NovelToon NovelToon
Bukan Inginku Jadi MADUMU

Bukan Inginku Jadi MADUMU

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Single Mom / Tamat
Popularitas:36.4k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Risnawati

"Kamu harus tahu diri. Kamu wanita yang tidak pernah di inginkan oleh mas Yusuf. Jangan sesekali meminta perhatian darinya. ingatlah, mas yusuf menikahimu hanya ingin bertanggung jawab pada bayi itu!" tekan Nora.

"Aku tahu, Mbak. Maaf jika sikapku sudah membuat mbak nora tidak nyaman," jawab Siti hajar dengan wajah menunduk.

Kejadian yang tak terduga membuat Siti harus mengandung anak dari majikannya. Menjadi orang ketiga, dan di nikahi secara siri tidaklah membuat gadis malang itu bahagia. ia harus menerima segala hujatan dari nora istri sah Yusuf.

Bagaimana kisah selanjutnya? yuk ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Risnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berusaha tegar demi daffa

Di rumah yang sepi itu, hari-hari Siti berlalu dengan ritme yang tenang namun penuh luka di dalam dada. Ia berusaha sekuat tenaga untuk tetap berdiri tegak, menjalani hari sebagai ibu yang bertanggung jawab dan wanita yang ikhlas menerima takdir. Ia selalu berusaha tersenyum, mengurus rumah, merawat kebutuhan sehari-hari, dan melakukan pekerjaan tangannya agar pikirannya tidak melayang terlalu jauh pada kenangan yang menyakitkan. Namun, tak bisa dipungkiri, di saat-saat sepi atau saat ia menatap wajah mungil putranya yang sangat mirip dengan ayahnya, air matanya kembali menetes tanpa diminta.

Siang itu, setelah menidurkan Daffa, Siti duduk di kursi goyang dekat jendela. Angin sepoi-sepoi masuk, membawa kesejukan namun juga memori yang ingin ia lupakan. Ia memegang dadanya yang terasa sesak, bibirnya gemetar saat mengingat kembali detik-detik saat Yusuf mengucapkan kalimat talak itu. Rasanya masih begitu nyata, seakan baru saja terjadi kemarin.

“Benar-benar sudah selesai… Tidak ada lagi ikatan apa pun antara kita, Mas. Aku bukan lagi siapa-siapa bagimu,” bisiknya pelan, suaranya tertahan di tenggorokan. Air mata yang sudah berusaha keras ia tahan akhirnya jatuh juga, mengalir membasahi pipi yang kini tampak lebih kurus dan pucat. “Segala harapan, segala mimpi, dan segala rasa cinta yang aku miliki… semuanya sudah berakhir pada saat itu juga. Sekarang aku hanya orang asing bagimu, bukan lagi istri, bukan lagi bagian dari hidupmu.”

Ia mengusap wajahnya dengan kasar, berusaha menepis rasa sakit yang tiba-tiba melanda. Ia tahu ia harus kuat, ia tahu ia tidak boleh terus-menerus larut dalam kesedihan. Tapi hati ini adalah hati manusia, yang punya rasa dan perasaan. Rasanya masih begitu sulit menerima kenyataan bahwa sosok yang ia cintai seumur hidupnya, sosok yang ia anggap sebagai dunianya sendiri, kini sudah benar-benar terpisah jauh dan tidak akan pernah kembali lagi.

Namun, di tengah kepedihan itu, terdengar suara cicit dan gerakan kecil dari tempat tidur bayi di dekatnya. Siti segera menyeka air matanya, bangkit berdiri dengan sigap dan wajah yang berubah lembut seketika. Ia mengangkat tubuh mungil Daffa yang sudah terbangun, memeluknya erat di dada, merasakan hangat dan detak jantung yang sama dengan dirinya. Bayi itu menatapnya dengan mata yang bening dan polos, lalu tersenyum lebar, menampakkan senyum yang begitu mirip dengan Yusuf.

Seketika itu juga, rasa sakit yang tadi menyesakkan dada seolah terangkat perlahan. Cahaya harapan dan kekuatan kembali memenuhi seluruh jiwa dan raganya. Siti mencium kening, pipi, dan tangan mungil putranya itu dengan penuh kasih sayang yang tak terhingga.

“Terima kasih, Nak… Terima kasih kamu sudah hadir di dunia ini dan menjadi milik Bunda,” ucap Siti lirih, suaranya penuh rasa syukur dan kelembutan yang luar biasa. “Kamu adalah anugerah terindah yang pernah Bunda terima. Kamu adalah bukti bahwa Bunda pernah dicintai, pernah menjadi bagian dari hidup Ayah, dan kamu adalah satu-satunya ikatan yang masih tersisa di antara kita berdua. Kamulah alasan Bunda tetap bertahan, alasan Bunda tetap bangkit setiap kali terjatuh, dan alasan Bunda tetap bernapas dan berjuang sampai hari ini.”

Daffa tertawa kecil, memainkan jari-jarinya yang mungil, seolah mengerti betapa besar peran dan keberadaannya bagi ibunya. Siti memeluknya semakin erat, seakan takut jika ia melepaskannya sebentar saja, kekuatan itu akan hilang begitu saja.

“Kalau tidak ada kamu, Nak… mungkin Bunda sudah hancur berkeping-keping sejak hari itu. Mungkin Bunda sudah tidak sanggup lagi menjalani hidup yang begitu berat dan menyakitkan ini. Tapi karena ada kamu, Bunda punya alasan yang sangat kuat untuk terus melangkah. Kamu adalah cahaya di tengah kegelapan hidup Bunda, kamu adalah obat di tengah rasa sakit yang tak berujung ini,” lanjut Siti, matanya kembali berkaca-kaca, namun kali ini air mata yang jatuh adalah air mata rasa syukur dan kebahagiaan.

Ia menatap wajah putranya dengan penuh kasih dan tekad yang semakin membara di dalam dada.

“Bunda janji, Nak. Bunda akan berusaha menjadi ibu yang terbaik buatmu. Bunda akan merawatmu, mendidikmu, dan membesarkanmu dengan sekuat tenaga dan segenap jiwa raga Bunda. Apa pun yang terjadi, seberat apa pun cobaan yang datang, Bunda tidak akan pernah meninggalkanmu, tidak akan pernah membiarkanmu kesusahan atau kesepian seperti yang Bunda rasakan. Kamu akan tumbuh menjadi anak yang baik, kuat, dan berguna, Nak. Kamu adalah kebanggaan Bunda, dan kamu adalah segalanya bagi Bunda.”

Siti mengelus rambut halus Daffa, lalu menatap ke luar jendela dengan pandangan yang jauh lebih tenang dan tegas dari sebelumnya. Ia tahu, rasa cintanya pada Yusuf tidak akan pernah hilang, rasa sakitnya tidak akan pernah benar-benar lenyap, dan kenangan itu akan selalu ada di sudut hatinya selamanya. Namun, ia juga sadar sepenuhnya bahwa hidupnya kini bukan lagi miliknya sendiri. Hidupnya adalah untuk Daffa, untuk buah hatinya yang tercinta.

“Meski Ayah dan Bunda sudah tidak bersama lagi, meski ikatan kita sudah terputus, ketahuilah satu hal, Nak… Ayahmu adalah orang yang baik, dan dia sangat bertanggung jawab. Dan ketahuilah juga, bahwa kamu selalu dicintai, baik oleh Ayah maupun oleh Bunda. Kamu tidak kurang apa pun, Nak. Kamu sangat berharga dan sangat dicintai,” bisik Siti lembut, seolah berjanji pada diri sendiri dan pada anaknya.

Di dalam rumah itu, di tengah kesendirian dan kepedihan yang masih terasa, Siti akhirnya menemukan ketenangan dan kekuatan yang sejati. Ia sadar, ia tidak lagi sendirian. Ia memiliki Daffa, malaikat kecilnya yang menjadi penopang, pelindung, dan sumber kekuatan terbesarnya. Selama Daffa masih ada di sisinya, selama ia bisa melihat senyum dan mendengar tawa putranya, Siti tahu bahwa ia akan selalu sanggup melewati apa pun, seberat apa pun cobaan yang diberikan Tuhan kepadanya. Dan ia akan terus berjalan maju, membawa rasa cintanya yang tulus namun kini telah berubah menjadi kekuatan yang menopang hidupnya dan masa depan anak yang sangat dicintainya itu.

Bersambung....

1
Evy
Biasanya kalo hamil anak pertama itu gak terlalu kerasa lagi hamil...badan ringan gak terasa berat...
Dew666
Siti ngelunjak deh, knp pd kasian sm siti knp pd salahin Nora, pdhl Nora paling tersakiti di sini
itin
artinya yusuf dan siti secara tidak langsung berkhianat. memunculkan cinta dan perasaan dalam hubungan yang jelas krn sebuah kesalahan ketidaksengajaan.

ini cerita membenarkan sikap siti sebagai madu sekaligus duri dalam daging dalam rumahtangga nora dan yusif 😄🤣 (alias pelakor yang sah) haha
itin
benarkan... sifat manusia.... iya katanya... kemudian tidak.... karna sudah sesuai kesepakatan dan disetujui bersama sama sama tidak adil posisinya untuk nora dan siti. dan secara naluriah memang sepatutnya hubungan suami istri putus supaya sama bisa menjalani kehidupannya dengan damai. status anak tetaplah anak. tak ada mantan anak
itin
sejak awal sudah tau dan pasrah bahkan siap memisahkan diri. tapi begitu dipisahkan justru kembali mempertanyakan takdir kehidupannya pada sang khalik. itulah manusia setiap detiknya punha ketetapan yg berubah ubah sesuai situasi dan kondisi
itin
mari kita mulai baca 😍
❀∂я 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋𝗪𝗜𝗗𝗬𝗔 ☘𝓡𝓳
akhirnya Heppy ending kisahnya 😍
Suanti
yusuf sebelum menikah sm siti. yusuf harus bilang dulu sm haikal biar haikal tak salah paham dan menerima siti sebagai ibu sambung nya
❀∂я 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋𝗪𝗜𝗗𝗬𝗔 ☘𝓡𝓳
tenang Siti Yusuf sudah terbebas dari ikatan perkawinan dengan nora sekarang
❀∂я 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋𝗪𝗜𝗗𝗬𝗔 ☘𝓡𝓳
Nora tinggal dekat rumah mantan suami biar bisa dekat sama anaknya , tapi kalau tahu Yusuf nikah kembali sama Siti semoga nora tidak punya perasaan dendam sama Siti
Naufal Affiq
nikah aja yusuf sama siti,terus terang kalau kau sama naura sudah cerai,jangan diam aja
Suanti
yusuf jujur lah ke siti bahwa sdh cerai sm nora biar siti tenang dengar nya biar siti mau kembali lgi sm mu tinggal bersama mu dan haikal🤣🤣🤣
Tri Hastuti
akhirnya bercerai dg nora,, saatnya membentuk klrga kcl dg siti ma daffa
Naufal Affiq
pisah pada akhirnya kamu yusuf
❀∂я 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋𝗪𝗜𝗗𝗬𝗔 ☘𝓡𝓳
lanjut lagi kak
❀∂я 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋𝗪𝗜𝗗𝗬𝗔 ☘𝓡𝓳
akhirnya jalan untuk bersama terbuka pelan pelan , menuju babak baru selanjutnya 😁
𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋Riᷯsͧkᷜyͥ🆁🅰🅹🅰❀∂я
msh jga Nora egois,shrsny dia kshan SMA Siti,
𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋Riᷯsͧkᷜyͥ🆁🅰🅹🅰❀∂я
critany mntap kk,poligami,smngat ykk
𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋Riᷯsͧkᷜyͥ🆁🅰🅹🅰❀∂я
Nora egois gktulungan
𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋Riᷯsͧkᷜyͥ🆁🅰🅹🅰❀∂я
srba slah smua kyany SMA snora ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!