NovelToon NovelToon
Rhapsody Cinta Selia

Rhapsody Cinta Selia

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Supernatural / Fantasi Wanita / Ahli Bela Diri Kuno / Bad Boy / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:831.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Al Orchida

Ini adalah kisahku dalam menunggu cinta pemuda yang kata peramal keluarga adalah keturunan ksatria.

Pemuda yang katanya menguasai ilmu-ilmu Jawa yang sudah tua umurnya.

Pemuda yang membuatku takut akan terkena mantra peletnya saat berjumpa pertama kali dengannya.

Pemuda yang banyak pacarnya, yang untuk mendapatkannya aku harus antri dan berebut dengan wanita lainya.

Namaku Selia, wanita yang terjebak cinta paranormal muda tapi tidak diceritakan dalam petualangan asmaranya.

Kan kam*pret namanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al Orchida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ch 25

Tidak biasanya, Al yang penuh canda kali ini hanya mengemudi dengan diam. Kami menghabiskan perjalanan dari kampus ke entah kemana ini dengan membisu. Aku tak berniat bertanya tujuannya membawaku, yang jelas ini bukan arah pulang ke rumahku atau ke rumahnya.

Lebih jauh mengingat apa yang kulihat tadi, hatiku masih ngilu. Baru kemarin kami menghabiskan waktu bersama untuk makan malam romantis. Bahkan buket bunga mawar merah yang diberikannya saat mengantarku pulang masih segar saat aku tinggalkan di kamar tadi pagi. Tapi apa ada artinya semua itu sekarang?

Dia melepas safety beltku masih dengan diam, aku tentu saja malas turun. Deretan bangunan dua lantai di depanku menimbulkan pertanyaan yang tidak aku sampaikan. Dia membuka pintu dari luar dan memintaku turun hanya dengan mata rumitnya. Selanjutnya menautkan tangannya pada jariku agar aku mengikutinya.

Masuk ke dalam salah satu bangunan itu aku disambut ramah oleh salah satu karyawannya yang ikut makan-makan kemarin malam. Ternyata ini tempat Al bekerja. Di lantai dua aku juga bertemu dengan cewek yang mengenalkan diri sebagai admin, Mbak Windy.

Dia tersenyum lebar padaku, "Mbak Selia mau minum or makan apa?"

Aku ikut Al masuk ruangannya dan tidak sempat menjawab pertanyaan Mbak Windy, hanya tersenyum singkat sebelum pintu tertutup rapat.

"Minum apa, Beb?"

Aku melirik lemari pendingin minuman yang sedang dibukanya, isinya hanya air mineral, sari buah dan cola.

"Apa saja."

Al meletakkan tiga jenis minuman di atas meja dan mengambil duduk di sofa berseberangan denganku. Kenapa aku jadi merasa seperti rusa yang sedang diintai singa besar ya?

Dia hanya mengamatiku sambil minum cola. Aku yang merasa jengah dengan matanya mengambil sari buah dan juga meminumnya, membasahi kerongkongan yang rasanya kering mendadak.

"Kamu marah?" Dia bertanya dengan nada datar.

"Aku nggak tau punya hak marah atau nggak di sini," jawabku lembut tercekat.

"Aku nggak mau kamu marah sama aku, Beb!"

Ini laki gimana sih?

"Iya, ini nggak lagi marah," jawabku getir. Nggak marah tapi kesel, kecewa dan kawan-kawannya.

"Kalau nggak marah duduknya pindah sini deket aku," undang Al dengan senyum manisnya.

Dia memang tukang sihir, aku berdiri dan pindah tempat duduk di dekatnya. Spontan dia menarik tanganku agar merapat padanya, rupanya dia ingin memberikan pelukan perlindungan pada hati yang sedang terluka.

Kepalaku menyandar di dadanya dan kurasakan belaian lembut pada rambutku. Dua tetes air mata mengalir melewati pipiku.

"Maaf ya, Beb. Aku nggak bermaksud bikin kamu sakit hati," bisiknya sedih.

"..." Aku mengusap pelan air mataku. Aku nggak mau Al tau aku menangis tanpa suara.

Aku berusaha tidak peduli, meskipun pikiranku penasaran dia habis ngapain aja sama Wulan.

"Aku nggak ngapa-ngapain sama Wulan, Beb. Dia marah sama aku karena dia pikir aku memantrainya."

"..." Ehh, artinya aku tidak salah mengambil kesimpulan dari ucapan Wulan kemarin.

"Aku akui itu salahku, aku iseng mengganggu mimpinya. Tapi secara nyata aku nggak pernah ada hubungan sama dia." Lanjut Al tanpa merasa ada sesal dengan tindakannya.

Iya, tapi kamu masih aja cinta sama Wulan. Itu yang bikin hatiku sakit. Bahkan kedekatanmu dengan Lucia dan Risa tidak berdampak sedalam ini padaku.

"Apa aku menggores terlalu dalam?" Tanya Al menyelidik.

Ini nggak peka apa pura-pura sih?

Aku diam saja sampai dia mengangkat daguku agar melihatnya.

"Perlu dijawab?" Tanyaku nanar.

Dia menggeleng pelan, mungkin tau bahwa aku tidak mampu mengutarakan isi hatiku yang sebenarnya. Dia melingkarkan tangannya erat dan kembali membiarkanku bersandar di dadanya.

Aku pernah mendengar beberapa orang mendapatkan kemampuan untuk menjelajahi mimpi orang lain. Mungkin karena Al tidak punya kesempatan untuk mendekati Wulan yang tak tersentuh itu, dia menggunakan cara yang tidak lazim untuk mendatangi Wulan. Terlalu penasaran.

Dia tidak pernah sekalipun datang ke dalam mimpiku, bagaimana aku tidak cemburu kalau begini ceritanya?

"Tapi aku kan selalu datang padamu di alam nyata, Beb. Bukankah itu artinya kamu mendapatkan porsi lebih banyak daripada Wulan?"

"Ehh…" Aku memukul dadanya kesal.

Dia menangkap tanganku dan meletakkan di pipinya, secara reflek aku mengusapnya dengan lembut dan sayang.

Matanya memelas seperti anak kucing kehilangan induk, apa aku juga harus mulai menggaruk lehernya seperti kucing betulan?

"Apa aku sudah dimaafkan?"

Huh, mudah sekali hatiku dibolak balik olehnya. Aku mengangguk ringan dengan sebuah senyuman ikhlas memaafkan. Oh my… apa yang sudah kulakukan!

Demi cinta…!!!

"Thanks, my love." Suaranya sangat pelan, bahkan lebih pelan dari hembusan angin dari penyejuk udara ruangan ini.

Ehh… aku tidak dengar, Al. Bisakah diulang dengan kata saja, jangan begini hmppp… bibirnya sudah menyentuh lembut dan minta dibalas. Memberikan sensualitas dan janji manis yang bisa dilakukan oleh sebuah ciuman.

Kalau harus dengan gayanya yang intim seperti ini cara menyelesaikan masalah, aku nurut aja. Menikmati hari ini sebelum esok. Waktu yang masih belum kutau bakal lebih baik atau buruk. Paling tidak dia menciumku dengan waras, dengan mata jernih dan tidak memanfaatkan suasana.

Ibunda bilang saat terbaik bersama dengan pasangan adalah saat seperti ini, saat masalah telah menguap dan berganti dengan perasaan takut kehilangan yang lebih dalam.

"Pada dasarnya pertengkaran itu hanya bentuk dari ungkapan saling membutuhkan, Diajeng." Kata ibunda suatu saat.

"Bagaimana dengan perasaan cemburu, Ibunda?"

"Itu hanya akan memupuk rasa curiga dan membuatmu tersiksa!"

Aku belum pernah jatuh cinta sebelumnya, jadi mengaplikasikan apa yang dikatakan ibunda tidaklah mudah. Tapi dengan pengalaman Beliau, aku yakin pendapat itu bisa dikatakan sebagai pedoman untuk pemula sepertiku.

Al melepas bibirnya tapi tidak dengan pelukannya, tangannya masih bermain di rambutku saat kami mulai mengobrol dan bercanda. Yeah, Ibunda ada benarnya, aku merasa lebih bahagia hanya dengan keluar sedikit air mata.

"Kamu juga dapat undangan dari temanmu itu?" Tanya Al merapatkan pelukan dan mencium kepala bagian belakang lalu menempatkan kepalanya di sebalah kanan, menempel pada pipiku.

"Wulan?" Tanyaku hati-hati.

"Hem…," jawab Al singkat. Hembusan nafasnya terasa lebih berat.

"Undangan apa?"

"Dia akan bertunangan."

"..." Aku nggak tau harus bahagia atau sedih. Bahagia karena Wulan akhirnya terikat dengan orang lain, sedih karena aku sepertinya ikut merasakan kesedihan Al walaupun dia tidak menunjukkannya.

"Dia bolos tadi, kami tidak bertemu di kelas. Aku hanya melihat dia turun dari mob…" Aku diam menunggu reaksinya, sengaja menggantung kata-kata.

"Mungkin besok. Aku saja diundang, pastinya kalian semua akan mendapatkan undangan yang sama."

"Kamu datang?"

"Iya. Dia ingin melihatku datang dengan pasangan. Itu pertunjukan darinya agar aku tidak lagi mengganggunya, Beb!"

Yeah, pertunangan adalah semacam pengakuan atau apapun itu untuk membatasi orang ketiga datang mengganggu hubungan yang mulai serius. Aku paham.

"Lalu, kamu akan pergi dengan siapa?" Aku hampir tak mendengar suaraku sendiri saat bertanya lembut.

"Lucia." Jawabnya tak kalah lirih, tapi tetap terasa seperti sengatan listrik tingkat tinggi pada tubuhku. Hatiku terbakar lagi, cemburu.

"Tapi… kenapa? Apa aku tidak pantas?"

Aku tiba-tiba membandingkan diriku dengan Lucia. Aku nggak kalah cantik, aku juga seksi. Aku lebih tinggi, aku… jadi apa yang membuat Al lebih memilih pergi dengan Lucia daripada denganku?

"Pergilah dengan Kalingga."

"Al…!!!" Protesku kesal dengan mata kembali berkaca.

"Aku belum bisa melindungimu jika terjadi sesuatu denganmu, Beb."

Fix, aku adalah sumber kelemahannya. Untuk itu aku jadi semacam koleksi pribadi yang tidak bisa dia pamerkan pada khalayak umum.

"Apa aku tidak bisa menjadi kekuatan untukmu?"

Aku mau belajar lebih banyak lagi Al. Bukan hanya sekedar empat mantra itu, jeritku dalam hati.

Al memejamkan mata, pikirannya mungkin sedang overload. "Beb, bisakah kamu menurut saja tanpa banyak bertanya?"

Aku mengangguk pelan. Begitulah aku selalu diajarkan, menurut dengan pasangan. Meskipun Al masih belum jadi suami, anggap saja latihan!

"Iya, aku percaya padamu," ungkapku lembut meski sedikit pedih. "Aku akan meminta Lingga menemaniku."

Huh, bisa gede kepala itu Raden Kalingga Mahawira Putra Adiwijaya.

***

1
Yuu Puttichai Kasetsin
kalau di kampungku dipanggil nya putu dengdengan (kesayangan)
Yuu Puttichai Kasetsin
Betul eyang, kasih waktu nya jgn lama2. keenakan si Al, Tau sih dia Duda premium tapi ga gitu juga keleess gatungin anak gadis orang
Dahayu Sendu
kak, ini beneran mantra nya bisa di pake? kalo misal udh di beli?
Yuu Puttichai Kasetsin: kalau ad mantra2 ny gitu, pas dbaca bikin merinding sebadan🤣🤣🤣
total 2 replies
Mamake Nayla
Luar biasa
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: terima kasih 🙏
total 1 replies
Antoni Indri
scared. not scary. scary means 'menakutkan'
Ma Vin
udah baca pas 2022, baca lgi di 2025 tetep ajj bikin senyum2 sinting😅, I love selalu karya2mu maz Al🥰
xia~xiaoling
kerenn abis thor...ini nyata kah thor?suka deh ma novel bergenre kyk gini
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: fiktif kak🙏
total 1 replies
bunda aya
aku nangis bombay kak/Sob//Sob//Sob/
bunda aya
penasaran visual al si sejuta pesona
bunda aya
baru tau ada cowok 5G /Joyful//Joyful/
tirta arya
heran thor..masa bapaknya seila ga pernah dikasih peran sacuil pun sih thor..walaupun segede upil keekk...biar keliatan punya bapak gitu lho..
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: iya kak, mau direvisi udah tamat ee, maaf ya😂
total 1 replies
nda_HQ
luaarrrr biasaaaaa... 💜💜💜
nanik sriharyuniati
Luar biasa
Atiqa Fa
sampai sini dulu dah malam g berani lanjut
Atiqa Fa
Raksa punya apa kakak author?
Yuu Puttichai Kasetsin: punya tombak naga kak, warisan papi al
total 1 replies
Omar Diba Alkatiri
lelakunya sama dengan yg pertama Thor?
Omar Diba Alkatiri
ini boleh di praktekkan ga Thor beneran
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: boleh kak
total 1 replies
Omar Diba Alkatiri
ada lelakunya ga Thor kayak puasa atau apa gitu...hahha sekalian belajar
Atiqa Fa
Luar biasa
Atiqa Fa
baca novel mu nggak berhenti merinding thor baik di cerita Al maupun Selia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!