NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN GAIB 2

PERNIKAHAN GAIB 2

Status: tamat
Genre:Komedi / Fantasi / Horor / Supernatural / Contest / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Its Zahra CHAN Gacha

Hidup mati setiap Manusia sudah digariskan oleh sang pencipta, meskipun kita tahu kapan kita mati namun kita tidak akan pernah bisa menghindar darinya.

Apakah salah mencintai seseorang yang berbeda dengan kita. Meskipun nyawa taruhannya, semuanya akan ku lakukan demi mendapatkan cintamu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24.

“Sebaiknya mulai sekarang kau tidak bersikap kasar lagi

kepada Tiwi, karena aku tidak akan bisa menjamin keselamatanmu.”  ujar Lingga

“Aku setuju dengan Lingga, lagipula gadis itu tidak bersalah

padamu, bahkan dialah yang selama ini merawatmu untuk menebus kesalahan yang

tidak pernah dilakukannya.” tambah Singgih

Kenan hanya terdiam mendengarkan  nasihat Singgih dan Lingga.

“Dan mulai hari ini aku minta padamu untuk menjaga putraku,”

ucap Singgih menepuk pundak Lingga

“Aku??, jadi bodyguardnya dia?” sahut Lingga

“Sebenarnya bukan bodyguard, aku hanya ingin kau mengawasinya

dan menjaganya, agar hal seperti ini tidak terjadi lagi padanya,” cakap Singgih

“Sama saja kali,” sahut Lingga

“Tolonglah Aki, walaupun kalian seumuran tapi kau terlihat

lebih dewasa, anggap saja dia adikmu agar kau tidak merasa canggung dengannya,”

ujar Singgih

“Aku tidak perlu bodyguard ayah,” tukas Kenan

“Dia bukan bodyguardmu tapi lebih tepatnya penasihat

sepiritualmu nak.” Jawab Singgih

“Penasihat spiritual, keren juga namanya walaupun aku

terkesan menjadi orang tua. Its oklah daripada jadi dukun,”  jawab Lingga sambil terkekeh

“Terserah ayah sajalah, “ sahut Kenan kemudian pergi meninggalkan

mereka menggunakan kursi rodanya,

“Kau harus sabar menghadapi dia Lee,” ucap Singgih

“Santuy aja tuan, lagipula mana berani dia macam-macam

dengan ku, atau siap-siap terkena santet dariku,” sahut Lingga membuat Lingga

menoleh kearahnya.

“Dasar dukun sialan, beraninya  kau  mengancamku,” Lingga kembali mempercepat laju kursi rodanya meningalkan

ruangan itu

“Kenapa kau jalan-jalan sendirian?” sapa Tiwi berdiri di

depan Kenan

Sial, kenapa dia

datang lagi kemari, sebenarnya apa yang dia inginkan?, apa dia sengaja

memancing kemarahanku agar Iblis itu membunuhku!.

“Biar aku yang menemanimu, katakana saja kau mau kemana, aku

pasti akan mengantarmu,” ucap Tiwi memegang kursi roda itu, namun dengan cepat

Kenan langsung menepisnya.

“Pergi, aku tidak butuh bantuanmu!” hardik lelaki itu

“Ehemmm!!” seru Lingga menghampiri keduanya

“Apa kau sudah bosan hidup hah!” hardik Lingga  membuat Kenan langsung memalingkan wajahnya

“Cepat minta maaf padanya, atau aku akan meniupkan ajian

jarang guyang, agar kalian saling mencinta!” seru Lingga

“Astoge, yang bener saja Om, sampai kapanpun aku gak akan

pernah suka dengan gadis udik seperti dia,” sahut Kenan

“Jangan sombong, jika kau tidak suka dengannya tidak perlu

memperlihatkannya, karena benci itu adalah benih-benih kebucinan yang tertunda,”

sahut Rangga  sambil terkekeh

“Maafkan gue!” ucap Kenan menjabat tangan Tiwi

“Nah begitu kan lebih baik,” ucap Lingga

“Jika dia berbuat kasar lagi padamu, beri tahu abang, biar

ku santet dia kalau macam-macam lagi denganmu,” imbuh Lingga

“Baik Bang,” sahut Tiwi

“Kenapa kau datang kemari nak, kami sudah mau pulang karena

Kenan juga sudah kembali sehat.  Jadi

mulai sekarang kau tidak perlu lagi merawat Kenan,”  tutur  Singgih menghampiri  mereka

“Tapi Om, Kenan kan belum bisa jalan jadi aku masih harus

merawatnya,”

“Tidak perlu nak, Kenan sudah bisa berjalan hanya saja dia

perlu memakai alat bantu, karena masih menjalani terapi. Jadi kau tidak perlu

khawatir lagi,”

“Baik Om kalau begitu Tiwi pamit pulang dulu,” gadis itu

kemudian mencium tangan  Singgih dan kemudian

pergi meninggalkan mereka.

“Arrggghhh!” tiba-tiba gadis itu terjatuh sembari memgangi

dadanya.

Lingga langsung berlari kearahnya, “Bangun neng, bangun,

neng nong!’seru Lingga menepik-nepuk  pipinya

“Bawa saja dia ke dalam!” seru Singgih

Lingga segera menggendong tubuh gadis itu menuju ke ruang

UGD.

“Bagaimana keadaan adikku?” Tanya Lingga ketika seorang

dokter yang memeriksa Tiwi keluar dari ruangan UGD.

“Dia hanya terkena serangan jantung, jadi harus dirawat

intensif di sini,” jawab sang dokter

“Lakukan saja yang terbaik dok, kalau soal biaya biar aku

yang akan menanggunggnya,” sahut Singgih

“Baik Tuan,”

Tiwi kemudian di pindahkan ke ruang perawatan.

Lingga terus menemani gadis itu, “Kenapa nasibmu begitu

malang Neng, kau maasih terlalu muda untuk mengidap penyakit jantung,” ucapnya

sembari mengusap lembut kepalanya

Tiba-tiba ia terkejut ketika melihat sesuatu yang bersinar

di tubuh gadis itu.

“Tidak mungkin, apa itu sebuah benda pusaka!” pekik Lingga

Lelaki itu segera duduk bersila dan memejamkan matanya. Ia

memusatkan kekuatannya dan berusaha mengeluarkan benda pusaka yang ada di tubuh

Tiwi.

“Arrrgghhh!” pemuda itu terlempar saat berusaha menyentuh

benda pusaka itu.

“Sial, Benda pusaka itu terlalu kuat, apa mungkin dia sakit

karena benda pusaka itu,”

**************

"Habisi dia putraku, biar aku

yang mengurus wanita itu!" seru Bram menepuk pundak Garra

"Tetaplah bersamaku jangan

menjauh dari ku," ucap Vito memegang erat lengan Tania

Garra segera melepaskan tendangannya

kearah Vito hingga lelaki itu terhuyung-huyung kebelakang dan Tania terlepas

dari genggamannya.

Ketika Vito akan mendekati Tania

Garra kembali menyerangnya, hingga ia berguling-guling menghindari serangan

Garra.

Sementara itu Bram langsung menjegal

Tania dan menyeretnya keluar dari rumah itu.

"Sekarang tanda tangani surat

ini atau aku akan membunuhmu dan juga janin mu!" ancam Bram

"Aku tahu kau mengincar sesuatu

yang berharga di klinik ku, untuk itulah sampai kapanpun aku tidak akan pernah

menjualnya padamu!" seru Tania

"Dasar brengsek, kau masih saja

keras kepala meski maut sudah di depan mata. Apa kau tidak kasian dengan

bayimu, apa kau tidak mau memberikan kesempatan hidup padanya!" Hardik

Bram

"Hidup mati seseorang sudah di

tentukan oleh Tuhan, jadi aku tidak takut padamu. Jika aku memang di takdirkan

berumur panjang maka aku akan tetap hidup meskipun kau berusaha membunuh ku.

Karena aku yakin Tuhan pasti akan mengirimkan Malaikat penolong untukku dan bayiku,"

*Plaaakkk!!!

Bram menampar wajah wanita itu

hingga darah segar mengalir dari bibirnya.

"Dasar banci beraninya kau

menyakiti ibu hamil, apa kau tidak takut karma hah!" seru Tania

"Aku tidak takut, justru kau

yang harus takut padaku dan banyak-banyak berdoa agar kau bisa selamat dari

ku," Bram kembali melesatkan tendangannya kearah Tania hingga ia

tersungkur ke tanah.

"Awww!!" gadis itu memekik

kesakitan dan memegangi perutnya yang terasa begitu nyari.

"Awww!!," ia begitu

terkejut ketika melihat darah segar mengalir dari telapak kakinya.

"Bertahanlah nak, kau harus

tetap hidup!" seru Tania mencoba bangkit dan berdiri.

"Rasakan kau wanita

sombong!" seru Bramantyo melesatkan kilatan ungu kearah wanita itu.

*Jraaashh!!

Vito segera menyambar tubuh Tania

menghindari serangan Bramantyo.

"Kau tidak apa-apa

sayang?" tanya Vito menyandarkan tubuh Tania

"Sepertinya aku akan

melahirkan," jawab Tania memegangi perutnya.

"Ya Allah, cobaan apa

ini," ucap Vito mengusap lembut wajah Tania, matanya berkaca-kaca menatap

wajah pucat istrinya.

"Bertahanlah sebentar disini,

aku akan menyingkirkan mereka agar bisa mengantarmu ke rumah sakit," Vito

memejamkan matanya dan menarik sebuah tongkat kecil dari dalam tubuhnya.

"Apa itu tongkat sakti Dewi

Iblis yang di maksud oleh Aki Darno?. Tapi bagaimana mungkin lelaki itu

memilikinya," ucap Bram memperhatikan dengan seksama tongkat di tangan

Vito.

"Kalian akan membayar mahal

karena sudah menyakiti istriku," Vito menggerakkan tongkatnya hingga angin

kencang berhembus menghantam Garra dan Bramantyo.

"Jika kau memang manusia

setengah Iblis kau juga akan mati di tongkat ini seperti leluhur mu!" seru

Vito

Ia langsung melesat menghujamkan

tombaknya kearah Garra.

*Aarrrggghhh!!!

Suara erangan Garra memekik membelah

kesunyian malam. Burung-burung berterbangan meninggalkan sarangnya, dan awan

hitam langsung menutupi sang purnama.

Vito menarik kembali tombaknya dan

bersiap menghujamkan kembali ke tubuh Garra.

"Aarrrggghhh!" pekik Garra

Vito mengurungkan niatnya ketika

melihat wajah Alexa di mata Garra.

"Kenapa kau tidak segera

membunuhku?" tanya Garra

" Aku mengampuni mu kali ini,

mudah-mudahan setelah ini kau akan berubah menjadi Iblis yang baik seperti

sosok yang melindungi mu hari ini," tukas Vito meninggalkan Garra

Ia kemudian mendekati Bramantyo,

namun lelaki itu langsung berlari meninggalkannya.

"Syukurlah, kau pergi!"

Vito langsung membalikkan badannya dan berlari menghampiri Tania

Ia langsung menggendong wanita itu

menuju ke mobilnya.

"Dasar bodoh kau pikir aku akan

melepaskan dirimu begitu saja!" seru Bramantyo menarik pelatuk pistolnya

dan menjadikannya kearah Vito

*Door, door!!

Dua buah peluru berhasil bersarang

di punggung Vito membuat lelaki itu hampir ambruk ke tanah.

"Aku harus bertahan demi istri

dan calon putriku," Vito mencoba terus berjalan meskipun tertatih menuju

mobilnya

"Ternyata kau masih belum

menyerah juga, baiklah... sepertinya satu peluru lagi akan membuat mu mati

dengan tenang!" Bram kembali melesatkan timah panas kearah Vito.

Lelaki itu segera mendudukkan Tania

di kursi mobilnya.

"Maaf aku tidak bisa mengantarkan

mu sampai rumah sakit, aku doakan semoga bayimu lahir dengan selamat. Cepatlah

pergi dari sini aku akan berusaha menghalau lelaki itu agar tidak mengejar

mu," ucap Vito menutup pintu mobilnya

Lelaki itu langsung berbalik dan

berjalan mendekati Bramantyo.

"Ternyata kau begitu kuat anak

muda, tapi sayangnya aku tidak punya banyak waktu melayani mu!" Bramantyo

mengarahkan pistol kearah jantung Vito

*Door!!

*Bruuugghhh!!

Seketika tubuh Vito ambruk ke tanah.

Jika

memang ini adalah saatnya untukku pergi mengadapmu, maka lindungilah bayi kami,

setidaknya biarkan dia hidup dan berikan aku kekuatan untuk menyembunyikan

tongkat Raja Iblis ini ke tubuh bayiku. Kelak Tongkat sakti ini yang akan

menjadi pelindung anakku dan tongkat ini juga yang akan keluar dari tubuhnya

saat ia sudah bertemu dengan pembunuhku. Aku tidak akan membiarkan lelaki itu

mengambil senjata pusaka ini.

“Vito!!” Seru Rangga bangun dari tidurnya

1
Hilya Nur
🥰🥰🥰lanjuuuut
Ayuk Witanto
dasar somplak
Ayuk Witanto
tongkatnya keluar
Ayuk Witanto
🤣🤣🤣
Eka Chusnul Msi
🤣🤣🤣🤣🤣
Eka Chusnul Msi
si lingga kelakuannya ada aja 🤣🤣🤣
Ass Yfa
Luar biasa
Ass Yfa
haduh...Garra main nyosor aja,, siapa Zie apa dia Jingga
Ass Yfa
Garra hidup lg sbg manusia tapi tdk ingat semuanya,,, kalo kasus Alexa dia ingat semua, kalo Garra tdk
Ass Yfa
apa Hesti udah menggl nggk pernh nongol
Ass Yfa
waduh
Ass Yfa
jadi Bi Darsi h itu Jingga yg memutuskan pergi dari Vito
Ass Yfa
xGarra nanti matinya pas nikah ama Tiwi... dia menghilang
Ass Yfa
Lingga udah nongol tuh, keturunan Rangga
Ass Yfa
belum bambung aku yg dipanggil ayah ibunya yg datang Garra, apa gara2 Garra menemukan Tiwi waktu bayi
Hilya Nur: garra itu yang membunuh kedua orang tuanya Tiwi dan dia di kutuk barra bahwa dia akan menderita
total 1 replies
Musdalifa Ifa
lumayan menghibur
Ngen Imtay
lha memangnya Tiwi nggak ngenalin itu bapaknya Gatra, kog nggak nyapa,,,
Ngen Imtay
nggak tau kenapa ya cerita ini mengingatkan ku sama Drakor goblin😂😂😂 adakah yang sama???
lady daisy
sora ke tiwi thor, npa bnyk typo
Lia Ernia
klo di crita.. pernikhan ghaib sblum nya kan nama tania jd ros ya ko gak salah krna ad bara yg jd pangeran gondoruwo.. nya ko dsni jd nma nya tania bukan nya rosss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!