Hanya kenyataan yang sangat cepat membuat ku merasakan hidup bersama orang baru yang sama sekali tidak aku kenal terlebih di usiaku yang baru menginjak 18 tahun.
Dan kejadian kejadian yang terjadi seperti proses kehidupan terkhusus untukku.
Angelina Clarzie.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Grace Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
Angelina POV
Setelah kesalahpahaman yang terjadi antara aku dan Xavie, hubungan kami berjalan seperti biasanya. Ini sudah lewat tiga hari dari kejadian itu.
Dan hari ini Xavie mengajak ku pergi ke rumah orang tuanya. Ini pertama kalinya aku akan berkunjung ke rumah Mommy dan Daddy. Ya seperti itulah mereka menyuruhku memanggil mereka.
Kata Xavie ada hal yang harus di bicarakan bersama dan hal ini menyangkut rencana pernikahan kami. Well, kalian tahu sehabis pertunangan Xavie sibuk dengan pekerjaannya dan sekarang baru ingin membicarakannya lagi.
Aku bersiap-siap dan menunggu di jemput oleh Xavie. Sekarang dia masih berada di kantornya.
Aku memperhatikan penampilanku di depan kaca besar di dalam ruangan pakaian. Ah apakah sudah cocok? Aku mengenakan gaun selutut berwarna coklat muda tanpa langan. Ahh sepertinya akan ku tanyakan saja kepada Xavie nanti apakah penampilan ku sudah cukup pantas untuk menemui calon orangtua mantu ku.
Setelah bersiap-siap aku turun ke bawah dan mendapati Xavie sudah datang.
"Wow baby. Kamu terlihat sangat cantik."Ujar Xavie sambil menarik pinggangku mendekay ke arahnya. Aku tersipu malu.
"Jangan memuji ku seperti itu. Aku malu."Aku menyembunyikan wajah ku di dalam dadanya.
"Untuk apa malu baby. Di sini hanya ada kita berdua."
"Tetap saja. Ahh sudahlah ayo kita berangkat."Kataku lagi sambil langsung menarik tangannya menuju mobil.
Perjalanan kami cukup jauh. Ternyata jarak antara mansion kami dan mansion orang tua Xavie memakan waktu hampir sejam. Aku hanya terdiam sambil memandangi pemandangan sepanjang perjalanan dan Xavie sibuk mengendarai mobil kami. Di belakang kami di ikuti beberapa mobil pengawal Xavie.
Setelah perjalanan yang jauh kami akhirnya sampai. Aku melongo melihat penampilan mansion orang tua Xavie. Sungguh luar biasaa..
"Ayo baby. Kita masuk."Ajak Xavie sambil msmbukakan pintu untunkku. Aku turun lalu menarik tangan Xavie.
"Ada apa sayang?."Tanya Xavie sambil memandang lekat ke arahku.
"Ehm.. Apakah penampilanku sudah pantas?."Tanyaku pelan.
Aku melihat Xavie menarik nafas lalu memegang kedua bahuku erat.
"Kenapa bertanya seperti itu hem?. Penampilan mu sudah sangat pantas sayang. Kamu terlihat indah dengan pakaian ini."Jawabnya sambil mengelus lembut pipi ku.
"Aku hanya kurang percaya diri saja. Ini pertama kali kita datang kemari menemui orang tuamu."
"Yaa tidak ada yang perlu kamu takutkan oke? Ayo kita masuk."Xavie lalu menuntunku memasuki mansion megah nan indah ini.
Di perjalanan ke dalam kami bertemu beberapa pelayan yang menyapa kami dan hanya di balas anggukan oleh Xavie.
"Hey kalian sudah datang."Ujar seseorang yang tak lain adalah Mommy dari Xavie. Mommy berjalan menghampiri kami dan langsung memeluk ku erat. Aku hanya membalas pelukannya dengan senyum sopan.
"Please mom. Jangan memeluk calon istriku terlalu erat."Ujar Xavie.
Mommy nya hanya terkekeh lalu melepaskan pelukannya dan menuntun ku menuju ruang tengah. Disana terlihat Daddy sedang duduk sambil membaca koran.
"Hey dad."
"Hm. Rupanya kalian sudah datang. Ayo duduk."
Aku dan Xavie lalu mengambil tempat duduk yang bersebelahan. Xavie duduk di sebelahku dan tentu saja jangan lupakan sikap overnya yang selalu memegang pinggangku erat.
"So? Bagaimana? Langsung saja kita membahasnya. Mommy sudah tidak sabar untuk mencarikan gaun pengantin terbaik untuk Angelina."Kata Mommy.
"Tenang mom. Jangan terburu-buru."Ujar Xavie sambil memutar matanya malas. Angelina yang mendengar itu hanya tersenyum dengan tingkah ibu dan anak itu.
"Jadi kapan kalian ingin mengelarkan pernikahan?."Tanya daddy sambil memandang kearah ku dan Xavie.
"Aku ingin secepatnya dad. Akhir minggu ini pun bisa. Semua akan ku urus dengan sempurna."Jawab Xavie. mantap. Aku yang mendengar ucapan Xavie hanya tertunduk malu. "Bukan begitu baby? Aku juga sudah tidak sabar ingin menjadikan mu milikku seutuhnya."Tambah Xavie sambil memandang lurus manik mataku.
"Akuu ..."Kataku terputus disaat daddy Xavier berbicara.
"Apapun keinginanmu son. Uruslah semuanya dengan cepat."
Aku yang mendengar itu hanya menarik nafas. Orang kaya seperti mereka bebas bukan ingin melaksanakan apapun. Aku hanya diam sambil tersenyum. Tetapi apakah tidak terlalu terburu-buru kalau di laksanakan akhir minggu ini?. Aku hanya berpikir dalam hati. Ahh sudahlah biar seperti itu. Apapun yang di rencanakan Xavie pastilah sudah terbaik untuk kami.
"Baiklah baiklah. Kalau sudah di tentukan untuk pernikahannya akhir minggu ini maka lebih baik kalian cepat melihat gaun yang akan di pakai Angelina dan untuk kamu juga Xavie."Ujar Mommy.
"Ya mom. Aku tahu. Tapi bisakah besok mommy yang menemani Angelina mencari gaun yang sesuai keinginan Angelina?."
"Dengan senang hati son. Mommy akan mencarikan gaun terbaik untuk calon istri kamu ini."
"Bagaimana baby? Tidak apa bukan kamu besok berangkat bersama Mommy? Aku ada sedikit urusan besok yang harus di selesaikan sebelum sibuk dengan persiapan pernikahan kita."
"Ya Xavie. Aku tidak masalah harus pergi dengan mommy."Jawabku sambil mengelus lengan kekarnya.
Setelah perbincangan singkat tentang pernikahan kami, Xavie menelpon Adreas dan menyuruh Adreas menyiapkan beberapa hal terkait pernikahan kami seperti undangan dan juga gedung pernikahan. Xavie sempat bertanya kepadaku tetapi sebenarnya aku tidak terlalu memiliki impian pernikahan yang seperti wanita lainnya. Aku hanya ingin pernikahan yang sederhana tetapi bisa membuat ku nyaman dan bahagia di hari berarti dalam hidupku.
Setelah itu kami kembali ke mansion. Diperjalanan aku memandang ke arah luar dengan diam.
"Apa yang kamu pikirkan baby?."Tanya Xavie memecahkan lamunanku.
"Ahh tidak ada Xavie. Aku hanya menikmati pemandangan yang ada."Jawabku tetapi tetap tidak mengalihkan pandanganku dari arah luar.
"Kamu yakin baby?."
Aku hanya menganggukan kepalaku pelan.
"Kamu tidak sedang memikirkan untuk melarikan diri dari ku kan baby?."Pertanyaan Xavie membuatku kaget dan langsung memandang kearahnya dengan datar.
"Apa maksud mu?."Tanyaku kembali.
"Sedari tadi kamu hanya diam setelah pembahasan mengenai pernikahan kita Angelina. Aku hanya menerka apakah kamu tidak ingin menikah atau tidak setuju dengan rencanaku."Jawab Xavie datar dan terkesan dingin. Tidak ada kata baby dalam ucapannya dan dia barusan memanggilku Angelina.
"Pikiranmu sungguh sempit Xavie. Kamu pikir aku sebegitu bodohnya hanya karena hal itu aku ingin melarikan diri darimu."
"Mau kamu melarikan diri dari ku sampai ke ujung dunia pun akan aku cari."
"Terserah apa katamu Xavie. Aku benar-benar tidak berpikir seperti itu aku hanya sedang melamun tanpa memikirkan apapun tadi."Jawabku sambil memejamkan mataku. Kepalaku seketika lansung terasa pusing akibat pembahasan barusan.
Tidak ada perbincangan setelah itu. Aku hanya memejamkan kata dan Xavie sibuk menyetir dalam diam.