NovelToon NovelToon
Lord Of The Gods

Lord Of The Gods

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:52.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah mengorbankan wujud fananya untuk menyelamatkan jiwa Su Qingyue, Lin Chen hancur oleh cakar Kaisar Langit dari Ras Naga Sejati.

Sisa jiwanya yang nyaris sirna diselamatkan oleh pengorbanan umur Tian Yu yang memanggil Esensi Phoenix Abadi, mengubahnya menjadi sebuah kepompong api. Atas kehendak Tuan Istana Ujung Takdir, kepompong itu dibuang ke dunia fana murni Kerajaan Chen tempat di mana hukum kultivasi, Qi spiritual, dan ancaman dewa tidak pernah ada.

Ratusan tahun berlalu dalam keheningan, menunggu sang Penantang Langit untuk menetas kembali. Tanpa kultivasi, tanpa tombak dewa di tangannya, namun membawa fondasi fisik gabungan dari Naga, Kekacauan, dan Phoenix Abadi, Lin Chen memulai kehidupan keduanya bukan sebagai monster kehancuran, melainkan sebagai seorang pangeran fana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: Nama dari Masa Lalu

Udara di ruang bawah tanah markas Aliansi Bayangan Langit seketika membeku, seolah waktu itu sendiri menolak untuk berdetak.

Mendengar kata-kata itu meluncur dari bibir tawanan wanita itu, pertahanan mental yang dibangun Lin Chen selama belasan tahun di dunia ini hancur berantakan.

WUSSSHHH!

Kecepatan Lin Chen melampaui batas pandangan siapa pun di ruangan itu. Dalam kedipan mata, ia telah melewati Mo Yuan, Shen Lu, dan Zi Lanying yang terpaku kaget. Tangan Lin Chen mencengkeram erat kedua bahu wanita dari Sekte Teratai Es itu, matanya yang keemasan kini memancarkan badai emosi yang sangat liar dan menakutkan.

"Apa yang baru saja kau katakan?!" suara Lin Chen bergetar keras, Niat Jiwanya meledak tanpa sadar hingga membuat seluruh markas Jurang Utara berguncang. "Ulangi! Siapa pemilik pecahan cermin itu?!"

Wanita dari Sekte Teratai Es itu tersentak, wajahnya pucat pasi karena teror absolut yang menekan jantungnya. Ia tidak mengerti mengapa pemuda di depannya ini tiba-tiba kehilangan akal sehatnya, namun aura kematian yang menyelimuti tubuh Lin Chen memaksanya untuk menjawab.

"S-Su Qingyue!" jerit wanita itu ketakutan. "Kakak Seperguruan Su Qingyue! Dia adalah salah satu Saudari Inti di Sekte Teratai Es! B-Benda yang memancarkan Hawa Dingin misterius itu adalah pecahan cermin kuno yang selalu ia bawa sejak ia dibawa ke sekte kami!"

Cengkeraman Lin Chen di bahu wanita itu sedikit mengendur. Pemuda itu terhuyung mundur setengah langkah, matanya membelalak menatap ruang kosong.

Di belakangnya, Mo Yuan, Shen Lu, dan Zi Lanying saling bertukar pandang dengan wajah pias. Selama mereka melayani Lin Chen, mereka tidak pernah melihat 'Kakak Pertama' mereka kehilangan ketenangannya seperti ini. Lin Chen selalu menjadi gunung es yang tak tergoyahkan, bahkan saat menghadapi sosok Golden Core atau kematian sekalipun. Namun satu nama asing ini mampu mengoyak topeng tirannya.

Qingyue... apakah itu benar-benar kau? batin Lin Chen bergejolak hebat.

Ingatannya kembali pada pengorbanan wanita itu di Sektor Langit, Tian Yu (Tua Hitam), bersumpah untuk memandu jiwa Su Qingyue melewati siklus reinkarnasi menggunakan sisa-sisa Cermin Wajah Tanpa Nama.

Namun, Lin Chen dengan cepat menekan emosinya. Ia menarik napas panjang, memaksa Hawa Kekacauan-nya kembali tenang. Ia tidak bisa memastikan seratus persen apakah Su Qingyue di Sekte Teratai Es itu adalah wanitanya, atau sekadar seseorang dengan nama yang sama di Alam Abadi. Dan di mana Tian Yu sekarang? Mengapa Tua Hitam tidak ada di sisinya?

Lin Chen menatap kembali wanita yang masih gemetar di kursi itu. "Jelaskan padaku. Bagaimana keadaan Su Qingyue di sekte kalian saat ini?"

"A-Aku tidak terlalu tahu detailnya," jawab tawanan itu terbata-bata. "Kakak Su Qingyue sangat berbakat, Hawa Dinginnya murni menentang surga. Namun, ia terlalu tertutup dan pecahan cermin yang tidak bisa diidentifikasi oleh para Tetua itu membuatnya dicurigai. Saat ini... ia sedang menghadapi tekanan politik yang sangat besar dari faksi Tetua Agung dan murid inti lainnya. Mereka ingin merampas cermin itu darinya."

Mata keemasan Lin Chen menyipit memancarkan Niat Membunuh yang sangat kelam. Jika ada satu helai saja rambut Qingyue yang terluka, ia tidak akan segan-segan membakar seluruh Sekte Teratai Es menjadi abu.

Namun, ia tahu ia tidak bisa melompat ke Alam Abadi sekarang dan mengamuk tanpa rencana. Ia harus mengumpulkan informasi dan menyusun jalannya selangkah demi selangkah.

Lin Chen berbalik menatap Mo Yuan dan para ketua paviliun lainnya. Wajahnya telah kembali tenang layaknya danau es tak berdasar.

"Kalian dengar perintahku baik-baik," suara Lin Chen menggema dengan otoritas absolut, tidak menerima bantahan apa pun. "Mulai detik ini, tidak ada satu pun anggota Sekte Teratai Es di dunia ini yang boleh dibunuh. Jika Aliansi Bayangan Langit berpapasan dengan mereka, kalian harus menangkap mereka hidup-hidup. Jangan sampai ada sehelai rambut pun yang rontok dari kepala mereka. Mengerti?!"

Mo Yuan, Shen Lu, dan Zi Lanying buru-buru berlutut dengan satu kaki. "Kami mengerti, Kakak Pertama!"

Lin Chen melirik wanita yang masih terikat itu. "Kurung dia di ruang tahanan. Berikan pelayanan yang layak, jangan lukai dia lagi."

Setelah itu, Lin Chen melesat pergi meninggalkan markas, menyisakan misteri besar di benak para bawahannya.

Keesokan paginya, matahari menyinari Paviliun Anggrek di Istana Kerajaan Chen dengan sangat hangat.

Lin Chen sedang duduk di beranda, memandangi taman sambil menyusun rencana jangka panjangnya tentang Alam Abadi, saat Permaisuri Lin Yue masuk ke halamannya. Sang Ibu mengenakan jubah perjalanan sederhana yang menutupi kecantikan dan aura keagungannya, terlihat seperti seorang petapa misterius.

"Chen'er," panggil Lin Yue dengan senyum lembut. "Berikan token ketua Aliansi-mu pada Ibu. Ibu akan pergi ke Jurang Kematian Utara hari ini."

Tanpa banyak bertanya, Lin Chen merogoh saku jubahnya dan menyerahkan kepingan giok hitam berlambang bayangan naga kepada ibunya.

Lin Yue menerima token itu, lalu menatap putranya dengan pandangan menilai. "Sebelum Ibu mengambil alih pelatihan mereka, jelaskan pada Ibu. Seberapa besar struktur Aliansi Bayangan Langit saat ini, dan bagaimana sistem manajemen sumber daya yang kau terapkan untuk mendidik mereka?"

Lin Chen menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Eh... struktur kita punya empat paviliun utama. Ada empat ketua, dan empat wakil ketua. Total anggotanya... mungkin sekitar seribu orang lebih? Entahlah, anggotanya terus bertambah setiap bulan, ada ratusan orang di setiap paviliun."

Alis Lin Yue mulai menukik tajam. "Kau bilang 'mungkin'? Dan 'entahlah'? Lalu bagaimana kau mengatur distribusi batu spiritual dan pil obat untuk seribu orang lebih itu?"

Lin Chen tertawa canggung, sedikit mundur dari ibunya. "Ibu tahu sendiri kan, anakmu ini sangat sibuk di istana. Jadi... aku menyerahkan semua urusan manajemen dan perekrutan kepada Xie Yan dan para wakilnya. Aku hanya memberikan perintah siapa yang harus dibunuh atau diinterogasi."

Keheningan yang luar biasa membekukan seketika turun di beranda itu.

BTAK!

Sebuah jitakan yang cukup keras namun penuh kasih sayang mendarat sempurna di kening Lin Chen.

"Aw! Ibu!" Lin Chen meringis, mengusap keningnya yang memerah.

"Ketua macam apa kau ini?!" omel Lin Yue, berkacak pinggang layaknya ibu-ibu yang sedang memarahi anaknya yang bolos akademi. "Pantas saja kau menyembunyikan kultivasimu, ternyata kau hanya ingin bermalas-malasan dan melempar tanggung jawab pada bawahanmu yang malang! Sebuah sekte atau aliansi yang tidak memiliki pondasi dari pemimpinnya sendiri akan rapuh dari dalam!"

Melihat ibunya mulai masuk ke mode 'mantan kultivator', Lin Chen buru-buru mengeluarkan jurus pamungkasnya. Ia memeluk lengan ibunya, menyandarkan kepalanya ke bahu Lin Yue, dan memasang wajah anak bungsu yang paling lugu dan manja di seluruh dunia.

"Ibu... maafkan Chen'er," rengek Lin Chen lembut. "Kan ada Xie Yan yang pintar untuk mengurus semuanya. Lagipula, bukankah Ibu sendiri yang berjanji akan membantuku mengurus mereka? Dengan adanya Ibu yang turun tangan, Aliansi Bayangan Langit pasti akan menjadi yang terkuat di alam semesta! Chen'er hanya ingin menghabiskan waktu minum teh bersama Ibu di sini."

Mendengar rayuan maut putranya dan melihat tatapan keemasan yang berkedip-kedip polos itu, dinding amarah Lin Yue runtuh seketika. Sang Permaisuri menghela napas panjang, tersenyum pasrah, lalu mengusap kepala putranya.

"Anak nakal. Mulutmu itu lebih berbisa dari pedang mana pun," kekeh Lin Yue. "Baiklah. Ibu akan membereskan sekte jalananmu ini. Duduklah yang manis di istana dan jangan buat masalah selagi Ibu pergi."

Siang harinya, di Markas Jurang Kematian Utara.

Keempat ketua paviliun Mo Yuan, Shen Lu, Xie Yan, dan Zi Lanying sedang berkumpul di Aula Utama. Mereka sedang mendiskusikan perubahan drastis perilaku Lin Chen semalam, dan mencoba menebak siapa 'Su Qingyue' ini bagi Kakak Pertama mereka.

Tiba-tiba, Formasi Pengumpul Qi Tingkat Surga yang menutupi jurang itu berdesir pelan.

Seseorang telah melewati gerbang utama tanpa membunyikan peringatan.

Keempat remaja itu langsung berdiri. Senjata mereka terhunus dalam sekejap. Mereka memusatkan pandangan ke arah bayang-bayang di mulut gua.

Seorang wanita berjubah sederhana melangkah masuk dengan tenang. Ia memakai topeng kain yang menutupi separuh wajahnya. Di tangannya, ia memegang Token Giok Hitam simbol otoritas kuat milik Kakak Pertama mereka.

"Siapa kau?! Dari mana kau mendapatkan token itu?!" bentak Mo Yuan, bersiap menerjang.

Namun, sebelum ada satu pun dari mereka yang bisa mengayunkan senjata, sebuah tekanan spiritual murni meledak dari tubuh wanita itu. Tekanan itu bukanlah tekanan yang merusak, melainkan sebuah gunung tak kasat mata yang memaksa hukum gravitasi berlipat ganda!

BRUUUK!

Mo Yuan, Shen Lu, Xie Yan, dan Zi Lanying langsung jatuh bertumpu pada kedua lutut mereka, tidak mampu mengangkat wajah dari lantai batu giok hitam. Keringat dingin membasahi punggung mereka seketika.

Tekanan apa ini?! Bahkan Kakak Pertama tidak pernah menekan kami seberat ini! batin Xie Yan menjerit panik.

Wanita berjubah itu melangkah perlahan mengelilingi mereka, menggelengkan kepalanya dengan kecewa.

"Fondasi yang berantakan. Napas yang tidak teratur. Dan kalian terlalu bergantung pada kekuatan otot serta racun jalanan kalian," ucap Lin Yue dingin, suaranya menggema di aula utama layaknya dewi penghukum dari langit.

Lin Yue berhenti tepat di depan mereka yang masih tidak bisa bergerak.

"Jadi kalianlah Mo Yuan, Shen Lu, Xie Yan, dan Zi Lanying," lanjut Lin Yue. "Mulai hari ini, aku telah mengambil alih otoritas pelatihan kalian. Persiapkan mental kalian, anak-anak. Karena aku akan mengajari kalian apa arti sebenarnya dari kata 'berkultivasi', dan aku akan memastikan kalian memuntahkan darah lebih banyak dari yang pernah kalian bayangkan."

1
Indah Hidayat
kaisar naga beladirinya kok tiba2 dihapus ?
Raden
luar biasa mantap thor
Raden
mantap💪 lanjut kan 💪
Raden
mantap ratu💪
Raden
hajar bro, mulut kok ga dijaga💪
Raden
seru lagi, mantap💪
Rhaka Kelana
Dan akhirnya, yang diinginkan oleh seorang pria adalah rumah yang penuh dengan kehangatan....😍
Budi Wahyono
kaisar naga nya kok gak ada thor ?
Sang_Imajinasi: ada mas bud, ngulang lgi, karena hilang semua bab
total 1 replies
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
keren
Puragabaya
KOPLAK
Su Qingyue ikut Lin Chen dan Tua hitam ke alam Abadi.
Kenapa ana Qingyue lagi di alam Fana 🤣🤣
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
DIFAN2: Novel 'SULUNG' hadir dengan keseruan kisah petualangannya, yuk kak merapat.
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lanjut
Edy Amran. MM
Lanjut.. ceritanya bagus
Rinaldi Sigar
lanjut
EKO BUDI PRASETYO: lha bukannya qingyue di alam abadi SM Lincen, kok BS di alam fana
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Boo Ceng Li
🔥🔥🔥💪💪💪👌👌👌
Tosari Agung
sangat keren imajinasi thor🌹🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!