Ilham Maulana merupakan mahasiswa ekonomi yang tinggal disebuah rumah susun. Ia tumbuh sebagai anak indigo, karena kebutuhan ekonomi yang menghimpitnya, ia pun menggunakan kelebihannya itu untuk bekerja sebagai pengusir hantu.
Cerita Ilham semakin seru ketika Ilham bertemu dengan sesosok hantu cantik yang gentayangan. Pertemuan Ilham dan si hantu cantik membuat babak baru dalam kehidupan keduanya. Si hantu cantik bekerjasama dengan Ilham sembari berusaha mencari akal supaya arwahnya berhenti gentayangan.
Hingga lama-kelamaan keduanya saling jatuh cinta. Bagaimanakah kelanjutan kisah cinta pasangan beda dimensi ini, akankah berakhir bahagia ataukah malah sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tentang Akbar Part II
👻
👻
👻
👻
👻
Akbar kecil sangat menderita, dia hidup dengan siksaan dari Ayahnya. Setiap hari Ayahnya selalu menyiksa Akbar tanpa henti walaupun Akbar tidak melakukan kesalahan.
Rasa sakit dan benci yang Akbar rasakan semakin membesar, sehingga tumbuh perasaan ingin membunuh Ayahnya. Dari saat itu roh jahat yang memang sedang mencari media untuk dia hidup, menemukan anak kecil yang mempunyai dendam yang sangat besar.
Roh jahat itu dengan mudahnya memasuki tubuh Akbar kecil dan dari sana, Akbar seperti menemukan kehidupan yang baru. Dorongan untuk membunuh Ayahnya sendiri pun semakin besar dan akhirnya Ayahnya tewas ditangannya sendiri tanpa sepengetahuan Ibunya.
***
Pagi ini Ilham kembali mendapat job, dan dengan semangat Ilham dan Bunga mendatangi sebuah rumah mewah bersama Joko dan Kiwil.
"Apa yang sebenarnya terjadi Nyonya?" tanya Joko.
"Anak saya selalu mengeluh kesakitan dan susah nafas, saya sudah memeriksakan keadaan anak saya ke Dokter tapi Dokter mengatakan kalau anak saya sehat, saya juga sudah bawa ke orang pinter kata dia anak saya diganggu sama hantu perempuan tapi sayang orang pintar itu tidak bisa mengusir hantu itu, dan saya dengar kalian adalah pengusir hantu hebat makannya saya menghubungi kalian untuk mengusir hantu itu," jelasnya.
"Baiklah, apa kami boleh melihat keadaan anak Ibu?" seru Ilham.
"Boleh, mari ikut saya."
Ibu itu pun membawa Ilham dan yang lainnya menuju kamar anaknya. Sesampainya didalam kamar, Ilham dan Bunga sangat terkejut karena seorang perempuan sedang duduk diatas dada anak si Ibu dengan tangannya mencekik si anak.
"Astaga," seru Ilham membuat semuanya menoleh ke arah Ilham.
"Ada apa?" tanya si Ibu.
"Tidak apa-apa Bu."
Hantu itu menoleh kearah Ilham dan Bunga, kemudian menyeringai. Bunga melihat sebuah foto yang tersimpan diatas nakas, itulah foto sang anak laki-laki dengan seorang perempuan.
"Am, coba tanya siapa perempuan itu?" seru Bunga.
"Bu, apa saya boleh tahu, siapa perempuan yang berfoto dengan anak Ibu itu?" tanya Ilham.
"Oh, itu tunangan anak saya tapi dia meninggal karena mengalami kecelakaan dan sejak saat itu kondisi anak saya seperti ini, sering teriak-teriak, mengeluh kesakitan, dan sesak nafas."
"Baiklah, sekarang Ibu lebih baik keluar dulu saya akan berusaha mengusir hantu yang ada disini," seru Ilham.
"Baiklah."
Akhirnya Ibu itu keluar, begitu pun dengan Joko dan Kiwil mereka seperti biasa hanya menjadi pemeran dibalik layar.
"Kenapa kamu mengganggu dia?" tanya Bunga.
"Dia adalah tunanganku, aku sangat mencintainya dia berjanji akan terus mencintaiku tapi nyatanya dia sudah berselingkuh dan menjalin hubungan dengan wanita lain," sahut hantu itu.
"Kamu itu sudah mati, kamu tidak berhak mencampuri urusan dia lagi. Lagipula dia tidak selingkuh tapi dia mencoba menjalin hubungan dengan wanita lain dan itu wajar karena dia juga ingin bahagia," seru Ilham.
"Tidak bisa, dia hanya milikku dan selamanya akan menjadi milikku. Aku akan berusaha membawa dia ikut denganku, jadi kalian tidak usah mencampuri urusanku," bentak hantu itu.
Secepat kilat hantu itu sudah mencekik Ilham, tentu saja Bunga tidak tinggal diam dia langsung menghantam hantu itu hingga tubuhnya membentur dinding.
"Pergi ke alammu, jangan ganggu dia lagi kalau kamu sangat mencintai dia, biarkan dia bahagia dan mencari kebahagiaannya," seru Ilham.
"Tidak bisa, pokonya dia harus ikut denganku," teriak hantu itu.
Pertarungan pun akhirnya tak terhindarkan, mereka bertiga bertarung dengan sengitnya hingga akhirnya dengan sekali hantaman Ilham memukul hantu itu hingga lenyap tak bersisa.
Laki-laki itu pun terbangun dari tidurnya...
"Siapa kamu?" tanyanya.
Pintu pun terbuka memunculkan Ibunya dengan Joko dan Kiwil dibelakangnya.
"Rizal, kamu sudah bangun."
"Mereka siapa Ma?" tanya laki-laki yang bernama Rizal itu.
"Mereka adalah pengusir hantu Nak, bagaiamana apakah hantunya sudah pergi?" tanya Ibu itu.
"Sudah, ternyata hantu yang selama ini mengganggu anak Ibu adalah tunangannya yang sudah meninggal. Dia ingin membawa anak Ibu pergi dengannya karena dia tidak rela melihat Rizal menjalin hubungan dengan wanita lain, tapi tenang saja sekarang hantu itu sudah lenyap," seru Ilham.
Rizal hanya menunduk lemas, dia tidak menyangka kalau tunangannya itu akan melakukan hal seperti itu.
"Kalau begitu, kami permisi dulu."
"Iya, terima kasih ya sudah membantu."
"Sama-sama Bu."
Keempatnya pun keluar dari rumah itu...
"Astaga, ternyata masalah percintaan ya makannya Wil kamu jangan terlalu cinta sama wanita apalagi sampai jatuh cinta beda alam bahaya, karena bagaimana pun cinta beda alam itu tidak akan pernah bisa bersatu," seru Joko.
Ucapan Joko seakan menjadi tamparan bagi Bunga, dia sadar Bunga dan Ilham beda alam tidak mungkin mereka bisa bersatu, tanpa berkata apapun Bunga pun langsung menghilang.
Ilham menyadari perubahan wajah Bunga, hingga Ilham pun langsung pulang ke rumah susunnya dan mencari Bunga. Benar saja dugaan Ilham, Bunga sedang duduk sendirian di tooftop.
"Kamu kenapa, main ngilang gitu aja?" tanya Ilham.
"Yang diucapkan Joko benar Am, kita itu tidak akan pernah bisa bersatu bagaimana pun kita itu sangat berbeda jauh."
Ilham membalikkan tubuh Bunga sehingga mereka saat ini berhadapan satu sama lain.
"Kamu jangan pikirin ucapan orang aneh itu."
"Tapi Am, ucapan Joko memang benar. Aku hanya hantu dan aku tidak seharusnya menjalin hubungan dengan seorang man----"
Ucapan Bunga terhenti karena Ilham menarik wajah Bunga dan malah menciumnya. Bunga sangat terkejut dengan perlakuan Ilham, tidak lama kemudian Ilham pun melepaskan pungutannya.
"Kamu jangan khawatir, aku sama sekali tidak peduli dengan apa yang diucapkan oleh orang lain, jadi percayalah padaku," ucap Ilham.
Bunga hanya mampu menganggukkan kepalanya dengan malu-malu.
***
Akbar sedang merenung didalam kamarnya, dia membolak-balik sebuah buku dan pastinya didalam buku itu tertulis sesuatu yang entah apa hanya Akbar yang tahu.
Akbar kembali menyimpan buku itu dan hendak keluar dari rumahnya tapi pas didepan pintu, Akbar berpapasan dengan Akbar yang baru saja turun dari rooftop.
"Kamu habis ngapain diatas, Am?" tanya Akbar.
"Ah, aku hanya ngadem saja. Kamu mau kemana?"
"Tadinya sih aku mau cari kopi, tapi setelah melihat kamu mau ngopi bareng denganku? aku males kalau ngopi ga ada teman," seru Akbar.
"Boleh."
Akbar pun mempersilahkan Ilham masuk kedalam rumah petaknya, tidak lupa Akbar pun sedikit melirik ke arah Bunga.
Baru pertama kali ini Ilham masuk ke dalam rumah petak Akbar, rumahnya sangat bersih dan tertata rapi.
"Ini Am kopinya."
"Terima kasih."
"Oh iya, kok aku lihat wajah kamu berseri-seru ya apa saat ini kamu sedang bahagia?" tanya Akbar.
"Ya begitulah Bar, aku sedang bahagia."
Sedangkan Bunga, dia asyik bermain dengan kucing milik Akbar. Kucing itu terus berlari menuju kamar Akbar yang terbuka, Bunga mengikutinya. Sesampainya di kamar Akbar, kucing itu terus saja mencakar-cakar meja kerja Akbar seolah-olah memberi isyarat kepada Bunga untuk mengambil barang yang ada diatas meja kerja itu.
Perlahan Bunga mendekat, di atas meja terlihat sebuah buku yang sangat menarik perhatian Bunga karena covernya sangat bagus, tapi disaat Bunga ingin menyentuh buku itu, Akbar masuk ke dalam kamarnya.
Bunga terkejut, kucing itu pun langsung berlari keluar kamar. Akbar mulai melangkahkan kakinya mendekat kearah Bunga, disaat posisi Akbar hanya beberapa langkah saja dengan Bunga.
"Akbar..." panggil Ilham.
"Iya Am."
"Bar, aku pulang dulu ya."
"Oh oke, lain kali kita ngopi bareng lagi ya."
"Siap, kalau kamu butuh teman untuk ngopi kamu datang saja ke rumahku."
Akbar tersenyum dan menganggukkan kepalanya, sedangkan Bunga memanfaatkan situasi itu untuk menghilang. Ilham pun keluar dari rumah petak Akbar.
Akbar membalikkan tubuhnya dan mendekat menuju meja kerjanya. Dilihatnya buku yang menurut Bunga memilik cover yang sangat bagus itu, kemudian Akbar membalikkan buku itu dan tertera nama seseorang disana.
"Bunga Anggraeni, untung saja dia tidak sempat membuka buku ini," gumam Akbar dengan senyumannya.
👻
👻
👻
👻
👻
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU