NovelToon NovelToon
LOVE WITH MY HOT UNCLE

LOVE WITH MY HOT UNCLE

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / Pelakor / Tamat
Popularitas:375.6k
Nilai: 5
Nama Author: EmeLBy

"Biarkan begini dulu Kaniya. Ini akan Om rindukan selamanya." Pinta Abian dengan tangan yang sedang menangkup buahan ranum pada dada gadis yang kini duduk di penghujung masa Sekolah Menengah Atas. Secara silsilah keduanya adalah Om dan keponakan. Sebab Abian adalah saudara Abrar ayah kandung Kaniya.
Tapi bagaimana dengan perasaan cinta yang tumbuh semena-mena di antara mereka?
Kemungkinan memiliki anak cacat karena gen yang dekat, pernah menghantui mereka. Hidup dalam kucilan juga siap mereka jalani, asal tetap selalu bersama.
Namun jalan mereka tentu tak semudah Tol.
Penasaran?
Simak hanya di NovelToon platform kesayangan mu.
Semoga betah🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25 : JUAL DIRI

Satu-satu bagai kepingan puzzle Kaniya mengingat potongaan waktu yang banyak ia lalui bersama Abian, Mulai dari Abian yang di kenalkan sebagai pamannya, yang masih dengan seragam putih abunya, hingga menjadi seorang sarjana, semua tak luput dari ingatannya. Semua tersusun rapi dalam hati dan ingatannya.

Semua manis sejak dulu. Kaniya merasa nyaman bersama Abian. Hingga tak bisa membedaakan apakah Abian sungguh pria yang ia butuhkan atau yang ia inginkan.

Ulahnya sendiri yang mencelakai diri sendiri. Cinta yang berujung duka nestapa bagi tubuh yang tak lagi bermahkota kesucian.

"Om ... apakah terlambat untuk kita mengkhiri kebersamaan konyol kita ini?" pertanyaan yang cukup membuat Abian bingung.

"Konyol kamu bilang ? kita saling cinta Niya, lalu mengapa kamu bilang ini konyol?" Abian tidak mengerti tingkah Kaniya yang belakangan seperti tidak open lagi menyambutnya.

"Om ... Niya boleh minta waktu sendiri dulu ga? untuk bisa lebih fokus menyelesaikan tugas akhir kuliah Niya." Pinta Kaniya dengan sungguh.

"Om itu sayang kamu, apa sih yang ga buat kamu, Babby." Jawaban Abian ini sesungguhnya ambigu, antara sungguh sayang dan mementingkan kehendak Kaniya. Atau sedang ingin mendapatkan celah untuk menjauhi Kaniya sebab juga ingin fokus pada Alice. Apalagi setelah Abrar di kabarkan berobat ke Singapura. Abian bagai tak di perlukan lagi oleh Soraya. Abian tidak di ijinkan bertemu, walau hanya ingin memastikan keadaan kakaknya itu baik-baik saja. Isi hati seseorang tidak ada yang tu bukan.

Rumah tangga Abian hampit terlihat normal, kembali kepengaturaan awal. Abian yang kini semakin jarang berbohong dan main kucing-kucingan pada Alice lagi. Sebab sungguh Abiaan semakin tidak sering menyambangi Kaniya di apartementnya. Ia hanya sesekali melakukan VC dan panggilan suara, Sekedar memastikan jika gadisnya masih hidup. Dan mengingatkan Kaniya untuk tidak lupa makan walau di tengah kesibukan menggarap Skripsinya.

Sementara Kaniya sungguh sedang menikmati masa kesendiriannya yang menurutnya indah. Kaniya dapat lebih fokus mengerjakaan tugas akhirnya. Tak ada lagi kekangan Abian yang membatasi waktunya untuk harus ready saat ia datang dan pergi sesuka hati. Sebab beberapa bulan lalu ia cukup sibuk membagi waktunya untuk Abian. Lakon Kaniya lebih mirip seorang istri yang sambil berkuliah. Kaniya yaang harus selalu ada saat Abian bisa membagi waktu untuknya, di antara sibuknya mengurus pekerjaan, juga istrinya.

Kaniya pun akhirnya memiliki sahabat yang lumyan dekat, Lula namanya. Tak sekali Lula di ajak Kaniya menginap di apartementnya. Sebaab Kaniya tidak menampik jika ia kerp merasa kesepian. Walau di sela rasa sepi yang menyerang itu kadang ada chat receh dari Tian pria di samping temboknya. Yang kadang bisa membuat bibirnya tak sengaja tersenyum sendiri.

[Bi Sitah tadi bawakan sambal goreng hati, tapi ada petenya, Kamu mau?] isi chat Tian jelas menawarkan makanan yang ternyata mampu membuat mata Kaniya berbinar-binar.

[OTW] hanya sesingkaat itu Kaniya mengetik balasan. Kini kakinya sudah membawanya melangkah tanpa ragu ke unit sebelahnya.

"Cepet banget datangnya ... doyan apa lapar?" kekeh Tian membuka pintu unitnya.

"This my fav, Tian." Jawab Kaniya yang langsung menuju meja makan milik Tian, sampai ia abai untuk menyapa gadis belia yang sepertinya baru selesai di gempur Tian, di sofa tengah ruangan itu. Anik baru saja merapikan pakaian yang terlihat baru di pasang. Sedangkan Tian masih bertlanjang dada, dan hanya mengenakan celana boxer.

"Pete ,,,? bagus lah. Itu makanan yang paling tidak aku sukai." Tian menghampiri Kaniya memstikan tetangganya itu sungguh tidak menolak tawarannya untuk makan bersamanya, di siang bolong.

"Iya ... aku ingat mama kalau makan pete." Kenang Kaniya yang masih menyimpan beberapa memory tentang Veronia, ibunya.

"Hey ,,, siapa suruh kamu makan duluan? tidak sopan banget dengaan tuan rumah, goreng telur kek. Aku juga maau makan." Kerah baju bagian belakang Kaniya sudah di tarik oleh Tian. Sedekaat itu kini Tian dan Kaniya, Mereka hanya terpisah selapis tembok. Tetapi keseharian mereka lebih banyak di lakukan bersama, terutama urusan masak dan makan-makan.

"Huh ... bi Sitah sudah siapkan bumbu ikan goreng kan. Bentar ku buatkan." Kaniya bagai ibu rumah tangga di rumah Tian. Walau ia sudah tak sabar ingin segera menikmati sambal goreng hati dan pete itu. Ia tetap haarus bersabar, menggorengkan lauk untuk Tian, tak lupa mengulek beberapa bawang merah, tomat dan cabe, untuk cocolan lauk yang di gorengnya.

"Anik ... sini mkan bersama." Ajak Kaniya ramah pada gadis yang masih SMA itu.

Tian tdak masalah, Perihal Anik akan maknan bersama mereka atau tidak. Tian hanya merasa senang saja bisa menjamu tamu-tamunya untuk mengusir rasa bosannya, di sela kesibukan mengambar yang kadang ramai juga kadang sepi akan job.

"Maaf kak, Niya. Anik buru-buu. Harus segera ke rumah sakit." Jawabnya sopan sambil menyaling tali tasnya pada salah satu pundaknya.

"Anik pulang dulu ya, Om." Pamit Anik pasa Tian yang akan memulai suapan pertamanya.

"Iyaa hati-hati. Nanti Om transfer ya Nik," Jawab Tiaan dengan acuh. Tanpa menoleh pada gadis yang beranjak keluar meninggalkannya dan Kaniya.

"Simbiosis mutulisme." Gumam Kaniya pelan, namun masih bisa di dengar oleh Tian yang duduk di depannya.

"Ya dari pada ngasih duit doang, tanpa mempekerjakan mereka." Jawab Tian cuek. Masih melahap makan siangnya yang terasa lebih nikmat dari sekedar masakan bi Sitah.

"Kamu sungguh ga pake hati, main sama dia?" telisik Kaniya, saat mereka bagai pasangan suami istri yang tengah menikmati makanan mereka.

"Bukan ga pake hati, justru sangat hati-hati. Ntar tanggulny jebol, jadi anak deh." Tian terbahak sendiri dengan ucapnny sendiri.

"Hih ..." Kaniya hanya bergidik.

"Anyway ... ku dah makin jarang liat Om kamu itu main ke sini. Kalian putus? Atau sudah hampir ketahuan bininya? Jadi kalian jaga jarak dulu ?" Tian jarang terlihat berkeliaran, tapi dia cukup banyak tau kapan Kaniya ada di sebelah dan dengaan siapa.

"Putus sih ga. Hanya aku sedang mau fokus saja dengan skripsiku." Kaniya menjawab dengan jujur.

"Alasan kalian saja. Kamu cuma simpanan, ku sarankan jangan main hati. Bagaimanapun, dia itu pria beristri. Kamu kira gampang cerein bininya lalu nikahin kamu. Mikiiir...! dia hanya manfaatkan kamu. Maaf, kamu sebenarnya ga jauh beda sengan Anik. Belajar donk dari Anik. Yang ga pernah baper dengan hubungan kami. Padahal tidak semua pasangan suami istri melakukan hubungan seperti kami yang lakukan. That just hevan." Tian mulai lagi dengan aksi mulut pedasnya pada Kaniya.

"Kasus kita beda Tian. Anik itu jual diri ke kamu." Bantah Kaniya.

"Lalu kamu? Ga sedang jual diri? Kamu di belikan apartemenkan, untuk apa? Untuk di sembunyikan dari bininya kan? Melek Kaniya... kamu jangan pernah mimpi jadi istri Om kamu itu." Kata-kata Tian lagi lagi merusak tatanan sel otak Kaniya.

Bersambung ...

1
namia khira
ceritanya bagus /Good/
Hesti Permata setiani
loh dagangan yg dikampung Abian ga di ceritain min , mending buat aku aja usahanya yg dikampung wkwkwkwkk
aryuu
Kania gatel diajarin Abian sih/Smug/
Qaisaa Nazarudin
Akhir cerita yg ku suka,Aku gak mau Vero kembali ke Abrar yg Bego itu..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkk takut tuh terseret hukum...😂😂😂
Qaisaa Nazarudin
Kalo udah BODOH ya tetap BODOH aja..Rasain tuh Abra KARMA IS REAL..jangan Sampai Veronia mau dengan gampang menerima Abrar lagi,Dengan alesan KASIAN DIA GAK ADA YG NGURUSIN,dia kan banyak uang,Abian juga Kaya,Biarkan saja dia diurus perawat..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Keliatan banget Abrar itu ngedepanin Nafsu,Bertepuk sebelah tangan tidak akan berbunyi, ISTRI DI UJI SAAT SUAMI TDK PUNYA APA2,SUAMI DI UJI SAAT UDAH PUNYA SEGALANYA.. Ternyata CINTA nya Abrar itu lemah,Makanya gampang goyah.
Qaisaa Nazarudin
Abian dan Abrar ternyata sama Bodohnya,Mau aja percaya omongan orang lain,Katanya punya kuasa, Kenapa tidak mencari tau sendiri suatu masalah, Jangan ia ia aja...ckk kesel aku..
Qaisaa Nazarudin
Apakah itu anaknya Papa Abrar??
Qaisaa Nazarudin
Alice kamu itu hanya di jadikan PELARIAN,kamu lah ORANG KE 3 dalam hubungan mereka,Tapi pada kenyataan di mata orang Kaniya lah seorang Pelakor,Hadeeuuhh rumit yg sengaja Abian cipta sendiri, bener2 Egois Abian..
Qaisaa Nazarudin
Kan ku nilang juga apa,Kaniya bukan anak kandung Abrar,Harusnya sebelum menikah Abian mencari tau dulu tentang Kaniya,Jadi gak ada yg terluka,kalo udah begini lagi tambah rumit,banyak hati yg terluka.. Sekarang Kaniya udah jadi PELAKOR dlm RT abian..
Qaisaa Nazarudin
Di sini yg beruntung nya Abian,Bisa bercocok tanam sana sini..cewek2 nya yg Bego..
Qaisaa Nazarudin
Kecewa aku,Kok Abian nikah dgn wanita lain sih..
Qaisaa Nazarudin
Semoga aja Kaniya bukan anak kandung Abrar,Kan katanya tadi mamanya Kaniya selingkuh dari Abrar..
Ervina
hmmm anak sendiri...., sampe2 dimandiin n di tidurin ya om/Facepalm/
Ervina
nekad bikin naked deh, hadeuhh...
bunda n3
alice aj yg nemenin, atau Handoko
bunda n3
kalau dah sakit pasti istri pertama yg rawat
bunda n3
seru banget
bunda n3
soraya gembongnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!