NovelToon NovelToon
He'S A Prince

He'S A Prince

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:530.9k
Nilai: 5
Nama Author: Iklima Mauliddyah

"Cantik."

Setiap pertemuan adalah takdir yg sudah digariskan oleh Yang Maha Mempunyai kehidupan.

Menjadi CEO di usianya yang masih muda membuat Edelweiss tidak mempunyai waktu lebih untuk dirinya sendiri. kehidupannya hanya seputar pekerjaan.

Malik Ibrahim tidak hanya seorang pangeran tapi juga seorang atlet berparas tampan, cerdas, rendah hati, sederhana dan multitalenta menjadikannya sosok yang sangat dikagumi banyak orang terutama kaum wanita.

Sebagai seorang pangeran tentu kehidupannya tidak hanya bergelimang harta tetapi juga dengan setumpuk aturan yang mengikatnya sejak dia lahir, dia harus pandai menyembunyikan perasaannya di hadapan orang lain dan harus rela privasinya menjadi konsumsi publik.


Yuuukk follow me on, Ig @ImaEdg

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iklima Mauliddyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merajuk

"Bu, ibu beneran dah dapet jodoh?" Alice semakin penasaran.

"Apaan sih, doain aja pokonya," jawab Edel tersenyum, berharap semua berjalan dengan yang diharapkannya.

Mereka menyelesaikan pekerjaan mereka di Semarang dengan cepat agar bisa pulang di hari rabu malam.

**

"Mbak," sapa satpam rumahnya saat membukakan gerbang rumah.

"Bunda pasti udah tidur," gumamnya melihat jam Channel yang melingkar di tangan kanannya dan memarkirkan mobilnya di depan rumah.

Rumah terlihat sepi, cepat-cepat menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya. Dia sangat lelah, setelah bekerja seharian dan menempuh perjalanan yang lumayan jauh.

Cepat-cepat berganti dengan baju tidurnya. Matanya sudah tak kuat untuk terbuka, dalam sekejap beralih ke alam bawah sadarnya.

Setelah shalat subuh Edel turun mengambil minum dan bertemu bundanya yang sedang mengobrol dengan mbok Ratna yang akan memasak untuk sarapan.

"Sayang, kamu udah pulang?" seru Mrs. Soe terkejut sekaligus bahagia melihat anak perempuannya ada di rumah.

"Iya, tadi malem nyampe jam sebelasan," sahut Edel menghampiri bundanya mencium tangan dan memeluknya.

"Anak bunda udah gadis," ujar Mrs. Soe memandang Edel.

"Apa ada yang aneh dengan mukaku. Ko bunda ngeliatin mulu," ucap Edel dan Mrs. Soe hanya menggelengkan kepala.

"Oh ya, berhubung hari ini Edel pulang mbok sarapannya sayur sup aja sama telor dadar dan jangan lupa sambelnya," titah Mrs. Soe.

"Baik, Bu," sahut mbok Ratna.

"Non, non ga mau meluk simbok juga?" tanya mbok Ratna bercanda.

Mbok Ratna berada di keluarga Soe sejak Edel kecil. Beliau juga yang membantu mengasuh Edel dan adiknya, makanya beliau sudah dianggap keluarga oleh keluarga Soe.

"Hhmmm ... Simbok, aku kangen," peluk Edel sambil menggoyang-goyangkan badannya, dan ditertawakan Mrs. Soe.

"Kamu tuh udah besar udah ada yang ke rumah masih aja manjaan sama simbok, ya Mbok ... ya ...," ujar Mrs. Soe melirik mbok Ratna tersenyum.

"Ada yang ke rumah, maksudnya?" kaget mendengar ucapan Mrs. Soe, melepaskan pelukannya pada simbok.

Edel memandang bundanya dan simbok meminta jawaban, tapi hanya di beri senyuman oleh Mrs. Soe.

"Sudah sana siap-siap, ini udah mau siang. Nanti ga sempet sarapan lagi," lanjut Mrs. Soe.

"Ih, bunda gitu deh," rengek Edel.

Mrs. Soe tertawa melihat tingkah anak gadisnya.

Jam tujuh, keluarga Soe sudah berkumpul di meja makan tanpa anak bungsunya karena dia sedang kuliah di luar negeri.

"Hai girl, bagaimana kabarmu?" tanya Mr. Soe.

"Baik, Ayah," jawabnya singkat.

"Anak gadisku udah besar." tertawa melihat gadisnya mengisi piring dengan makanan.

"Sayang," lanjut Mr. Soe melihat Edel dengan serius.

"Gimana liburannya kemarin?" lanjutnya tersenyum dengan maksud terselubung.

"Seneng, tapi cuma dua hari jadi ga puas. Ko ayah tau aku liburan kemarin, pasti Mita yang ngasih tau ya?" jawab Edel sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.

"Hehhh, makan ko ngobrol nanti makanannya salah masuk terus tersedak gimana. Ayo selesaikan dulu sarapannya, kebiasaan!" ucap Mrs. Soe yang datang membawakan yogurt untuk mereka.

Mr. Soe tertawa kecil mendengar Omelan istrinya dan melirik Edel dengan lirikan kode yang hanya dimengerti ayah dan anak. Mereka sarapan dengan Hidmat tanpa ngobrol atau bersuara, itulah salah satu adab makan yang diajarkan Mrs. Soe pada keluarganya.

"Apa kamu harus ke kantor pagi-pagi?" tanya Mr. Soe.

"Engak, kenapa?" melihat ayahnya.

"Ayah cuma kangen aja," kata Mr. Soe.

"Hari ini, bisa sih berangkat agak siang. Ngantor juga cuma harus periksa laporan dan dokumen aja yang kemaren tiga Minggu ditinggal," jawab Edel.

"Kalau gitu bisa temenin bunda belanja atau di rumah, ga usah ngantor dulu ya," ujar Mrs. Soe.

Edel melihat mereka berdua bertingkah tidak seperti biasanya seperti menyembunyikan sesuatu.

"Sebenernya ada apaan sih?" tanya Edel penasaran.

"Mau ngobrol-ngobrol aja, ga boleh? bunda sama ayah di tinggal ademu yang udah berangkat kuliah lagi, terus ditinggal anak gadisnya juga tiga Minggu ke Semarang. Sekarang pas pulang ditinggal lagi kerja. Kapan ada waktu buat kita, ya kan yah," rajuk Mrs. Soe melirik suaminya.

"Iya deh, hari ini aku di rumah. Kalau gitu aku mau ke kamar dulu, mau telepon Mita," pamit Edel yang langsung beranjak pergi.

Mereka saling berpandangan mencari persetujuan tentang yang akan mereka bicarakan dengan anak gadis mereka yang tidak terasa telah beranjak dewasa dan akan dipinang oleh seorang pria yang tak pernah mereka duga sebelumnya.

"Mit, maaf ya gue ga bisa ngantor hari ini. Lagi pada manja di rumah," kata Edel.

"Sapa yang manja-manjaan pagi-pagi?!" tanya Mita di seberang telepon.

"Bunda sama ayah gue, mereka pengen gue temenin di rumah hari ini. Kangen katanya," sahut Edel.

"Lah, terus laporannya begimana?" tanya Mita.

"Yah, periksa sama Lo. Pokonya kerjaan gue gantiin sama Lo hari ini," sahut Edel.

"Kalau ada yang harus ditandatangan?"

"Lo bawa ke sini lah!" singkat.

"Ih, Lo mah kebiasaan!" ledek Mita.

"Pokonya Lo selesein ya, gue mau rebahan dulu," kata Edel sambil tertawa membayangkan betapa kesal temannya mendengar kata rebahan di hari kerja.

Edel memandang taman dari jendela kamarnya. Lalu keluar dari kamar menghampiri kedua orangtuanya yang berada di ruang keluarga.

"Bun, emang mau ditemenin shoping?" tanya Edel menghampiri duduk di sebelah Mrs. Soe.

"Di rumah aja sayang, kita bikin cake yu. Kebetulan kemaren bunda baru belanja bahan-bahan nya," ujar Mrs. Soe.

"Sebenernya ada apaan sih, emang mau ngobrolin apa. Bunda ga kaya biasanya minta aku nemenin di hari kerja," selidik Edel to the points memandang bundanya mencari jawaban.

Mrs. Soe memandang Mr. Soe yang di balas anggukan.

"Sayang, apa ada yang mau diceritakan ke bunda?" tanya Mrs. Soe.

Edel berpikir sejenak. Apa mereka tau tentang Malik? ah, ga mungkin!

"Ga ada, kenapa?" bertanya balik.

"Edel sayangku, Sabtu pagi ada yang datang ke sini. Dia memintamu pada kami," ucap Mr. Soe.

"Datang, maksudnya?!" Edel tertegun mendengar ucapan Mr. Soe.

1
Ita rahmawati
yg in juga udh bca,,lg nunggu up ny lg 😅😅
Ita rahmawati
kok tamatny pdahal msih ingin bca kelanjutany 😁😁
Ita rahmawati
kmu bikin hidupmu gk tenang sendiri lik malik,,😔😔
Ita rahmawati
luar biasa ya si mafia in 🤦‍♀️🤦‍♀️
Ita rahmawati
knpa gk dibuat hidup atau mati aj gitu..knpa hrus koma dn diantra hidup dn mati kan kd nyesek 😭😭😭
Ita rahmawati
pangeran fatih 😭😭😭😭
Ita rahmawati
buat sadar pangeran fatih trus berjodoh sm mita gitu 🤣🤣🤣
Ita rahmawati
klo pangeran fatih bangun apakah akn ad perang perebutan tahta 🤔🤔🤔
Ita rahmawati
aahh sebagai wanita ak baru sadar ternyta emg wanita itu terkadang semenyebalkan itu y 🤣🤣🤣🤣
Ita rahmawati
ternyta ronald udh tau tp kok gk mau blg y...aneh 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤔🤔🤔
Ita rahmawati
waaaahhh mulai gila nih emakny shahmeer 😅😅
Ita rahmawati
aduh shahmeer knpa kmu gk jjur aj sm malik,,tp y bgaimnapun brukny ttep ibuny ya,,pasti msih ad rasa syg wlau seujung kuku 😔😔😔
Ita rahmawati
pantesan berani nyelakain edel ternyta selingkuhanny mafia 👏👏
Ita rahmawati
pasti sasaran awalny edel...kasian juga fatih sm greezele nya 🥺🥺🥺😔😔😔
Ita rahmawati
apakah ibuny azmi it wanita pruh baya yg sllu ngikutin edel 🤔🤔🤔
Ita rahmawati
apa iya 7 mggu dh keliatan bentuk tangan dn kakiny,,ak pernh kegugura umur 12 mggu/3 bln tp msih berbentuk gumpalan darah gitu 🤔🤔🤔
🎤ImaEdg🎧: oh, nanti aku perbaiki kembali 🙏
total 1 replies
Ita rahmawati
in si wanita paruh baya blm trkuak siapa dia sbnerny 😔😔
Ita rahmawati
bukannya pundak it = bahu y..kok digendongnya di pundak,harusny dipunggung kali y klo dipundak mah balita 🤣🤣🤦‍♀️🤦‍♀️
🎤ImaEdg🎧: iyakah? 😂
total 1 replies
Ita rahmawati
gagal maning 🤣🤣🤣
Ita rahmawati
authorny lupa ap y....kok edelny pake mukena dn malik ngajak ngaji bareng,,kn edelny lg datang bulan dn bru pgi ke3 pasti blm selesai kan...🤭🤭
🎤ImaEdg🎧: masa? maafkan klo begitu 🙏, nanti aku koreksi kembali 😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!