18+ SESUAIKAN BACAAN DENGAN USIA!
Disaat tuntutan hidup terus mendesaknya, Alana memutuskan untuk menukar dirinya dengan harta. diatas pernikahan kontrak Alana berhasil merubah hidupnya dalam sekejap.
"Kau boleh melakukan apapun, selama aku menjadi istrimu dan kau terus memanjakanku dengan kekayaan."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mys05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24
Luna menatap televisi. seperti biasa, ia akan selalu mengikuti perkembangan media lantaran nama sang adik selalu terseret didalamnya.
"Astaga, lain lagi wanitanya." gumam Luna kesal.
Dalam sekejap Alana sudah terlibat gosip dengan Nathan. banyak media yang menyorot kejadian semalam. saat Nathan secara terang-terangan berkontak fisik dengan Alana dihadapan umum.
"Tidak! Aku dan Tuan Nathan tidak ada hubungan apapun. dan itu tidak mungkin!" tegas Alana menjawab pertanyaan media secara gamblang.
Luna yang mendengar pernyataan Alana didalam televisi itupun cukup terkejut. pertama kalinya wanita yang terlibat dalam gosip bersama Nathan menampik hal tersebut. bawasaanya Luna selalu mendengar kata-kata ambigu dari para wanita yang dengan sengaja menciptakan rumor agar media semakin penasaran.
***
Alana terlihat kikuk begitu melihat sang suami sudah menunggu di ruang tamu saat dirinya baru saja telah kembali. sepertinya Nathan terlihat kesal, bawasannya semalaman ini Alana tidak pulang. entah kemana wanita tersebut perginya.
"Ka... kau disini," sapa Alana gugup.
Nathan bergeming, ia mendekati Alana dengan tatapan mengintimidasi. "Kemana saja kau?" tanya Nathan garang.
Alana menelan salivanya, "Bu... bukan ursanmu!"
"Oh sepertinya sekarang kau sudah mulai jadi pembangkang, saat popularitasmu semakin naik."
Alana mengerutkan dahinya. merasa Nathan hanya ingin mengajaknya bertengkar, wanita tersebut akhirnya berlalu meninggalkan Nathan menuju kamar.
"Alana," Nathan berteriak memanggil sang istri. "Aku sedang bicara padamu!"
Alana menghentikan langkahnya, ia memutar badan dengan santai menatap Nathan dengan tatapan kosong. "Hentikan semua ini Nathan! kau tidak berhak sama sekali untuk berteriak padaku."
"Oh," Nathan memiringkan senyum. "Sepetinya kau telah menghabiskan malammu bersama, Mahen."
Alana mendengus kesal. tangannya mengepal tetapi ia masih bisa menahan untuk meluapkan kekesalannya tersebut. Alana kembali melangkahkan kakinya menuju kamar mengabaikan tuduhan Nathan atas dirinya.
"Si*al," Nathan mengumpat. ia pun bergegas menyusul Alana kedalam kamar untuk meminta penjelasan. "Alana hentikan!"
"Jika kau hanya ingin membuat keributan, silahkan saja aku tidak perduli. kau bisa melakukannya dengan wanita lain!"
Mendengar hal tersebut Nathan langsung meriah tubuh Alana dan memalingkannya dengan tangan yang mencengkram bahu wanita tersebut. Nathan memalingkan tubuh Alana menatap tajam bola mata sang istri penuh kemarahan.
"Kenapa semalam kau berada di hotel!" tanya Nathan dengan rahang mengeras.
"Tidur."
"Dengan siapa?" Nathan meninggikan suara, mengeratkan cengkaramannya di bahu Alana.
"Apa maksudmu dengan siapa?"
"Apa itu dengan, Mahen?"
Plakk... Alana mendaratkan tamparan keras diwajah Nathan. sejenak Alana terdiam melihat bagaimana Nathan merasakan sakit, "Jadi kau berpikir aku melakukan hal itu bersama, Mahen. semalam?
"Bukankah itu memang benar, sedang apa kau dihotel. dan bahkan tidak pulang sampai pagi. istri macam apa? sudah puas dengan apa yang kau miliki sekarang dan kau melupakan perjanjian kita?"
"Karna itu semua karan kau!" jeritAlana, Mata Alana memanas. merasa sudah tidak tahan mendengar tuduhan yang terus Nathan layangkan wanita itu pun mendorong Nathan kasar agar suaminya menciptakan jarak dengannya. "Aku menghindarimu karna tidak ingin media menyorot kita! aku menjaga nama baikmu agar kau tidak terlibat scandal denganku!" tegas Alana menjelaskan
Nathan tertegun. untuk sekarang dirinya dan Alana memang sudah masuk kedalam jajaran berita hangat yang paling dicari.
"Dengar! aku tahu batasanku, sudah aku katakan selama kita masih terikat kontrak, aku tidak akan menyulitkanmu!" Setetes air mata Alana mengalir. "Aku ingin menaikan namaku tanpa terlibat scandal gosip!" Alana merapatkan kedua telapak tangannya, "Terima kasih karna kau sudah membantuku sebelumnya, mulai dari sini aku tidak ingin terus-terusan mengandalkamu!"
Alana langsung memalingkan tubuh sambil menghapus air matanya, "Dan satu lagi. apa kau melihatku masuk kekamar hotel dengan pria lain? jika itu tidak, tolong jangan terus-terusan menghina dengan menuduhku melalukan sesuatu yang memalukan. sudah cukup aku menjatuhkan harga diriku padamu, dan itu tidak akan terjadi lagi."
Nathan mencoba menyentuh Alana, "Tapi aku hanya..."
"Keluar," titah Alana dingin. "Biarkan aku sendiri."
"Tolong, aku hanya..."
"Keluar sekarang!" lirih Alana menjerit.
Dengan terpaksa Nathan membiarkan sang istri sendirian dikamar. Apa yang Alana katakan memanglah benar, Nathan hanya langsung menuduh tanpa bukti saat melihat pemberitaan melihat Alana masuk kedalam hotel. padahal nama yang tekait adalah dirinya sendiri. media menduga Alana masuk kedalam hotel tersebut bersama dengan Nathan. dan Nathan malah menuduh Mahen yang bersama Alana.
Alana mengunci pintu kamarnya. ia terus saja menjatuhkan air mata sebab merasa tidak terima dengan tuduhan yang terus Nathan lemparkan padanya.
Alana berpikir, mungkin ini sudah seharusnya terjadi mengingat bagaimana ia minta sang suami untuk menikahinya diatas selembaran surat kontrak. tapi tetap saja setiap kali Nathan bersikap demikian Alana selalu merasa tidak terima. ia enggan dianggap wanita penggoda ataupun gelar nakal lainnya, sebab hanya Nathan-lah pria satu-satunya yang selalu menyentuh tubuhnya.
jangan lupa mampir di loser man ya semuanya. 🔥🔥🔥🔥 panas dan bikin merinding sih tapi ceritanya juga bagus. yuk cuss mampir di karya mak . makasih semua
kenapa eh kenapa berjud itu haram??
eh malah nyanyi lagu pak aji rhoma pulak wkwkkwk
satu pesan untuk kalian berdua...Nathan n Alana...kalau cinta jangan gengsi...perjanjian kontrak hanya antara klen berdua tohh???udindut alias udaaah langgar tabrak libas gelinding ajaaaaa.....ciyus dehh dengerin kaya uwekkkk