hai readers ini novel pertamaku. bila ada kesalahan dalam penulisan mohon di maklumi yah. karna sekaligus belajar menjadi seorang penulis.
oke selamat membaca 😗
Menceritakan seorang gadis remaja yang dibuang oleh ayah kandungnya. ayahnya bukan hanya membuangnya tapi ia juga membunuh ibunya.
bertemu keluarga angkat yang sangat baik hati. walau sifatnya dingin terhadap orang lain. ia masih bisa bersifat hangat kepada keluarga dan sahabatnya.
bagaimana kelanjutan ceritanya..
tunggu Up selanjutnya yah 🙏
Oh iya bantu like dan vote nya juga ya kak. terima kasih:)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anissa_af, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 24
MARKAS LION KING
"Tuan ada paket untuk anda." Ucap salah satu anggota
"Paket dari siapa?" Ucap ketua lion king
"Saya tidak tau tuan" ucap salah satu anggota
"Apa-apaan ini paket seperti ini? Siapa yang mengirimkan!" Ucap ketua dengan nada tinggi karena melihat paket itu dengan adanya pita berwarna pink.
Ketua lion king pun membuka paket itu ia sangat terkejut, bagaimana tidak isinya adalah 3 tangan kanan dan 3 anggota kepercayaannya. Badan mereka sudah tidak berbentuk dengan keadaan banyak luka sayatan dan kepala mereka terpisah dari badannya.
Aku mengirim mereka untuk membunuh gadis itu tapi kenapa mereka yang terbunuh. Siapa sebenarnya gadis itu? Dan siapa orang dibelakang gadis itu. Batin ketua itu
"Cari tau siapa yang telah menghabisi mereka." Ucap ketua itu tegas
"Baik tuan." Ucap salah satu anggota nya
------------------^^^^-------------------
Pagi hari nya vanessa dkk sedang bersiap untuk menuju ke markas. Mereka memakai jubah kebesaran milik mereka. Saat vanessa hendak datang kesana ia mendapat panggilan dari rudin tangan kanannya.
Tring...tring..
"Katakan" ucap vanessa datar
"Bos markas diserang." Ucap rudin
Siapa yang menyerang markas sepagi ini. Batin vanessa
"Lawan mereka untuk mengulur waktu hingga aku dan yg lain datang." Ucap vanessa tegas
"Baik bos." Ucap rudin. Vanessa pun mematikan telepon.
"Telepon dari siapa nes?" Ucap viola
"Rudin" ucap vanessa
"Ngapain dia telepon sepagi ini." Ucap irene
"Markas diserang, kita harus segera kesana." Ucap vanessa
"WHAT..." Teriak mereka serempak karena terkejut mendengar bahwa markas sedang diserang.
"Gila apa, pagi gini nyerang markas." Ucap adisya
"Mungkin mereka mau olahraga" ucap vinda
"Olahraga pala lo gepeng" ucap viola
"Udahlah kita segera kesana kasian yang lain lagi ngulur waktu buat kita." Ucap vanessa lalu beranjak pergi dari apartemen
Akhirnya mereka pun bergegas keluar apartemen dan segera melaju menuju ke markas. Karena masih pagi jalanan belum terlalu ramai, jadi mereka cepat sampai ke markas. Saat di markas mereka sudah melihat banyak korban musuh yang tewas dan masih ada 2 orang yang masih hidup yang telah ditaruh di ruang eksekusi.
"Apa kita terlambat." Ucap irene ke tangan kanan yang lain
"Belum kok santai aja." Ucap daffa
"Ada yang masih tersisa kah" ucap adisya
"Ada kok." Ucap viko membanggakan diri
"Cih bangga banget." Ucap irene ketus
"Dimana mereka" ucap vanessa dingin
"Di ruang eksekusi bos." Ucap viko
Vanessa dkk pun segera menuju ke ruang eksekusi. Mereka melihat 2 orang lelaki dalam keadaan pingsan.
"Mereka tidur?" Ucap irene
"Hehe maaf bos tadi mereka berusaha kabur jadi saya dan rizki memukul tengkuk mereka." Ucap rudin
Tidak lama kemudian 2 orang lelaki itu bangun. Mereka terkejut dihadapan mereka adalah pemimpin mafia BLS,4 gadis yang terkenal sadis kepada musuh nya.
"Suatu kehormatan orang kepercayaan Lion King berada di markas BLS." Ucap vanessa santai melipatkan tangannya ke dada.
"K..kau.." ucap salah satu lelaki itu
"Apa yang membawa kalian sampai menyerang markas kami." Ucap vanessa dingin, aura yang di keluarkan vanessa sangat kuat hingga membuat orang bergidik ngeri.
"Karena..kau melindungi...gadis yang di..incar oleh ketua." Ucap mereka terbata-bata
"Kenapa kalian ingin sekali menghabisi nya." Ucap vanya tajam
"I..ini..pe..rintah" ucap salah satu lelaki itu ketakutan karena berhadapan dengan 4 pimpinan BLS.
"Ketua kalian begitu bodoh. orang yang selama ini ingin kalian hancurkan adalah aku. bersiaplah kalian malam ini." Ucap vanessa
"Ketua kalian membantu orang yang salah,dan memilih musuh yang salah." Ucap vinda datar
Habislah nyawaku. Tuan anda membawaku kepada musuh yang salah. Batin Mereka
"Baiklah hukuman apa yang harus kita berikan untuk orang seperti mereka." Ucap vanessa
"Minimal penggal lah" ucap vanya santai
"Kuliti juga ya." Ucap viola
"Kita congkel kedua matanya lalu kasih kan saja kepada Coco dan Black." Ucap vinda. Coco dan Black adalah hewan kesayangan mereka. Coco adalah singa jantan dan Black adalah Puma hitam yang ganas.
"Kita mulai bersenang-senangnya." Ucap vanessa menyeringai
"Di mulai dari kau." Ucap vanessa menunjuk ke lelaki sebelah kiri yang ada di depannya.
Sekarang vanya yang pertama maju. Ia menggores semua badan lelaki itu.
"Tuan kalau aku jadi kau, aku lebih baik memilih untuk pulang daripada berurusan dengan 4 iblis." Ucap vanya menyeringai lalu menggores ke semua badan orang itu.
Srett...
Aaaaaaa
"Lebih kencang lagi." Ucap vanya dingin, ia tetap menggores tubuh orang itu
Sreett....
Aaammpuunn
"Kau memohon ampun, baiklah akan aku ampuni." Ucap vanya lalu menusuk kedua lengan pria itu dengan kedua pisau kecilnya
Aaaaaaaa
"HAHAHAHA... KARYAKU BAGUS KOK." Ucap vanya tertawa jahat lalu mencabut kedua pisau itu, lalu berjalan mundur.
penasaran nihhh