Menceritakan tentang Sandra seorang fashion jurnalist. Bagaimana ia di dunia kerjanya dan trauma dengan kisah percintaannya di masa lalu.
Kehidupan Sandra di dunia jurnalistik merupakan jiwanya, apalagi dia ditempatkan di desk fashion. Hubungannya dengan desainer tanah air terjalin dengan akrab dan menyenangkan.
Tapi itu tidak sejalan dengan kehidupan percintaannya, yang selalu dibayangi trauma masa lalunya. Banyak pria jatuh cinta padanya, namun semua ia tolak.
Hingga Bimo, teman baru di kantornya mengajaknya bicara, dan mengurai permasalahannya.
Dengan pria mana kira - kira cintanya disematkan?
Bagaimana lika - liku cintanya?
Apakah setelah ini Sandra akan menemukan cintanya dan berakhir bahagia atau terungkit lagi masa lalunya?
Inilah kisah Kasandra Putri Jingga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wurikart, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Lombok (2)
Aku melakukan pemanasan sedikit di bibir pantai, sebelum bermain air. Berlari - lari kecil ditepi pantai, lalu melenturkan tangan ke kiri ke kanan, memutar mutar kepala, dan memutar mutar badan kekiri kekanan.
Ngomong - ngomong, semenjak aku dan
Mas Raka liputan fashion show Biyan, sikap Mas Raka berubah. Tidak hanya ke aku saja, tapi juga ke teman - teman redaksi lainnya.
Dia memang jadi lebih ekspresif, namun tetap pada batas kewajaran. Sisanya tetap akan menampilkan sikapnya yang datar. Hahaha bisa gitu ya? Seperti memiliki dua kepribadian.
Lihat saja hari ini, dari pagi nyantai, biasa saja. Begitu jalan menuju pantai berdua mulai kumat ngaco-nya. Untung atasan, kalau teman sepermainan pasti sudah aku cubit.
Oke saatnya menceburkan diri dan snorkeling.
Wow, sudah lama aku tidak bermain dengan ikan secara langsung seperti ini. Saat aku memberi mereka serpihan roti yang dimasukkan kedalam botol plastik mereka datang menghampiriku.
Ada buterfly fish, clowfish atau yang kita kenal dengan nemo, bintang laut dan yang pasti karang - karang yang cantik rupawan.
Saat sedang asyik Mas Raka mencolek aku dan memberi kode dengan bahasa tubuh untuk bergaya dan memberi makan ikan, karena dia mau motret. Oke, aku pun melaksanakan titahnya. Semua gaya yang ia minta aku lakukan, bahkan ada beberapa yang ia praktekkan terlebih dahulu dan minta aku mencontohnya.
Aku sangat menikmati snorkeling ini.
Ternyata sudah 20 menit aku menikmati keindahan ciptaan Tuhan ini. Aku mau istirahat dulu. Mau minum.
"Mas, Sandra istirahat dulu ya, mau minum."
"Saya juga deh. Nanti kita lanjut lagi."
"Minum kelapa muda enak ya Mas."
"Ya sudah, pesan saja. Kan yang megang uangnya kamu."
"Yaah, kirain mau di traktir."
"Kan ditraktir kantor San."
"Oh iya ya. Baiklah kalau begitu. Akan saya laksanakan Pak."
"Tuh kan, bagaimana saya gak klepek - klepek sama kamu."
"Haiyah. Sudah - sudah sebaiknya pembicaraan ini kita stop. Saya ambil uang dulu," kataku menghindar dari kata - kata Mas Raka.
Akupun berjalan mendahului Mas Raka ke tempat Mas Zaki dan Pak Deni.
"Pak Deni, Mas Zaki, mau kelapa muda gak? Kita mau beli nih."
"Langsung saja kamu beli empat San. Nanti juga habis kok. Mana uangnya, sini aku yang ke tukang kelapa muda. Kamu tunggu disini saja," kata Mas Zaki.
Aku pun mengambil uang di ranselku, lalu memberikan ke Mas Zaki. Lalu aku duduk di pasir beralaskan tikar, yang aku tidak tahu dari mana tikar itu. Mas Rama pun bergabung dengan kami.
Senang rasanya berada di Gili Nanggu saat ini, karena tidak banyak orang, ini seperti pulau pribadi saja.
"Kamu masih mau snorkeling lagi nanti San?" tanya Mas Raka.
"Mau Mas. Bolehkan?"
"Boleh, tapi jangan lama-lama ya. Kan masih harus ke konservasi penyu."
"Iya Mas."
Mas Zaki datang dengan kelapa muda di tangannya ditemani bapak penjualnya yang membantu membawakannya.
"San ini kembaliannya."
"Terima kasih ya Mas."
Kami pun menikmati kelapa muda langsung dari buahnya.
"Mas Raka, saya belum milih foto fashion show Biyan minggu lalu ya."
"Iya, mau milih di vila atau pas di Jakarta saja?"
"Kalau bisa di vila saja Mas. Biar mengurangi hutang kerjaan."
"Ini salah satu yang saya suka dari kamu, tidak mau ada hutang kerjaan. Jadi tenang."
"Iya Mas. Takut kepikiran. Mas Raka mau snorkeling lagi enggak? Saya mau nyebur sekarang nih."
"Yuk! Tapi kita pindah tempat ya. Yang sebelah sana," kata Mas Raka sambil menunjuk tempat yang dia inginkan.
Lagi - lagi dia menggandeng tanganku untuk menuju tepi pantai. Padahal kami belum jauh melangkah dari Mas Zaki dan Pak Deni. Aduh, akan ada pertanyaan lagi ini sih dari Mas Zaki.
"Mas Raka maaf, jangan gandengan dong."
"Heem, saya tidak mau kamu lari lagi seperti tadi."
Aku pun terdiam, tidak tahu harus bicara apa. Jujur, aku gak suka menjadi pusat perhatian, dan aku merasa Mas Zaki sedang menatap kami di kejauhan.
Ternyata atasanku ini kalau sudah punya keinginan harus diturutin. Apa sekarang semua laki - laki seperti ini ya sifatnya? Mas Bimo juga gitu, harus diturutin.
Eh, apa kabar ya Mas Bimo? Nanti malam deh hubungin dia. Sekarang main air dulu.
"Mas, lepas dulu dong gandengannya, Sandra mau ngecek teman - teman ikan nih."
"Ya sudah sana. Jangan jauh - jauh dari saya ya."
"Kenapa?" tanyaku curiga.
"Biar gampang fotonya, buat stok foto kehidupan dalam air. Jaga -jaga kita butuh ilustrasi foto buat majalah."
"Ooh."
Aku senang bermain dengan ikan - ikan yang aku kurang tahu namanya. Apalagi saat aku menaburkan serbuk roti, dan mereka datang menghampiri berebut. Wuiih bagus banget deh. Suka!
Kurang lebih 20 menit aku snorkeling yang kedua ini, dan aku merasa waktunya untuk liputan berikutnya.
***
Saat ini kami sudah ada di konservasi penyu.
Gili Nanggu dianggap sebagai tempat konservasi Penyu dan memiliki ribuan telur yang akan menetas di pantai ini.
Jika beruntung, para pengunjung di tempat ini bisa melihat aktivitas penyu bertelur dan tentu saja, jangan macam-macam untuk mengganggu proses tersebut.
Satu jam lebih kami berempat berada di tempat konservasi penyu. Seperti kata Mas Raka, aku tidak ikut terlibat dalam wawancara yang mereka lakukan. Aku hanya mendengarkan wawancara mereka dan mengikuti mereka.
Setelah selesai liputan di konservasi penyu, kami memutuskan untuk langsung ke Gili Sudak. Kami akan makan siang disana.
"Mas Zaki, disanakan menunya seafood, sekalian kita liput saja ya," ujarku meminta pendapat Mas Zaki.
"Boleh San."
"Sip deh."
Kami pun naik perahu yang tadi mengantar kami ke sini.
***
Ternyata hanya 15 menit saja ke Gili Sudak. Begitu turun dari perahu sudah terlihat Warung makan dari tepi pantai.
Menuju Warung tempat makan, aku berjalan berdampingan dengan Mas Raka, sedangkan Mas Zaki dengan Pak Deni.
"Mas pembagian halamannya yang kemarin sudah final belum? Atau bisa berubah lagi?"
"Kenapa emangnya San?"
"Enggak Mas, liputan kuliner ini kan enggak ada di rencana kita, jadi harus ada yang dirubah dong Mas."
"Iya nanti kuliner bisa kita atur. Jatahnya sampai saat ini masih dua belas halaman. Ya sudah, untuk pengaturan halaman yang dirubah nanti kamu bantu saya ya?"
"Boleh Mas."
Kami pun sampai di Warung Gili Sudak dan memilih meja untuk kami makan. Rata - rata tempat makan di pinggir pantai serba bakar, yang membedakan dengan tempat lainnya ya di rasanya, di racikan bumbunya.
"Kita beli semua makanan bakar yang hasil laut saja ya?" kata Mas Zaki.
"Sama sayurannya Mas. Sandra mau plecing dan cah kangkung."
"Oke, Mas Raka ada pilihan lain?"
"Saya tambahin ikan stim ya. Jadi pesanan kita ikan bakar, cumi bakar, udang bakar, sate seafood, ikan stim (steam fish), plecing, dan cah kangkung. Bagaimana?" kata Mas Raka.
"Pak Deni bagaimana? Ada yang mau ditambah?" kata Mas Raka.
"Saya rasa cukup, ini juga sudah banyak untuk kita berempat," kata Pak Deni.
"Ya sudah, saya pesan ya. Minumnya jangan lupa ditentukan ya," pintaku ke semua.
Aku pun memanggil pelayannya dan membacakan pesanan kami. Lalu selanjutnya kami semua pesan minuman. Ternyata pesanan kami sama semua, es teh manis!
Setelah dari Gili Sudak kami akan langsung pulang ke vila untuk istirahat. Malamnya kami harus liputan kuliner lagi.
***
Baca novelku judulnya 'Cinta sejati'. Tentang dua orang yang menemukan cinta sejatinya serta lika-liku perjalanannya. Klik foto profilku buat baca...
Baca dulu sinopsisnya dan 3 episode awal.
suka bgt ma critanya, simple n mudah dipahami n bahasanya jg gampang dicerna...
ayo nulis trus thor...💪💪💪