NovelToon NovelToon
FRIENDS WITH BENEFITS

FRIENDS WITH BENEFITS

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: Chida

Spin off Kawin Lari & Langit Jingga

Kegagalannya dalam menjalin hubungan dengan seorang gadis, membawanya ke dalam keterpurukan yang terasa menyakitkan.

Demi ambisi dan egonya dalam meneruskan perusahaan keluarga yang sedang berkembang pesat, dia menyia-nyiakan cinta seorang gadis yang selama dua tahun selalu menunggunya kembali. Dan pada akhirnya dia benar-benar harus melepaskan cintanya pergi.

Pertemuannya dengan gadis lain yang merupakan anak dari teman bisnis orang tuanya, membawanya kembali terhanyut akan ambisi nya yang sempat tertunda.

Hingga perjanjian itu pun muncul di kepalanya dan di setujui oleh gadis bermata indah itu, demi keuntungan kedua belah pihak.

Akankah perjanjian itu berubah menjadi cerita indah antara mereka berdua? Ikuti kisahnya di karya ke enam Chida.

Enjoy reading 😘

update santai ya, kalo khilaf bisa sampe 1 minggu full up🤭

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perhatian

Kecupan itu berubah menjadi sesapan pada bibir Azzura, tangan Azzura yang sebelumnya menahan di dada Raka perlahan melemah seiring ciuman mereka yang saling berbalas, mata Azzura pun akhirnya terpejam menikmatinya.

Raka melepaskan ciuman itu perlahan, memperhatikan rona merah di wajah gadis itu seraya mengusap bibir Azzura yang basah karena ulahnya.

Azzura membuka matanya perlahan, menatap dalam netra Raka, seakan mencari apa yang sedang terjadi di antara mereka berdua.

"Kamu mau makan apa lagi?" tanya Azzura serba salah.

"Gak sudah cukup," jawab Raka lalu dia bangkit menuju dapur membawa mangkuk serta gelas yang dia pakai tadi.

Azzura mengikutinya, memperhatikan setiap gerak gerik Raka yang sedang membersihkan alat-alat makan tadi.

"Semua kamu lakuin sendiri?" tanya Azzura dan Raka mengangguk.

"Apa kata dokter tadi?" Azzura kembali bertanya.

"Kecapekan dan asam lambung juga naik," jawabnya.

"Nggak boleh telat makan dan terlalu stress," ujar Azzura meraih mangkuk dari tangan Raka untuk dia letakkan di tempatnya.

"Sudah jam tujuh, kamu nggak pulang?" tanya Raka.

Azzura bersandar di sisi meja dapur, meletakkan tangannya pada kening Raka.

"Kalo kamu udah sembuh, aku pulang," jawab Azzura. "Minum obatnya lagi, aku pastikan dua jam ke depan kalo udah enakan aku pulang," ujar Azzura lagi memberikan beberapa tablet obat ke tangan Raka.

Raka hanya tersenyum melihat perhatian Azzura yang begitu peduli pada dirinya.

"Minumnya," ujar Azzura memberikannya segelas air putih pada Raka. Raka meneguknya dengan mata yang masih terarah menatap gadis itu.

Raka meninggalkan Azzura sendiri di ruang tengah sementara dirinya membersihkan diri masuk ke dalam kamarnya. Satu jam menunggu, Raka kembali keluar dari kamarnya dengan wajah tampilan yang begitu segar.

Matanya terpana saat melihat Azzura yang sudah tertidur di atas sofa itu. Wajah gadis itu begitu lelah, rambutnya dia gerai hingga menutupi sedikit wajahnya. Raka kembali masuk ke kamarnya dan keluar dengan membawa selimut serta sebuah bantal yang dia letakkan sebagai penyangga kepala Azzura, serta menyelimuti tubuh gadis itu.

Raka membuka laptopnya, dan terduduk di lantai di samping sofa yang Azzura tempati. dia melanjutkan pekerjaannya hingga waktu lewat tengah malam.

"Ka," lirih Azzura yang sudah membuka matanya. Raka pun menoleh, "udah jam berapa?"

"Tengah malam," jawab Raka tersenyum.

"Hah? kok nggak bangunin aku," ujar Azzura bangkit terburu-buru.

"Kamu mau kemana?" tanya Raka menahan tangan Azzura.

"Pulang," jawab gadis itu.

"Sudah lewat tengah malam," ujar Raka.

"Tapi Didi—" kata Azzura kembali panik.

Dulu jika dia akan hangout ke sebuah kafe atau club pasti dengan izin dari Langit, ayahnya. Sebebas-bebasnya Azzura, dia tetap anak gadis yang harus mematuhi aturan keluarganya, meskipun orang tuanya memberikan kepercayaan penuh pada Azzura.

"Sudah di kasih izin," ujar Raka menunjuk ponsel Azzura yang tergeletak di atas meja.

"Hah? kok bisa?" Wajah Azzura bingung, lalu meraih ponselnya.

"Didi, malam ini Zurra tidur di rumah Melly ya, teman SD Zurra yang baru pulang dari Amerika, tolong bilang sama Mima juga"

Isi pesan yang dituliskan Raka tadi saat dia tidak tega membangunkan Azzura.

"Melly? Amerika? siapa?" tanya Azzura pada Raka.

"Nggak tau," jawab Raka dengan kedua bahu yang terangkat.

"Raka."

Azzura memukul-mukul lengan lelaki itu, sementara Raka tertawa terbahak-bahak.

"Kamu baca dong balasan dari ayah kamu," ujar Raka menahan tangan Azzura.

"Iya, kok di bolehin ya ... kamu jampi-jampi pasti sebelum kirim chat ke Didi," ujar Azzura terkekeh.

"Seneng banget," ujar Raka membawa tangan Azzura hingga tubuh gadis itu mendekat padanya.

Tawa itu pun terhenti, Azzura terdiam saat Raka menyematkan rambutnya ke balik telinga gadis yang sekarang malah seperti memikatnya setiap waktu itu.

"Aku—" ujar Azzura tergugu.

"Kenapa?"

"Kamu— maksud aku, kamu udah sehat?" tanyanya mengalihkan pandangan ke tempat berbeda, alih-alih semakin terpana oleh senyum Raka.

"Udah ... udah minum obat udah makan dan udah ada kamu di sini."

Kata-kata itu tiba-tiba seperti bunyi letupan yang terdengar merdu di telinga Azzura. Azzura hanya tersenyum, sementara tubuh mereka semakin mendekat. Desiran darah yang mengalir itu seakan cepat saat tangan Raka merengkuh pinggang gadis itu.

"Kamu bisa tidur di kamar, biar aku di sini," ujar Raka pelan.

Azzura hanya mengangguk, lalu melepaskan tangannya perlahan dari genggaman tangan Raka menuju pintu kamar Raka.

"Ra."

"Ya."

"Mimpi indah," ujar Raka pada Azzura saat gadis itu membuka pintu kamarnya. Azzura hanya membalasnya dengan tersenyum.

*****

"Ka," tegur Azzura pagi itu saat melihat Raka sudah berada di dapur.

"Ra, udah bangun? Aku buatin kopi latte itu masih panas di meja, ati-ati," tunjuk Raka. "Ada roti, cuma aku oles selai coklat, sebentar ya mie gorengnya sebentar lagi selesai," ujar Raka yang sibuk dengan dua mangkok mie instan goreng dan telur di atasnya.

"Banyak banget ... kamu kok nggak bangunin aku?"

Raka menoleh, "mau banget di bangunin," ujar Raka tersenyum menggoda.

"Apaan sih," ujar Azzura menarik kursi dan menyesap kopi hangat yang dibuatkan oleh Raka.

"Nyenyak tidurnya?" Raka memberikan satu mangkuk mie goreng.

"Hooh, kamu pinter masak," ujar Azzura.

"Semua orang di muka bumi ini pasti pinter kalo cuma masak mie instan."

Azzura terkekeh melihat wajah kesal Raka yang menatapnya tajam.

"Kamu ke kantor?" tanya Azzura.

"Nggak, aku mau tidur."

"Loh kenapa? aduh aku jadi nggak enak sama kamu, Ka ... karena aku ya jadi kamu nggak nyenyak tidur di luar deh."

"Semalam harus menyelesaikan laporan RAB proyek baru, tawaran dari ayah kamu."

"Oh ... nanti aku coba ngobrol sama Didi," ujar Azzura menyelesaikan makannya.

Azzura beranjak mengangkat semua peralatan makan yang mereka pakai menuju wastafel, Raka mengikutinya dari belakang. Leher jenjang Azzura yang terlihat begitu menarik perhatian Raka. Lelaki itu memperhatikan setiap gerak Azzura membersihkan semua peralatan itu.

"Sebenarnya nggak harus kamu cuci, nanti ada yang suka bersih-bersih datang ke sini," bisik Raka pelan.

Tubuh Azzura meremang saat hembusan napas Raka mengenai sisi lehernya, Azzura menghentikan kegiatan mencuci mangkuk-mangkuk itu lalu memutar tubuhnya.

"Terus nggak mungkin nggak aku selesaiin kan ini." Azzura tersenyum dan menempelkan sedikit busa sabun di pipi Raka lalu memutar kembali tubuhnya menyelesaikan pekerjaannya.

"Berarti mulai besok, yang bersih-bersih aku berhenti in aja," ujar Raka.

"Eh, jangan. Kasian, Ka ... dia juga butuh kerjaan. Mulai besok-besok kalo aku kesini aku nggak bakal beres-beres deh, daripada kamu pecat dia." Azzura lalu mencuci tangannya. "Selesai." Azzura memutar tubuh berhadapan dengan Raka.

"Anak Pak Langit emang biasa masuk dapur?" tanya Raka melangkah hingga menyudutkan Azzura sampai ke sisi meja dapur.

"Mima itu selalu mengajarkan anaknya harus bisa semua walau hanya sekedar masak air di panci," kata Azzura terkekeh lalu tiba-tiba dia terdiam ketika tangan Raka merengkuh tengkuk lehernya.

Raka mendekatkan kembali wajahnya pada Azzura, gadis itu terdiam. Celotehannya terhenti kala Raka menautkan kembali bibirnya pada Azzura. Gigitan-gigitan kecil itu kembali Azzura rasakan. Raka melepaskan ciumannya namun bak lem yang menempel, Azzura seakan tak ingin melepaskannya.

Azzura tertunduk ketika Raka perlahan melepaskan tautan bibir mereka. Dengan satu kali gerakan Raka berhasil mendudukkan Azzura pada meja dapur.

"Ngapain?" tanya Azzura.

"Melanjutkan yang tadi," ujar Raka kembali menautkan bibirnya pada bibir Azzura yang akhirnya saling berbalas.

Kecapan itu saling berbalas, Azzura melingkarkan tangannya pada leher Raka. Dua anak manusia di dalam satu ruangan, saling memberikan kenyamanan. Melepaskan tautan mereka lalu mengulanginya kembali.

"Ka ...." Azzura menjauhkan wajahnya dari Raka.

Mata lelaki itu terlihat sendu, Azzura menangkup kedua pipi Raka lalu turun ke bawah leher Raka memilin ujung-ujung rambut Raka.

"Bel kamu bunyi," ujar Azzura yang sadar jika bel apartemen Raka berbunyi beberapa kali.

"Syaiton."

"Siapa?"

"Syaiton yang nggak kenal waktu," ujar Raka mengecup kembali bibir Azzura lalu menurunkan gadis itu dari meja dapur sambil tersenyum.

**enjoy reading 😘

maaf ya nggak update beberapa hari, real life ku begitu membagongkan 🤭 aku tipe penulis yang nulis nggak bisa dalam keadaan rame suasananya 😁

mudah-mudahan bisa up lagi... tapi jangan di tunggu, karena di karya ini up ku memang santuy banget... nuhun ya 😘**

1
Puput Gendis
kisah nami sm kala ada gak author 🥰
Ira Suryadi
Luar Biasa
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Dina Okta
hallo kk cida kk teman nya KK jus kelapa yaaa??? aku pembaca nya karya kk njusss.izin mampir ya di karya kk🙏🙏🙏
Vlink Bataragunadi 👑
woooow kereeeeen asliii/Angry/
Vlink Bataragunadi 👑
hooh ih, ribet deh wanita.... termasuk aku /Facepalm/
snow Dzero
Luar biasa
SariRani
Baguuus ❤️
SariRani
Baguus bangeeet 😭
Kezie fitri
chida kemana ya?

ini udh 2024 lloh hampir 2025, udh lama ga apdate novel baru, semoga KA chida baik2 Ajja ya
May Keisya: dmn Thor yg KBM bkn
total 2 replies
Aisyah Zahra
ganggu aja sih tedy bear /Joyful/
Aisyah Zahra
kasian juga diposisi jenna
Wina Destania
ihh Raka nyebelin kesannya jadi azura yang nyosor
Wina Destania
baca ulang 2024 sangat menghibur untuk aku yang lagi kehilangan baca ini berulang ulang ngerasa benar ada sosok seperti raka
Chida: lelaki redflag banyak kak makanya kudu kita green in🤭
total 1 replies
May Keisya
apakah bima???
mamaqe
keren
Lee Yana Mariyaanie
omooo...genk duda akutt...omooo..kangen dean iiih......
Mega Girl
smua certa y bagus² semua, semangat sellau thor
Mega Girl
maniss bgt cerita² y, semamgat selalu thor
w03lan7ulian
Luar biasa
Kᵝ⃟ᴸ _ᵉᵖʰᶦ
aaaaaa gk nyangka akhirnya aq baca sampai end....
konfliknya ringan tapi sweet 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!