NovelToon NovelToon
Lagu Cinta Untuk Mama

Lagu Cinta Untuk Mama

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:367.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sindya

Novel ini penuh air mata ya say...kalau tidak kuat Melo, tinggalkan saja...!

Penolakan sang suami untuk mengakui keberadaan putranya membuat Adis menyerah. Ia harus membesarkan putra semata wayangnya seorang diri.

Namun penderitaan makin sempurna yang harus ia alami saat putranya di vonis dokter mengalami sakit jantung membuat ia harus berpikir keras untuk mencari uang tambahan.


"Ya Allah. Dari mana aku harus mendapatkan uang 500 juta dalam sebulan?" desis Adis sambil mengelus dadanya yang terasa sangat sesak lagi sakit.


Bagaimana kisah ini selanjutnya antara Adis, suaminya Panji serta putra mereka Rian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Takut Untuk Mencitai

Tidak banyak oleh-oleh yang dibeli oleh Adis dan Dina di Mall besar yang ada di kota Paris karena harganya yang cukup menguras kantong. Walaupun Adis bisa membelanjakan beberapa barang di sana namun ia selalu memikirkan kebutuhan lainnya untuk masa depan putranya.

Walaupun begitu, setiap kali Adis melihat dan memegang barang itu, justru Galih selalu meminta pelayan konter tersebut untuk mengemas barang yang sudah di lihat oleh wanitanya. Begitu juga dengan Dina yang melihat barang terpisah dengan Adis, maka asisten Andre tidak segan untuk membelinya.

"Kapan lagi aku bisa menyenangkan kekasihku kalau bukan saat ini," batin asisten Andre yang sangat puas bisa mewujudkan impiannya Dina memiliki barang mewah dan branded tentunya.

"Sudah selesai belanjanya?" tanya Galih yang tadi sempat memilih beberapa stel baju dan sepatu serta jaket untuk Rian. Rian makin terlihat sangat tampan dan makin segar saat ini di tambah penampilannya yang juga tidak kalah keren seperti ibunya yang sekarang sudah menjadi model pendatang baru.

Saat melewati konter makanan, Rian terlihat sangat ngiler apalagi aromanya sangat menggiurkan.

"Mama. Apakah makanan itu sangat mahal?" tanya Rian sambil menunjuk banner gambar makanan dengan harga yang sudah tertera di banner tersebut.

"Lumayan mahal sayang. Jika dirupiahkan maka harganya sama dengan uang makan kita untuk satu pekan," ucap Adis.

Galih yang melihat keduanya yang sedang bernegosiasi untuk urusan makanan mahal, langsung mengajak keduanya masuk ke restoran siap saji tersebut.

"Ayo kita makan di situ...!" ajak Galih terkesan dia yang menginginkannya.

"Tidak usah tuan." Adis menolaknya karena dari kemarin Galih selalu membayar makanan untuk mereka padahal selama menginap di hotel entah berapa uang yang Galih keluarkan untuk mereka.

"Rian mau kan makan di sini? Uncle sudah lama tidak makan di sini. Lagian restorannya halal. Lihat saja lebel halalnya," ucap Galih agar Adis tidak ragu untuk makan di tempat itu.

Rian mendongakkan wajahnya ke ibunya untuk meminta pendapat ibunya agar ia tidak mengambil keputusan yang salah supaya ibunya tidak kecewa atas tindakannya.

Melihat tingkah keduanya, Galih merasa sangat sedih karena selama ini pasti Rian selalu mengurungkan niatnya untuk membeli makanan mahal, apalagi mainan yang anak seusianya pasti sangat ingin memilikinya.

"Mama. Apakah boleh?" tanya Rian.

Adis tidak sanggup menolaknya dan iapun mengangguk sambil tersenyum manis pada putranya. Setiap kali senyum tulus Adis pada putranya, Galih terlihat meleleh.

"Alhamdulillah...! Terimakasih mama. Aku akan membahagiakan mama suatu hari nanti jika badanku sudah setinggi pinggangnya mama," pekik Rian berbinar.

"Aamiin..!" ucap Adis sambil menggelengkan kepalanya turut senang melihat wajah antusias putranya.

"Ayo sayang...! duduk dekat uncle dan lihat menu ini. Kamu mau es krim yang mana dan kue mana yang kamu suka?" tanya Galih memperlihatkan buku menu dengan hidangan yang terlihat lezat yang sudah diincar oleh Rian tadinya.

"Ini dan ini uncle." Rian menunjuk kedua menu kesukaannya.

Pelayan datang mencatat apa saja pesanan mereka. Sementara Dina dan asisten Andre yang baru ikut bergabung ikut memesan makanan itu tentunya akan di bayar langsung oleh si bos.

"Apakah kalian sudah mendapatkan semua oleh-oleh yang kalian sukai?" tanya Galih sambil menunggu pesanan mereka datang.

"Sudah." Adis dan Dina terlihat kompak.

"Syukurlah. Nanti malam kita kembali ke tanah air. Kamu boleh istirahat selama dua hari setelah itu kita akan kembali melakukan banyak hal sesuai dengan kontrak kerjanya," lanjut Galih.

"Baik," singkat Adis.

Tidak lama kemudian, pesanan mereka datang dan Rian yang paling girang saat hidangan miliknya tersaji di depan matanya.

"Makanlah sayang dan harus dihabiskan, ok!" pinta Galih sambil mengelus puncak kepala Rian yang mengangguk senang.

"Terimakasih uncle...! Bismillah..! Menyendok es krimnya dan menikmati kue kesukaannya.

Aroma manis dengan gigitan lezat itu langsung pecah di dalam mulutnya membuatnya memejamkan matanya seakan itulah makanan terenak yang ia nikmati sepanjang usianya.

Usianya memang sebentar lagi akan menginjak 4 tahun namun pikirannya cukup dewasa untuk memilih mana yang pantas dan tidak pantas walaupun itu bukan hal yang buruk hanya untuk menikmati makanan yang lumayan mahal di negara asing itu.

Wajah tampan Galih yang selalu terlihat datar kini nampak sumringah berada di antara Adis dan Rian. Ia merasa sudah memiliki keduanya walaupun keinginan itu belum bisa ia wujudkan karena terbentur dengan kontrak kerjanya Adis dengan perusahaannya.

Kini tatapan keduanya kerap kali terbentur dengan jantung yang spontan berdegup dan wajah bersemu merah.

Adis yang selalu mawas diri menepis perasaannya agar tidak terjebak dalam aliran cinta yang sedang dibiarkan mengalir apa adanya dengan berlalunya waktu.

"Rian mau nambah lagi yang lainnya, sayang?" tanya Galih begitu kebapakan membuat hati Adis menghangat.

"Maunya nambah uncle...! Tapi perutku sudah tidak muat. Aku jadi ngantuk sekarang," keluh Rian manja membuat semuanya terkekeh.

"Nanti om Andre yang gendong kamu ya nak?" tawar asisten Andre agar Galih bisa menikmati kebersamaannya dengan Adis.

Dina yang mengerti rambu-rambu dari sang kekasih ikut membantu kekasihnya itu agar Rian ikut bersama mereka.

"Biar saya saja yang menggendong Rian," bantah Galih.

"Bos. Deketin Ibunya sebelum pemiliknya datang mengambil dengan memaksa ibunya kembali pada pemiliknya..!" imbuh asisten Andre dengan bahasa Perancis agar Dina dan Adis tidak paham apa yang sedang dibicarakan kedua pria tampan itu.

Galih langsung paham dan hanya mengangguk namun tetap mempertahankan harga dirinya. Asisten Andre segera menggendong Rian yang sudah tidak kuat menahan rasa ngantuk nya dan berjalan menuju mobil mereka yang sudah menunggu depan lobi Mall.

...----------------...

Adis yang melihat barang-barang milik Rian cukup kaget saat Galih menyerahkan padanya ketika mereka sudah tiba di hotel.

"Ini untuk Rian. Aku sengaja membelikan untuknya. Tolong jangan menolak..!" ucap Galih.

"Kenapa banyak sekali?" tanya Adis.

"Aku senang melakukannya. Aku sangat menyayangi Rian. Melihatnya tumbuh sehat dan terbebas dari rasa sakitnya membuatku merasa sangat bersyukur. Aku tidak tega jika melihat anak kecil sakit," ucap Galih.

"Baiklah. Aku terima ini. Tapi aku mohon jangan memberikan perhatian yang terlalu berlebihan pada putraku. Jangan terlalu memanjakannya...!" ucap Adis.

"Rian mungkin sudah kenyang mendapatkan perhatian dari seorang ibu hebat sepertimu. Apakah kamu lupa bahwa seorang anak lelaki lebih cenderung membutuhkan sentuhan kasih sayang dari ayahnya?

Jika ayah kandungnya saja tidak mau tahu tentang hidup putranya, apakah aku salah jika menggantikan tempat dia untuk melengkapi kasih sayangmu untuknya sebagai figur ayah yang dirindukan Rian?" gumam Galih menyudutkan Adis agar bisa lebih membuka hatinya untuk Galih seorang.

Deggggg...

Adis menarik nafas panjang. Bagaimanapun juga ia harus memberi penghalang untuk Galih agar tidak lebih jauh masuk ke dalam hidup mereka.

"Tuan tidak tahu apapun tentang hubunganku dengan ayahnya Rian. Hubungan kami renggang hanya karena salah paham. Jika tuan bisa duduk bersama dan menjelaskan apa yang terjadi masing-masing diantara kami, mungkin hubungan kami akan kembali membaik.

Jadi, aku hanya menunggu waktu yang baik untuk bisa memberikan kesempatan kepada ayahnya Rian untuk bisa memiliki lagi kami seutuhnya," tegas Adis sambil menahan rasa sakit agar Galih tidak banyak berharap padanya.

Duaaarrr....

1
Wati Dombu
awas aj ya thor klw Adis kembali lagi sama panji,,
Wati Dombu
semoga galih dan Adis berjodoh ya thor
Nur Hidayati
emang Rian umur berapa kok udah lancar ngomongnya
Raden
sabahat dunia akhirat kamu ini dina, bisa membawa adis sadar saat terpuruk, apa ada keknya ya di dunia nyata?/Smile/
Norlehaarsad Arsad995
sial punya cerita
Wiwin Wiwin
visulna kerèn sekali
Sweet Girl
Pengecualian
Sweet Girl
Sengaja nie... didekitin tempat tinggal nya...
Sweet Girl
Ganteng kaliiii
Sweet Girl
Alhamdulillah... semoga semakin sehat.
Sweet Girl
Galih ternyata laki laki taat beribadah.
Sweet Girl
Baik banget Galih.
Sweet Girl
Tu sadar....
Sweet Girl
Segera bikin terpuruk si Panji Tor...
Sweet Girl
Ih! kok kejam kali yaaaa, kebanyakan Narkoba nie...
An'ra Pattiwael
panji juga TDK bersalah,,,itu ulah ma2x,,,jadix mereka bersatu thor
Ermi Yenti
adis anak tente ambar...
Katherina Ajawaila
trima kasih outhour, sempat sefih aja, tapi sefih utk sukacita kan lebih baik🥰
Katherina Ajawaila
Thour, pasti jantungbppnya buat Rian ya, sdih amat thour
Katherina Ajawaila
plases Thour semoga Rian di ksh kessmpatan utk sembuh thour
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!