Kali ini aku bercerita tentang sebuah pernikahan yang sama sekali tidak mau saling mengenal padahal pasangan ini sudah saling mengenal.
Ayana adalah seorang gadis berumur 24 tahun yang hidup dalam keluarga yang mapan.Orangtuanya mengiinginkan perjodohan dengan anak kerabatnya.Ayana belum siap untuk menikah,kebiasaanya yang bebas dan suka shopping membuat image pernikahan akan mengekang hidupnya.
Sammy adalah lelaki yang dijodohkan untuk Ayana.Seorang pengusaha muda yang sukses berumur 27 tahun.Sifatnya yang penurut sangat mudah baginya untuk menuruti kemauan orangtuanya termasuk dalam hal perjodohan
Sampai suatu hari mereka dipertemukan tanpa sengaja yang hingga pada akhirnya mereka saling mengenal dalam perbedaan status.Temukan keseruan cerita sepasang anak manusia yang begitu bodoh dengan pernikahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fadisaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24 shoping shoping
"Tidak ada nona,saya hanya kebetulan lewat sini."jawabnya sedikit gugup
"Gayamu sangan mencurigakan,aku gak percaya."ucap Ayana yang sudah mulai bisa menebak sebenarnya siapa laki laki ini
"Beneran nona,aku hanya kebetulan lewat saja."ucap lelaki itu dengan meyakinkan
"Apa kau suruhan ayahku,ayo jawab."ucap Ayana yang mulai menebak
"Ayah,ayah ...ayah siapa,apa maksudmu nona."ucap lelaki itu yang sudah mulai panik tapi tetap berusaha tenang
"Sudah ngaku saja,kau suruhan ayahku kan,sudah berapa lama kau berada disini,kalau kau tidak menjawab,aku akan berteriak dan melaporkanmu."ucap Ayana dengan suara yang tinggi dan tegas
"I..iya nona,saya suruhan ayahmu,tapi tolong nona jangan berteriak."ucap lelaki itu dengan gugup
"Sudah kuduga,baiklah aku tidak akan melaporkanmu,siapa namamu?"tanya Ayana
"Antoni."ucap Antoni seraya membungkukkan tubuhnya
"Baiklah Antoni,dimana kau memarkirkan mobilmu?"tanya Ayana kembali
"Disana nona."ucap pemuda itu seraya menunjukkan mobil yang terparkir di seberang jalan
"Oke,kalau begitu antarkan aku ke pusat pembelanjaan."ucap Ayana seraya berjalan menuju mobil yang ditunjuk
"Tapi nona."ucap Antoni yang mengikuti Ayana dari belakang
"Mau aku laporkan,ayo jalan."ucap Ayana dengan menahan tawanya
"Tidak nona,jangan laporkan,baiklah saya akan mengantarkan nona."ucap Antoni seraya membukakan pintu mobil
"Bagus."ucap Ayana seraya masuk ke dalam mobil
"Haha,akhirnya aku bisa pakai fasilitas ayah,sudah lama sekali aku tidak jalan jalan dan berbelanja."gumam Ayana dengan menahan tawanya
"Duh,kok bisa ketahuan begini,aku harus mengatakan apa dengan tuan."gumam Antoni seraya mengemudikan mobil
Sepanjang perjalanan,tidak ada pembicaraan apapun,Ayana hanya memperhatikan jalanan yang dulu nya sering dia lalui.Kota ini baru sebulan saja sudah banyak perubahan
"Nona,kita sudah sampai."ucap Antoni yang memarkirkan mobilnya di sebuah pusat pembelanjaan yang terbesar
"Oke,Antoni,kau tunggu disini."ucap Ayana yang keluar dari mobil dan masuk ke dalam tempat pembelanjaan
"Baik nona."ucap Antoni
Ayana pun masuk ke dalam,baru setengah perjalanan Ayana sudah seperti kerasukan.Gimana gak khilaf,semua toko yang ada di dalam hampir dimasukinya
Parahnya lagi daftar belanjaan yang sudah dia tulis semalam suntuk tak berlaku,lewat begitu saja
"Ya ampun Ayana,kau sudah gila apa ya,habislah gajimu ini."gumam Ayana yang melirik tas nya yang masih ada sisa uang beberapa juta lagi
"Duh,gimana nih,gaun nya bagus banget,beli gak ya."ucap Ayana yang berdiri di depan etalase sebuah toko yang terpajang gaun elegan berwarna merah
"Ada yang bisa saya bantu nona."ucap karyawan toko
"Oh,maaf,itu gaunnya berapaan ya harganya?"tanya Ayana seraya menghitung sisa uang yang ada di dalam tas
"Yang ini nona harganya tujuh juta."ucap karyawan toko seraya menunjuk ke arah gaun.yang dimaksud
"Tujuh juta,uangku hanya empat juta,gimana nih."gumam Ayana yang sudah gelisah karena nalurinya tidak terpenuhi
"Gimana nona,apakah nona berminat?"tanya karyawan dengan senyum harapan
"Sepertinya tidak,terima kasih."ucap Ayana yang berlalu meninggalkan toko tersebut dan berjalan menuju tempat makan karena sudah waktunya makan
Sesampai di tempat makan ,Ayana memilih makanan yang cepat saji dan soft drink,Ayana pun memilih duduk yang jauh dari keramaian dan menikmati makanannya
"Kalau seperti ini aku gak bisa simpan gajiku,ntah apa apa yang kubeli,parahnya lagi yang kubeli ini tak ada di daftar belanjaan."ucap Ayana yang meminum minumannya seraya mengecek barang barang belanjaanya
"O ya,malam ini,aku mau masak bakso udang,di buku resep kelihatannya mudah buatnya."ucap Ayana yang meninggalkan tempat makan dan berjalan menuju toko yang menjual makanan seafood
"Sepertinya udang seger seger."gumam Ayana yang memilih udang yang besar besar
"Selesai sudah."ucap Ayana yang meninggalkan pusat pembelanjaan seraya menenteng begitu banyak belanjaan
Antoni yang melihat Ayana dari kejauhan langsung menghampiri Ayana dan membantu membawakan belanjaan
"Sini nona,saya bawakan."ucap Antoni yang mengambil beberapa belanjaan dari tangan Ayana
"O iya Antoni,terima kasih."ucap Ayana yang menyerahkan barang belanjaannya
Setelah selesai memasukkan barang barang ke bagasi,Ayana pun langsung pulang menuju rumah
"O ya Antoni,ini ambillah tadi aku belikan makan siang untukmu."ucap Ayana seraya memberikan bungkusan makanan
"Wah nona,gak usah repot repot,saya jadi gak enak nona."ucap Antoni yang menerima bungkusan dari Ayana
"Sudah gak apa apa Antoni,o ya apa kau sudah berkeluarga?"tanya Ayana penasaran
"Sudah nona dan saya juga sudah memiliki dua orang putri."jawab Antoni seraya mengemudikan mobinya
"Oh,sudah lama bekerja dengan ayahku?"tanya Ayana kembali
"Baru dua bulan nona."jawab Antoni yang sudah mulai gelisah
"Apa kau ditugaskan untuk terus memata mataiku?"tanya Ayana dengan suara yang tinggi
"Iya nona,saya ditugaskan tuan untuk memata matai nona."ucap Antoni yang sudah mulai resah
"Ya sudah,tidak apa apa Antoni,anggap saja kau tidak pernah ketahuan,kau jaga rahasiaku,aku juga akan menjaga rahasiamu."ucap Ayana dengan meyakinkan
Antoni yang mendengar ucapan Ayana barusan langsung menghela nafasnya dengan lega
"Benarkah itu nona,terima kasih."ucap Antoni yang tersenyum dengan leganya
"Sama sama Antoni dan satu lagi bekerjalah dengan baik."ucap Ayana mengingatkan,karena Ayana tahu betul ayahnya akan senang jika memilikai anak buah yang bekerja dengan baik
"Siap nona."ucap Antoni seraya memarkirkan mobilnya
"Terima kasih Antoni."ucap Ayana yang turun dari mobil dan mengambil barang barangnya
"Saya bantu nona."ucap Antoni yang mencoba membantu Ayana
"Tidak usah Antoni,aku saja,sebaiknya kau masuk saja ke dalam mobil."ucap Ayana yang sudah menenteng semua barang belanjaan dan berjalan masuk ke dalam rumah
Ya itulah Ayana,walaupun dia sedikit liar tapi dia ada sisi baiknya pas lagi happy kalau gak jiwa jahilnya pun bangkit
"Masih jam dua,istirahat sebentarlah."ucap Ayana yang sudah membereskan barang belanjaannya
"Belanja itu melelahkan,mana uang tinggal tiga juta lebih lagi."ucap Ayana seraya menyimpan uangnya di dalam laci
Setelah istirahat,Ayana pun bergegas menyiapkan makan malam dengan buku resep sebagai panduannya.Setelah selesai masak Ayana pun segera membersihkan dirinya
Tidak beberapa lama Sam pun pulang dan langsung masuk ke dalam kamar untuk beristirahat sebentar dan kemuadian membersihkan diri
Selesai mandi dan berpakaian seperti biasa Ayana pun keluar untuk memghidangkan makan malam di atas meja makan
"Selesai sudah,kira kira bos sudah pulang belum ya."ucap Ayana yang memperhatikan pintu kamar
Bersambung
suka deh sama alurnya.
buat lainnya mampir juga di karyaku MY SILLY LOVER dan CLARISYA... di tunggu like and coment. makasih
Semangat, Thor