NovelToon NovelToon
Rose Of The Underworld

Rose Of The Underworld

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:499
Nilai: 5
Nama Author: chocomint09

Bagi dunia bawah, Evangeline Cross adalah The Ghost Rose, eksekutor berdarah dingin yang paling ditakuti. Namun bagi dirinya sendiri, ia hanyalah seorang putri yang terjebak dalam malam pembunuhan ibunya empat belas tahun lalu. Satu-satunya jejak sang pembunuh yang tersisa adalah belati dengan ukiran ular dan mawar.

Saat petunjuk mengarah pada Blackwood Syndicate, kelompok mafia paling elit dan berbahaya di Verona Heights, Eva menyusup sebagai pelayan pribadi demi membalas dendam. Targetnya sederhana, menghabisi Dominic Blackwood, sang pemimpin mafia berusia 30 tahun yang dikenal tak berbelas kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chocomint09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24

Hujan deras mengguyur distrik tua Verona Heights tanpa ampun, menyulap jalanan berbatu yang sempit menjadi genangan air berwarna kelam.

Di puncak tertinggi Katedral Saint Jude sebuah bangunan bergaya ghotik yang ditinggalkan semenjak Tragedi 2012, pendar kilat sesekali menyinari jendela-jendela kaca patri yang telah pecah dihantam waktu.

Di dalam ruangan menara lonceng yang terlindung dari siraman air, dua figur berdiri di kegelapan.

Suara denting air yang menetes dari atap batu beradu dengan dengung mesin dekoder satelit yang diletakkan di atas meja besi portabel.

Cahaya biru tipis dari layar monitor membiaskan dua bayangan tinggi yang terpantul di dinding batu yang lembap.

Sosok pertama duduk anggun di atas kursi kayu antik berukir. Tubuhnya dibungkus oleh mantel bulu domba berwarna abu-abu gelap, sementara jemarinya yang lentik dan dihiasi cincin batu zamrud kuno memainkan sebuah cincin stempel berukir huruf G.B.

Sosok kedua berdiri kaku di dekat celah jendela menara, mengenakan jas setelan kustom hitam tanpa cacat, tangannya bertengger santai di balik saku celananya. Suaranya rendah, halus, namun sarat akan kejamnya kalkulasi yang telah berjalan selama lebih dari satu dekade.

"Rencana di Villa Mistral sedikit melenceng dari kalkulasimu," ujar sosok yang berdiri, pandangannya menembus kegelapan hujan menatap pendar lampu Blackwood Medical Center dari kejauhan. "Penembak jitu Faksi Rossi tidak berhasil melubangi dada Dominic."

Sosok yang duduk di kursi memiringkan kepalanya tipis. Kekeh halus yang dingin mengalun dari bibirnya, bergema kaku di antara dinding batu menara.

"Melenceng?" sahut sosok yang duduk, suaranya seperti bisikan sutra yang beracun.

"Tidak ada yang melenceng. Wanita kecil itu... si 'Evie Thorne'... melompat ke depan jalur peluru. Bukankah itu sebuah mahakarya yang indah?"

Sosok yang berdiri memutar tubuhnya perlahan, membiarkan separuh wajahnya terpapar pendar biru monitor, menyingkap rahang tegas dan tatapan mata yang dingin bagaikan es di dasar samudra.

"Kau terkejut wanita itu melompat?" tanya sosok yang berdiri, mengamati pasangannya.

"Sama sekali tidak," jawab sosok bermantel bulu seraya mengusap cincin zamrudnya.

"Anak dari Clara Cross itu tumbuh persis seperti ibunya. Naif, emosional, dan percaya bahwa pengorbanan darah adalah jalan menuju pertolongan. Dia berpikir dia sedang memainkan tarian penyamaran yang sempurna sebagai Ghost Rose di balik selimut Dominic."

Sosok yang berdiri melangkah mendekati meja portabel, menyentuh layar monitor yang menampilkan grafik statistik pergerakan armada tempur Blackwood Syndicate di distrik barat.

"Dominic telah sepenuhnya memakan umpan kita," kata sosok yang berdiri dengan nada puas yang tertahan.

"Dia menghancurkan tiga pelabuhan utama milik Don Sergio Rossi malam ini."

"Dan saat mereka berdua bertemu di Gedung Arsip Lama..." potong sosok yang duduk seraya meletakkan cincin stempel G.B. di atas meja besi, "...bensin yang telah kita siramkan selama belasan tahun akan meledak menjadi api yang meratakan Tiga Faksi sekaligus."

Suasana di menara lonceng mendadak sunyi sejenak, hanya tersisa deru angin malam yang melintasi celah batu.

Dua sosok ini bukanlah sekadar pemain baru di papan catur Verona Heights. Mereka adalah dua arsitek bayangan yang mengendalikan Ordo Lima Duri sejak hari pertama Konsorsium St. Jude didirikan.

"Bagaimana dengan dokumen manifes St. Jude 2012?" tanya sosok yang berdiri, nadanya menajam.

"Wanita itu berhasil mengamankannya dari Villa Mistral. Di dalam dokumen itu tertera tanda tangan dan stempel G.B.-mu."

Sosok yang duduk terkekeh kembali, menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi kayu.

"Biarkan mereka membacanya," sahutnya santai, jemarinya mengetuk-ngetuk kayu.

"Dokumen itu memang sengaja kubiarkan berada di tempat kerja Vivienne. Tanpa petunjuk tentang inisial G.B., anak Clara Cross itu tidak akan pernah memiliki dorongan untuk membimbing Dominic membuka Brankas Besi Kelabu di bawah tanah Blackwood Manor."

Sosok yang berdiri memicingkan matanya tajam. "Kau sengaja memancing mereka ke ruang rahasia bawah tanah?"

"Tentu saja," desis sosok yang duduk, matanya berbinar dalam pendar biru remang.

"Lady Eleanor telah menutup ruang rahasia itu rapat-rapat selama empat belas tahun karena dia tahu... di dalam Brankas Besi Kelabu itu tersimpan kebenaran tentang siapa yang sebenarnya mengeksekusi Viviane dan Clara Cross."

Sosok yang berdiri melangkah mendekati celah jendela kembali, menatap bayangan suram Blackwood Manor yang berdiri megah di atas bukit selatan.

"Eleanor berpikir dia telah mengunci seluruh rahasia pendiri," kata sosok yang berdiri, suaranya tenang namun sarat ancaman yang mematikan.

"Dia tidak tahu bahwa kita tidak pernah benar-benar meninggalkan kediaman itu."

"Eleanor sudah tua," potong sosok yang duduk dengan nada meremehkan.

"Kewaspadaannya tumpul oleh rasa bersalah atas kematian anak dan menantunya. Dan sekarang, setelah dia menerima si 'Evie Thorne' sebagai menantu resmi keluarga karena aksi pengorbanan palsu itu... pintu perlindungan terakhir Blackwood telah terbuka dari dalam."

Sosok yang berdiri menyunggingkan senyum tipis yang sangat dingin di kegelapan.

"Jadi penyerangan di manor itu..." ujar sosok yang berdiri, "...hanya pemicu awal?"

"Itu adalah salam pembuka," sahut sosok yang duduk seraya bangkit dari kursinya secara perlahan. Tubuhnya berdiri tegap di tengah ruangan menara, membiarkan mantel abu-abunya terurai jatuh.

"Dominic berpikir dia sedang melindungi wanita yang dicintainya. Eva berpikir dia sedang memperdaya penguasa Blackwood demi membalaskan dendam ibunya."

Sosok yang duduk melangkah mendekati pasangan konspirasinya, berhenti tepat di sampingnya di celah jendela menara.

Kedua figur bayangan itu kini berdiri berdampingan, menatap kekaisaran Verona Heights yang sedang membara di bawah hujan deras.

"Mereka berdua..." bisik sosok yang duduk, suaranya dipenuhi oleh rasa kemenangan yang murni, "...hanya dua ekor bidak catur yang berjalan bergandengan tangan menuju lubang pembantaian yang sudah kita gali sejak Tragedi 2012."

Sosok yang berdiri meraih sebuah radio enkripsi komunikasi jarak jauh dari balik jasnya, menekan tombol frekuensi khusus yang terhubung langsung dengan sel-sel tidur Ordo Lima Duri di seluruh kota.

"Siapkan tim eksekutor di Zona Netral besok malam," perintah sosok yang berdiri ke dalam radio, suaranya datar tanpa emosi. "Pastikan Don Sergio Rossi dan Dominic Blackwood tidak keluar dari Gedung Arsip Lama dalam keadaan bernapas."

"Pesan diterima, Tuan. Bagaimana dengan Nyonya Evie di manor?" sahut suara terdistorsi dari balik radio.

Sosok yang duduk mengulurkan tangannya yang dililit cincin zamrud, mengambil radio tersebut dari genggaman pasangannya. Ia mendekatkan mikrofon kecil itu ke bibirnya yang merona gelap.

"Biarkan putri kecil Clara Cross itu melangkah ke bawah tanah Blackwood Manor," bisik sosok yang duduk dengan intonasi yang sangat lembut namun mematikan. "Biarkan dia menemukan apa yang dicarinya di dalam Brankas Besi Kelabu... tepat sebelum kita membakar seluruh silsilah keluarga Blackwood menjadi abu."

Ia mematikan sambungan radio tersebut, melemparnya kembali ke atas meja besi dengan dentang halus.

...Bersambung... ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!