NovelToon NovelToon
Cintamu Menjadi Canduku

Cintamu Menjadi Canduku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 5
Nama Author: Nofiya Hayati

Allesya si Gadis muda polos nan cantik jelita namun sangat berisik dan apa adanya. Tergila-gila pada pria dewasa bernama Sean Willson yang merupakan cinta pertamanya.

Sean Willson, CEO muda dianugerahi muka tampan bak pahatan patung Dewa Yunani. Berganti-ganti pasangan guna mengalihkan hatinya yang belum bisa move on dari seorang wanita yang merupakan istri dari sahabatnya. Satu makhluk yang selalu dihindari Sean, yaitu Allesya.

Pada suatu hari, Sean menoreh luka yang mendalam di hati Allesya. Ketika si Gadis memilih menjauh, Sean justru datang membawa segudang cinta agar ia kembali.

Allesya :

"Aku rela menjadi manusia paling bodoh di dunia agar ada tempat bagiku di hatinya. Namun adakalanya aku terjatuh pada titik terlelah untuk mengejar cinta yang nyatanya tak mampu ku gapai."

Sean Willson:

"Aku baru merasakan sebuah kekosongan setelah ia menjauh. Sepertinya, cintanya menjadi candu untukku."

Bagaimanakah kisah manis cinta sepasang anak manusia tersebut?

Di simak yuk🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nofiya Hayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Setelah membeli apa yang memang diperlukan, Allesya dan Sean keluar dari supermarket. Muka masam yang sedari tadi melekat pada muka Allesya begitu menarik perhatian Sean sedari tadi.

"Mukamu sangat jelek," ledek Sean setelah menghentikan langkahnya.

Allesya melempar muka cemberutnya ke arah Sean dengan lirikan tajam mengintimidasi. "Aku sekarang sedang kesal Kak Sean. Hah..! Berbelanja denganmu itu sungguh melelahkan. Lain kali bungkus mukamu terlebih dahulu sebelum keluar agar para wanita-wanita genit itu tidak menggodamu," sungut Allesya.

"Aku sampai harus mati-matian menghalangi para mamalia kelaparan itu agar tidak menyerbumu. Hiihh..!.Mereka sungguh bringas dan mengerikan," semburnya kembali. Meluapkan segala kekesalan yang mengganjal di hati.

"Apa bedanya kau dengan mereka? Bukankah kau juga mengejar-ngejarku?" timpal Sean menerbitkan senyuman meledek.

"Aku berbeda dengan mereka, dan tidak akan pernah sama. Aku tidak seganas mereka. Dan aku lebih cantik, imut, dan menggemaskan," sanggah Allesya diikuti kenarsisan tingkat dewi penghuni kahyangan.

Sean mendengus geli lalu menyentil gemas kening Allesya.

CETAK!

"Aw! Sakit...," ia mengaduh seraya menyusap bagian kening yang baru saja menjadi sasaran sentilan nakal Sean.

"Iya.. Iya.. kau memang berbeda dari yang lain," aku Sean yang sukses membuat Allesya tersenyum senang dengan mata kembali berbinar cerah menghempas mimik muka masam dan perasaan muram.

"Oya Kak Sean terimakasih ya untuk ini," ucap Allesya seraya mengangkat dua paper bag berisi belanjaan di masing-masing kedua tangannya.

"Hm," balas Sean yang terdengar seperti dengungan lebah.

"Hish! Responmu sangat menyebalkan," sungut Allesya. "Oya Kak, ini tolong berikan kepada Tante sarah dan Kakek Henry ya," sambung Allesya kembali seraya menyodorkan salah satu paper bag ke arah Sean.

"Apa ini?"

"Ini Greek yogurt untuk Tante Sarah dan Kakek Henry. Rasa blueberry kesukaan Tante. Kalau Kakek suka yang rasa plain. Ini bagus untuk kesehatan mereka. Apalagi Tante sering susah tidur bukan, dan Kakek Henry juga sering mengeluh masalah pencernaannya. Nah, biasakan makan greek yogurt satu atau dua jam sebelum tidur ya, selain bisa membuat tubuh lebih rilex juga bisa membuat tidur lebih nyenyak serta bisa mengurangi keluhan penyakit pencernaan," terang Allesya panjang lebar.

Terkesima, itulah sebuah rasa yang mulai merangkak di hati Sean. Bentuk perhatian Allesya kepada keluarganya terdengar sangat tulus dan benar-benar dari hati. Allesya sampai tahu apa saja kesukaan dan keluhan Sarah dan Henry, membuat ia sedikit tersentil.

"Baiklah, akan aku berikan ke mereka nanti," tangannya terulur untuk meraih paper bag yang masih menggantung di tangan Allesya.

"Terima kasih," Allesya tersenyum senang.

"Untuk apa kau berterima kasih?"

"Karena Kak Sean sudah mau menerima pemberianku," jawabnya tanpa memudarkan senyumannya.

"Yang benar saja, dia yang memberi dan dia juga yang berterima kasih. Allesya.. Allesya, kau itu benar-benar membuat aku.., haah..!" batin Sean yang tak bisa berkata lebih jauh.

"Apa kau ingin pulang sekarang?" tanya Sean kepada Allesya.

"Boleh."

"Tapi temani aku dulu," pinta Sean yang jauh dari kesan menitah seperti biasanya. Ia seakan sudah melupakan akan sikapnya terdahulu yang selalu terkesan menghindari si Gadis bar-bar pembuat onar tersebut.

"Kak Sean minta ditemani kemana?"

"Aku hanya ingin kau temani aku minum kopi saja."

"Baiklah.. Ssstt! Iiihh! Sssttt..!"

Sepasang alis tebal tertaut ketika melihat gelagat aneh Allesya yang tampak sedang menahan sesuatu. "Kau kenapa?"

"Kak, aku tiba-tiba ingin buang air kecil. Tunggu sebentar ya, aku mau ke toilet di sebelah sana. Sudah sampai ujung nih," tanpa menunggu respon dari Sean, gadis itu langsung berlari terbirit-birit menuju toilet.

"Dasar Allesya," Sean mendengus geli seraya menggeleng ringan kepalanya.

"Kenapa dia lama sekali? Baru kali ini aku dibuat menunggu," gerutu Sean karena hampir 10 menit gadis itu belum juga kembali.

DEG!

Dada Sean tiba-tiba berdenyut dalam di kala manik birunya tidak sengaja menangkap sesosok wanita yang sangat ia kenal sedang berdiri di sisi trotoar jalan raya. Kedua tangannya terlihat penuh akan bawaan belanjaan.

"Jenny..," lirihnya sebelum akhirnya ia mencoba mendekati wanita yang tampak belum menyadari keberadaannya.

"Jenny..," pemilik nama sontak memutar lehernya ketika Sean memanggilnya.

"Hei Sean, sedang apa kau di sini?" sapa Jenny dengan senyuman manis yang mengembang sempurna.

DEG!

Sekali lagi, seonggok daging yang bersarang di dalam dadanya berdenyut lebih dalam hingga menyisakan rasa nyeri, menyadarkannya bahwa rasa cintanya kepada wanita pemilik senyuman manis di depannya saat ini tak seharusnya masih tersimpan di dalam relung hati.

"Kau dari mana dan mau kemana?" mengabaikan pertanyaan Jenny, Sean malah balik bertanya.

"Aku dari habis belanja dan sekarang sedang menunggu taksi untuk pulang. Sebenarnya aku bawa mobil sendiri tapi tiba-tiba mobilku tidak bisa menyala," jawabnya, menghiraukan pertanyaannya sebelumnya yang diabaikan Sean.

"Kemana Jeffrey? Tidak seperti biasanya dia membiarkanmu pergi sendirian, apalagi malam-malam begini," tanya Sean kembali.

"Jeffrey belum pulang kerja karena sedang lembur di kantornya," jelasnya lagi.

"Biarkan aku yang mengantarmu," tawar Sean.

"Oh tidak perlu Sean, aku bisa pulang sendiri," tolak Jenny secara halus.

"Tidak apa-apa. Biar aku yang mengantarmu Jenny, ini sudah malam," Sean terus memaksa.

Jenny terdiam sejenak. Dari mimik mukanya ia tampak menimbang-nimbang apakah dia harus menerima tawaran Sean untuk mengantarnya atau tidak. Mengingat sedari tadi ia belum juga mendapatkan taksi sedangkan dia khawatir bayi kecilnya akan mencarinya meski ada Mommy Briana yang menjaganya di rumah saat ini.

"Apa kau takut si Jeffrey marah jika kau ku antar?" Sean memecah keterdiaman Jenny.

"Ah, tidak, tidak seperti itu," sanggah Jenny. Jujur dia merasa kurang nyaman saja karena bagaimanapun juga, mereka dulu pernah hampir menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih meski hal itu tidak sampai terjadi.

SREK!

"Biar aku bawakan barang-barangmu," Sean menyabet paksa semua belanjaan dari tangan Jenny lalu membawanya menuju mobil yang dia parkirkan tidak jauh dari tempatnya berdiri. Membuat Jenny mau tidak mau mengekorinya dan menerima tawaran Sean untuk mengantarnya.

Sementara itu, dari kejauhan Allesya sedari tadi mengamati interaksi mereka dengan tatapan nanar, sibuk menampik rasa perih yang menekan hatinya.

Dia bisa menilai dengan jelas rupa perasaan yang tengah membelenggu hati Sean dari binar matanya ketika memandang Jenny. Sorot mata teduh dan tersirat akan makna spesial.

"Mungkin rasanya akan berbeda jika wanita yang sedang bersamanya itu bukan Kak Jenny," lirih Allesya, meremas kain yang melekat di dadanya. Berusaha mengenyahkan rasa tidak nyaman yang menghimpit hatinya.

"Dia bahkan lupa dengan janjinya untuk mengantarku pulang," ia tersenyum miris akan sikap abai Sean yang membuat hatinya teriris hingga akhirnya ia memilih pulang ke rumah sendiri sebelum malam kian larut dan terkikis.

°°°

Sean mengendarai mobil menembus jalanan padat kota di malam yang pekat. Setelah beberapa menit melaju, Sean menginjak pedal rem mobil dan berhenti di depan perkarangan rumah Jenny.

"Terima kasih ya Sean," ucap Jenny tersenyum teduh.

Sean mengangguk dan tersenyum simpul sebagai balasan. Sebisa mungkin menahan rasa tak biasa yang selama ini terpendam agar tak kembali mengapung ke permukaan hati.

"Sayang, kau darimana? Dan kenapa kau pulang bersama Sean?" Jeffrey tiba-tiba muncul dari arah dalam mendekati Jenny, membawa mimik muka terheran-heran. Dilihat dari setelan jas kerja lengkap dengan dalaman vest yang masih membalut tubuh gagahnya sepertinya ia juga baru saja tiba dari kantor.

Jenny menyambut Jeffrey dengan senyuman terindahnya lalu segera menceritakan semuanya sebelum kecemburuan merusak suasana. Sebuah senyuman terbit di muka tampan pria bermata elang tersebut menandakan ia dapat menerima penjelasan dari Istri tercintanya.

Jeffrey menggiring mukanya ke arah Sean yang masih bertengger di balik setir mobil. "Aku tidak akan berterima kasih dan juga tidak berniat menyuruhmu mampir ke rumahku karena keberadaanmu bisa merusak kesenanganku bersama istriku," kelakar frontal Jeffrey yang langsung disambut sebuah cubitan besar pada pinggangnya.

"Beruang kutub, ada baiknya kau berterima kasih," sungut Jenny yang merasa kesal akan sikap sang Suami.

"Ck! Sudahlah, aku juga tidak mengharapkan ucapan terima kasih dari teman sialan seperti dia," sengit Sean, namun tidak ada sedikitpun rasa kesal ataupun benci terhadap sahabat yang berhasil meluluhkan hati wanita yang masih menempati tahta hatinya tersebut. Lagian cara bercanda mereka yang seperti itu adalah hal yang sudah biasa digunakan untuk menghiasi persahabatan mereka.

Tidak ingin terlalu lama berada di sana, Sean gegas menghidupkan kembali mesin mobilnya, membawanya dengan kecepatan sedang, menembus gelapnya malam beriring hembusan angin menerpa kelam.

CKIITT...!

Pijakan mendadak pada pedal rem sontak menghentikan laju mobil. Pria itu mendesah kasar dan mengutuki dirinya sendiri ketika sesuatu yang sempat terlupakan tiba-tiba muncul dalam ingatannya.

"Allesya..," lirihnya diselimuti rasa bersalah. Bisa-bisanya ia melupakan keberadaan Allesya begitu saja karena terlena oleh perasaannya yang kembali menguar karena sosok Jenny yang tiba-tiba muncul.

Bersambung~~

Yang belum tahu tentang keuwuhan kisah cinta Jeffrey dan Jenny bisa mampir juga di sini ya.. Ceritanya tak kalah seru kok🤭.

...Ayo biasakan tinggalkan jejak like dan comment pada setiap bab setelah membacanya ya para readers. Biar ini cerita nggak sepi kayak kuburan🤣 Sumbangkan vote dan gift juga kalau berkenan🤭...

...Intinya, dukungan para Readers adalah penyemangat berharga bagiku untuk terus menulis🥰...

...Terima kasih.. Lop Lop you superrr...

...💜💙💚💛🧡❤...

1
Muna Junaidi
Tulah sean jangan jual mahal rasain kan
Mynovel
2 bab sebelumnya semangat bacanya,karna kata2nya pas sama latar belakang cerita,,,nah pas baca bab ini saya langsung ilfil sama nih novel,bahasanya gak nyambung sama latar belakang cerita yg kayaknya diluar negri,masak iya diluar negri ngerti Dangan kata2 pebinor😇
stop baca
Nofi Kahza: makasih kak..
total 1 replies
Erna Wati
⭐❤🌹🌺⭐
Harlina Mami
akhirnya Sean adduhai,, kykx nnti allsyax yg ketagihan deh..🤣🤣
Harlina Mami
jngn cumn gitu thor ,kasian Sean x doong,jngn cumnesyyax dong seanx jg perlu pelepasan hormon estrogen 🤣😁🤭
Nofi Kahza: nanti sean jg bakal keturutan kak.. berlipat2 ganda malahan🤣
total 1 replies
Harlina Mami
sungguh menarik ceritax Thor, good very2 good
Nofi Kahza: waah.
makasih ya kak harlina🥰
total 1 replies
Harlina Mami
waduh , kocaknya 🤣🤣🤣
Harlina Mami
gemmes
Nurhayatins Aqil
lucu thor samy sm alvin wkwkwkkw
Nofi Kahza: gk ada mereka gk rame kak😆
total 1 replies
Arara Yunda
hahhhhhh ,ga suka aku ! sebell knpa jalan ceritanya gni..
semangat trs buat author nya..
Bariahasnawisahari
rada ngk masul akal y thor cerita mu itu, scra ktny tu al bse beladiri malahan pelatih lg, kok bs ngk gunakn ilmu bela dirinya
Nofi Kahza: ada beberapa narasi yg menjelaskan bahwa Allesya ingin sekali membanting Reymundo tapi ia tiba2 merasa lemah karena ketakutan. Ketakutannya itu disebabkan oleh rasa trauma akan masa kecilnya yg kelam.
Apalagi Allesya belum selesai dr keterkejutan bahwa orang yg slama ini dianggap sdah meninggal ternyata masih hidup.

di salah satu bab sebelumnya jg sempat ada scene Allesya mimpi buruk tntang masa kecilnya kan? itu krn dia punya trauma.

tidak menutup kemungkinan kan rasa trauma itu merenggut semua kekuatannya?

Begitulah penjelasannya🤭
makasih ya kak dah mau baca karyaku🥰
total 1 replies
Susi Yati
😀😀😀sean km harus berterima kasih sm lily gara2 tontonan laknat yg mereka tonton skrg ada kemajuan sm allesya buat nyenengin hati mu😂😂👍lebih tepatnya nyenengin monas km
Susi Yati
👍👍👍👍god penantian panjang akhirnya terjadi jg si otong msih kuat g jamuran😂😂😂
Enaknya kan allesya ngerasain belut kk sean yg skrg bikin nagih😁😀
Susi Yati
allysa nnti klo dtang ke km nnti km marah kasian kk seannya. tp god bgt buat sean bs meredam hasrat nya. g kebayang di kmr mndi slma 3jam
lnjut kak q ykin psti hbs ini babnya pemersatu bangsa dan umat 🤣🤣🤣🤣👍👍👍
Susi Yati
nah yg kyak bgni yg di percya sm sean mngunci dengan ciuman 😂😂😂😂😂😂g bakal dia nolak.
kasian all pasti udh mau keluar tu bola matanya.
Susi Yati
allesya tidur kebo xvya😂🤣di perkosa lg g berasa🤦‍♀️🤦‍♀️
Susi Yati
Di blik sikap pedasnya sean ada sesuatu dan itu yg q suka. pasti sean yg nyari ginjal buat erlan dan emily sbnrnya udh lm suka sm emily🥺🥺🥺
Nofi Kahza: waah.. makasih ya kak Susi dah baca kisan Sean dan Allesya.. aku seneng baca komen2 antusiasnya kak..tp maaf gk bs balas satu2..tp aku baca kok🥰😍😍..makasih votenya jg ya kak.😘😘
total 1 replies
Susi Yati
sesuai tebakan ku klo yg nkh tu sean sama all. tp q penasaran kok bs, ters kmna si erlan.
Susi Yati
😂😂😂😂😂kakek g mau kalah saing sm cucu soal kemesraan, q jg ingin mual sean bc kelakuan kakek km.
Susi Yati
jngn bilng sean nyuruh mereka dtang untuk mendonorkan ginjal nya buat erlan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!