NovelToon NovelToon
Perjuangan A Vs A

Perjuangan A Vs A

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Patahhati / Anak Genius / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:310.9k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara05

Lanjutan dari "Istri Bar-Bar Milik Pak Dosen"

"Perasaanku sudah mati sejak lama. Tidak ada satu pun di antara kalian yang mampu membuat hatiku kembali bergetar seperti dulu. Berhentilah! Aku tidak akan memilih satu di antara kalian. Jangan perjuangkan sesuatu yang sia-sia!" ~Diandra.

"Aku tidak akan berhenti! Aku akan terus berjuang untuk mendapatkan hatimu kembali! Maafkan aku yang sudah pernah menorehkan luka yang sangat dalam di hatimu! Kamu tidak perlu memberi aku kesempatan, karena aku yang akan berusaha mendapatkan kesempatan itu!" ~Alden.

"Aku tidak akan berhenti! Aku mencintaimu apa adanya. Tapi, aku tidak akan egois. Semua terserah padamu. Aku tau betapa hancurnya hatimu, dan bukanlah hal mudah untuk kembali jatuh cinta setelah sakit yang teramat dalam. Aku ingin menjadi penyembuh hatimu yang luka, tapi itu semua terserah padamu. Siapa pun yang kamu pilih, aku harap kamu akan bahagia nantinya." ~Austin.

"Mau bermain? Bagimana jika kita putar balik alurnya." ~Unknown

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maaf

"Daddy tampan, kan?" tanya Alden memandang kedua anak kembarnya.

Kelvin dan Naya kompak menggeleng. Hal itu tentu membuat Alden melongo, jika mereka menghina dia, maka sama saja mereka menghina diri mereka sendiri. Karena Kelvin dan Kanaya benar-benar 100% versi kecilnya dulu.

"Daddy tidak tampan," ucap Kelvin.

"Betul, karena kau sudah tua, keriput, dan kurus," sahut Naya membenarkan.

Alden hanya mampu berdecak kesal pada kedua anaknya. "Kalian sangat kompak sekali jika menghina seseorang. Padahal wajah kalian berdua jiplakkan dari wajah Daddy kalian," sahut Alden dengan sinis. Setelah mengatakan itu Alden langsung memalingkan wajahnya, berpura-pura sedang marah pada mereka berdua.

Kelvin dan Kanaya yang melihatnya hanya bodo amat. Tak berselang lama Rara kembali dengan nampan berisi semangkuk bubur dan teh hangat untuk Alden.

Rara sedikit heran melihat suasana sunyi di ruangan tersebut, kemudian matanya tak sengaja melihat Alden yang memalingkan wajahnya. Rara menatap tajam putrinya, karena biasanya Naya biang keroknya. Kanaya yang ditatap tajam mommy-nya sontak mengerutkan kening, seolah bertanya kenapa?

"Kamu buat masalah lagi, Nay? Udah berapa kali sih Mommy bilang, kalau ngomong itu dikondisikan! Kamu itu masih kecil, lho! Kok ngomongnya udah tajam banget? Mommy nggak pernah lho ngajarin kamu untuk bersikap kurang ajar! Kamu belajar dari mana sih, hah? Tolong kamu sopan sedikit jika berbicara dengan orang tua! Apalagi dia adalah Ayah kamu! Mommy dan Daddy bahkan nggak pernah se kurang ajar kayak kamu dulu!" Napas Rara memburu, pertanda dia sudah benar-benar kesal. Jujur saja, Rara merasa sangat kecewa pada sikap putrinya. Tapi, dia juga merasa kecewa pada dirinya sendiri, karena tidak bisa menjadi ibu yang baik pada kedua anaknya, sehingga mereka tumbuh seperti ini.

"Is it for real? Are you mad at me, Mom? But I didn't do anything! Yes, I know, I'm not good as a little girl, but I have the reason why I'm like this!" ucap Naya dengan menggunakan bahasa Inggris, pertanda dirinya sedang kesal, karena biasanya anak perempuan tersebut akan menggunakan bahasa Inggris jika dia sedang merasa kesal. (Seriusan? Kamu marah padaku, Mom? Tapi, aku tidak melakukan apa pun tadi! Ya, aku tau, aku tidak baik sebagai seorang anak perempuan, tapi aku punya alasan tersendiri kenapa aku seperti ini!)

"Iya lho Ra, masa dia hina aku tadi," sahut Alden dengan wajah sedih.

Naya yang mendengar ucapan daddy-nya sontak melotot, apa-apaan maksud daddy-nya mengatakan itu. Sepertinya Alden bukannya berniat meluluhkan hati putrinya, tetapi justru mengibarkan bendera perang pada gadis kecil itu.

"Tuh kamu dengar! Apa-apaan coba kamu menghina orang lain? Dan yang lebih parahnya kamu menghina Daddy kamu sendiri! Kamu tuh bisa nggak sih bersikap seperti anak-anak se usia kamu! Mommy tau kamu kecewa sama Daddy, tapi nggak gitu caranya Kanaya! Kamu tuh udah pakai cara yang salah buat ngungkapin semua uneg-uneg kamu! Kamu tuh harus ingat, tanpa Daddy kamu, kamu nggak akan ada di dunia ini! Kamu paham?" bentak Rara.

Naya yang dibentak oleh ibunya sontak menunduk. "I'm sorry, Mom. I'm sorry Dad. My bad," lirih Naya dengan suara sedikit bergetar. Perlahan air mata gadis kecil itu mengalir membasahi pipinya.

'Aku tau kalau aku salah. Memang tak seharusnya aku berbicara seperti itu, tapi apakah aku memang seburuk itu? Apakah aku keterlaluan? N—Nay hanya ingin mengatakan semua yang sudah Nay pendam selama ini, karena terasa sakit jika Nay pendam. Maaf Dad' batin Naya.

Alden yang melihat putrinya menangis langsung merasa bersalah. Dia hanya ingin menjahili putrinya yang dingin itu. Tapi, mendengar putrinya yang minta maaf langsung membuat Alden tidak tega. "Udah Ra, kamu jangan bentak putriku! Aku hanya bercanda tadi. Meski pun Naya memiliki sikap seperti itu, tapi aku suka! Dia sangat menggemaskan," ucap Alden membanggakan putrinya, sehingga membuat Naya merasa bahagia, tapi wajahnya tetap saja datar.

"Ckk ... aku memarahi dia bukan karena dia putrimu! Tapi karena dia putriku! Jadi, aku harus mengajarinya agar tau tata krama!" ketus Rara.

"Yes, Mom. I promise to be what you want. I promise to be a good girl," ucap Naya bersungguh-sungguh. (Oke, Mom. Aku janji untuk menjadi seperti yang kamu inginkan. Aku janji untuk menjadi anak perempuan yang baik)

"He'em ...."

"Yaudah nih makan!" ucap Rara menyodorkan nampan tersebut pada Alden.

"Aduh, tangan aku sakit Ra! Tolong kamu suapin dong," pinta Alden dengan memelas.

Rara berdecak kesal mendengar ucapan Alden, tapi tak urung ia tetap menyuapi bayi besar tersebut. "Makanya kalau pengen bunuh diri itu yang benar dikit! Jangan separo-separo!" ketus Rara.

"Tapi, kenapa kalian tetap menyelamatkan aku? Kenapa kamu tidak membiarkan aku mati saja?" tanya Alden dengan wajah serius.

"Eum ... karena perusahaan ku masih memerlukan seorang OB, jadi sangat disayangkan kalau Anda meninggal dengan sia-sia," jawab Rara asal.

Tawa Alden sontak pecah di ruangan tersebut. Dirinya sama sekali tidak merasa tersinggung dengan ucapan Rara barusan, justru dia merasa lucu.

"Aku tau itu. Karena aku kan OB kesayangan Bu CEO." Alden menaik-turunkan alisnya.

"Cih ... pede sekali kau berbicara seperti itu! Ingat sekarang itu kita udah bagaikan langit dan bumi," sahut Rara dengan sedikit hinaan. Tapi sebenarnya dia tidak benar-benar berniat menghina, dia hanya bercanda.

Alden terkekeh mendengarnya. "Percayalah, aku berjanji akan membuat derajat kita menjadi sama nantinya. Aku bangga pada kamu, karena kamu bisa membangun perusahaan di usia yang baru menginjak 27 tahun. Maaf, selama 6 tahun ini aku tidak pernah mengucapkan selamat ulang tahun pada kamu. Kamu cukup beri aku waktu untuk mengubah kehidupan ku yang sekarang," ucap Alden bersungguh-bersungguh.

Rara mengerutkan keningnya, merasa bingung dengan maksud Alden barusan. Tapi dia hanya mengangkat bahunya acuh, merasa ucapan Alden tidaklah penting.

"Istirahatlah, biar kau cepat sembuh. Aku tidak ingin menanggung terlalu banyak biaya rumah sakit," ucap Rara dengan datar, kemudian segera pergi, berniat mengantarkan mangkok tersebut. Sementara Alden justru tertawa mendengarnya, sehingga membuat twins K memandang jengah laki-laki yang memiliki status sebagai ayah mereka.

Baru saja Rara membuka pintu, dia sedikit terkejut melihat Austin yang bersandar di tembok dengan pandangan kosong. Tetapi meskipun demikian, terlihat jejak air mata di pipi laki-laki tampan tersebut.

"K—Kak Austin?"

.

.

.

.

1
Irna Irna
ending nya thor
Gani Gani Sby
lanjut thor
Dewi Yanti
ke tuker kayanya jiwa naya sm kevin 😄
Wiwik Retno Eni
bagus
Ansal
Lanjutannya ditunggu thor masih penasaran nih endingnya
Liez Dayanthe
duhhh ga masuk banget nihhh.. sejenius nya anak umir 6th gaya bicaranya ngga seperti itu jg kaliii..

bs kalii dipakai disesuaikan dgn bahasa anak2 seusianya/Grin/
Nurhasanah
cerita nya bagus, tp sayang gantung
Besti Afandi
ko gantung ceritax thor
RithaMartinE
d lanjut donk thorr cerita yg ini !!!
aneh aja sih ya umur 6 tahun kok gaya bicara nya kaya umuran anak remaja. walaupun cerdas dan jenius anak umur 6tahun itu pikiran nya masih belum dewasa.. di sini aku malah lihat nya mereka ini kaya umuran 17-18 tahunan..
ini si kembar udah umur brp sih.. kok bahasa bicara nya kayak udah abege..
aisya_
ini lanjutannya dimana sih???
Forta Wahyuni
eleh, kbanyakan crita novel slalu bgini, macam gk pnya harga diri aja n hrs balik lg kemantan. walau alasan anak skalipun n msh bnyk lelaki diluaran yg dpt membahagiakan.
aisya_
si anying
Sulati Cus
ternyata keluarga kelainan jiwa
Sulati Cus
blm seberapa sih ini tar tunggu ketika mantan istri dpt pengganti mu dan anakmu memanggil pria lain dg sebutan daddy pasti sakitnya tuh disini 😂
Sulati Cus
bkn masalah baik bank, km aja yg g tau diri udah berkali-kali di ksh kesempatan tp kau ulang lg hayati capek lah
Sulati Cus
tipe laki2 g tegas hrsnya istri jd prioritas bukan mantan apapun keadaan nya wajib tu suami ada di samping istri
Mutiara Ritonga
lanjut Thor ditunggu 💪💪
alfadar
aku suka cerita istri bar bar. awalnya respect dengan judulnya emg dia tipikal yg bar bar. tp kalau kelanjutannya gantung gini, ga jadi baca deh 😂😂 drpd nyesel ngikutin alur malah gantung. bikin kesel. mending cerita A vs A ini dikelarin dulu biar para pembaca juga seneng..meakipun alurnya semakin aneh (lihat komen dr readers lain). setidaknya ditamatin bikin happy ending.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!