Kekasih yang sangat dicintainya juga meninggal dunia menjelang pernikahan. Dan ahirnya dijodohkan dengan sepupu kekasihnya.
Gimana kisah hidup dan percintaan sigadis cantik, mungil ini?
simak ceritanya aja langsung ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Flying
Pov author
Malam telah berganti pagi, sepasang kekasih hari ini terlihat sangat sibuk mempacking barang-barang yang akan dibawanya ke luar negeri. Firman sangat sumringah karena sangat diijinkan membawa Sofi bertemu dengan orangtuanya.
Beberapa hari yang lalu, Firman datang kepada mereka meminta dengan baik untuk melamar Sofi. Paman dan Bibi Marwah sangat senang dan setuju dengan anak muda yang sopan santun seperti Firman. Bibi mengatakan pilihan Sofi sangatlah tepat. Bibi dan Pamannya yakin Firman mampu membahagiakan Sofi.
***
Jam keberangkatan(departure) pukul 09:00 tapi sesuai dengan peraturan penerbangan, para penumpang diharuskan datang dua jam sebelum penerbangan.
"Ngga usah bawa pakaian dingin, disana musim panas dek" ucap Firman.
"Iya kak... ini juga udah siap semua" jawab Sofi sembari mensleting koper.
Setelah tiba di bandara soek*rno h*tta, mereka berjalan ke terminal tiga dengan mendorong koper-kopernya. E-ticket sudah ditunjukkan dan mereka tidak melewatkan sarapan pagi.
***
Perjalanan membutuhkan waktu -/+ 14 jam ke bandara Berlin. Sesampainya dibandara, Firman dan Sofi sudah disiapkan supir pribadi Papahnya yang sudah faseh bahasa Indonesia. Jarak dari bandara ke rumah Papahnya tidak terlalu jauh hanya sekiyar 45 menitan.
Didepan mobil berhenti, terlihat rumah yang berdiri bergaya khas Jerman terpampang elegan tapi tidak begitu besar.
"Nah....udah sampai sayang, ayo masuk"ajak Firman
"Iya kak" jawab Sofi.
Rupanya Sofi masih sangat canggung karena baru pertama kali Sofi akan berhadapan langsung dengan calon mertuanya. Bahkan akan hidup bersama selama beberapa hari kedepan.
Memangnya kalau didepan mertua itu harus gimana sih? bingung aku!
Karna masih bingung alih-alih Sofi membantu pak supir menurunkan tas-tasnya.
"Sudah non biar saya saja. Ini sudah tugas saya" ucap supir.
"Tidak apa-apa pak..." jawab Sofi.
Sementara Firman sudah masuk rumahnya meninggalkan Sofi diluar. Saking senangnya bisa membawa calon istri untuk Mamahya, dia melupakan calon istrinya diluar.
"Huuuh liat tuh udah ngibrit duluan" batin Sofi sambil mengerucutkan bibirnya. Dengan gugup, Sofi memberanikan diri masuk ke dalam rumah. Baru sampai pintu, Sofi langsung disambut gembira.
"Aaaaaaaa!! welcome calon mantu Mamah.... Waaw verry beautiful sayang" ucap Mama dan berhambur memeluk Sofi.
"Ayo-ayo masuk nak...!" Sofi membalasnya mengangguk dan tersenyum.
Sofi bahagia dan membalas pelukan mertuanya. Dia pikir yang biasa di ceritakan orang-orang mertua itu sangat kejam. Tapi enggak sama sekali. Dari raut wajah mertuanya terlihat keramah tamahan. Pantas menurun kepada anaknya seperti Firman!
Mereka masuk dan berbincang sambil menikmati hidangan. Sofi tidak ingin jadi orang lain, dia bercerita apa adanya tentang siapa dia dan bagimana bisa bertemu dengan Firman.
Ditengah asiknya bercengkrama ada seseorang menyembul dipintu.
"Assalamualaikum" salam Papah Johan yang baru saja pulang.
"Waalaikum salam"jawab sekeluarga barengan.
"Wahhh... anak dan mantuku sudah datang...!!" ucap apa Johan dengan wajah mengahangat.
Mereka saling menyalami satu sama lain dan berbincang banyak hal, sudah lama juga Firman tidak mudik. Kebetulan momentnya sangat pas. Papah Johan sedang libur.
"Selamat ya nak ahirnya kamu menikah juga. Papah sudah khawatir, kamu sudah sangat dewasa tapi masih saja melajang"ucap Papah Johan.
"Papah itu berlebihan, jaman sekarang itu banyak loh yang umurnya udah lebih dari aku. Mereka santai-santai aja" ucap Firman
"Ehh jangan bandingin sama yang lain!! itu bukan budaya kita. Cepat menikah itu lebih baik daripada nunggu-nunggu. Jadi fitnah !" ucap Mama Marry.
"Yang penting sekarang kan mereka dah mau menikah Mah! Harus secepatnya...!" ucap Papa Johan.
"yaa pah... kita ngga perlu cari-cari lagi calonnya. Pusiing kita Pah. Ini pilihannya udah tepat. Sofi baik, cantik, dan sederhana. Sudah paket complit ga ada kurang-kurangnya. Sekarang tinggal nunggu cucu pah"ucap Mamah Marry.
"Nikah aja belum maah...!" jawab Firman
Sofi hanya menyimak.
Ada wajah yang tiba-tiba pucat ketika mama marry mengucapkan kata "cucu". Firman belum pernah bercerita perihal sakit yang dia derita selama ini. Apa kata mereka nanti jika Mamah dan Papahnya tau?
Sofi tau persis apa yang dirasakan kekasihnya. Dia menggenggam tangan Firman, mencoba menguatkan.
Firman tidak ingin memusingkannya,dia berusaha menghilangkan jejak kekecewaan di wajahnya sendiri dan pura-pura bahagia.
"Gimana mau punya cucu, maafkan Firman belum jujur ke kalian. Firman takut mama papa sedih...." Firman membatin nelangsa.
"sabar ya kak... pelan-pelan kita beritau mereka. Tapi jangan sekarang. Nanti bisa merusak suasana" batin Sofi.
"Di bulan ini, cuaca disini akan lebih hangat, pepohonan akan lebih menghijau, dan ada banyak festival seru yang digelar, kita akan bersenang-senang dek" ucap Firman dibalkon kamarnya. Posisinya memeluk Sofi dari belakang.
"Waduh seru dong... nanti ajakin aku kesana ya.sanag " jawab Sofi membalikkan badan dan berhadapan. Jiwa ke'shopingannya sudah meronta-ronta.
***
Liburan disana membuat Sofi enggan pulang. Merupakan pengalaman pertama bagi Sofi keluar negeri, jadi masih dibilang banyak nanya, kan masih bingung dia.
"Gimana hemm? Puas kan... Bagus ngga tempatnya? Nanti kalau udah diIndo jangan sebentar-sebentar minta kesini ya... Cape di pesawat" ucap Firman.
"Pokoknya seneng, seneng, seneng banget deh, jadi makin cintaaa sama kamu sayang" jawab Sofi girang.
Mereka habiskan hari-hari diJerman untuk kencan dan mengunjungi tempat-tempat wisata. Firman melamar Sofi ditempat yang sangat romantis seperti yang dia janjikan. Mereka juga mengabadikan momen-momen terindahnya oleh seorang fotografer salah seorang temannya.
Sofi sangat bahagia dan terharu sampai matanya berkaca-kaca. Cincin yang disematkan oleh Firman sangat cantik, sangat pas dan elegan melingkar dijari lentik Sofi.
***
Rundingan pernikahan sudah selesai semuanya setuju mereka hanya melakukan akad saja tanpa resepsi pernikahan. Dan hanya mengundang keluarga dan para sahabat-sahabatnya.
Pernikahan akan dilakukan di indonesia selang dua minggu setelah kepulangannya dari Jerman.
.
.
.
.
.
jangan pelit jempol ya akak
.
.
.
.
.
.
TO BE CONTINUED
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu