Menikah dengan seseorang yang tidak kita kenal bukanlah suatu perkara mudah apalagi bagi seorang ANANDITA PUTRI ANASTASYA.
Dita menikah dikarenakan ayahnya yang sakit keras dan meminta dita untuk menikah dengan anak temannya bagaimanakah kisah anandita akankah dia menuruti kemauan ayahnya, atau malah menghindar?
Dan akankah seorang RADITYA ANDIKA MEGATARA menerima perjodohan tersebut sedangkan mereka berdua masih duduk di bangku SMA??
ohh ya buat kalian yang udah baca season 1 udah ada season 2 nya yang di novel ini juga
Mau tau nggak gimana kisah mereka
cusss baca cerita ini :')
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aita suha15, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DUKA SETELAH SUKA
Dika dan dita sedang dalam perjalanan pulang dari bukit mongkrang. Dita terlihat sangat kelelahan. Mungkin karena gadis itu terlalu banyak beraktivitas hari ini.
Dika mendengar rintihan dari gadis di sampingnnya. Ia melihat dari kaca spion mobil kondisi gadisnya. Ia lihat
dita tengah mengerutkan kening dan menggigit bibir tipinya. gadis itu terlihat seperti menahan sakit.
“dita lo nggak papa” ucap dika, terselip nada kekhawatiran di sana.
Laki laki itu tak mendengar respon sama
sekali dari dita. Ia lalu menepikan mobilnya. ia takut gadis itu kenapa napa.
Badan Dika yang semula menghadap kemudi berputar sembilan puluh derajat menghadap Dita. Tangan Dika terulur mengusap pipi dita lembut berusaha membangunkan gadis itu. ia takut kalau gadia itu sedang bermimpi buruk.
shitt umpat dika. kala laki laki itu tau badan gadis di sampingnya ternyata panas.
Dita mengerjapkan matanya setelah merasakan usapan di pipinyanya. mata gadis itu terasa panas. juga nafanya yang keluar terasa panas. mata gadis itu terlihat sayu
“dit.. lo nggak papa”
“perut gue sakit” ucap dita dengan suara yang parau. mungkin sakit perutnya ini efek dari pms yang sedang datang hari ini.
"mau aku usapin perutnya" tanya dika. laki laki iyu pernah mebaca di salah satu artikel kalau sakit perut bisa di redakan dengan usapan di perut. dita hanya diam saja. gadis itu tak merespon karena sakit di perutnya semakin menjadi. ia hanya bisa menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit itu.
tangan dika mulai terulur masuk kedalam kaos yang di kenakan dita tanggannya mengusap ngusap perut rata milik dita secara pelan. dika mengamati wajah dita. ia gemas sendiri melihat dita yang menggigit bibir bawahnya bawaannya pengen cium. tapi ia tahan. takut gadis itu marah.
sakit di perut dita mulau reda gadis itu sudah mulai reda. ia sudah tak menggigit bibirnya lagi.
"gimana udah enakan" tanya dika.
dita menganngguk. laki laki di sampingnya terasenyum mendengarnya.
"ya udah kita lanjut pulang ya. kamu tidur gih" ucap dika sambil mengisup lembut pipi dita
---
Dika membatu dita turun dari mobil, mereka telah sampi di pekarangan rumah reno. gadis itu tadi terbangun saat hampir sampai rumah.
Dika memapah gadis itu masuk ke dalam rumah. Dan berpapasan dengan ibu reno.
“dika , itu dita kenapa” tanya ibu reno dengan wajah khawatir
“nggak tau tan, tadi katanya purutnya sakit tan"
“ya udah kalau gitu coba nanti kamu olesin minyak di leher kepala sama perut trus minum obat biar reda sakitnya”
“iya tan” dika kembali memapah gadis itu menuju kamar. ucap laki laki itu dingin tapi terdengar manis di telinga dita
---
Sesampainya di kamar dika membantu dita berbaring di ranjang. ia kemudian berjalan keluar kamar untuk mengambil obat dan minyak kayu putih.
Dika masuk setelah mendapatkan obat juga minyak kayu putih yang ia butuhkan. ia juga membawa segelas susu hangat di tangannya, laki laki itu memberikan susu itu pada dita yang tengah terbaring.
“di minum dulu susunya” ucap dika sambil memberikan susu yang ia pegang pada dita.
Dita beranjak duduk bersandar pada tepi ranjang. gadis itu menerima gelas yang di ulurkan dika. Ia meminum sedikit sedikit isinya.
dika mulai mengoleskan minya pada kening dita kemudian leher dita. tangan laki laki iyu cekatan. ia juga tak lupa memasukkan tangannya pada baju dita dia mengoleskan minya kayu putih di purut datar gadis itu.
dita mengigit bibirnya merasakan tangan dika yang tiba tiba masuk ke dalam bajunya. kalau tadi dita tak merasakan apa apa kalau dika mengusapkan tangannya di perut dita karena gadis itu lebih peduli dengan sakit yang ia rasakan tapi tidak dengan sekarang ada peresaan malu juga aneh kala tangan besar itu mengusap lembut perunya. rasanya seperti ada sengatan sengatan listrik tegangan rendah menjalat di sekujur tubuhnya.
“jangan di gigit nanti berdarah” ucap dika dengan masih mengusap usap perut datar dita. ia gemas.
“gimana ? udah enakan belum” tanya laki laki itu pada dita.
Dita menganggukkan kepalanya.
Dika menghentikan kegiatannya dan menarik tangannya keluar dari perut dita. Laki laki itu lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Dita menghela napas lega melihat memasuki kamar mandi. jujur dita sangat tegang ketika laki laki itu tadi mengoleskan minya kayu putih ke perutnya. dita memilih kembali memejamkan matanya untuk tidur karena kepalanya masih sakit. Ia berharap sakit itu akan hilanh besok. ia tak mau melewatkan pesta pertunangan reno hanya karna sakitnya ini.
dari arah pintu kamar mandi dita yang belum bisa tidur mendengar pintu itu di buka. dika keluar dari sana dengan baju santai. laki laki itu berjalan menuju ranjang. tangan dika terulur menyentuh dahi dita memastikan suhu tubuh gadis itu.
dita yang belum tidur membelalakkan matanya. dika yang mengetahui itu mengusapkan telapak tangan nya pada mata ita agar mata itu terpejam dan dika juga mengucapkan "cepet tidur biar besok sembuh. gue nggak mau sendirian ke tunanggannya reno.
---
HAI GAISSS APA KABAR SEMUANNYA
BAIK SEMUA KAN
BTW MAKASIH UNTUK YANG UDAH SETIA BACA NOVEL INI SAMA YANG UDAH SETIA KOMEN
BUAT KALIAN I LOVE YOU SO MUCH
tapi yang lain masih blum launching ia 🤔🤭
jadi agak bingung aku bacanya , maaf ia jika menyingung 🙏🙏
sekaligus calon bibit pelakor 🤣🤣🤣