NovelToon NovelToon
Nisa Untuk Abi

Nisa Untuk Abi

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:15.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: Erna Surliandari

Seorang pria dewasa dengan Depresi Pascatrauma. Ia selalu menolak perjodohan dengan berbagai alasan. Hingga suatu hari, sebuah berita buruk memaksanya untuk menikah.

Siapa yang akan Ia pilih?

Akan menyembuhkan, atau membuat Depresi itu semakin menjadi-jadi dan tak akan pernah sembuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku lelah, Tuhan!

Nisa mengendarai motornya dengan begitu cepat. Rasa lelah dan kesal seolah memudar dengan begitu cepat, berganti menjadi sebuah rasa cemas yang teramat sangat.

"Apalagi? Apalagi yang akan terjadi, pada hidupku yang Absurd ini? Aku tak sabar, menanti kejutan aneh lainnya." racau nya sepanang jalan, menggerutu lagi dengan segala kehidupannya yang terasa begitu memuak kan.

Apalagi? Tak memiliki orang tua, tak lanjut kuliah, dan harus menghidupi neneknya yang selalu keras kepala. Dan ketika merasa lega setelah mendapat pekerjaan, Ia harus kembali menerima takdir anehnya. Abi salah satunya.

"Aaaaarrrghhh! Benci! Benci bangeeeet!" pekiknya sepanjang jalan. Ia bahkan tak mampu menangis lagi untuk saat ini.

Tiba di Rumah sakit. Nisa langsung berlari dan masuk menuju ruangan IGD.

"Kak Adhim, nenek mana?" tanya nya, pada salah seorang yang Ia kenal disana.

"Nenek? Nenek di ICU. Keadaannya kritis, Sa. Ginjalnya semakin parah, dan harus segera diambil tindaan operasi. Beruntung jika ada donor ginjal. Kalau tidak, entah bagaimanw cara nenek bertahan dengan satu ginjalnya, nanti." jelasnya.

"Astaga. Kenapa seperti ini?" Nisa langsung frustasi. Darimana Ia mendapat uang untuk biaya neneknya. Padahal, Ia juga baru saja masuk dalam perusahaan itu dalam hitungan hari. Tak mungkin, mereka akan memberikan pinjaman, apalagi dalam jumlah yang besar.

Nisa meninggalkan Adhim. Berjalan dengan gontai menuju ruangan tempat neneknya di rawat. Ia pun menatap tubuh renta itu, terbaring dengan berbagai alat di tubuhnya. Meski belum di rincikan, tapi Nisa memiliki gambaran, betapa besar biaya yang harus Ia keluarkan nantinya.

"Aku harus gimana? Aku harus apa? Semua terasa begitu cepat. Bahkan, aku tak dapat berfikir dengan baik saat ini." gumamnya dalam hati.

Nisa sendiri. Benar-benar sendiri saat ini. Tanpa teman, kerabat, atau bahkan seseorang yang hanya sekedar mengusap bahu untuk menyabarkan nya. Ia hanya bisa terduduk lemah, dengan kepala kosong yang bahkan sulit untuk diajak berfikir.

Hari semakin gelap. Anisa bahkan tak ingin pulang sama sekali. Beberapa panggilan Ia reject, dan Ia angkat ketika Dita yang memanggilnya

"Kamu mau dipecat? Keluar ngga izin, ngga pake balik lagi. Ngga ada hormat-hormatnya kamu, sama bos."

"Buk, maaf, saya...."

"Utimatum terakhir dari saya. Jika kamu masih begini, benar-benar saya pecat kamu!" Dita pun langsung menutup obrolan mereka, tanpa mau mendengarkan penjelasan dari Nisa.

Air mata gadis itu pun akhirnya pecah. Menangis dengan begitu perih memeluk kedua kakinya. Duduk di lantai, tanpa alas sama sekali, di lorong Rumah sakit yang sepi itu. Tak ada suara, hanya bunyi alat dari ruangan yang di pakai sang nenek disana.

"Capek, Tuhan. Ini apa lagi? Ngga ada kah, cara bahagia dikit aja? Dikit kok, ngga minta banyak." keluhnya dengan semua air mata yang mengalir itu.

Ia tak pernah terlalu banyak mengeluh selama ini. Ia sudah terbiasa dengan segala sulit dan derita yang Ia alami. Tapi, kali ini terasa sangat sakit. Lebih sakit dari biasanya.

Hari sudah menuju tengah malam. Nisa bersiap untuk pulang. Ia harus bekerja esok hari, karena Ia butuh uang untuk membayar biaya sang nenek. Meski, uang itu jauh dari kata cukup untuknya

"Cari tambah dimana setelah ini?"

Hingga akhirnya Nisa berhenti di sebuah lampu merah. Menatap ujung jalanan, dan melihat dunia gelap diujung sana. Terbesit sebuah fikiran kotor, ketika Ia harus bekerja dan memperoleh uang dengan cara yang cepat. Tak perduli apa pun resikonya.

1
Borahe 🍉🧡
lanjut lagi dong thor sampai Dita dan Alex nikah dan sampai Nisa lahiran Pliss😍
Borahe 🍉🧡
Abi trauma dgn kejadian Rere yg kecelakaan. makanya dia tdk ingin hal tersebut terulang lagi ke Istirnya
Borahe 🍉🧡
Apaan bukan pencemburu. tp ambekan
Borahe 🍉🧡
Hahaha sabar Bu sek🤗
Desi linda Saputri
itu ulah feby pasti...
Desi linda Saputri
cari kesempatan nih si dita...sebel deh ama cwe modelan gini
Dnur
kau yg mau pergi sendiri Dita... kenapa minta dicegah? pergi ya pergi aja
Dnur
sakit yg kau buat sendiri Dita...
Dnur
dita
Dnur
nisa
herself_22
Luar biasa
Nursina
lanjutkan semangat
3sna
capek dibikin sendiri
3sna
emng blm ada kurir ya
💗 AR Althafunisa 💗
Daebakkkk 😂 Emang feeling seorang istri itu kuat ya 😌
3sna
itu bawa abinya masuk kekamar dita gimn yaa?
3sna
lha ktny dingin,,ini ramah,,,bgmn cb
Maliq kumbara: Dengan orang2 tertentu
total 1 replies
3sna
formal itu terlmbat bukan telat
3sna
nisa ambil langkah tegas abinya jg harus lebih tegas
3sna
setan itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!