tidak boleh berlama-lama tinggal di sini tau!" Almira bicara dengan sinisnya.
Kemana lagi Reza akan tinggal Ma?" tanya Rafael yang merasa tidak tega.
"Itu terserah dia, mau tinggal dimana Mama tidak peduli."
Reza pun bergegas pergi. "Mama jahat. Mama tega!"
"Itu terserah mu, anggap Mama jahat atau apa. Kalau tidak suka pergi saja mudah kan?" ucap Almira dengan santainya.
"Mama keterlaluan!" Rafael mengejar Reza.
"Reza maafin Mama ya?"Rafael merangkul Reza.
"Aku harus pergi dari rumah ini Bang, aku tidak sanggup melihat kelakuan Mama padaku," ucap Reza melirih.
"Jangan Reza, aku mohon kamu bersabar sedikit lagi."
"Kamu tenang saja dulu, Reza. Aku mohon kamu bersabar mau tinggal kemana lagi kamu dan Caramel?"
"Kemana aja Bang, yang penting tenang tidak seperti di sini Mama sudah membenciku dan aku harus menjauh darinya."
"Aku akan membantumu Reza, kamu yang sabar ya ...!" pinta Rafael.
Reza berpikir mencari solusi.
"Aku dan Teman kamarku"
semangat