NovelToon NovelToon
Figuran Yang Polos

Figuran Yang Polos

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia
Popularitas:83.1k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Raisa adalah definisi "gadis di dalam botol". Hidupnya hanya seputar dinding rumah, perpustakaan pribadi, dan petuah-petuah manis ibundanya. Dunia luar yang kejam? Raisa tidak kenal. Dunia Dark Romance yang penuh darah dan obsesi? Raisa bahkan tidak bisa mengeja kata "toksik".
​Semua berubah saat ia meminjam sebuah novel bersampul hitam pekat milik temannya. Baru membaca bab pertama, Raisa sudah pusing tujuh keliling. Namun, saat ia memejamkan mata untuk tidur, dunianya berputar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

Anna menatap manik mata Axel yang gelap, lalu sebuah senyuman tipis terukir di bibirnya. "Aku rasa sudah tidak sakit lagi, Paman. Karena tadi sudah Paman sentuh," ucapnya dengan nada menggoda.

​Axel tersentak diam sejenak, tak menyangka Anna akan melontarkan gombalan seperti itu untuk pertama kalinya. "Benarkah?" tanyanya dengan suara serak, sedikit tidak percaya namun merasa puas mendengarnya.

​Anna hanya mengangguk mantap sambil tersenyum polos. Axel menghela napas panjang, mencoba meredam gejolak di dadanya. "Masuk dan tidurlah," perintah Axel lembut.

​"Selamat malam, Paman," bisik Anna.

​Namun, sebelum Anna sempat berbalik, Axel menarik tengkuknya dan membungkam bibirnya dengan ciuman yang jauh lebih intens dari sebelumnya. Ia melumat bibir lembut Anna dengan posesif, seolah ingin menghapus jejak rasa sakit yang ditinggalkan Arland di sana. Axel menggigit kecil bibir bawah Anna hingga gadis itu sedikit meringis dan membuka mulutnya, memberi kesempatan bagi Axel untuk memasukkan lidahnya, mengabsen setiap sudut rongga mulut Anna dengan liar.

​"Nngghhh... P-paman... Ah..." desah Anna tertahan di sela-sela pagutan mereka. Tubuhnya bergetar hebat saat merasakan lidah Axel yang hangat menari-nari di dalam mulutnya, menghisap seluruh oksigennya hingga ia merasa melayang.

​Axel perlahan melepaskan ciumannya, lalu beralih menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Anna. Ia menghirup aroma tubuh Anna yang memabukkan dengan napas yang memburu, membuat Anna kembali mendongak sambil mencengkeram lengan jas Axel.

​"Malam," bisik Axel tepat di telinga Anna.

​Sebuah senyum tipis yang sarat akan makna terukir di wajah tampannya. Axel kemudian melepaskan dekapannya, berbalik, dan berjalan pergi meninggalkan Anna yang masih mematung di ambang pintu dengan napas tersengal dan jantung yang berdegup tak karuan. Pria itu baru saja pergi, namun aroma dan sentuhannya seolah masih tertinggal jelas di kulit Anna.

Keesokan paginya di sekolah, suasana di koridor kelas masih tampak sepi saat Anna baru saja meletakkan tasnya. Jolina dan Emma langsung menyerbu mejanya dengan wajah yang dipenuhi rasa khawatir, langsung memeriksa pipi Anna yang kemarin malam sempat memerah.

​"Anna! Lo beneran gapapa? Pipi lo gimana? Masih sakit gak?" tanya Jolina beruntun sambil memegang kedua bahu Anna.

​Emma ikut mendekat, matanya menyipit teliti. "Iya, Na. Semalem gue kepikiran terus tau gak. Kalau si Arland brengsek itu ada di depan gue sekarang, udah gue patahin tangannya."

​Anna tertawa kecil melihat kepanikan kedua sahabatnya. Ia menyentuh pipinya sendiri yang kini sudah benar-benar pulih—berkat "sentuhan" obat dari Axel semalam. "Gue udah oke kok, beneran. Udah gak sakit sama sekali. Kalian tenang aja, ya."

​"Syukur deh kalau gitu. Tapi tetep aja, awas aja kalau si Zella sama Arland macem-macem lagi hari ini," gerutu Jolina yang akhirnya bisa bernapas lega dan mulai duduk di kursinya.

​Saat mereka bertiga baru saja ingin memulai obrolan santai tentang tugas sekolah, tiba-tiba handphone Anna yang berada di atas meja bergetar hebat. Sebuah nomor tidak dikenal tertera di layar. Anna mengernyitkan dahi sejenak sebelum menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel itu ke telinganya.

​"Halo?" ucap Anna.

​"Gue dapet info lo pindah sekolah. Kenapa lo pindah, hah?"

​Suara di seberang sana berdesis dingin, sarat akan nada frustrasi yang tertahan. Anna seketika membeku di tempatnya saat mengenali suara yang sangat familiar itu. Itu suara Ezkiel.

​Ya lagian, tentu saja gue pindah karena emang gamau ketemu antagonis gila kayak lo! teriak Anna dalam hati dengan panik. Apalagi tokoh utamanya di sekolah lama ada semua. Mending gue cari aman di sini daripada nyawa gue melayang!

​Meskipun jantungnya berdegup kencang karena ketakutan, Anna berusaha menetralkan suaranya agar terdengar tegas dan tidak menunjukkan kelemahannya.

​"Kiel? Lo dapet nomor gue dari mana?" tanya Anna dingin. "Dan lagian, apa urusannya sama lo kalau gue pindah sekolah? Kayaknya kita gak ada hubungan apa-apa deh sampai gue harus laporan dan ngasih tahu semua urusan hidup gue ke lo."

​"Anna, jangan main-main ya lo—"

​"Denger ya, Kiel. Jangan pernah hubungi gue lagi. Urus aja urusan lo sendiri," potong Anna cepat sebelum Ezkiel sempat meluapkan kemarahannya lebih jauh, lalu klik, Anna langsung mematikan sambungan telepon tersebut secara sepihak.

​Anna menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya perlahan, mencoba meredakan tangannya yang sedikit gemetar. Jujur, di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Anna masih merasa sangat takut. Jika plot novel ini benar-benar berjalan sesuai alur aslinya, dia tahu betul nasib tragis apa yang menantinya—dia bisa mati secara mengenaskan di tangan Ezkiel. Satu-satunya jalan hanyalah menjauh sejauh mungkin dari pria itu.

1
Psyche 01
jujur aja awalnya aku suka banget sama cerita ini , karna di bab 90an alurnya udah mulai gak enak . jadi aku langsung ke part ini . dan ini agak mengecewakan sih kak
Satria Hadi pranata
🤭
Shela Pereira
aduuuh menurutku ceritanya lumqyqn ga bagus karna tookoh nya kan anna kenapa jadi naya harus nya nay itu gaada gaa menaariik
Liza Chilra: iya kak benar pendapat kakak, klo seandainya sinopsis ceritanya tentang naya itu bru pas dan cocok, ini yang transmigrasi raisa ke tokoh anna, malah dijadiin antagonis, sedangkan penambahan tokoh dijadiin tokoh utama / disebut protagonis.
kakak author nya ga mau bals komenan kita, bagi aku yang buat smngat bacanya karena tokoh anna (raisa), tapi malah dibuat kek gni jalan ceritanya, huftt!😮‍💨
total 1 replies
Satria Hadi pranata
axel sama Naya Anna sama siapa, sementara dia ud GK perawan, kasian Anna nya
Liza Chilra: anna nya sama aku aja kak, kita merenung nasib dia dipojokan😭
total 1 replies
olenlmie olen
sdh tidak minat...lari dri tajuk sdh... makin ke sini, makin lain alur critanya... katanya polos, aikkk ....makin pelik jadinya... sorry thor sdh ilang minat dgn alurnya
Din Din Dinda
ijin gak lanjut baca lagi thour am so sorry
dari awal aku udah berekspektasi kalo si ana yg bakal hidup bahagia orang mahkota berharganya juga udah di ambil eeh tbtb kok jari nayara tokoh utamannya 😭
Liza Chilra: kk ga sendiri pendapat kek gitu.
excited baca novel ini karena tokoh anna (raisa), tapi malah di buat seolah-olah antagonis, naya penambahan tokoh di jadiin protagonis / pu (pameran utama), kalau cerita ini awal tentang naya kenapa ga dari awal aja ceritain tentang naya?
ini yang transmigrasi siapa?
naya apa anna?
ga espek anna (raisa) tokoh favorit yang aku tunggu muncul kapan ceritanya dijadiin antagonis!
padahal yang buat smangat bacanya dan yang paling tunggu muncul adalah tokoh anna (raisa).
bagi aku ga adil buat tokoh anna, kalo emg cerita ini hanya untuk naya?
kenapa harus buat sinopsis tentang anna?
maaf yah kak author, ini aku cmn berpendapat aja yah, soalnya aku excited baca pas pertama kali cmn nngu scane anna (raisa) aja.
kirain pu nya anna, malah penambahan tokoh (nayara) yang jadi tokoh utamanya ga espek pas tau kek gitu dan ga smngt baca lagi:(
total 1 replies
Satria Hadi pranata
di sini Anna bisa mengorbankan cintanya untuk Naya sama Axel dan kembali ke dunianya sendiri
Liza Chilra
maaf kak, keknya ga baca lagi deh🙏
soalnya aku dari awal dukung anna sama axel dan sekarang malah naya yang jdi pu nya, dan alurnya ga sesuai yang di deskripsi dari awal novel ini.
soalnya aku lebih suka anna yang dulu, tapi malah dijadiin antagonis, malah naya yang protagonis
Liza Chilra
maaf yah kak, jdi greget bacanya! soalnya ceritanya menyimpang dari alur awal.
selama baca novel, novel ini yang buat greget dan ga sesuai ekspektasi dah dukung anna dari awal malah dibuat kek gni, terus raisa (anna) pulang ke dunia nyatanya kapan?
malah anna yang ppb, huftt 😮‍💨
Forta Wahyuni
apaan nich thor, koq jd menyimpang gini critanya n maaf ya thor jd males bacanya krn anna jd antagonisnya. 🙏🙏🙏🙏
Liza Chilra
kok bisa yah tiba" anna jdi antagonis kek gni, kan dia yang ajak naya ikut serta liburan meraka. makin kesini malah anna yang ppb, yang transmigrasi dari awal raisa ke tubuh anna makin kesini malah anna yang jdi antagonis. hufttt😭
Liza Chilra
anna dh diambil kesucian sama axel yang malah pu malah naya, dari awalkan tentang raisa yang transmigrasi didunia novel jadi (anna) ini malah yang jdi antagonis, pusing + greget
Liza Chilra
dhh lhh bingung, yang pu malah naya
Forta Wahyuni
yg reinkarnasi si anna koq malah naya yg jd pemeran utamanya, othornya puyeng ya makanya jln critanya jd gini. axel pnya hati murahan n asal jgn tubuhnya jg murahan, berkelas dikitlah jd lakik. yg baca jd gedeg, ntah cam manapun critanya n tambah kesini males bacanya.
Liza Chilra: sependapat,sepemikiran, dan sepakat kak! banyak yang kecewa karena sinopsis dari awal tentang anna (raisa) malah dijadiin antagonis, nayara tokoh penambahan di jadiin protagonis/ pu (pameran utama).
total 1 replies
CaH KangKung,
gara" kata" mbok urut ..aq jd Suudzon ma Anna.....moga Anna g jd antagonis y.....👏👏👏
Liza Chilra
dhh lhh bingung sama pilihan Axel, trus anna bagaimana pulang dunia asalnya, dhh dukung axel sama anna, malah kek gni jadinya berharap happy ending sihh anna sama axel, smngt yahh kak, mudh"an anna sama axel aja yahh soalnya dari awal dukung anna😭🙏
Liza Chilra
ga smngat klo Axel ga sama anna
CaH KangKung,
axel mlh jd abu"....pilih mana,....huft
Satria Hadi pranata
klw Axel SM Naya trus Anna kyk mn, trus Anna kn ud GK perawan SM Axel. peningpun ceritanya, bus balik aj ke asalnya Anna berada
**Maulina**
aduh thor udah bagus axel anna nya kok malah gini sih thor jangan gantilah pasangan nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!