Lahirlah seorang anak bernama Tatsuya Ryuzhaki dari keluarga miskin di pinggiran kota yang selalu disebut para rendahan. Orang tua Tatsuya adalah orang yang terdaftar di akademi VIOLET yang terkenal dengan sebutan PEMBERSIHAN PORTAL. Akademi VIOLET adalah salah satu nama dari akademi yang ada di seluruh dunia.
Tatsuya memiliki teman masa kecil yang bernama Mikha Aerin yang sangat berharga untuk hidupnya. Dia adalah teman pertama yang didapatkan ketika dia beruasia 6 tahun dan mereka telah membuat janji untuk saling melindungi di masa depan.
Tatsuya Ryuzhaki mempunyai harapan besar untuk menjadi seorang pasukan yang menempati kedudukan tertinggi di dunia, menjadi terkenal, mempunyai status di hadapan publik, dan di kagumi oleh semua orang yang ada di penjuru dunia.
Apakah janji tersebut akan sesuai dengan harapnnya dimasa depan nanti?
Apakah dia akan berhasil melalui semua tantangan yang akan dihadapinya?
Apakah dia sanggup mencapai status level tertinggi di dunia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ligar Cahyadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#24 Perintah Tatsuya Sebagai Ketua Tim
Tatsuya bersama teman-temannya terus berlari untuk menghindari serangan dari monsters Serigala Es.
"Terus berlari jangan berhenti!" teriak Tatsuya.
"Hah.. hah.. hah.. Aku sudah tidak kuat lagi." ucap Merry dengan nafas terengah-engah.
"Jangan menyerah! Shen Ji buat dinding lagi untuk memperlambat mereka!" teriak Tatsuya.
"Baik." ucap Shen Ji.
"Ground wall"
Mereka berpikir, dinding yang dibuat Shen Ji bisa membuat semua monster Serigala Es yang mengejar mereka berhenti.
"Sepertinya kita berhasil membuat mereka berhenti." ucap Kim Nung.
"Semoga saja hal ini bisa membuat mereka menyerah." ucap Merry dengan penuh harapan.
Beberapa menit kemudian, semua monsters berhasil melompati dinding tersebut.
Monsters Serigala Es berbeda dengan monsters Anjing Hutan. Mereka menyerang secara berkelompok dan mempunyai otak yang cerdas.
"Bagaimana mereka bisa melewati dinding setinggi 2 meter itu?" tanya Shen Ji.
"Jangan banyak berpikir. Ayo lari secepat yang kalian bisa!" teriak Tatsuya.
Tatsuya dan semua temannya lari secepat mungkin. Namun dengan kondisi Merry saat ini dia sudah tidak kuat dan kakinya tersandung akar pepohonan.
"Akkhhh"
"Bruukk"
"Merry!" teriak Shen Ji.
Kemudian mereka semua menoleh kebelakang.
"Kalian cepat pergilah, jangan pikirkan diriku!" teriak Merry.
Hal ini membuat Tatsuya berpikir untuk melawan semua monsters tersebut.
"Bagaimana mungkin aku akan meninggalkan seorang teman yang sangat berharga!" ucap Tatsuya sambil menghampiri Merry.
Semua teman Tatsuya ikut menghampiri Merry yang terluka.
"Ketua apa yang kamu lakukan?" tanya Merry.
"Aku tidak akan membiarkan semua teman berhargaku dalam bahaya. Aku tidak ingin kehilangan lagi seorang teman!" ucap Tatsuya dengan tegas.
"Bagaimana bisa ketua melawan semua monsters yang jumlanya ada 9. Apalagi level mereka berada di atas ketua?" tanya Merry.
"Tenanglah. Semuanya bawa Merry ketempat yang aman! Aku akan memperlambat mereka." ucap Tatsuya.
"Aku juga akan ikut bertarung." ucap Khilar.
"Aku juga siap bertarung ketua." ucap Kim Nung dan Zhusan.
"Aku juga akan menjadi tameng buatmu ketua." ucap Shen Ji.
Namun Tatsuya tidak ingin mereka untuk ikut bertarung. Namun hanya ada satu cara untuk membuat mereka tidak ikut bertarung.
"Aku perintahkan kalian semua mundur! cepat pergi selagi kalian bisa." perintah Tatsuya dengan tegas.
"Ta-tapi ketua." ucap Merry dengan gugup.
"Ini perintah dariku sebagai seorang ketua tim. Apalagi dengan level kalian saat ini kalian hanya akan menjadi beban." ucap Tatsuya sambil berlari menyerang monsters.
Sejenak mereka merenungkan perkataan Tatsuya. Hal ini membuat mereka semua sakit hati serta frustasi.
Dengan segenap kepampuannya saat ini. Tatsuya ingin cepat-cepat mengalahkan semua monsters tersebut.
"Dual Sword"
"Whooosss"
"Blasshhh.. blasshhh.."
"Creettt"
"Whosshh"
"Clebb"
Satu monters berhasil dikalahkan Tatsuya. Namun monsters lainnya menyerang Tatsuya.
"Whoss"
"Tatsuya!" teriak semua temannya.
"Triinkkk"
"Sreettt"
"Kenapa kalian masih disini? Cepat pergi!" teriak Tatsuya.
"Ta-tapi" ucap Merry dengan gugup.
"Woossshhh"
Salah satu monsters berlari menuju teman Tatsuya.
"Dasar monsters sialan. Menyingkir dari hadapanku." ucap Tatsuya sambil menendang monsters tersebut.
"Buuukkk" monsters tersebut terpental dan masih bisa berdiri.
"Sreettt"
"Semoga sempat." ucap Tatsuya dalam hatinya.
Dengan cepat Tatsuya berlari mengejar monsters yang ingin menyerang temannya.
"Whooosss"
Dengan respon cepat, Shen Ji mencoba menghadang monsters tersebut.
"Protections"
"Trriinkkk"
"Kretakk.. kretakk.."
"Praannkkk"
Perisai Shen Ji tidak dapat menahan serangan dari monsters Serigala Es.
"Sial, tamatlah sudah riwayatku." ucap Shen Ji dengan pasrah.
Monsters Serigala Es itu langsung melanjutkan serangannya dengan menerkam leher Shen Ji. Dengan cepat Tatsuya melemparkan pisau ke arah monsters Serigala Es itu.
"Dual Knife"
"Whosss"
"Clebb"
Lemparan pisau Tatsuya mengarah kepada leher mosnters Serigala Es, sehingga serangan dari monsters itu berhenti.
"Hah.. hah.. hah.. Kenapa kalian melamun saja. Kalian hanya menjadi beban seperti barusan." ucap Tatsuya sambil bernafas terengah-engah.
"Ma-maafkan aku." ucap Merry dengan menyesal.
"Cepat pergi! Sudah tidak banyak waktu lagi." perintah Tatsuya.
Kemudian mereka semua berdiri.
"Baiklah ketua, kalau ini perintah maka harus dilakukan." ucap Kim Nung.
"Ta-tapi Tatsuya." ucap Merry dengan khawatir.
"Ini perintah langsung dari ketua tim kita, jangan membantah Merry!" ucap Kim Nung dengan tegas.
"Baiklah ketua, jaga dirimu." ucap Shen Ji dengan menyesal.
"Berhati-hatilah ketua. Jangan sampai mati!" ucap Zhusan dengan menyesal.
"Kim Nung, Khilar bawa Merry. Kakinya terluka, jangan pernah tinggalkan dia." ucap Tatsuya.
"Aku mengerti." ucap Kim Nung.
"Tatsuya, Aku sudah menggapmu sebagai kakakku sendiri. Aku akan meminta bantuan. Jadi bertahanlah." ucap Khilar.
"Terimakasih." jawab Tatsuya sambil tersenyum.
Kemudian semua temannya berlari meninggalkan Tatsuya. Mereka semua berharap, Tatsuya bisa bertahan sebelum bantuan datang.
"Maafkan aku semuanya. Namun aku tidak bisa menjamin, kalau aku bisa bertahan dari serangan mereka semua." ucap Tatsuya dalam hati.
Semua monters sudah mengelilingi Tatsuya dan bersiap untuk menyerang Tatsuya.
"Sekarang sudah tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi. Aku akan bertarung sepuasnya." ucap Tatsuya.
"Grrrrr"
"Whooss" salah satu monsters mulai menyerang Tatsuya.
"Protections"
"Trinkk"
Monsters yang lain menyerang Tatsuya.
"Whoosss"
Dengan respons cepat Tatsuya menendang perut monster Seriga Es itu.
"Buukkk"
"Sreetttt"
"Sial, sangat kuat sekali semua monsters ini." ucap Tatsuya dalam hatinya.
"Lightning Strike"
"Zzzeezzzz"
"Gaikk"
"Bruukk"
"Tinggal 6 monsters lagi." ucap Tatsuya.
Pertarungan Tatsuya sangat sengit dan dia hampir kewalahan menghadapi mereka semua.
Melihat kondisi teman-temannya.
Sementara itu, semua temannya hampir keluar dari dalam hutan. Namun ketika sedang berlari. Gelang mereka semua bergetar.
Warning : musuh terdeteksi radius 25 meter]
...[ENEMY]...
▪︎Nama : Anjing Hutan
▪︎Level : 8
▪︎RANK : Baris II
▪︎JOBS : Pemakan Manusia
"Kenapa disaat begini malah ada monsters yang mendekat." ucap Kim Nung.
"Googg.. googgg.. googg"
Semua monster mulai mengejar mereka.
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Khilar.
"Semuanya berjumlah 5 monsters." ucap Zhusan.
"Shen Ji, Zhusan apaka kalian tidak keberatan untuk membantuku mengalahkan mereka?" tanya Kim Nung.
"Apa yang kalian pikirkan? jangan bertindak gegabah!" ucap Merry.
"Jangan lakukan hal yang tidak-tidak. Sudah jelas kita di perintahkan Tatsuya untuk terus berlari dan keluar dari portal ini." ucap Khilar.
"Kalau tidak menghambat mereka, kita akan terkerjar. Khilar aku percayakan Merry kepadamu." ucap Kim Nung.
"Tu-tunggu." ucap Khilar.
"Jangan sia-siakan waktumu cepat pergi dan cari bantuan. Kami sangat berharap kepada kalian berdua." ucap Zhusan.
"Kalian bodoh. Jangan membuat nyawa kalian dalam bahaya." ucap Merry.
"Maafkan aku." ucap Shen Ji sambil memukul Merry sampai pingsan.
"Buukk"
"Akkhh"
"Shen Ji, apa yang kamu lakukan?" tanya Khilar dengan kebingungan.
Semua berhenti berlari.
"Cepat bawa pergi. Lindungi dia Khilar. Aku mohon padamu." ucap Shen Ji.
"Kenapa kamu melakukan hal ini?" tanya Khilar.
"Tentu saja dia sangat berharga buatku. Nanti saja alasannya kita sudah tidak punya banyak waktu." ucap Shen Ji.
"Ta-tapi." ucap Khilar.
"Cepat pergi! Kami percaya kepadamu!" ucap Kim Nung.
"Baiklah. Berhati-hatilah, bertahanlah semuanya.!" ucap Khilar sambil meneruskan larinya dengan membawa Merry.
Monsters sudah mendekati mereka. Kim Nung, Zhusan dan Shen Ji bersiap untuk bertarung. Sedangkan Khilar terus berlari sambil menggendong Merry untuk secepatnya keluar dari portal dan meminta bantuan.
Kembali lagi dengan keadaan Tatsuya.
Tatsuya sangat kesulitan untuk menangani semua monsters Serigala Es itu. Hal ini membuat dirinya memutuskan untuk berlari dan menyerang mereka satu-persatu.
"Whooosss"
"Triinkkk"
"Sreettt"
"Kuat sekali semua monsters ini. Aku harus lari dulu dan memikirkan strategi yang bagus untuk megalahkan mereka." ucap Tatsuya dalam hatinya.
Namun salah satu monsters lainnya menyerang Tatsuya dari samping. Hal ini membuat tangan Tatsuya terluka.
"Whooss"
"Sreekk"
"Creett"
"Akkkhhh monster sialan." teriak Tatsuya sambil menyerang balik monsters itu.
"Dual handgun"
"DorrDorr..DorrDorr.."
"Cleebb.. Clebb.."
"Brukkk"
"Hah.. hah.. hah.. tinggal 5 monsters lagi. luka ini cukup dalam." ucap Tatsuya
kemudian Tatsuya mengucapkan kata kunci penyembuhan. Namum semua monster tidak memberikan waktu untuk Tatsuya dan terus menyerang.
"whoosss"
"Sword"
"Trinkkk"
"Sial, mereka tidak memberikan aku waktu untuk menyembuhkan lukaku." ucap Tatsuya dalam hatinya.
"Buukkk.. Buukk.."
Tatsuya memukul wajah monster itu dengan tangan kirinya lalu menendangnya. Monster itu terperntal dan masih bisa berdiri.
"Sreeeett"
"Grrrrrrrrssss"
"Aki harus lari sekarang." ucap Tatsuya sambil berlari menjauhi semua monster Serigala Es.
Tatsuya berlari secepat mungkin menjauhi semua monster Serigala Es. Semua monsters mengerjar Tatsuya.
Pertarungan jarak dekat tidak menguntungkan baginya apalagi dengan monster yang levelnya lebih tinggi dari Tatsuya.
Sementara itu Tasya akhirnya sampai.
Namun setelah melihat keadaan, Tasya hanya melihat sopir pribadi Khilar yang sedang menunggu di mobilnya di dekat portal. Kemudian Tasya menghampiri sopir tersebut.
"Maaf pak mengganggu. Apakah benar ini mobilnya Khilar?" tanya Tasya.
"Ia benar nona, saya adalah sopir pribadi tuan muda." ucap sopir tersebut.
"Akhirnya aku bisa bertemu lagi denganmu Tatsuya. Semalam aku tidak bisa tidur nyenyak gara-gara memikirkanmu terus. Saatnya kamu membayarnya." ucap Tasya dalam hatinya sambil tersenyum.
"Nona? Nona? Apakah kamu baik-baik saja?" tanya sopir tersebut sambil heran dengan Tasya.
"Ma-maaf pak aku melamun barusan. Kalau boleh tahu, berapa lama anda berada disini?" tanya Tasya.
"Sudah hampir 2 jam. Memangnya kenapa nona?" tanya sopir tersebut.
Tiba-tiba Khilar keluar dari portal tersebut sambil menggendong Merry. Hal ini membuat semua orang kaget.
"Akkhh.. hah.. hah.. hah.. akhirnya berhasil keluar." ucap Khilar dengan nafas terengah-engah.
Tasya dan sopir pribadi Khilar menghampiri mereka.
"Tuan muda. Kenapa tuan muda terlihat seperti ketakutan?" tanya sopir pribadinya.
"Kita harus meminta bantuan, tapi tolong angkat Merry dan masukan ke dalam mobil supaya dia bisa beristirahat dengan baik." ucap Khilar.
"Baik, tuan muda." ucap sopir pribadinya.
Kemudian Merry di angkat oleh sopirnya dan di baringkan di dalam mobil milik Khilar untuk istirahat.
"Khilar, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Tasya.
"Tasya, kebetulan sekali. Aku ingin meminta tolong kepada kakakmu apakah dia ikut denganmu?" Khilar balik bertanya.
"Tidak, kakakku masih berada di hotel. Apa yang sebenarnya terjadi di dalam sana? Kemana yang lainnya?" tanya Tasya.
"Merek masih di dalam dan sedang bertarung. Kita harus meminta bantuan kakakmu atau kepala akademi atau juga siapapun." ucap Khilar dengan gugup.
"Aku masih belum mengerti dengan apa yang terjadi. Coba tenangkan dirimu, lalu jelaskan semuanya." ucap Tasya sambil kebingungan.
Kemudian Khilar dengan tenang menceritakan semua yang terjadi di dalam portal tersebut.
"Kami semua sempat mengira kalau ini adalah portal kelas F. Kemudian kami langsung memasuki portal ini lalu semua monsters yang ada di dalamnya pertama-tama muncul level 4. Semakin kami jauh memasuki hutan, monsters tersebut semakin tinggi levelnya." ucap Khilar.
"Bagaimana dengan yang lainnya?" tanya Tasya.
"Aku berhasil keluar berkat Kim Nung, Zhusan dan Shen Ji. Mereka bertiga sedang berhadapan dengan 5 monsters Anjing Hutan level 8 ketika kami sedang berlari dari sana." ucap Khilar.
"Bagaimana dengan Tatsuya? Apakah dia baik-baik saja?" tanya Tasya dengan khawatir.
"Ta-tatsuya. Di-dia." ucap Khilar dengan gugup.
"Bicaralah dengan jelas Khilar." ucap Tasya dengan tegas.
"Tatsuya memerintah kami semua untuk mundur dan segera keluar dari portal. Dia berhadapan dengan 9 monster Serigala Es dengan level 14. Kami semua ingin membantunya, namun Tatsuya berkata kalau kami hanya akan menjadi beban baginya." ucap Khilar dengan lantang.
Perkataan Khilar membuat Tasya semakin khawatir dengan Tatsuya.
"Aku akan segera masuk dan membantu Tatsuya." ucap Tasya sambi berjalan memasuki portal.
"Tunggu!" ucap Khilar sambil memegang tangan Tasya.
"Kenapa kamu menghentikanku? Sudah jelas mereka dalam bahaya. Apalagi dengan Tatsuya, dia sengaja bilang begitu kepada kalian agar kalian tidak celaka. Tatsuya berniat untuk mengorbankan dirinya demi kalian. Apakah kalian tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Tatsuya?" ucap Tasya dengan sedih.
Khilar terdiam dan merenung dengan apa yang telah dilakukannya dengan meninggalkan teman-temannya termasuk Tatsuya.
"Maafkan aku. Aku hanya belum merasakan kehilangan seseorang. Maafkan aku. Namun tolong dengarkanlah permintaanku, lebih baik hubungi kakakmu supaya datang kesini sekarang. Akan lebih baik jika ada seseorang yang levelnya lebih tinggi daripada monsters di dalamnya." ucap Khilar dengan penuh harapan.
Perkataan Khilar masih di pertimbangkan oleh Tasya. Sudah tidak punya banyak waktu lagi untuk saat ini. Besar harapan Tasya semuanya baik-baik saja termasuk dengan Tatsuya.
"Huuuff. Baiklah aku akan segera menghubungi kakakku." ucap Tasya sambil menenangkan dirinya.
"Terimakasih." ucap Khilar sambil menundukan kepalanya.
"Tatsuya bodoh. Benar-benar sangat bodoh. Kenapa kamu selalu membuatku khawatir? Aku harap kamu baik-baik saja sebelum aku datang." ucap Tasya dengan penuh harapan.
Bersambung....
{Pemberitahuan Update}
Update setiap hari jam 09.00
(kepada semua pembaca yang setia 😊 untuk hari ini akan up 2 episode baru. episode ini yang pertama. untuk yang ke 2 kalau tidak ada kesibukan antara jam 15.00 s/d 21.00 akan keluar. maaf tidak menentu🙏 jadi ditunggu saja ya. maaf masih belum bisa crazy up dengan baik🙏)
Jika berkenan dan bersedia. Jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Coment, Vote, Rate novel ini agar lebih semangat untuk crazy up. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya.
Terimakasih 🙏
Orang yang nolak di ancam...
Senayan mam smr SM SM zmam mam
tamtama gema sangkakala sudah sm mam
srmsk smr SM SM SM SMA smdm dm SMA smdm sm dm
amemh mama msmemam masa depan
Yamin ameumefm SM SM entertainment news network Thursday june
tmamaam SM SMA Smyth aymam USM SM
andam oi oi yang ma