NovelToon NovelToon
Bulan Untuk Bintang

Bulan Untuk Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dokter / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Sungguh tidak menyangka bagi dokter Rembulan. Ia akan mendengar permintaan aneh dari Mentari sahabat sekaligus pasiennya yang sudah dia tangani selama satu tahun. Mentari meminta untuk menjadi ibu bagi Talita. Menjadi ibu tiri anak Mentari berarti Rembulan harus menikah dengan Bintang suami sahabatnya.

Jelas Bintang suami Mentari menolak dengan tegas.

"Tolonglah Mas, Demi anak kita, aku sudah tidak kuat lagi."

"Sayang... jangan berpikir yang aneh-aneh, kamu akan sembuh dan kita akan hidup bahagia selamanya."




Apakah Bulan akhirnya menyanggupi permintaan Mentari? Lalu bagaimana tanggapan Bintang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

"Apa hak Mama mengusir Bulan dari rumah ini?" Bintang memotong, dari pertanyaan itu masih memiliki rasa hormat kepada mertuanya.

"Mama memang tidak punya hak apapun di rumah ini, Bintang. Tapi sebagai Ibu Mentari yang sedang sakit keras saya akan menjaga mentalnya dari orang-orang macam kalian! Saya tidak akan pergi, karena tidak ingin sakit Mentari semakin parah, karena memikirkan suami tukang selingkuh sepertimu!"

"Saya tidak selingkuh!" Bantah Bintang tegas. "Bukankah sudah saya katakan Rembulan istriku."

 "Saya tidak percaya! Dengar baik-baik Bintang, Mama tidak akan pergi, saya akan menjaga dan melindungi Mentari dari wanita busuk ini. Dia yang seharusnya pergi, karena sudah mengganggu suami orang!" Ratih melempar tatapan sinis kepada Bulan.

"Perhatian apa yang selama ini Mama berikan kepada putri Mama?" Bintang merasa bingung, selama di rumah ini, Mertuanya hanya mendem di kamar, jika masuk ke kamar Mentari hanya menjadi provokator tapi berdalih menjaga.

Pertengkaran antara mertua dan menantu pun semakin panjang.

Sementara Bulan memilih menarik kakinya perlahan, menjauh dari tempat itu dan mengemas pakaian.

"Aku bodoh," gumamnya, sambil membuka lemari. Baju demi baju ia lipat asal kemudian dimasukan ke dalam koper. Setiap kali memasukkan satu potong pakaian, air matanya jatuh menetes.

Sejauh apapun hatinya berusaha untuk kuat tapi Sounding bentakan Ratih dan Sherly setiap waktu masih bergema riuh di kepalanya, memecahkan sisa-sisa kesabaran yang berusaha ia pertahankan selama beberapa hari. ​Ia tidak pernah membayangkan keputusan yang ia pilih menyakiti hatinya sendiri.

Bulan mengusap pipinya kasar dengan punggung tangan, tetapi bulir hangat itu terus merembes tanpa bisa ditahan. Isaknya yang semula tertahan kini pecah menjadi tangisan pilu di tengah heningnya kamar.

​Selesai merapikan sweater kesayangannya ke sudut koper, Bulan memandangi sekeliling ruangan. Foto-foto Talita, Mentari dan Bintang yang masih terpajang di dinding seakan menertawakan kehancurannya.

Ternyata ia di rumah ini hanya figuran, membuatnya seketika sadar, terus bertahan di sini hanya akan membuat dirinya makin kehilangan harga diri. Rumah Bintang bukan lagi tempat untuk pulang, melainkan sangkar yang mengurungnya dalam rasa serba salah.

​Dengan tangan bergetar, Bulan menarik ritsleting koper itu hingga tertutup, sebelum pergi ia ke kamar sahabatnya. Bukan untuk pamit karena saat ini dipastikan sudah tidur, hanya ingin memastikan bahwa sahabatnya baik-baik saja.

Pintu kamar utama ia dorong pelan tanpa suara, memandangi sosok di atas tempat tidur. Jujur, Bulan bahagia melihat sahabatnya bisa tertidur dengan pulas setelah menuruti permintaannya untuk menikah dengan Bintang, tidak seperti beberapa waktu yang lalu, selalu begadang karena merasakan sakit yang tidak bisa digambarkan seperti apa.

Namun, Bulan hanya manusia yang mempunyai batas kesabaran, tidak ingin terus berkorban dan akhirnya dirinya sendiri yang kena mental.

"Maafkan aku sahabat..." ucapnya dalam hati saat membetulkan selimut Mentari, lalu berdiri terpaku di sisi ranjang, menatap wanita yang pernah menjadi alasan untuk memilih walau pilihan itu salah. Hingga menyandang status yang tidak pernah ia cita-citakan sebelumnya.

Bayangan tiga minggu yang lalu mendadak berputar di kepala Bulan, saat Mentari menggenggam erat tangannya, memohon dengan derai air mata agar Bulan mau menikah dengan Bintang, suaminya, demi menjaga kebahagiaan keluarga kecil mereka di tengah kemalangan yang menimpa.

​Namun, pengorbanan ternyata memiliki batas kaji. Menjadi istri kedua melempar Bulan ke dalam labirin rasa bersalah, dan kehampaan yang terus menggerogoti jiwanya setiap hari.

Untuk itulah ia tidak ingin cintanya tumbuh di antara dirinya dan Bintang yang justru akan menjadi racun yang perlahan membunuh persahabatannya dengan Mentari. Bulan menyadari bahwa ia tidak pernah cukup kuat untuk membagi hati, apalagi merusak tatanan hidup wanita yang sangat ia hormati.

Tatapan Bulan menetap beberapa menit pada wajah lelap Mentari, menyimpan sejuta permohonan maaf yang tidak mungkin ia katakan.

​Dengan langkah perlahan agar tidak memecahkan lelap sang sahabat, Bulan keluar dari kamar itu. Ia menguatkan hatinya, berjalan menuju kamarnya sendiri untuk menyeret koper yang sudah terkemas rapi. Keputusan yang sudah bulat. Dia memilih pergi membawa serpihan hatinya daripada harus terus bertahan dalam lingkaran yang menyakiti semuanya.

Saat Langkah kakinya menuju pintu depan meninggalkan bayang-bayang janji manisnya kepada Mentari dan Talita, ia menoleh, saat jemarinya menyentuh daun pintu, sebuah cengkeraman menahan pergelangan tangannya. Bintang berdiri di sana, menyiratkan kebingungan sekaligus kepanikan yang luar biasa.

​"Jangan pergi, Bulan. Tolong," lirih Bintang, tatapannya menahan gejolak cinta yang sudah tumbuh entah sejak kapan. Pandangan itu terkunci pada Bulan, seolah menyadarkan dirinya betapa berharganya sosok istri keduanya itu dalam hidupnya.

"Maafkan saya Pak, sampaikan salam saya kepada Mentari dan Talita," jawab Bulan serak.

Ingat Talita, seolah ingin membawanya pergi, tapi sayangnya ia tidak punya hak untuk itu. Bulan memejamkan mata sebelum akhirnya gagang pintu berhasil ia buka.

​"Kumohon, beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya, Bulan..." lanjut Bintang lagi-lagi menahan tangan Bulan dengan tatapan memohon.

Di ambang pintu yang terbuka itu, Bulan berdiri gamang sejenak. Tetapi keputusannya sudah bulat, tidak menoleh lagi lalu melangkah lebih cepat terdengar suara roda koper, hingga suara itu tidak terdengar ketika tiba di belakang mobil.

"Bulan, aku pastikan besok pagi semuanya akan baik dan kembali lagi seperti semula, jangan pergi," Bintang rupanya tetap mengejar.

Namun, tidak ada jawaban dari Bulan, wanita itu fokus menata koper dalam bagasi, hingga terdengar suara 'brak' pertanda bagasi sudah tertutup. Bulan segera bergerak membuka pintu depan lalu masuk, tidak peduli lagi saat kaca pintu mobil diketuk oleh Bintang. Besi berjalan itu melesat pergi meninggalkan pria yang tidak mampu lagi berbuat apa-apa.

"Aagghhh... kenapa jadi begini!" Bintang hendak berteriak tapi suaranya tertahan di tenggorokan, tangannya mengepal meninju angin.

Bintang menyentak kaki masuk ke kamar, dadanya terasa sesak ketika membuka pintu lemari, tidak ada satupun pakaian Bulan. Selain kartu atm yang ia berikan tempo hari.

Dia tutup pintu tersebut sebelum menjatuhkan tubuhnya di atas kasur, menatap langit-langit. Jika boleh memilih, ia ingin Bulan tetap di rumah ini dan selalu cerewet tentang pola makan, dan kebersihan, demi kesehatan dirinya dan Talita. Akankah ia masih ada kesempatan untuk bersamanya lagi? Semoga.

Malam makin larut, Bintang tidak juga tidur, ia sadar bahwa rasa sepi ini bukan sekadar tentang ruangan yang kosong, tapi hatinya lebih kosong dan hampa. Dalam remang kamar itu, ia akhirnya menarik selimut, membiarkan malam membungkusnya dalam renungan panjang yang entah kapan akan menemui terang.

Bintang yang merasa baru terlelap harus membuka mata saat mendengar tangis dari putri kecilnya.

"Hiks hiks hiks. Papa... Mama kemana?"

Bintang lompat dari tempat tidur, saat menatap Talita yang berdiri di pinggir pintu disertai tangis kencang.

...~Bersambung~...

1
Teh Yen
harus bagaimana memberitahu ibu mertuamu yg ngeyel itu yah ,, suruh aj mentari yg cerita semuanya bintang coba percaya engg tuh ibu mertuamu tp aku yakin mereka pasti akan menghasut mentari agar membenci rembulan
Eka ELissa
ksian Talita jadi korban... khilngan mama nya kan....
Eka ELissa
nah kan....
hrus nya mentari juga jujur dari awal klau bulan istri ke dua binta⭐biar tu mulut duo keong racun diem 😡
Eka ELissa
mknya kmu yg tegas jgn mbut mbut aj...dong....klau gini ribett kan..🤦🤦🤦
falea sezi
kapok makanya bulan ngapain sok baik ma sahabat 🤣🤣 mau mati aja nyusain lu mentari sahabat prettt bkin bulan di hujat sana sini 😒😒 mati aja lu mentari gk tau diri amat lu
mery harwati
Belum lagi kenyataan yang harus Bulan hadapi di tempat kerja, pasti lah video itu udah viral & sebagian orang di tempat kerja Bulan udah nonton termasuk ibu kandung Bintang sendiri, di tempat kerja tekanan psikologis Bulan makin berat gegara video viral itu 🥴
Setyowati Setyowati
karakter bintang kurang tegas , terlalu plin-plan ...dan Bulan harusnya dlm perdebatan jangan mau kalah SM Serly dan ibunya ..mereka cuma mau depak kamu dan Serly yg bakal menggantikan posisi mentari ..karena jiwa pelakornya meronta "
tiara
kasihan Bulan udah nikah ga sesuai keinginan eh malah dibuat sakit hati sama mertua ibu dan adiknya mentari,udah usir aja tuh orang ga punya hati mah mereka cuma pengen harta aja tuh
Agunk Setyawan
Uda tau mertua sama ipar gitu tp gak ada tegas" nya malah lembek kaya kangkung
Teh Yen
huuh kenapa bukan dari siang blng begitu nya bintang huuh bikin kesel.dulu deh baru tegas hadeuuh 🙈
mery harwati
Noh Bintang liat di dunia nyata bagaimana kekuatan nitezen mengorek abis kisah asmara CEO & artis yang diberitakan dapat uang dari mantan suami ratusan juta tiap bulannya
Gak abis² beritanya sampe sekarang juga, udah berapa bulan itu berlangsung
Kamu jangan meremehkan jagat maya Bintang karena efek psikologisnya mengena pisan terutama ke korban
Buna Seta: 🤣🤣🤣🤣❤❤❤
total 1 replies
mery harwati
Emang semudah itu menghapis jejak digital di medsos? Mimpi Bintang ketinggian dalam menghadapi netizen di jagat maya 🤣
Meremehkan netizen, menganggap sepele udah dihapus, selesai dalam pikiran Bintang yang masa bodo
Gak mikir efek psikologis Bulan, Mentari, anaknya & ibu kandung Bintang sendiri
Pret lah Bintang, kau anggap remeh kekuatan nitezen tanpa memikirkan psikologisnya
tiara
bagus Bintang usir saja mertua sama ipar yang ga ada akhlak,bikin rusuh aja
Perempuan
lelet kamu Bintang. Kamu sudah melukai bahkan mendzolimi Bulan. Bulan rugi banget nikah sama kamu, masih ditambah dgn sikap kamu yg gak jelas, lambat ngambil keputusan
Eka ELissa
Halah telat basi...ktika bulan mju baru kmu nongol bintang ⭐⭐⭐⭐😡😡😡😡😡gaje lu....🤦🤦🤦
Eka ELissa
huuu....nah kan yg jadi korban mlhn bulan... mikirin perasaan orang Mulu cih..... prasaan orang yg terdekat GK di pikirin kmu kurang tegas bintang 😏😡
Agunk Setyawan
telat
mery harwati
Sosok Bintang dibuat BODOH di novel ini
Secara Bintang tuan rumah, mudah baginya untuk mengusir mertua & afik ipar meski masih berstatus suami Mentari
Tapi gimana lagi 🤷‍♀️
memang dibuat bodoh & masa bodo agar tetep salah paham antara mertua, ipar, istri kedua & orang tua kandung Bintang sendiri
Sabar aja nunggu episode selanjutnya yang bikin viral nama Bulan ancur karena narasi kejelekan² dari Sherly & Ratih
Teh Yen
duh gemes deh smaa bintang malah pergi ke rmh sakit harusnya jelasin dulu sama ibu mertua mu itu biar tidak nyebar jg gosipnya skrng nama baik rembulan d RS d pertaruhkan loh dengan menyebarnya vidio itu hadeeuh
Rohmi Yatun
disini posisi bulan sangat tdk menguntungkan.. tapi itu juga salahnya sendiri sih gak dipikirkan akibatnya wktu dia menerima permintaan mentari... dia yg menjerumuskan dirinya sendiri dlm situasi yg rumit..
dimata siapapun bukan diposisi yg salah. orang awam gk akan percaya kalo semua itu istri pertama yg meminta.. mau dijelaskan gimanapun dimata netizen Bulan seorang pelakor..
kasian juga sich sebenarnya.. 😌😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!