NovelToon NovelToon
POSSESIVE ROY ALVARO

POSSESIVE ROY ALVARO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Badboy
Popularitas:146.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: Rain-sya

Liliana Dupont adalah cewek polos dan introvert. Dia juga tak pandai bergaul dengan teman sebayanya karena dia adalah anak konglomerat. Anak terpandang di sekolah tetapi dia tidak sombong. Hingga akhirnya Roy Alvaro datang di kehidupannya dan langsung mengklaim dirinya bahwa milik Roy seorang.

Roy Alvaro adalah cowok dingin dan tak banyak bicara. Tanpa mereka duga, Roy juga bisa menjadi monster tampan jika itu sudah menyangkut dengan apa yang di miliki nya di sentuh orang lain apalagi Liliana Dupont.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rain-sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

stubborn

Ada yang kangen author? Maaf lama ya up-nya. lagi kurang halusinasinya soalnya. :)

•••

Roy membuka matanya ketika ia merasakan berat pada lengan kirinya. Roy pikir karena dia terlalu lelap dan tak bergerak beberapa jam, tapi nyatanya, seorang gadis berseragam SMA sekolahnya tengah terlelap. Wajahnya yang tertutup oleh rambut membuat Roy sedikit tidak mengenali gadis ini. Tapi Roy mengenali aroma parfum ini. Parfum Vanila yang sering sekali Lily pakai. Benarkah gadis ini adalah Lily? Lalu buat apa dia ada di sini? Bukankah Roy sudah melarangnya? Melanggar? Apa dia tidak takut dengan kemarahan Roy lagi?

Roy yang semula tersenyum saat mencium aroma parfum ini seketika menjadi datar kembali setelah tahu gadis ini siapa. Roy bukan tidak suka dengan cara Lily ke rumahnya. Tapi dia khawatir dengan keadaan Lily setelah dia keluar dari rumah ini.

Lily terbangun ketika lengan Roy bergeser sedikit. Lalu gadis itu mengerjapkan matanya. Menyesuaikan cahaya yang masuk pada indra penglihatannya. Menguap. Lily benar-benar masih mengantuk. Lalu Lily menatap ke arah Roy yang masih berbaring menghadapnya.

“Kamu—“

“Stop, dulu, jangan marah-marah mulu. Aku ngantuk. Udah, ya, marahnya pas kamu sehat dulu.” Lily menempelkan kepalanya kembali. Kali ini di pinggir ranjang tempat Roy tidur.

“Kamu ngapain ke sini?” tanya Roy. Suaranya mulai melembut. Tidak ada tanda-tanda dia marah lagi.

Lily mendengus. Memangnya telinga Roy sedang tidak berfungsi? Sudah di bilang dia sedang mengantuk malah menanyakan hal yang tidak penting seperti ini.

Menyebalkan.

“Jenguk kamu,” jawab Lily singkat. “Udah, ya, jangan nanya mulu. Mending aku ambilin kamu makan ke bawah.”

“Gak usah. Disini aja.”

Lily kembali duduk. Lalu mencoba duduk dengan tegap dan bertopang dagu agar tak mengantuk. Menatap Roy yang masih menampilkan muka datar yang menghunusnya.

“Udah di bilang jangan ke sini, kenapa bandel banget sih?” dengus Roy kesal.

“Udah di bilang bodo amat sama omongan kamu juga, masih aja ngeselin,” balas Lily dengan wajah tanpa dosanya.

“Kurang ajar!” umpat Roy. “Siapa yang ajari kamu kayak gini? Cepat ngomong!”

“Gak ada. Inisiatif seorang pacar yang perhatian kan harusnya gini,” ucap Lily sambil memainkan ponselnya.

“Pacar durhaka itu namanya!”

“Pengertian, tolong, ya, sayang,” ujar Lily mendelik.

Ponsel yang semula menjadi atensi Lily kini beralih pada ponsel Roy yang berdering. Ada panggilan masuk dari Dara membuat Lily mengernyit.

“Selingkuhan kamu nelfon tuh,” sindir Lily ketika melihat nama yang tertera di layar ponsel Roy yang berada di atas nakas.

Roy tak menggubris sama sekali ucapan Lily. Fokusnya kini beralih pada wajah Lily yang terlihat cemburu. Ingin rasanya Roy tertawa saat ini, tapi, dia tahu ini bukan saatnya Roy menggoda Lily.

“Kamu ke sini sama siapa?” tanya Roy.

Hampir saja lupa. Lily membawa mobil dan dia parkir di luar gerbang rumah ini. Bagaimana nasib mobilnya sekarang? Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. Hampir tiga jam lamanya dia ada di sini menunggu Roy bangun.

Bagaimana ini? Haruskah Lily berbohong lagi?

“Sudah aku duga kamu bakal bawa mobil.” Nada suara Roy sudah berubah menjadi ketus dan dingin kembali.

“Gak sengaja, kok.”

“Besok-besok aku suruh supir aku aja yang jaga kamu.”

“Nggak usah. Aku bisa sendiri kok pakek ojol.”

“Bebal,” ketus Roy membuat Lily menahan napasnya.

Kalau sudah dingin dan ketus, itu berarti Roy memang tengah marah padanya. Dan ini saatnya Lily harus mengalah demi tidak menimbulkan pertengkaran.

“Ya udah, sih. Terus gimana? Mau kamu kayak apa? Aku pulang dianter gitu? Kamu lagi sakit.”

“Udah sehat.”

“Gak usah sok kuat.”

“Aku anter! Gak ada penolakan!”

°°°

*Aloha?! Author mau minta maaf lahir dan batin ya sama kalian. Author paham kok author suka gak nulis bulan ini. makanya itu, Author minta maaf sebesar-besarnya.

jangan hakimi Author ya.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

Besok author janji up lagi kok. InsyaAllah banyak kalo gak males ngetiknya sih.

jangan nunggu siang sore malam. Soalnya author

misterius hehe.

Salam Literasi

Rain-sya*.

1
Idan Cedan
thor aku pilih Lily and Roy...🙏🙏🙏🙏jgn d rbah2 ya thor......???
Usy X-a
up
Cindy Mokodompit
kapan up lagiiiiiiiii kak
Putri Widiya
kok lma amat si kk
Putri Widiya
jgn lma"
Putri Widiya
lanjut dong
Dewi Haryati
next thorrrrr
Eka Rahmadani
Woy masih sma, begitu amat pacarannya. Namanya sekolah umum interaksi cewek cowok ya ga bisa dihindari
RN
Like like like😘
balik mampir kk
Usy X-a
lanjuuttttt
RN
maaf kk baru mampir harian🙏🙏
Yulia Megawati
ceritanya putar2
up ajalah
penikmat_cokelat: iya kk. mohon bersabar
total 1 replies
Yulia Megawati
ribet ceritanya
Yulia Megawati
ngeri ehh baru pacaran dah gitu ap lagi dah berumah tangga,
🌹Mami zila##
dah bosen nungguin...gk up juga...masih lanjut gk nih thoooor...
penikmat_cokelat: masih kok kak. update 2 hari lagi 2 bab
total 1 replies
Usy X-a
mana lanjuttannya ..aku udah nunggu2
Usy X-a: ditunggu 😊
total 2 replies
RN
next
RN
suka.... suka
RN
like
RN
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!