NovelToon NovelToon
Perjalanan Alma Mencari Ibu

Perjalanan Alma Mencari Ibu

Status: tamat
Genre:Komedi / Petualangan / Peningkatan diri -peningkatan kemmapuan / Murid Genius / Chicklit / Tamat
Popularitas:772.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rudi Hendrik

Alma Fatara memiliki kisah masa bayi nan kelam. Kelam karena ia dibuang ke laut luas dan kelam karena belum diketahui ia anak siapa. Anak manusia atau anak ikan.

Setelah menuntaskan masa bergurunya di bawah asuhan Pemancing Roh dan Pangeran Kumbang Genit, Alma Fatara memulai perjalanan keduanya, yaitu pergi mencari orangtua kandungnya dengan hanya bermodal sebuah gelang emas.

Pusaka legenda Bola Hitam yang menjadi miliknya, justru memancing kedatangan orang-orang sakti untuk merebutnya, menciptakan ancaman kematian berkali-kali di dalam perjalanannya.

Kali ini, Alma yang dijuluki Dewi Dua Gigi, didampingi oleh lima sahabatnya yang setia dan kocak. Meski perjalanan mereka penuh bahaya dan maut, tetapi tawa dan bahagia melimpah dalam hidup mereka.

Kejutan besar menanti Alma saat ia akan bertemu dengan kedua orangtuanya. Siapkan diri Anda untuk terkejut dan tertawa!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rudi Hendrik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pete Emas 20: Perjanjian Telaga Emas

*Petaka Telaga Emas (Pete Emas)*

“Pasukan Siluman Ikan dataaang!” teriak seorang warga Desa Rangitan yang pertama kali melihat kemunculan satu per satu sosok Siluman Ikan di tengah Telaga Emas.

Ki Jolos dan sebagaian warganya yang masih berkumpul di pantai, menunggu kepulangan Alma Fatara, jadi terkejut. Alma yang mereka tunggu, tapi kenapa justru pasukan Siluman Ikan yang muncul.

Mereka semua bangkit berdiri dan memfokuskan pandangan mereka ke tengah telaga.

“Sesuatu pasti terjadi terhadap Alma,” duga Anjengan.

“Si-si-siapkan diri ka-ka ….!”

“Siapkan diri kakak!” teriak Juling Jitu mendahului teriakan Gagap Ayu.

“Bukan!” bentak Gagap Ayu kesal sambil menendang bokong Juling Jitu. Ia lalu berteriak kembali kepada seluruh orang, “Si-si-siapkan diri ka-ka-kaliaaan!”

“Ambil senjataaa!” teriak Jalu Segoro.

Maka, serentak para lelaki Desa Rangitan berbalik dan berlari menuju rumah masing-masing untuk mengambil senjata, senjata yang paling berbahaya yang mereka miliki. Meski kemudian, mereka datang dengan ada yang membawa jangkar, cangkul, dayung, jala, golok, tombak ikan, hingga panah. Sinjor datang dengan membawa golok dan tombak milik ayahnya.

Mereka semakin tegang ketika rombongan Siluman Ikan semakin dekat. Jumlahnya ada puluhan orang. Rombongan yang kini berjalan di atas bidang es yang luas itu dipimpin oleh Totol Au dan Jen Sorea.

Totol Au kini mengenakan mahkota milik mendiang Raja Cucutgada sebagai Raja Siluman Ikan.

Ketika Raja Totol dan pasukannya sudah tiba di ujung bidang es yang berjarak tujuh tombak dari garis pantai, ia memberi perintah.

“Pasukan Siluman Ikaaan!” teriak Raja Totol keras menggelegar.

“Pasukan Desa Rangitaaan!” teriak Iwak Ngasin pula.

“Selamatkan diriii!” teriak Ki Jolos pula, mengejutkan Iwak Ngasin dan ketiga sahabatnya.

Sontak Ki Jolos dan seluruh warganya berbalik arah dan lari terbirit-birit sebelum para Siluman Ikan menyerang dengan sinar merahnya yang menghancurkan.

Sementara Iwak Ngasin, Juling Jitu, Anjengan, dan Gagap Ayu sudah siap dengan ilmu pamungkasnya masing-masing.

“Hahahak ….!

Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh suara tawa perempuan yang sangat khas dan mereka kenali, yaitu suara Alma Fatara.

Alma Fatara tahu-tahu sudah berada di pantai. Posisinya bahkan dilewati oleh para lelaki desa itu, termasuk Ki Jolos. Mereka sontak berhenti berlari dan memandangi sosok wanita berjubah hitam yang basah kuyup.

“Alma?” sebut Ki Jolos bertanya, ia khawatir salah mengenali orang.

“Alma! Woi, ini Alma!” teriak Sinjor kepada seluruh warga.

“Hahahak …!” Alma tertawa sampai membungkuk memegangi perutnya.

Set! Dak!

“Akk!” jerit Sinjor yang mulutnya terkena hantaman kerikil karang yang dilesatkan oleh Anjengan.

Maksud Anjengan adalah menimpuk Alma, tetapi Alma dengan mudahnya mengelak sehingga timpukan itu mengenai Sinjor.

Sinjor memegangi bibirnya yang berdarah sambil mengerang kesakitan.

“Hahaha!” Alma tambah tertawa melihat nasib Sinjor.

“Alma Gendeng! Apa yang kau tertawakan?!” teriak Anjengan.

“Siluman Ikan sudah tinggal melompat!” teriak Iwak Ngasin pula, panik.

“Tenaaang … tenang! Hahaha!” seru Alma sambil mengangkat kedua tangannya dan tertawa rendah.

Gadis cantik jelita itu berjalan tenang menuju ke garis pantai, seolah siap menantang pasukan Siluman Ikan. Dan akhirnya, Alma Fatara berhenti dengan berkacak pinggang. Ia sedikit mengangkat dagunya seraya memandangi Raja Totol Au.

“Hormat sembah kami kepada Ratu Dewi Dua Gigi!” seru Raja Totol sambil turun bersujud di atas lantai es.

“Hormat sembah kami kepada Ratu Dewi Dua Gigi!” seru Ratu Jen Sorea dan seluruh prajurit Siluman Ikan bersamaan, sambil bergerak turun bersujud.

Mereka seolah tidak masalah dengan hawa dingin es yang menusuk tulang.

“Hah!” kejut berjemaah Ki Jolos dan warganya, termasuk Iwak Ngasin dan ketiga sahabat Alma lainnya.

“Bangunlah kalian semua, wahai rakyatku!” seru Alma laksana seorang ratu di cerita dongeng.

Maka Raja Totol dan seluruh prajurit Siluman Ikan kembali bangkit dan berdiri gagah di dalam barisan.

Di saat yang lainnya terkejut takjub tidak habis pikir, Ki Jolos tiba-tiba berteriak. Ia merasa dirinya tersadar.

“Alma! Jadi selama ini kau adalah Ratu Siluman Ikan?” hardik Ki Jolos dengan wajah sangat marah.

“Tenang dulu, Paman. Bukan selama ini, tetapi mulai hari ini aku adalah ratunya bangsa Siluman Ikan. Semua bangsa Siluman Ikan tunduk di dalam perintahku. Aku telah membunuh Raja Siluman Ikan. Daripada mereka aku bunuh semua, lebih baik aku selamatkan mereka dengan aku yang menjadi ratunya,” jelas Alma dengan gamblang.

“Lalu untuk apa mereka datang dengan pasukan sebanyak ini? Satu prajurit saja kami tidak akan selamat, apalagi sebanyak itu!” tandas Ki Jolos.

“Tenang, Paman. Mereka semua sudah berjanji kepadaku bahwa mereka tidak akan membunuh manusia lagi, kecuali manusia yang mengancam membunuh mereka. Maka aku pastikan, Siluman Ikan di bawah perintahku, tidak akan mengganggu kalian lagi. Bangsa Siluman Ikan dan bangsa manusia akan hidup berdampingan, rukun dan damai, penuh toleransi dan sejahtera sampai ke anak cucu!” seru Alma seperti seekor poli tikus yang sedang berkampanye mau jadi Anggota Dewan Perwakilan Tikus, disingkat Dapet.

“Oh, jadi begitu,” ucap Ki Jolos, berubah lunak. Kemarahannya raib terbawa angin telaga yang dingin. “Maafkan Paman, Alma.”

“Tidak apa-apa, Paman. Maklum darah orang tua. Hahaha!” kata Alma.

“Jadi untuk apa kau bawa mereka ke sini, membuat panik saja?” tanya Anjengan sewot.

“Boleh dong aku pamer? Hahaha!” sahut Alma. Namun kemudian katanya, “Aku sudah menunjuk seorang siluman sebagai raja setelah aku pergi. Mereka aku bawa kemari untuk menyepakati perjanjian damai antara bangsa Siluman Ikan dengan warga Desa Rangitan. Apakah kalian setuju untuk berdamai dengan Siluman Ikan?”

“Setujuuu!” teriak seluruh warga lelaki, kecuali Ki Jolos.

“Setuju!” kata Ki Jolos menyusul.

“Jika demikian, perundingan kita lakukan di balai desa!” kata Alma.

Maka, kembalilah Ki Jolos dan seluruh warga desa ke permukiman, tepatnya di balai desa. Seketika itu juga, seluruh warga Desa Rangitan dibuat heboh, terutama kalangan wanita dan anak-anak.

Baru kali ini mereka kedatangan tamu dari bangsa Siluman Ikan yang selama ini meneror mereka. Kali ini Siluman Ikan datang dengan damai. Ini akan menjadi hari bersejarah.

Pada akhirnya, Ki Jolos bersama beberapa orang terkuat dan kepercayaannya duduk berhadapan dengan Raja Totol Au dan Ratu Jen Sorea. Di belakang raja dan ratu Siluman Ikan duduk empat punggawa prajurit yang baru saja ditunjuk.

Meski damai, tetap saja suasananya menegangkan, karena kubu Siluman Ikan pembawaannya sedingin es tanpa senyum. Memang, mulut Siluman Ikan sulit untuk menunjukkan ekspresi senyum. Bagi mereka, tersenyum justru akan menjatuhkan wibawa mereka sebagai kaum terkuat di Telaga Emas dan sekitarnya.

Sementara itu, Alma Fatara dan keempat sahabatnya duduk berlaku sebagai saksi. Alma tetap menempatkan Raja Totol sebagai pemimpin dari bangsa Siluman Ikan.

Pihak Desa Rangitan harus menyampaikan apa-apa saja yang mereka harapkan dengan bangsa Siluman Ikan tetap tinggal di telaga itu. Sebaliknya demikian, pihak bangsa Siluman Ikan juga menyampaikan hal-hal yang mereka inginkan.

Masing-masing pihak menyepakati perkara-perkara yang tidak merugikan mereka, tetapi ada juga perkara yang mereka saling tidak setuju. Perkara yang tidak bisa disepakati, terpaksa dikesampingkan.

Maka barulah mereka membuat catatan sejumlah poin setelah mereka semua sepakat.

Setelah poin-poin kesepakatan ditulis di sebuah kulit kambing kering, barulah pakta itu ditandatangani oleh Raja Totol, Ki Jolos dan Alma Fatara dengan tanda tangan zaman itu.

Kesepakatan dua bangsa itu dinamai Perjanjian Telaga Emas.

“Seharusnya perjanjian dan perdamaian ini kita rayakan, Paman,” kata Alma Fatara.

“Baik, kita berpesta!” teriak Ko Jolos yang semangatnya mendadak muda lagi.

“Hahahak!” tawa Alma Fatara. (RH)

******************

Ini adalah chapter terakhir dari seasson "Petaka Telaga Emas (Pete Emas)". Chapter berikutnya adalah awal dari seasson berikutnya, yaitu .....

Jangan lupa dukung selalu "Alur Cinta Si Om Genit" dengan vote, like, komen dan gift-mu, karena chat story Om sedang ikut lomba hingga Januari 2022. 

1
MARQUES
temennya gagap malah di ketawain dsr temen lucknut🤣
Umar Muhdhar
1
asta guna
sejauh ini. ini yg paling jauh dan seimbang jika berperang dg sanggana kecil. bahkan bisa mengalahkan pasukan sanggana meskipun ada 8 Dewi bunga, karena Alma selalu ngasih senjata2 level pro kepada abdi2nya yg nota benenya jg udah sakti
asta guna
ha-ha-ha bar bar sekali kau om rudi
asta guna
ha-ha-ha setan kau om author, pake menjelaskan lubang hidung segala. rusak dong imaginasiku
Om Rudi: jiahahahaha sabar Kang Mas
total 1 replies
asta guna
visualisasine koyok Hulk
Om Rudi: hulk nenek nenek
total 1 replies
asta guna
wuih sadis coek... lanjutkan kesadisanmu om rud
asta guna
ha-ha-ha lowbat, anjay
Om Rudi: jiahahahaha
total 1 replies
Dida Madu Pati
/Facepalm/
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂𝘾𝙝𝙖𝙣♕⃟ᶜᶻⱽѕ⍣⃝✰
anjengan itu ya lucu udah tau kalah Mulu pke ngajak berantem
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂𝘾𝙝𝙖𝙣♕⃟ᶜᶻⱽѕ⍣⃝✰
kedua saudara kalau bertengkar itu hal biasa tp kalau udah adu fisik ngeri juga
❤️⃟WᵃfB∆rokah99 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
wah, alma. klu mau main yg bener, jangan kayak orang ngajk berkelahi. kasihan juling jitu, namanya jd melekat gitu sbb matanya mmg juling
❥␠⃝ ͭ🍁MH-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: kalo ngikutin ceritanya seru banget... kocak parah... 😅😅
total 1 replies
❤️⃟WᵃfB∆rokah99 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
selamet lara, merupakan nama berdasarkan kisah hidupnya. namanya ortu, pasti berharap anaknya selamat ketika hadir diduni, namun krn sering sakit jd loro, alias lara
🍒⃞⃟🦅🦁ᵃʳᵗʰᵃanvarouv🍉🔥
Alma seperti ketua geng deh, berkomando segala🤭🤣
❥␠⃝ ͭ🍁MH-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: kelak jd seorang Ratu tanpa istana 😅😅😅
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅🦁ᵃʳᵗʰᵃanvarouv🍉🔥
Alma ada2 aja tingkahnya
🍒⃞⃟🦅🦁ᵃʳᵗʰᵃanvarouv🍉🔥
ah kok bisa ada bayi, ibunya tega sekali
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
alma buat nama nya wkwkwk, sungguh terlalu
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
repot denger orang gagap
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
wehh keren ini pendekat desa iwakleket
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
😂😂🤣😂🤣terimakasih om sudah menghibur kami
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!