NovelToon NovelToon
Kamuflase Cinta Sang CEO

Kamuflase Cinta Sang CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Angst / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: age nairie

Rate 18+
Mohon bijak memilih bacaan 🙏🙏🙏

Sakit yang terdalam adalah yang tidak terlihat oleh mata. Bagai tombak yang menusuk jantung, tetapi tombak itu tidak terlihat. Namun, dapat dirasakan di dalam hati.

Elena harus terlibat pernikahan dengan pria asing yang ditemuinya di hutan pegunungan, walaupun pernikahannya diawali dari suatu kesalahpahaman, Merrik memperlakukan dia dengan baik. Namun, semua itu hanyalah kamuflase. Kepalsuan cinta Merrik membuatnya tidak mempercayai laki-laki lagi.


Kesalahanku adalah mencintaimu. Namun, aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Akan kubawa rasa sakit ini seumur hidupku. Seandainya waktu bisa diputar, aku akan memilih untuk tidak pernah mengenalmu.
~Elena

Kau tidak akan pernah bisa lari dariku, sampai kapan pun aku tidak akan melepaskanmu karena ku yakin dilubuk hatimu masih mencintaiku.
~Merrik

Jangan lupa tap like, love, vote dan berikan komentar untuk memberi support pada othor.

Happy reading di novel kedua Age Nairie 🥰

Follow juga
IG : Age_Nairie
FB : Age Nairie

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon age nairie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25 Tulus Mencintai

...Jangan lupa setelah membaca kasihlah Age like, love, vote, gift 😊 Biar tambah semangat 💪💪...

...Saran dan komentarnya juga di tunggu yach, biar Age bisa lebih baik lagi dalam berkarya 🥰...

...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

Ricci dan Rose sedang berdiskusi di kamar tidur mereka, siapa lagi bahan diskusinya kalau bukan Merrik. "Kita harus memaksa Merrik menikahi gadis itu, jika memang benar mereka sudah melakukan hal selayaknya suami istri." Ucap Ricci.

"Kita belum mendengar sendiri dari mulut Merrik atas apa yang terjadi." ujar Rose.

"Tidak perlu mendengar dari mulutnya, dari cara mereka berinteraksi, aku tau yang sesungguhnya. Merrik itu hanya memanfaatkannya!"

"Mungkin dia serius dan tulus dengan gadis itu."

"Jika dia serius, setidaknya dia akan bilang padaku seperti yang dia lakukan dulu, dulu dia sangat membanggakan Clara. Aku ingat dia selalu membandingkan dirimu dengan Clara. Dia selalu membanggakan bahwa Clara adalah gadis yang sempurna. Cantik, pintar, dan dari kalangan atas."

"Kita tidak bisa memaksa Merrik, tidak boleh terlalu keras padanya."

"Kita terlalu mengikuti semua kemauannya. Hingga jadi anak yang pembangkang dan sekarang dia merusak seorang gadis. Kita harus memaksa Merrik bertanggung jawab." Ricci tidak ingin Merrik mengambil langkah yang salah. Dia bergegas keluar rumah.

"Kamu mau kemana?" tanya Rose.

"Ke apartemennya."

"Mau apa?"

"Aku akan memaksa anak itu menikahi Elena, aku tidak mau jika sampai Elena hamil di luar nikah!"

"Tapi jangan gunakan cara kekerasan."

"Aku akan menyelesaikan dengan caraku sendiri. Jika perlu, aku akan menceritakan tentang Melan padanya!"

"Jangan, dia akan terluka."

"Jika membuatnya terluka bisa menjadikannya manusia yang lebih baik, maka aku akan melakukannya."

"Kita bicara dengannya baik-baik dulu." Rose terdiam mengikuti setiap langkah Ricci.

Apa yang di katakan Rose benar, permasalahan tidak akan selesai hanya dengan kekerasan. "Ya, akan aku coba. Kamu mau ikut?"

"Tentu, ayo kita pergi." Dua orang paruh baya tersebut menuju apartemen Merrik.

...***...

"Maaf. Aku ingin tau, ini obat apa?" tanya Elena pada petugas apotik.

"Bisa saya lihat?" Elena memberikannya pada petugas. Petugas apotik melihat obat tersebut. "Ini pil KB, pencegah kehamilan."

Elena tersentak mendengar perkataan petugas apotik, dirinya membeku, perlahan mengumpulkan kesadaran, dengan gontai berjalan keluar dari apotik.

Setelah keluar dari apotik, Elena memukul-mukul dadanya, rasa sesak menghinggapinya, seakan pasokan oksigen di sekitar menjauhinya. Akhirnya dia luruh, berjongkok di luar sudut apotik dengan isak tangisnya.

Mengingat kebelakang tentang kebaikan Merrik, pernyataan cinta yang diberikan Merrik padanya. Pembahasan tentang nama untuk calon anak-anak mereka yang disambut antusias oleh Merrik, yang kini Elena pahami sebagai kepalsuan dari Merrik. Sulitkah berdiskusi olehnya jika memang belum menginginkan anak? Tidak, sepertinya bukan itu alasannya. Jika memang Merrik belum siap memilik anak, dia bisa saja langsung berkompromi. Kecuali alasannya memang tidak ingin memiliki anak darinya.

Pikiran-pikiran tentang Merrik memenuhi otak polos Elena, mencoba mencerna apa yang telah terjadi. Kebohongan Merrik tentang pil KB yang dijadikan vitamin, larangan keluar dari apartemen dengan alasan keselamatan. dan membatasi semua pergaulannya. Apakah dia yang terlalu lugu? Masuk dalam penjara Merrik, penjaranya yang bukan terbuat dari jeruji besi, melainkan jeruji yang terbuat dari kata-kata yang meyakinkan Elena sebagai rasa cinta dari Merrik. Semua hanyalah kamuflase yang dibuat oleh lelaki bunglon, pandai berkamuflase di hadapannya, tetapi tidak ada yang tau isi hatinya berwarna apa.

Cukup lama Elena berjongkok di sudut apotik, lokasi yang jarang di lewati orang membuatnya tidak ada yang menghampiri nya walau hanya untuk sekedar bertanya mengapa dia menangis tersedu.

Tiba-tiba Elena teringat akan Merrik yang meminum obat pencegah kehamilan itu. Aksi pencegahan Merrik yang mengagalkannya meminum pil KB tersebut dan memilih dirinya sendiri yang menelan pil KB.

Saat itu kamu protes untuk meminumnya, dan meminta untuk mengkonsumsinya seminggu sekali, jadi kupikir lebih baik hentikan saja konsumsinya jika itu bisa membuatmu lebih baik.

Aku sudah meminumnya, sekarang tinggal menunggu gairahku meningkat agar kamu bisa melihatnya sendiri!

Perkataan Merrik berkeliling di atas kepalanya. Banyak pertanyaan dan juga kebingungan yang di rasakan. Apakah Merrik sudah menyadari kesalahannya? Apakah Merrik tulus mencintainya? Jika Merrik tidak mencintainya mengapa Merrik menggagalkan dirinya meminum pil KB tersebut. Dengan rasa cinta yang masih ada di hati Elena, dia mencoba meyakinkan dirinya bahwa Merrik juga mencintainya.

Elena masih sibuk dalam pemikirannya sendiri, masih setia berjongkok di sudut apotik. Beruntung dia masih belia sehingga tidak memiliki penyakit osteoporosis yang akan membuatnya sakit jika berjongkok terlalu lama.

Hingga akhirnya kedua orang tua Merrik sampai di unit apartemen, Elena masih di sudut apotik dengan isak tangisnya.

Bel berbunyi, Merrik beralih menuju pintu, Merrik mengira Elena telah kembali dari membeli garam. Ingin sekali dia memarahinya karena keluar apartemen tanpa ijinnya. Merrik membuka pintu dan berkata, "Apa kamu lupa dengan password apartemen?"

Hanya satu kalimat pertanyaan yang ditujukan kepada Elena, namun yang di luar pintu bukan gadis yang dirindukannya. "Kenapa kalian datang ke sini?" Merrik tidak berniat memberikan kedua paruh baya tersebut masuk.

"Dimana Elena?" ucap Ricci.

"Untuk apa mencarinya?" tanya Merrik.

"Kami ingin bicara padamu dan juga dengan Elena. Lebih baik bicara di dalam."

"Tidak ada yang perlu dibicarakan! Lagi pula, aku tidak terima tamu!" Merrik melirik sedikit ke arah Rose.

"Kami bukan tamu, kita bicara di dalam saja."

"Bicara saja disini. Jangan terlalu lama."

"Biarkan Elena mendengar juga."

"Dia sedang tidak ada di rumah."

"Baiklah, kedatangan Ayah kesini memintamu untuk menikahi Elena, jika kamu tulus padanya maka segeralah menikahinya."

"Siapa yang bilang aku akan menikah dengannya?"

"Merrik, kamu sudah tinggal bersama, sudah seharusnya kamu menikahinya."

"Memang kenapa jika tinggal bersama? Aku tidak berniat menikahinya."

"Lalu, kamu tidak berniat untuk menikah?"

"Aku pasti akan menikah, kamu tenang saja, aku akan memberikan keturunan untukmu tapi bukan dari gadis rendahan. Aku akan menikah dengan perempuan yang sekelas dengan kita!" ujar Merrik dengan melirik Rose yang menunduk di samping Ricci.

"Lalu bagaimana dengan Elena? Kamu sudah merusaknya!" geram Ricci.

"Ayah tenang saja, bukan aku yang merusaknya, tapi dirinya sendiri. Jika bukan aku, pasti dia akan mencari pria lain untuk mengejar kekayaan." Perkataan Merrik untuk menyindir Rose.

"Kalau kamu tidak tulus dengannya maka lepaskan dia. Memang kamu anggap dia apa?" Ricci sudah lepas kendali, ingin sekali menampar darah dagingnya ini.

"Siapa Elena bagiku? Dia hanyalah seorang jallang yang kupelihara. Aku belum berniat melepasnya saat ini, karena servisnya memuaskan! Tapi, Ayah tenang saja. Aku tidak akan terlena dengan jallang terlalu lama, aku tidak akan menikahi jallangku sendiri seperti apa yang telah Ayah lakukan dengan menikahi simpanan Ayah!" ucapan Merrik memang ia tujukan pada Rose, dia menganggap rose adalah simpanan Ayahnya yang naik tingkat menjadi seorang Nyonya.

Ricci baru saja akan membantah ucapan Merrik. Namun, belum juga bersuara sudah ada yang berbicara. Elena keluar dari balik tembok. "Apa yang Kakak bilang tadi bohong 'kan?" tanya Elena dengan mata yang membengkak dan berurai air mata. Baru juga meyakinkan dirinya bahwa Merrik tulus mencintainya namun kenyataannya tidak sesuai dengan harapannya.

...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...

Salam Age Nairie 🥰🥰🥰

1
Nuriati Mulian Ani26
wzhhhh
Sastri Dalila
✔️✔️✔️✔️
Tri Wulandari
Luar biasa
Age Nairie: Terima kasih, Kak.🙏🥰
total 1 replies
Endang Sulistia
pengen getok ..curiga Mulu
Endang Sulistia
sabar Dion...
Endang Sulistia
😄😄
Endang Sulistia
sempat2 nya si merik...
Fitri Riyani
karya ke 3 mu ya aku baca Thor..
dan ketiga nya 👍
kak othor sangat menguasai masing-masing bidang profesi dengan penjabaran detail.

terlambat mampir aku nya, ternyata sudah lama up nya
semangat berkarya thor
Age Nairie: Wah, terima kasih, Kak. ,🙏🥰😍😘
total 1 replies
Fitri Riyani
Luar biasa
Age Nairie: Makasih 🙏🥰
total 1 replies
Fitri Riyani
diawal kayae usia el 18 kurang 4 bulan..
atau aku yang gagal focus ya
Age Nairie: Usia Elena selisih setahun dari usia aslinya. Nenek yang menemukan, nembak usia Elena lebih tua setahun, karena turunan bule , jadi Elena lebih tinggi dari balita di desa itu. Udah dijelaskan oleh Amel (Ibunya Elena) tapi lupa di bab berapa 😁
Mangkannya Amel benci banget sama Merik, soalnya ternyata pas menikah sama Elena usianya belum genap 17 tahun 😁
total 1 replies
Ran Aulia
terimakasih kak Author, ceritanya bagus 😍😍😍😍❤️❤️❤️
Age Nairie: Terima kasih, Kak 🙏🥰😘😘
total 1 replies
melting_harmony
Luar biasa
Age Nairie: Terima kasih, Kak.🙏☺️🥰
total 1 replies
Alfatia Desi
orang bodoh dan tolol mah ya kaya simerik tuh
Age Nairie: Emang pemeran utama pria yg nyebelin si Merrik, Kak.
total 1 replies
Ainul Yaqin
🤣🤣🤣bisa aeeee thor
jadiii klo pembaca bc tiap hari ... samaaaa dong lgi sedeng ....😆😆
Age Nairie: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
Nurafni Zalfaalituhayu
mau nya enak doang tuh laki2 apa nga mikir apa perasaan wanita .....dah sepah di buang ...bucin baru nyaho
etin eka susanti
mau enaknya aja ya pak☹️
AnaZa O
mati ajalah merrik thor, tanggung
Age Nairie: yah.. udah tamat Kak 😁
total 1 replies
Esi Ana
😍😍
Age Nairie: Terima kasih Kak 🙏🥰😍😘
total 1 replies
Lufirhmdw
luar biasa!! alur cerita nya sangat bagus dan tidak bertele-tele, saya sangat puas!!
Age Nairie: Terima kasih Kak 😊
total 1 replies
May Keisya
ya ampun sengaja bgt drmh ga ada mknan biar ada alesan buat ktmu aisley....CEO ko ky ga pny uang🤣🤣🤣🤣
Age Nairie: 🤣🤣🤣🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!