NovelToon NovelToon
Bosku Perawan Tua

Bosku Perawan Tua

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Wanita Karir / Romansa / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: dtyas

Sarah dan Arya, pernah kecewa akan cinta lalu dipersatukan sebagai Direktur dan asisten pribadi. Sifat Sarah yang tegas dan perfeksionis bertentangan dengan Arya yang cengengesan dan masih kinyis-kinyis alias berondong.

Disebabkan oleh kondisi, Arya pun hanya pasrah ketika Sarah memanfaatkannya. Bukan hanya diakui sebagai asisten priadi, Arya dikenalkan sebagai kekasihnya.

===

“Mana mungkin aku suka dengan bocah polos begitu.” -- Sarah Alesha --

“Cinta itu buta bahkan kadang juga tuli, seperti aku yang klepek-klepek padamu seakan tidak mendengar ocehan mulutmu yang memekakkan telinga.” -- Arya Bimantara --

Follow IG : dtyas_dtyas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 24 ~ Perawan Tua

“Morning babe,” sapa Arya mendapati Sarah sudah menunggu di lobby.

“Hm, ayo.”

“Kenapa udah di sini sih, padahal saya mau minta morning kiss,” bisik Arya lalu mengerlingkan matanya.

Kelakuan Arya sukses membuat wajah Sarah merona dan jantung berdebar-debar, baru kali ini ada pria yang konyol dan terang-terangan seperti itu. Apalagi semalam mereka sudah mengeluarkan isi hati masing-masing dan tanggal pernikahan tinggal diputuskan.

Arya membuka pintu mobil di samping kemudi membuat Sarah heran, biasanya pria itu akan membuka pintu kabin belakang.

"Loh, kok?"

“Yaelah Bu, masih mau duduk di belakang aja. Sini dong, di samping saya biar gampang kalau mau colak colek.”

Tanpa banyak bicara, Sarah mengikuti kemauan Arya duduk di depan. Saat mobil perlahan meninggalkan apartemen, Sarah hanya fokus pada tabletnya mengabaikan Arya yang bersenandung mengikuti lagu yang diputar.

“Ar, kita langsung ke hotel X saja.” Sarah bertitah dengan tatapan dan tangan berfokus pada tablet.

“Masih pagi kali Bu, masa udah ngajak ke hotel. Padahal mah tadi aja di apartemen Ibu.”

Sarah terdiam mencerna apa yang Arya katakan lalu menoleh dan memukul paha pria itu. Sempat penasaran apakah Arya memang se gesrek itu pada wanita lain atau mantan-mantannya.

“Jangan dipukul Bu, diusap aja. Kalau bisa agak ke ….”

“Kamu bicara lagi, aku akan turun dan naik taksi ke hotel X,” ancam Sarah dan berhasil karena Arya tidak lagi bersuara dan tetap fokus pada kemudi.

Beruntung mereka tidak terjebak macet dan cepat tiba di lokasi. Sarah ada janji dengan rekan bisnis yang kebetulan sedang berada di Jakarta. Mereka bertemu di restoran hotel di mana rekanan tersebut menginap.

“Kenapa Melan tidak bisa dihubungi, tadi dia kirim pesan mengingatkan pertemuan ini. Sekarang malah tidak bisa dihubungi,” gumam Sarah ketika mobil sudah memasuki area hotel. Wanita itu juga menghubungi Edric, tapi tidak dijawab.

“Kamu sudah sarapan belum?” tanya Sarah masih menempelkan ponsel di telinganya. “Ck, Edric ke mana sih?”

“Melan hubungi kamu nggak?” tanya Sarah lagi dan mobil sudah terparkir rapi.

Namun, Arya tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan Sarah, membuat wanita itu menoleh dan mengoceh mengeluhkan Arya yang mengacuhkan dirinya.

“Bu Sarah gimana sih, tadi bilang saya tidak boleh bicara sekarang saya diam juga salah.”

“Aku bertanya dan harus kamu jawab. Kalau tadi aku larang kamu bicara tidak jelas apalagi isi ucapan kamu hanya hal mesum.”

“Jadi saya boleh bicara atau nggak?”

“Terserah kamu!” Sarah membuka pintu mobil lalu meninggalkan Arya yang terkekeh karena berhasil membuatnya kesal.

Pasangan itu sudah berada di restoran dan menuju VIP room. Arya menahan lengan Sarah membuat langkah keduanya terhenti.

“Kenapa?”

“Kenapa VIP room? Apa yang dibicarakan rahasia?” tanya Arya. Walaupun tidak pernah terjun langsung untuk urusan bisnis, tapi Arya tahu karena pernah sesekali mendampingi Adam atau Ares untuk perjamuan dan pertemuan yang ada urusannya dengan kerja sama.

Jika bukan hal rahasia, pertemuan tidak akan berada di tempat rahasia dan sepagi ini. Menurut Arya, ini sangat aneh.

“Hm, tidak juga. Yang akan kita temui sebenarnya pernah bekerja sama dan ingin membicarakan kontrak berikutnya. Aku hubungi Melan untuk mengirimkan file evaluasi kerjasama sebelumnya.”

“Saya ikut mendampingi atau tidak?”

“Tergantung kamu ingin berperan sebagai siapa.” Sarah kembali melangkah menuju VIP room sesuai petunjuk salah satu pelayan.

“Saya ‘kan aspri dan calon suami Bu Sarah, jadi saya nanti ikut masuk dan keluar terus masuk lagi.”

Sarah menggelengkan kepalanya, Arya memang sulit diajak untuk konsentrasi dan serius. Mungkin karena hal itulah yang membuat dirinya nyaman dan tetap mempertahankan Arya. Padahal waktu mereka bertemu pertama kali, ingin sekali segera memecat pria itu.

Seorang pelayan mengetuk dan membukakan pintu ruangan untuk Sarah dan Arya masuk. Sudah ada seorang pria dan wanita cantik di sana. Pria itu terlihat dewasa dan gagah, dengan penampilan metros3ksual.

Sedangkan wanita di samping pria itu terlihat cantik dan seksi karena pakaian yang sangat membentuk tubuhnya, sepertinya sekretaris dari si pria.

“Selamat pagi, Ibu Sarah.” Pria itu beranjak dari duduknya dan menghampiri Sarah juga Arya.

“Selamat Pagi Pak Edward.”

Pria bernama Edward terkekeh dan menjabat tangan Sarah lalu mempersilahkan Sarah duduk pada sofa yang tersedia. Percakapan pun terjadi dan Sarah mengenalkan Arya sebagai aspri, dia bersikap profesional dengan tidak mengenalkan Arya sebagai calon suami.

Ada hal yang Arya tidak paham dalam pembicaraan tersebut, tepatnya ketika membahas masalah budget dan profit. Namun, Arya yakin Sarah sangat cerdas tanpa bantuan Arya. Bahkan sekarang terlihat serius mendalami berkas yang disodorkan oleh sekretaris Edward.

“Sherly,” ujar Edward.

Wanita bernama Sherly itu mengangguk lalu mengajak Arya keluar.

“Ada berkas yang tertinggal di mobil, kamu bisa ambil lalu bawa ke sini karena saya harus langsung ke kantor,” ujar Sherly.

Arya pun menatap Sarah di sampingnya yang terlihat masih serius.

“Bu Sarah tidak masalah saya tinggal sebentar.”

“Hm.”

Arya pun beranjak dan mengikuti wanita bernama Sherly. Sebagai pria normal, Arya mengakui Sherly sangat menggoda. Tipe perempuan penggoda dan mungkin saja hubungan dengan Edward bukan sekedar atasan dan bawahan, sama seperti dirinya dan Sarah.

“Mbak, kita sebenarnya mau ke mana? Katanya mau ambil berkas,” tanya Arya karena Sherly malah mengajak Arya duduk di area outdoor restoran.

“Kamu polos banget sih, kita beri waktu Edward dan Sarah. Kadang untuk sebuah kerjasama bukan hanya keuntungan nominal uang yang dicari, tapi juga kepuasan.

Mereka sudah dewasa dan sama-sama single, jadi cocoklah kalau sesekali saling memuaskan. Aku jamin, atasanmu itu pasti tidak bisa melupakan ganasnya Edward. Apalagi Sarah termasuk yang sulit untuk didekati.”

Brak

Arya menggebrak meja setelah mendengarkan penuturan Sherly, bahkan wanita itu sampai terkejut.

“Gue kasih tahu ya, Sarah nggak murahan kayak lo. Lo dan Edward mungkin udah nggak waras, tapi Sarah bukan wanita seperti yang lo pikirkan.” Arya bergegas kembali ke ruangan tadi di mana Sarah berada, bahkan setengah berlari dan sempat menabrak pengunjung resto.

“Bu Sarah,” panggil Arya mendengar teriakan Sarah.

Brak.

Arya menendang pintu di depannya.

“Bu Sarah.”

Arya menatap Sarah yang berdiri dengan wajah emosi dan Edward yang duduk di lantai dengan tampang kesal, bahkan mengumpat.

“Bu Sarah,” ujar Arya menghampiri wanita itu.

“Aku pikir Sarah Alesha wanita lembut, ternyata kamu hanya perawan tua yang kasar.”

“Kalau yang aku hadapi pria brengsek macam kamu, tidak perlu lemah lembut,” sahut Sarah sambil menunjuk Edward.

“Edward,” panggil Sherly lalu menghampiri dan membantu pria itu berdiri.

“Aku pastikan tidak ada lagi kerja sama, kalian pikir aku tante girang yang butuh belaian,” sentak Sarah dan langsung dirangkul oleh Arya. “Pria ini calon suamiku dan perawan tua ini akan mengakhiri masa lajangnya."

 

1
Kezia ayumi
sempet2 nya Arya ngomong gitu /Awkward//Awkward//Awkward//Awkward//Awkward/
Kezia ayumi
geblek Arya 🙉🙉🙉
Kezia ayumi
dug jedag jedug jedag jedug /Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
Kezia ayumi
wkwkwk,....
pantesan dapet menantu Rama sama kelakuannya 🙉🙉🙉
R Melda
terima nasib mu doni🤭🤭🤭
bunda DF 💞
bikin ketawaa,, asiik ceritanya
R Melda
dasar otak mesum😅😅😅
R Melda
boro² bangunin sarah🤣🤣🤣🤣
Relimawati Sihombing
terimakasih bagus ceritanya sukses lh
Camera Gaming
ya Alloh Arya gesrek bgt 😄😄😄
Camera Gaming
baru tau kalo tonggeret semacam ulat bulu🤣🤣🤣
Camera Gaming
aku malah baru baca ,ug ke 2 si yg pertama malah baca kisah anaknya yg bungsu🤭 maaf y thor aku baru nemu karyamu thor🙏
Ridwani
👍👍👍
Rahmawati
bagus bgt
gina altira
nah kan bener, Arya anak Orang kaya
gina altira
jd mikir klo sebenernya Arya itu anak orang kaya juga
gina altira
Lanjut aktingnya
gina altira
Aryaaa yang sabar yaaa
Mefazha ghania
ada bab yg mengrh kalo nela tau siapa arya..
Sri Udaningsih Widjaya
Luar biasa kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!