📌Season kedua dari THE QUEEN OF MAFIA
📌Disarankan membaca THE QUEEN OF MAFIA terlebih dahulu.
Mengisahkan tentang seorang gadis yang ditinggal oleh kekasih masa kecilnya, semenjak itu ia berubah menjadi datar dan dingin, ia juga mewarisi mafia yang didirikan oleh Momynya, ia biasa disebut sebagai Queen ke-dua.
Gadis tersebut adalah putri semata wayang dari Azkadina Anderson dan Arion Adhitama Robertson.
Ia melewati hari harinya selalu bersama dengan sepupu dan teman yang sudah ia anggap seperti saudara sendiri, hingga mereka memutuskan untuk tinggal dalam satu mansion, tanpa disangka mereka bertemu dengan orang yang selama ini mereka cari dan tunggu tunggu.
Apakah dia akan bertemu dengan pujaan hatinya?
Penasaran? Simak ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MILA KARMILA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
Alena yang sudah sampai di perusahaan langusng dipersilahkan oleh satpam untuk masuk. Alena yang hendak masuk kedalam lift khusus atasan langsung dihentikan oleh seorang staff yang duduk dibagian resepsionis dengan pakaian yang dibagain dada agak sedikit terbuka dan transparan, juga dengan make up yang tebal
"Hei kamu!" Ucapnya tak mempunyai sopam santun
"Karyawan baru, hmmmm mainan baru." Batin Alena menyunggingkan senyum mautnya
"Gw?" Tanya Alena dengan wajah dinginnya sambil menunjuk dirinya sendiri
"Ya lu lah, siapa lagi." Ucapnya yang hanya ditatap datar oleh Alena
Para staf dan karyawan yang melihat enggan untuk memperingatkan resepsionis baru tersebut
"Ngapain lo masuk masuk lift khusus atasan?" Tanyanya tak sopan. Alena yang malas tidak ingin menanggapi resepsionis gila sepertinya, ia hendak masuk kedalam lift, namun baru dua langkah tangganya langsung ditarik oleh resepsionis gila tadi
"Jangan berani berani lu masuk ke lift atasan." Ucapnya memperingatkan Alena
"Siapa Anda?," tanya Alena "anda hanyalah seorang resepsionis baru, jadi jangan pernah macam macam." Lanjutnya memperingati sang resepsionis
"Kau dasar ******!" Marah resepsionis pada Alena hendak menamparnya namun dengan cepat Alena mencekeram tangan resepsionis dengan kencang
"Sebelum anda menghina seseorang, berkacalah dulu seperti apa anda, penampilan seperti ****** tidak pantas berada disini." Ucap Alena menghempaskan tangan resepsionis dengan kasar dan berbalik hendak masuk kembali kedalam lift. Namun resepsionis kembali menahan Alena deengan menarik rambut Alena
Alena menahan rambutnya agar tidak terlalu banyak jatuh kelantai
"Lepas." Suruh Alena
"Kau berani menghina ku, aku ini saudara pemilik perusahaan ini." Ucapnya berbohong
"LEPAS!" Bentak Alena yang langsung membuat nyali sang resepsionis menciut
Bukan hanya sang resepsionis tetapi juga para karyawan yang ada di lobby bergidik ngeri dengan suara bentakan Alena
Mau tak mau sang resepsionis melepaskan jambakannya
"Kalau anda saudaranya maka saya adalah putrinya dan keponakan dari saudaranya." Ucap Alena
"Hahah jangan berani berani berbohong padaku." Peringatnya tertawa dibuat buat, karna ia sudah takut dibuat Alena
"Berani? tentu saja." Ucap Alena mengeluarkan senjata andalannya, yakni pistol kesayangannya dan mengarahkannya kekepala sang resepsionis
"Ma.... mau apa kau?" Takut sang resepsionis berkeringat dingin bak bertemu dengan malaikat pencabut nyawa yang berwujud dewi
"Bermain dengan kematianmu." Jawab Alena menarik pelatuk pistolnya perlahan
"Ada kata kata terakhir?" Tanya Alena tersenyum
"Ma...maafkan saya, Nona." Ucapnya gemetar
"Ushhhh terlambat, Sayang." Ucap Alena dan
DORRRR
Alena menembak sang resepsionis tepat dikepalanya, yang langsung membuatnya mati seketika membuat para staf menutup matanya takut
"Satpam!" Panggil Alena
Satpam langsung berlari mendekati Alena
"Iya, Nona." Ucapnya menunduk
"Bereskan semua" suruh Alena "kalian semua kembali bekerja." Suruh Alena pada para karyawan dan langsung naik kelantai atas melalui lifat khusus atasan
Ia langsung masuk kedalam ruangan bertuliskan CEO mulai menghendel pekerjaan Azka sanh Momy
"Udah ada gilak gilanya Momy, nyuruh gw ngurus segini banyak dokumen, belum lagi tadi ada sampah." Decak kesal Alena memandang tumpukan dokumen yang harus ia periksa
Sekretaris Azka mengetuk pintu ruangan yang Alena tempati
"Masuk." Suruh Alena
"Nona, klien sudah ada dalam ruang rapat, anda dipersilahkan masuk kedalam ruang rapat." Ucap Sekretaris sopan
"Baiklah." Jawab Alena langsung berdiri dan berjalan beriringan dengan sekretaris menuju ruang meeting
Saat Alena masuk ia langsung terkejut karena klien yang harus ia temui adalah temannya sendiri
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
~BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPA👆
SEE YOU NEXT EPISODE 😉
BYE~
AUTHOR SAYANG KALIAN💕💕