NovelToon NovelToon
Rahasia Yang Ditinggalkannya

Rahasia Yang Ditinggalkannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikah Kontrak / Diam-Diam Cinta
Popularitas:385
Nilai: 5
Nama Author: Momowen

Dia kehilangan segalanya dalam sekejap.
Kecelakaan merenggut nyawa pria yang paling mencintainya, meninggalkan hanya rekaman suara terakhir...yang tiba-tiba menghilang.

Di balik air mata dan luka, Silvia Pliis menemukan rahasia besar yang tidak pernah dia ketahui dari pria yang mencintainya.

Antara cinta yang tak sempat tersampaikan, persahabatan yang setia, dan intrik keluarga penuh ambisi...ia harus memilih:
Tetap jadi gadis polos yang dilindungi, atau membuka pintu menuju kebenaran yang akan menghancurkan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momowen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepolosan yang Bertahan

Minnie mengalihkan pandangannya kepada Nelia yang sedang makan dengan lahap. Ia memiringkan tubuh sambil menopang dagu dengan satu tangan, “Jadwal kalian hari ini ngapain aja?”

Nelia menatap langit-langit sambil berpikir cukup lama, lalu akhirnya menundukkan kepala, “Kayaknya hari ini aku harus kejar deadline.”

Setelah mengatakan itu, Nelia kembali mengunyah beberapa suapan, “Kalau kamu, Sil?”

“Mengurus visa.”

Nelia sempat mengernyit, nada suaranya terdengar sedikit murung, “Aku ikut.”

Silvia langsung menyela, “Nggak perlu. Kau urus saja pekerjaanmu. Aku pergi sebentar dan akan segera kembali.”

Silvia bangkit dan kembali ke kamarnya. Ia membuka lemari pakaian, lalu pandangannya berhenti pada sebuah hoodie pria yang baru ditambahkan ke dalam lemari kemarin.

Jemarinya perlahan mengusap ujung hoodie itu. Ujung jarinya berputar pelan di bagian lengan yang sudah mulai berbulu karena sering dipakai.

Tak lama kemudian, Silvia muncul di hadapan Nelia dan Minnie dengan penampilan rapi.

Kemeja putih yang dipadukan dengan rok panjang hitam berpotongan ramping membuatnya terlihat sederhana sekaligus elegan. Rambutnya diikat rapi di belakang kepala, hanya menyisakan beberapa helai yang jatuh di dekat telinganya.

“Sil, Adrian sudah menunggu di bawah. Cepat pergi.”

Sudut bibir Nelia masih dihiasi remah roti. Ia menoleh dengan tatapan polos, lalu matanya langsung berbinar saat melihat penampilan Silvia, “Sil, kamu cantik banget.”

Silvia hanya tersenyum tipis. Setelah mengangguk kepada Minnie yang berdiri di samping Nelia, ia pun meninggalkan apartemen.

Adrian berdiri di samping pintu mobil sambil mendongak menatap lantai atas.

“Adrian! Kau harus jaga baik-baik Silvia-ku, ya! Kalau nggak, aku nggak akan memaafkanmu!”

Teriakan Nelia terdengar dari lantai atas.

Minnie meletakkan telapak tangannya di atas pagar balkon. Angin sepoi-sepoi mengacak rambut yang sebelumnya sudah ditata dengan rapi. Beberapa helai rambut berkibar di udara, sesekali menyapu pipinya.

Ia menundukkan pandangan.

Silvia perlahan muncul dan berjalan mendekati Adrian.

Mata Minnie dipenuhi emosi yang sulit dibaca.

“Ayo.” Silvia menyipitkan mata. Adrian yang sejak tadi masih melamun dan belum menyadari keberadaannya akhirnya ia tegur.

Adrian buru-buru menundukkan kepala. Ia segera berdiri tegak dan berkata dengan sopan, “Nona Silvia.”

Silvia melirik Nelia yang masih melambaikan tangan dari balkon. Ia ikut melambaikan tangannya sekilas, lalu masuk ke kursi penumpang di depan.

Siang menjelang sore.

Matahari perlahan bergeser ke ufuk barat.

Silvia menatap visa yang sudah mendapatkan cap di tangannya. Entah mengapa, hatinya justru dipenuhi rasa tidak tenang.

Adrian menghentikan mobil tepat di depannya, lalu menurunkan kaca jendela, “Nona Silvia, silakan masuk.”

Silvia membuka pintu mobil dan duduk di dalam.

Mobil melaju dengan stabil di sepanjang jalan.

Silvia menatap matahari senja di luar jendela, lalu perlahan membuka suara, “Adrian, kamu pasti tahu sesuatu, bukan?”

Tangan Adrian yang menggenggam kemudi seketika mengencang sedikit. Ia mengernyit, “Tahu apa? Nona Silvia, janganlah bercanda.”

“Adrian, aku serius.” Nada suara Silvia tiba-tiba berubah serius. Tatapannya teguh mengarah kepada Adrian, tanpa sedikit pun keraguan. Ada keteguhan dan keras kepala yang jelas terpancar dari matanya.

Adrian menghela napas tanpa daya. Setelah beberapa saat, ia berkata dengan nada berat, “Anda ingin mengetahui mengenai apa? Coba katakan dulu.”

“SpeedRush.” Silvia tidak berbicara dengan terburu-buru. Ia mengucapkannya kata demi kata.

“Aku ingin tahu seberapa banyak yang kau ketahui tentang SpeedRush.”

Mata Adrian tetap tertuju pada jalan di depan. Kedua tangannya menggenggam kemudi dengan erat, “Nggak banyak.”

Lampu merah di persimpangan menyala.

Mobil berhenti dengan tenang di tengah jalan.

Adrian memegang kemudi dengan satu tangan, lalu sedikit memiringkan kepalanya ke arah Silvia, “Yang aku tahu tidak banyak. Aku cuma tahu, SpeedRush adalah sebuah situs yang khusus menjadi tempat berkumpulnya para hacker. Selama bayarannya cukup tinggi, akan selalu ada orang yang mau menerima misi.”

“Mau itu urusan di wilayah abu-abu ataupun gosip dunia hiburan, mereka terima semuanya.”

“Selama ada uang... semuanya bisa diselidiki?” Jari Silvia mengetuk pelan pintu mobil. Tatapannya tertuju pada lampu kuning yang baru saja menyala di depan.

“Ya.” Adrian kembali mengarahkan pandangannya ke jalan, “Mereka pada dasarnya adalah hacker bawah tanah yang berkeliaran dari berbagai tempat. Situs itu memberi mereka identitas dan tempat untuk mengasah kemampuan sekaligus menerima pekerjaan secara terang-terangan.”

“Demi mempertahankan keberlangsungan situs tersebut, selama bayarannya cukup besar, hampir semua pekerjaan akan mereka terima.”

Tatapan Silvia tetap dingin dan sayu, “Hebat sekali... Kalau begitu, kau tahu siapa pendirinya?”

“Pendirinya...” Adrian tiba-tiba terdengar ragu, “Aku nggak tahu. Sebelumnya aku beberapa kali diam-diam menyelidikinya sendiri. Tapi sampai sekarang aku tetap nggak menemukan celah sedikit pun.”

“Orang itu seperti dewa yang tiba-tiba muncul di bumi dan menciptakan sebuah situs.”

“Sistem keamanan situs itu juga sangat kuat. Beberapa kali ada pihak dari luar negeri yang mencoba membobolnya, tetapi semuanya langsung mendapat serangan balik otomatis.”

“Kalau begitu, bagaimana dengan Minnie?” Silvia bertanya dengan heran.

Senyum di wajah Adrian seketika menghilang. Ia menggeleng, “Nggak bisa juga. Minnie juga pernah mencobanya, tapi gagal.”

Bahkan Minnie pun gagal.

Silvia terdiam. Ia menatap matahari yang terus mengikuti mobil mereka dari balik jendela.

Seperti seseorang dari masa kecilnya yang dulu selalu mengikutinya ke mana pun ia pergi dan tidak pernah bisa ia tinggalkan.

Pemandangan gedung-gedung kota terus bergerak melewati pandangannya.

Tiba-tiba, Silvia teringat sesuatu. Ia menoleh kepada Adrian, “Adrian, kamu punya akun SpeedRush, kan?”

“Ada.” Adrian mengangguk.

“Bagaimana cara kamu membuat akunmu?”

Adrian tampak bingung ketika menghentikan mobil tepat di bawah apartemen Silvia, “Cara membuatnya? Ya seperti biasa saja. Masukkan nomor telepon, buat kata sandi, dan sebagainya.”

Ekspresi terkejut di wajah Silvia langsung menghilang saat ia menoleh ke luar jendela. Ia berusaha mengendalikan nada suaranya, “Benar juga. Aku yang salah bertanya.”

Adrian mengernyit. Tatapannya tertuju pada punggung Silvia, “Nona Silvia, apakah ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku?”

Silvia segera menoleh kepadanya. Ia terkekeh kecil dengan nada mencela dirinya sendiri, “Memangnya apa yang bisa kusembunyikan darimu?”

Tatapan Adrian masih tertuju kepadanya, tajam seperti seorang pemburu yang tidak mau melepaskan buruannya.

Silvia berbalik dan merapikan tasnya, “Lagipula, Minnie adalah hacker nomor satu yang terkenal di ibu kota. Kalau kalian menyelidikinya, semuanya juga akan ketahuan. Buat apa aku menyembunyikan sesuatu?”

“Aku turun dulu.”

Silvia turun dari mobil dengan santai, meninggalkan sosoknya yang perlahan menghilang di dalam gedung apartemen.

Adrian menatap punggungnya. Ia perlahan menundukkan kepala dan bergumam, “Entah sampai kapan kepolosan dan ketulusanmu yang masih begitu muda itu bisa bertahan.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!