Riana terpaksa menjadi Sekertaris Zayn Abimanyu yang gila kerja dan sangat ketat karena Sekertaris sebelumnya memilih Resign karena tak kuat menanggung beban kerjanya. Namun bukan hanya itu masalahnya, Riana menemukan sesuatu yang lebih gila dari Bosnya itu.
Lima kepribadian dalam satu tubuh. Zayn, Ares, Dewa, Rayan dan Bram, setiap nama punya karakter masing-masing.
Dewa si penggoda ulung - Miss I Love You.
Ares - Kakak cantik, tubuh Kakak wangi sekali.
Rayan - si culun yang pemalu.
Bram - Ketua Geng motor rahasia.
Sedang Zayn, si bos dingin yang entah sejak kapan mulai tertarik dengan Riana, wanita yang menjadi pelindungnya, pemegang rahasianya yang seluruh dunia tidak boleh tahu, termasuk keluarganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 - Orang yang sulit di hadapi
Riana duduk dengan gelisah. Ini kali pertama dia harus tidur sekamar dengan seorang Pria, Bosnya pula, yang lebih parahnya dia punya kelainan.
Zayn keluar kamar mandi sambil menggosok rambut menggunakan handuk kecil, “kamu belum tidur,” ucapnya sambil mengecek handphonenya yang tergeletak diatas nakas.
“Saya gak bisa tidur Pak,” keluh Riana.
“Ya sudah, matikan lampunya kalau kamu mau tidur,” ucapnya kemudian berbaring di ranjangnya sendiri.
“Pak, kenapa kita gak cari hotel lain aja, saya baru searching di Internet ternyata di sekitar sini ada hotel yang lumayan mewah, jaraknya gak jauh ko,” ucap Riana.
“Saya gak punya uang buat bayar hotel mewah. Lagian tidur mau di hotel ke mau di kolong jembatan ke, sama-sama tidur tinggal merem dong Riana, nanti kalau kamu udah tidur gak akan inget tuh kamu lagi di hotel murah atau hotel mewah,” balasnya tak peduli dan malah tidur menunggungi Riana.
Riana mematutkan wajahnya, menggerutu tanpa suara merutuki punggung Zayn. Alarm bahaya terus aktif membuat dia tidak bisa tidur meski matanya terpejam sekali pun.
‘Sial, dia malah bisa tidur dengan mudah, padahal gue gak bisa tidur argh... Tidur, tunggu?’ Semakin dia tidur potensi bahaya semakin meningkat, saat jadi Zayn dia terlihat aman, tapi jadi orang lain, Dewa, Bram, Ares, astaga.
Riana kembali membuka matanya. Sudah lama Zayn tertidur, apa kali ini dia tidak akan berubah lagi, perasaan was-was menghinggapi Riana di iringi rasa kantuk yang mulai menyerang.
‘Gak papa kali ya, gak mungkin juga aku gak tidur. Lagian dia tuh jadi bos ko pelit banget, pake bilang gak ada uang segala, boong banget.’
***
Tidur Riana terusik oleh sesuatu yang menusuk-nusuk pipinya, dia menepisnya, namun benda itu tetap kembali kesana.
“Ck apaan sih, aku masih ngantuk Mah,” gumam Riana kesal, dia kembali menarik selimut hingga menutupi kepala tanpa membuka mata.
Namun selimutnya itu kembali tertarik, “Bangun putri tidur.”
Ucapan itu, suara itu? Riana tersentak, “Bapak?!” pekik Riana.
Zayn tersenyum, “Bram,” ucapnya seraya mundur dan duduk di tepi ranjang.
Riana memijat kepalanya yang tiba-tiba berdenyut akibat bangun mendadak, dia melihat ponselnya, jam menunjukkan pukul 06:30.
“Nona sekertaris apa kau merindukanku?” sapanya sambil menopang tubuh dengan tangannya kebelakang.
“Rindu?” Riana mendengus tawa, “mending kamu tidur lagi sekarang, saya butuh Pak Zayn karena kami harus pergi mengunjungi kantor cabang,” Riana menyibak selimut lalu bangkit.
“Tidur? Susah payah aku bangun, karena ingin ketemu kamu,” sahutnya sambil tersenyum menyebalkan.
Riana diam tak menanggapinya, dia membongkar isi kopernya untuk mencari pakaian yang akan dia gunakan, “Sekarang bukan waktunya kamu muncul, Bram.”
“Aku bisa jadi Zayn juga, kamu tenang aja. Hari ini aku yang akan nemenin kamu,” ucapnya.
Riana tak bisa berkata-kata lagi, dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah beberapa saat dia pun keluar sudah dengan pakaian lengkap.
“Aku pikir kamu akan keluar cuma pake baju mandi,” kekehnya.
“Sorry, aku masih waras ya,” tanggap Riana.
“Hehe cuma bercanda, Sayang.”
Riana mendelik saat kata Sayang keluar dari mulut Zayn atau Bram.
“Maaf Pak, bapak gak boleh manggil saya dengan sebutan seperti itu,” protesnya.
“Gak papa kali, kan cuma ada kita berdua,” tanggapnya sambil bangkit berdiri.
“Meskipun cuma kita berdua juga gak boleh,” balas Riana telak, dia tak ingin ada bahasa yang kelewat batas antara dia dan sisi lain Bosnya.
“Aku suka kamu Riana,” ujarnya.
“Bapak suka sama saya?” Bram mengangguk mengiyakan, “tapi maaf, saya gak suka sama Bapak,” balas Riana telak.
“Kamu jahat, seharusnya jangan langsung di tolak lah, tarik ulur dikit biar permainannya seru,” kekehnya.
“Sebentar lagi kita harus pergi, Bapak mau sarapan di kamar atau cari makan diluar?” Riana tak menanggapi kata-kata Bram.
“Dimana aja boleh, asal sama kamu,” balasnya, Riana hanya memutar bola matanya malas.
Menurutnya dari semua kepribadian Zayn, yang paling sulit di hadapi dan yang paling sulit di tebak itu adalah Bram.
riana kan pawang zayn..
🤣🤣😄😄💪💪❤😍😍
❤❤❤😍😍😍
itu bukan ketergantungan..
tapi ..
cemburu berat...
🤣😄😄😍😍❤💪💪💪❤❤
😍😍❤❤💪💪💪
zayn cemburuuuu..
😄😄😍❤💪💪
akankah Riana ninggkain zayn saqt ada mamanya..
😍😍❤❤💪💪💪
jadi senyum2 bacanya..
😄😄😄😄😄😍😍❤💪💪💪
zayn mulai ada rasa..
mereka berdua deh..
😄😄😍😍❤💪💪💪
😍😍❤💪💪
bener2..
kasihan zayn..
dirawat tapi diundat2...
😍😍😍❤❤💪💪
klai gk takut..
minggat aj azayn..
😄😄❤❤💪💪
❤😍😍💪💪💪
❤❤😍💪💪💪
spesies baru lagi ini..
😄😄😄😄❤❤😍💪1
❤❤❤❤❤❤😍😍😍😍😍💪💪💪
🤣🤣😄😄❤❤😍💪💪
❤❤😍😍💪
🤣🤣😄❤❤😍💪
bukan aruna ya kak..
😄❤😍💪
😄😄😄