Anindita Chrisna Ferdinand namanya gadis cantik kelahiran Prancis yang dijodohkan oleh kakeknya diumurnya yang masih 20 tahun .Naas saat hari H pengantin prianya tidak datang terpaksa Anindita menikah dengan sahabatnya yang hanya seorang ojol .
Valentino Arga Darendra pria tampan keturunan Darendra yang menyamar menjadi seorang ojol demi mendapatkan seseorang yang tulus mencintainya .Takdir membawanya menikah dengan Anindita Chrisna Ferdinand.
Jalan takdir tidak ada yang tahu,akankah mereka berjodoh?
Follow Ig author @anisa_nurs334
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anis Nursanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 23
🍂Sebelum membaca tolong tinggalkan jejak berupa like komen vote agar author makin semangat untuk membuat novel ini 🍂
...•~•🍁🍁🍁•~•...
Anin termenung ditaman dia sungguh merasa kehilangan pappynya , Anin menganggap Arsen segalanya walau Arsen bukan ayah kandungnya , tetapi kasih sayang Anin tulus .
Jika Anin bisa memilih takdir dia akan memilih agar Tuhan tidak mengambil pappynya secepat ini .
Arga kini sedang berada dikantor ,dia sebenarnya tidak tega meninggalkan Anin sendirian tetapi pekerjaan seolah menunggunya.
🍂🍂🍂
Matahari sudah tepat diatas kepala manusia menandakan waktu tepat pukul 12.00 siang entah kenapa hati Arga tidak tenang , dirinya terus terusan memikirkan Anin .
Arga pun memutuskan untuk pulang kerumah untuk memastikan sendiri keadaan Anin sebenarnya .
"Erik keruangan saya sekarang"Ujar Arga pada telepon yang menghubungkannya ke ruangan Erik asistennya .
tok tok tok
"masuklah"ujar Arga dia sudah menduga bahwa yang mengetuk pintu tadi Erik.
"Ada apa bos "ucap Erik sopan .
"Saya mau pulang dulu kamu kerjakan berkas berkas ini !! dan iya jangan biarkan seseorang masuk keruangan saya!!"seru Arga .
"Cih mentang mentang penganten baru Lo!! semuanya aja gua yang ngerjain !!"gerutu Erik pada sahabatnya itu .
"cetek"Arga melemparkan bolpen kearah Erik hingga membuat Erik merintih kesakitan.
"Apa apaan si Lo ,Lo itu udah buat jadwal gua sama ciwi ciwi itu terkurang tau ngga!!"protes Erik .
"Dari pada Lo sibuk sama cewek cewek yang nggak jelas itu mendingan Lo urus ni berkas berkas!!"Perintah Arga
"Yaelah untung Lo bosnya kalau nggak udah gua bejek bejek Lo "Dalam hati Erik sungguh kesal dengan Arga tapi mau tidak mau Erik harus mengerjakan berkas berkas ini.
"Udah gua mau pergi dulu" Arga pun meninggalkan Erik dengan bertumpuk tumpuk berkas .
"ting"bunyi notifikasi hendphone Erik ,Erik pun tersenyum melihat isi notifikasinya"Lo emang terbaik Ga ,nggak salah juga gua kerja sama Lo "Erik tersenyum , melihat nominal uang yang dikirim Arga .
Arga memang mengirim uang pada Erik untuk bonusnya , kisarannya kira kira seharga mobil .
Mobil Arga memasuki pekarangan rumahnya dia turun dari mobil menuju kamarnya tetapi tidak bertemu dengan Anin ,Arga pun bertanya pada salah satu pelayan"Bi dimana nyonya saya mencarinya dikamar tetapi tidak ada ?"
"Seperti Nyonya sedang duduk ditaman tuan , Nyonya sedang melamun saya dari tadi sudah menyuruh nyonya makan siang tetapi nyonya tidak mau alasannya sudah kenyang "Jawab pelayan sopan .
Arga pun langsung melangkahkan kakinya menuju taman ,Arga dibuat tercengang melihat keindahan taman , sungguh berubah seratus persen terdapat berbagai macam bunga disana apalagi bunga mawar yang jenisnya sangat banyak , istrinya sungguh pintar menata taman .
"sayang "Arga mencoba untuk mengajak bicara Anin tetapi Anin masih setia dengan lamunannya .
"Sayang kamu jangan seperti ini kumohon !!aku sangat takut kamu kenapa napa "ucapan Arga masih tidak dihiraukan Anin .
Anin menatap taman dengan tatapan kosong kadang Anin tersenyum dan menagis , kepergian pappynya membuat Anin depresi berat ,Anin sudah bertahan tetapi semua orang yang disayangi menjauh bahkan meninggal dirinya.
Arga menangis melihat Anin seperti ini dia langsung memeluk Anin seolah tidak ingin istrinya mengalami hal seperti ini , Anindita yang Arga kenal adalah Anindita yang dikenal dengan keceriaannya tetapi saat ini seolah itu semua hilang dari Anin .
Ya Anin sudah berjuang untuk tidak sedih saat keluarganya mengusirnya tetapi untuk yang ini Anin tidak bisa lagi harus kuat , Pappy Anin sudah pergi meninggalkan Anin ,jika Anin tidak kebetulan bertemu dengan Casandra mungkin Anin tidak akan tau tentang kematian sang ayah.
"Sayang kamu tolong bicara Jangan seperti ini! aku takut kehilanganmu ,kamu adalah Anin yang kuat ,kamu tidak boleh seperti ini"Arga mencoba menyemangati Anin tetapi sama saja Anin menagis sesekali tersenyum.
"pappy tolong Jangan tinggalkan aku ,Anin sudah diusir mommy Pi "Anin hanya mengucapkan kata kata itu .
Sedangkan Arga jatuh tersungkur ke tanah melihat keadaan istrinya saat ini ,Arga bersumpah akan membunuh orang yang sudah menyebabkan pappy Anin meninggal"sayang ayo kita ke kamar ,kamu belum makankan "Arga mencoba untuk mengajak bicara Anin tetapi hasilnya sama saja .
Arga membawa Anin kekamar,dia membaringkan Anin ditempat tidur agar Anin istirahat sementara Arga keluar dari kamar dan menuju kebalkon dekat kamar .
"Aku harus menghubungi Bram pasti dia tahu kenapa Anin bisa seperti ini"Arga pun menghubungi Bram dan menyuruh Bram kerumahnya.
Selang beberapa menit kemudian Dokter Bram menemui Arga "apa lagi sih Lo , kayaknya hobi banget nelpon gua buat kesini "Bram sungguh penasaran dengan sikap Arga beberapa hari ini .
"diam lagian Lo juga gua bayar , cepetan Lo kekamar gua"Ucapan Arga membuat Bram bergidik ngeri .
"apa apaan Lo nyuruh gua kekamar Lo segala, jangan jangan Lo jeruk makan jeruk ya !!ih gua ngeri deket sama Lo"Bram sudah mengambil keputusan sendiri sebelum tahu alasannya.
"Cih gila kali Lo , lagian gua udah punya istri juga , cepetan kekamar gua buat priksa Anin "Ucap Arga menjelaskan.
"yaudah deh maaf ,kenapa lagi istri Lo"ucap Bram sembari berjalan menuju kamar Arga .
"Lo akan tau nanti"
Mereka pun berjalan menuju kamar Arga , sesampainya disana Bram memeriksa Anin "huh"Bram menghembuskan nafas kasarnya"Ga kita keruangan kerja Lo aja gua bakal jelasin"Ujar Bram .
Kini mereka sudah berada diruangan Arga "cepetan jelasin ke gua"ucap Arga harapannya semoga saja Anin baik baik saja .
"huh ,Ga istri Lo ngalamin depresi berat ini dikarenakan kejadian yang membuat mental Anin terguncang "
Deg ucapan Bram membuat Arga menangis "Ini ngga mungkin Anin ngga mungkin kayak gini "untuk pertama kalinya Arga menangis didepan temannya .
Sedangkan Bram terkejut mendengar tangisan Arga , untuk pertama kalinya Arga menagis didepannya ,Bram pun yakin kalau Arga sangat mencintai Anin istrinya"Lo yang kuat ,Lo harus bisa membuat Anin sembuh kalau Lo kaya gini Anin pasti tidak akan sembuh Ga "Bram mencoba menjelaskan dan menenangkan Arga .
"benar kalau gua kayak gini Anin pasti ngga akan sembuh ,gua harus balikin Anin yang dulu Anin yang mudah tersenyum dan ceria"Bram salut dengan Arga dilangsung memeluk Arga .
"nggak nggak Arga kamu kemana"Terdengar teriakan dari Anin teriakan itu sangat keras hingga beberapa pelayan pun mendengarkan nya .
Arga berlari menuju kamar dia langsung memeluk Anin "aku disini sayang "
"Arga tolong jangan tinggalin aku ,aku udah ngga punya siapa siapa lagi orangtua ku saja membuangku ,aku takut Ga"Anin menagis histeris , mengucapkan kata kata itu saja .
"Gua harus suntiin obat penenang buat Anin"Bram pun menyuntikkan obat untuk Anin beberapa menit kemudian Anin tertidur.
🍂Apapun yang terjadi padamu aku akan tetap mencintaimu dan akan menjagamu hingga akhir hidupku itulah janji ku sayang , kuharap kau akan cepat sembuh 🍂Cintamu Valentino Arga Darendra
~happy reading~
Follow Ig author ya@anisa_nurs334