NovelToon NovelToon
Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi

Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Radia Adawiyah

Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi adalah kisah Alya, seorang gadis yang lembut dan taat, yang harus menerima takdir dijodohkan dengan Zidan (seorang pemuda yang dikenal bebas dan jauh dari nilai-nilai agama). Tapi di tengah perbedaan itu, Alya berusaha menjalani semuanya dengan sabar dan tetap berpegang pada prinsipnya. Sementara itu, tanpa disadari, kehadiran Alya perlahan mengubah Zidan menjadi dekat dengan Agama.

Novel ini mengisahkan bahwa cinta sejati bukan hanya tentang perasaan, tetapi tentang proses saling memperbaiki, mendekat kepada Allah, dan menerima takdir dengan penuh keikhlasan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Radia Adawiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. Zidan mulai berubah

Malam itu, setelah kelurga Alya pulang dari masjid, suasana rumah sudah lebih tenang.

Abi sedang membaca Al-Qur’an di ruang tengah, sementara Umi sedang menyetrika baju yang habis dicuci , dan Alya sudah masuk ke kamarnya sejak tadi , karena sedang mengerjakan tugas kuliahnya.

Sedangkan, Faris sedang duduk santai di teras rumah sambil memainkan ponselnya. Melihat pemberitahuan kapan masuk sekolah kembali.

Tak lama kemudian, langkah seseorang terdengar mendekat ke arah Faris.

Faris menoleh.

Dan ternyata itu Zidan.

Faris sedikit mengernyit heran.

Lalu kemudian, dia bertanya kepada Zidan.

“ Mas belum tidur ?” tanyanya singkat.

Zidan duduk di sampingnya perlahan.

“ Belum. ”

Setelah itu suasana menjadi hening sejenak, karena biasanya, mereka jarang berbicara berdua seperti ini. Apalagi setelah kejadian taruhan itu.

Faris sendiri masih belum benar-benar percaya pada Zidan sepenuhnya. Namun malam itu… ekspresi Zidan terlihat berbeda. Lebih tenang dan lebih serius dari sebelumnya.

Zidan mengusap tengkuknya pelan, seperti sedang gugup mengatakan sesuatu.

“ Ris… ”

Faris menoleh.

“ Hmm jadi gini Ris. Gue mau mintak tolong sama lo ”

Zidan terdiam beberapa detik sebelum akhirnya berkata pelan,

“Lo bisa nggak ngajarin gue, sebelum Lo balik ke Mesir lagi ?”

Faris langsung mengernyit bingung.

“ Ngajarin apa Mas ?”

Zidan tertawa kecil hambar.

“ Sebenarnya banyak, Ris . Cuman gue bingung dari mana mulai belajarnya dari mana .”

Faris masih diam.

Sedangkan Zidan menunduk sebentar.

“ Gue sadar… gue jauh banget dibanding Alya. ”

Suasana kembali menjadi hening.

“ Dan gue juga tahu… gue nggak bisa berubah sendirian. ”

Faris perlahan memperhatikan wajah Zidan cukup lama.

Tidak ada nada bercanda di sana.

Tidak ada kesan main-main seperti dulu.

Zidan kali ini benar-benar serius.

“ Ajarin gue soal agama ya Ris " lanjutnya pelan.

“ Minimal… biar gue nggak malu-maluin Alya terus. Gue mau berubah Ris ! ”

Kalimat itu membuat Faris sedikit terdiam.

Untuk pertama kalinya…

ia melihat Zidan benar-benar merendahkan egonya sendiri.

Faris menghela napas kecil.

“ Mas yakin mau belajar dan berubah ? ”

Zidan mengangguk pelan.

“ Gue yakin, Ris .”

“ Belajar agama dan berubah itu nggak gampang loh Mas " Ucap Faris menyakinkan keputusan Zidan.

“ Gue tahu, Ris. Ini pasti nggak mudah , tapi gue pengen berusaha, Ris .”

Faris menatap Zidan beberapa detik lagi sebelum akhirnya tersenyum tipis.

“ Yaudah, Mas "

Zidan sedikit mengangkat wajahnya.

“ Serius Ris . Lo mau ? ”

Faris mengangguk kecil.

“ Besok subuh , Mas ikut saya ke masjid.”

Zidan langsung terdiam.

“ Subuh ? ”

Faris menahan senyum kecil.

“ Iya. Emangnya kenapa Mas ? Mas merasa keberatan ? ”

Zidan mengusap wajahnya pelan sambil menghela napas.

“ Sebenarnya agak berat juga ternyata. Tapi nggak apa apa lah, gue usahain subuh ”

Faris terkekeh pelan untuk pertama kalinya sejak lama di depan Zidan. Dan zidan ikut tersenyum kecil.

Dan malam itu…

untuk pertama kalinya hubungan mereka terasa sedikit mencair. Bukan sebagai dua orang yang saling curiga.

Tapi sebagai dua laki-laki…

yang sama-sama ingin menjaga Alya dengan cara mereka masing-masing.

Tanpa disadari malam semakin larut.

Angin dingin berhembus pelan di teras rumah.

Faris menyandarkan punggungnya ke kursi, lalu menatap Zidan sekilas.

“ Tapi satu hal ya, Mas.”

Zidan menoleh.

Faris berkata pelan namun serius,

“ Berubah itu jangan karena Kak Alya aja. Karena kalau cuma karena manusia… nanti takutnya berubahnya juga sementara. ”

Zidan terdiam mendengar itu.

Faris melanjutkan,

“ Tapi kalau karena Allah… InsyaAllah akan lebih bertahan Mas .”

Suasana kembali hening.

Kalimat itu sederhana, tapi cukup membuat Zidan berpikir cukup lama.

Ia menunduk pelan, lalu tersenyum kecil.

“ Pantes Alya bisa setenang itu ya , Ris ” gumamnya lirih.

Faris mengernyit.

“ Apa ? ”

Zidan menggeleng sambil berdiri dari duduknya.

“ Nggak ada. ”

Lalu sebelum masuk ke dalam rumah, Zidan menoleh lagi ke arah Faris.

“ Makasih ya, Ris.”

Faris hanya mengangguk kecil.

Namun dalam hati…

untuk pertama kalinya, ia mulai percaya kalau Zidan benar-benar sedang berusaha berubah menjadi lebih baik lagi.Dan itu membuat hatinya sedikit menjadi senang.

1
Ate Ida Rustono
aalur ceritanya bagus
Radiatul Adawiyah: Terimakasih banyak atas komentar baiknya🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!