Cerita ini berawal dari seorang gadis cantik bernama Tari yang sedang melakukan KKN disebuah desa terpencil dipinggir laut. Ia bertemu dengan seorang pemuda yang sedang terjebak di desa itu karena mengalami amnesia.
Mereka pun akhirnya menjalin sebuah hubungan karena merasa saling menyukai, bahkan hubungan mereka sudah melampaui batas sampai Tari bisa hamil anak dari pemuda itu.
Tapi saat pemuda itu ingin mempertanggung jawabkan perbuatannya, ia ditemukan oleh keluarganya yang ternyata adalah pemilik kerajaan bisnis di kota J.
Dan lebih mengejutkan lagi ternyata ia sudah bertunangan dan sebentar lagi akan menikah, ia terpaksa meminta kakaknya yang sekaligus pewaris utama perusahaan keluarganya untuk menikahi Tari yang saat ini mengandung anaknya.
Bagaimana kelanjutan ceritanya??? ikuti terus yah novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Enni Chaka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keluar Kota
"Zaf, sepertinya kita tidak hanya satu hari diluar kota. Ada beberapa masalah yang harus kita selesaikan di Kantor Cabang."
Kata Arya saat mereka dalam perjalanan pulang malam itu.
"Kalau begitu biar aku saja yang pergi, kamu tetap disini menghandle kantor pusat sampai Zayn kembali bergabung dengan kita."
"Apa kamu yakin, Zaf?"
"Aku akan langsung berangkat setelah tiba nanti dirumah."
"Lalu apa kamu akan meninggalkan Tari dan membiarkannya bertemu Zayn?"
"Tari akan ikut denganku."
"Bagaimana dengan kedua temannya?"
"Atur liburan untuk kedua sahabatnya itu selama berada dikota J. Pastikan mereka menikmati setiap pelayanan yang diberikan agar mereka betah meskipun tanpa kehadiran Tari."
"Baiklah, Zaf."
Tidak berselang lama, Zafran sudah sampai di Mansion keluarga Faresta. Ia langsung menuju ke kamarnya untuk bersiap-siap. Malam ini juga ia akan berangkat ke luar kota bersama Tari. Ia sangat tahu bahwa pada akhirnya Tari juga akan bertemu dengan Zayn tidak lama lagi karena Zayn sudah kembali dan tinggal bersama-sama mereka di Mansion. Tapi untuk saat ini Zafran belum siap menatap wajah Zayn dan bertukar cerita tentang pernikahannya yang sudah terjadi.
Biarlah ia menepi sementara diluar kota mengatasi masalah perusahaannya di kantor cabang sekaligus menyiapkan diri untuk menghadapi hari-hari bertemu Zayn nantinya.
Saat ia melangkahkan kaki masuk kedalam kamar, matanya langsung tertuju pada Tari yang sudah meringkuk dipinggir ranjang berukuran king size tersebut. Ia mendekat perlahan kesana dan dengan sangat hati-hati ia menyentuh lengan Tari.
"Bangunlah, kita akan segera berangkat keluar kota." Ucap Zafran.
Tari yang memiliki pendengaran sensitif, perlahan membuka matanya dan terlihat mengerutkan kening mendengar ucapan Zafran.
"Keluar kota?" Tanyanya balik dengan suara parau.
"Iya."
Zafran kemudian berbalik, tapi ia kembali menghentikan langkahnya saat mendengar suara Tari bertanya.
"Untuk apa kita keluar kota, mas?"
"Bagaimana dengan Nara dan Chery?"
"Bukankah tugas seorang istri adalah mengikuti suaminya tanpa banyak bertanya? Aku tidak akan membawamu pada keburukan. Dan masalah kedua sahabatmu, kamu tenang saja, Arya akan mengurus mereka selama disini."
Jawaban Zafran sukses membungkam mulut Tari karena setelah itu tidak ada lagi pertanyaan yang terlontar dari mulutnya. Meskipun merasa agak keberatan karena kedua sahabatnya sedang berada dirumah ini sekarang tapi akhirnya ia bangun juga menuruti kata hatinya yang lebih banyak berpihak pada perintah Zafran.
Melihat Zafran masuk ke kamar mandi. Tari berinisiatif menyiapkan pakaiannya yang akan mereka bawa keluar kota. Ia ingin memulai jadi istri yang baik dengan melakukan hal-hal kecil untuk suaminya.
Saat Tari masih berada diruang ganti, Zafran keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang membalut tubuhnya. Mempertontonkan dada bidangnya dengan sisa-sisa air mandi yang menetes disana. Jantung Tari seketika berpacu dengan kencang seolah berkejaran dengan nafasnya yang tidak beraturan. Untung saja ia secepatnya berbalik dan bisa mengendalikan dirinya. Ia takut Zafran akan melakukan lebih padanya.
Bagaimana pun Zafran adalah laki-laki normal yang sedang berduaan dengan wanita yang sudah halal baginya ditengah malam seperti ini.
"Tidak usah takut, aku belum tertarik untuk memakanmu sampai saat ini. Berdoa saja semoga itu berlangsung lama." Ujar Zafran santai melihat ketakutan di wajah Tari.
"Enggak mas, aku... aku... aku nggak takut kog. Aku hanya kaget saja." Jawabnya berbohong sambil menundukkan kepalanya menyembunyikan rasa malu.
"Keluarlah, aku akan memakai baju."
"Baik mas."
Tari melangkah keluar dari ruang ganti tanpa melihat kearah Zafran. Zafran hanya menghela nafas dalam melihat sikap Tari.
Hanya beberapa menit saat Tari masih terduduk di tepi ranjang, Zafran sudah keluar dari ruang ganti dengan pakaian casual yang dikenakannya. Meskipun tidak ke kantor, rambut pria itu tidak pernah terlihat kusut. Dan setelah mandi, wajahnya berlipat-lipat kali lebih tampan. Andai saja ia bertemu Tari lebih awal dalam keadaan yang tidak seperti sekarang, pasti ia akan memasukkan pria itu kedalam list paling atas diantara deretan artis-artis idolanya mengalahkan Aldebaran yang saat ini sedang digandrungi emak-emak sinetron.
"Kamu tidak usah mandi, ganti saja pakaianmu dan kita akan segera berangkat. Oya makasih sudah menyiapkan pakaianku yang akan dibawa keluar kota." Ucap Zafran seraya mendudukkan dirinya di sofa dengan menyilangkan kedua kakinya.
"Iya mas." Tari mengangguk pelan kemudian berlalu kedalam ruang ganti.
Tidak berselang lama ia sudah kembali keluar dan sudah siap untuk berangkat.
"Aku akan menelfon pak Udin untuk mengambil barang kita ke atas," ucap Zafran.
"Apa aku tidak perlu membangunkan Chery dan Nara untuk memberitahunya, mas?
"Kamu kirim pesan whatsapp saja, besok saat bangun mereka akan membacanya."
"Baiklah mas."
"Tapi bagaimana dengan mama Elisa?" Tanya Tari lagi.
"Itu urusanku, aku akan menghubunginya nanti." Balas Zafran.
Tari tidak berkata-kata lagi mendengar jawaban Zafran. Setelah menelfon pak Udin keduanya pun keluar dari kamar dan turun kelantai satu memakai lift.
Sepuluh menit kemudian mobil yang akan membawa mereka ke bandara sudah berada di atas aspal membelah jalanan kota J yang masih nampak ramai meskipun malam sudah semakin merambat.
"Kita akan ke kota mana, mas?" Tanya Tari hati-hati.
"Kota L," jawab Zafran singkat.
Hanya satu pertanyaan itu yang terlontar dari mulut Tari, setelahnya keadaan di mobil kembali hening sampai mereka tiba di bandara.
"Pak Udin, tunggulah Zayn disini. Ia akan datang tidak lama lagi. Aku pergi dulu." Ucap Zafran saat Tari sedang sibuk mengurusi kopernya.
"Baik tuan muda."
Mereka berdua lalu berjalan kearah gate keberangkatan setelah berpamitan pada pak Udin.
Perjalanan Zafran ke kota L kali ini akan memakai pesawat komersil kelas bisnis.
***
Sementara itu di Singapura, Zayn terlihat sudah berada di bandara sejak sejam yang lalu bersama Delia. Mereka terlihat sangat mesra layaknya pasangan anak muda yang baru saja meresmikan hubungan pacaran.
"Sayang, setelah tiba di kota J, kita harus segera mengurus rencana pernikahan kita yang sempat tertunda beberapa bulan ini."
"Iya sayang, aku juga berfikir seperti itu."
"Aku sudah lama merindukan saat-saat seperti ini denganmu, Zayn." Ucap Delia seraya menyandarkan kepalanya di bahu Zayn.
Mereka saat itu masih berada diruang tunggu. Pesawat akan berangkat setengah jam lagi. Karena cuaca sedikit buruk, membuat delay beberapa menit.
"Aku juga sayang, setelah ini aku tidak akan membiarkanmu bersedih lagi. Aku akan selalu ada didekatmu."
"Benarkah? Apa aku bisa pegang omonganmu sayang?"
"Iya sayang."
Entah kenapa saat Zayn berkata begitu, ada sesuatu disudut hatinya yang seolah melakukan protes dengan ucapannya. Tapi ia belum berhasil menembus celah itu untuk mencari tahu sebenarnya ada apa dengan hatinya saat ini.
❤️ Hi resderscuuu maaf yah mommy baru bisa up lagi karena sesuatu dan lain hal. Tapi mulai hari ini mommy akan usahakan up tiap hari lagi, happy reading😘🤗
💚 Perasaan apa ini, kenapa setiap mengatakan cinta pada tunanganku sendiri, seolah ada sesuatu menikam hatiku dari dalam. Tolong hilangkan ia, biarkan ia tenggelam ke dasar laut agar aku bisa meraih bahagia bersama cinta lamaku...# Zayn💚