NovelToon NovelToon
MENDADAK NIKAH

MENDADAK NIKAH

Status: tamat
Genre:Terpaksa Menikahi Murid / Tamat
Popularitas:241.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: GuloJowo

BY : GULOJOWO NOVEL KE-8 😘

BRAAKK!!

Suara pintu yang di dobrak dengan keras membuat seorang laki-laki yang berprofesi sebagai guru BK itu membelalakkan matanya karena terkejut.

"APA YANG BAPAK LAKUKAN?!" Teriakan seorang kepala sekolah yang menjadi atasannya membuat laki-laki itu kesulitan menelan ludahnya.

"Ti-tidak pak, saya tidak melakukan apapun. Sumpah!" Laki-laki itu mengangkat kedua tangannya ke atas. Namun sayangnya tidak ada yang percaya dengan omongannya itu saat melihat seorang gadis yang tergeletak tak sadarkan diri dengan kondisi baju seragamnya yang sudah terbuka keseluruhan kancingnya.

Kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya? Yuk ikuti kelanjutannya 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GuloJowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PART 24

Setelah kepergian suami, anak dan menantunya, Mama Davira segera bertindak. Diraihnya ponselnya yang tergeletak di atas nakas samping tempat tidurnya. Jari jemari Mama Davira mulai menari-nari di atas ponselnya guna mencari kontak yang semalam sempat dicurinya dari ponsel anaknya. Dan setelah ketemu mama Davira segera mengirimkan sebuah pesan.

[Ini Tante Vira mamanya Tari. Temui Tante di Cafe X sekarang juga! Usahakan jangan sampai Tari tahu!]

Setelah itu Mama Davira meraih tasnya kemudian memasukkan ponselnya ke dalam tas dan langsung melesat keluar dari kamarnya.

"Antarkan saya ke Cafe X pak." Pinta Mama Davira kepada sopirnya saat sudah masuk ke dalam mobil dan duduk di jok belakang.

"Baik Bu." Pak sopir langsung melesatkan mobilnya menuju ke Cafe yang sudah disebutkan oleh majikannya.

*****

Di tempat lain, Vida yang saat itu baru saja tiba di kampus langsung memutar balik kemudinya saat mendapat pesan dari mamanya Bentari. Ia memilih membolos kuliah hari ini demi menemui mama Davira yang entah ada perlu apa dengannya hingga memintanya bertemu di sebuah Cafe. Kenapa tidak menyuruhnya datang ke rumah saja? Kenapa malah memintanya bertemu di Cafe? Vida sama sekali tidak dapat menerka maksud Mama Davira.

Butuh waktu sekitar tiga puluh menit untuk tiba di Cafe X, karena letaknya yang lumayan jauh dari kampus. Setelah memarkirkan mobilnya di parkiran Cafe, Vida segera melesat masuk ke dalam Cafe itu. Diedarkannya pandangannya mengelilingi seluruh penjuru Cafe namun dirinya tidak menemukan keberadaan Mama Davira di sana. Seorang pelayan laki-laki datang menghampirinya dan memberitahukan bahwa dirinya sudah ditunggu oleh Mama Davira di sebuah private room yang ada di sana. Pelayan laki-laki itu pun segera mengantarkan Vida ke ruangan tersebut.

Meskipun awalnya dia sempat bingung, namun tak urung Vida tetap mengikuti pelayan itu. Dalam hati Vida sudah deg degan. Ada dua kemungkinan dalam benaknya. Yang pertama, semua ini pasti ada hubungannya dengan Tari sahabatnya. Atau yang kedua, apakah Tante Davira sudah tahu tentang perasaannya kepada anak laki-lakinya dari Tari, hingga mengajaknya bertemu secara privat begini? Eits tunggu, kalau tidak salah kemarin pas dirinya nonton bersama Kak Ivan, dirinya sempat melihat cincin yang melingkar di jari manis laki-laki itu. Ap-apa itu artinya Kak Ivan sudah memiliki tunangan? Astaga.... Kenapa Tari tidak cerita? Kalau istri sepertinya belum, karena sudah pasti Tari akan melarangnya mendekati kakaknya itu kalau kakaknya memang sudah beristri. Eh, tapi kalau tidak salah cincin yang dikenakan oleh Kak Ivan itu modelnya sama seperti cincin yang dikenakan oleh Tari. Hah! Apa jangan-jangan itu cincin couple yang dibelikan oleh Tante Davira untuk kedua anaknya? Ah entahlah.... Vida hanya mampu menerka-nerka dalam hatinya.

Vida langsung masuk ke dalam private room setelah pelayan laki-laki itu membukakan pintu untuknya. Dan di dalam sana dirinya langsung disambut dengan senyuman oleh Mama Davira.

"Pagi Tante." Sapa Vida tersenyum kaku karena suasana hatinya saat ini tidak menentu.

"Pagi Vid. Sini duduk." Mama Davira langsung mempersilahkan Vida untuk duduk di kursi yang ada di depannya. Vida pun menurut dan langsung mendudukkan tubuhnya tepat di depan mama Davira. "Sudah sarapan?"

"Su-sudah Tante."

"Jangan tegang begitu." Seloroh mama Davira mencoba mencairkan ketegangan yang nampak terlihat jelas di wajah Vida. "Baiklah, Tante sengaja hanya memesan minuman saja. Takutnya apa yang Tante pesan tidak cocok untuk kamu. Ayo diminum dulu."

"Terimakasih Tan." Perlahan Vida mulai mengendurkan ketegangannya. Diraihnya minuman yang sudah tersaji di depannya kemudian meneguknya pelan-pelan. "Eem, ada apa ya Tante? Kenapa Tante meminta bertemu di sini? Kalau memang penting kan Tante bisa meminta Vida untuk datang ke rumah." Tanya Vida setelah meletakkan kembali gelasnya ke atas meja.

"Ada yang ingin Tante ketahui dari kamu. Tante harap kamu bisa berkata jujur dengan Tante."

Gluk!

Sebenarnya ada apa sih ini? Jantung Vida kembali berdetak lebih cepat. Dirinya masih belum bisa menerka kira-kira apa yang akan ditanyakan oleh Mama Davira kepada dirinya.

"Bagaimana Tari jika di kampus?"

"Eem, Tari baik kok Tan nggak pernah neko-neko." Sahut Vida cepat.

"Apa Tari punya pacar di kampus?"

Vida mengangguk. "Bukannya Tante sudah tahu ya?"

"Siapa?"

"Daffa, kak Ivan juga sudah tahu tentang hubungan mereka berdua."

Degh!

Astaghfirullah.... Tak henti-hentinya Mama Davira beristighfar di dalam hatinya saat mengetahui kenyataan ini. Pantas saja menantunya itu mendiamkan anaknya. Rupanya menantunya itu kecewa dengan kelakuan anaknya. "Kak?"

"Iya kak Ivan kakaknya Tari." Vida mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Kok kamu tahu kalau Ivan itu kakaknya Tari?"

"Kan Tari sendiri yang memperkenalkan ke Vida kalau Kak Ivan itu kakaknya, Tan."

Astaghfirullah.... Lagi-lagi Mama Davira beristighfar dalam hatinya. Mama Davira menahan geram. Sungguh keterlaluan anaknya itu. "Sudah lama mereka berpacaran?"

Vida kembali mengangguk. "Kata Tari mereka sempat putus, tapi nyambung lagi. Mungkin memang mereka berjodoh Tan." Ujar Vida.

Berjodoh palamu! Mama Davira menguatkan cengkraman tangannya pada gelas yang ada di genggamannya. "Baiklah, terima kasih karena sudah mau jujur sama Tante. Tolong jangan sampai Tari tahu pertemuan kita pagi ini."

"Baik Tante."

"Kalau begitu Tante pamit dulu." Mama Davira langsung berlalu keluar dari privat room itu meninggalkan Vida yang masih nampak kebingungan. Kalau memang hanya untuk bertanya hal itu, kenapa mereka harus bertemu di private room segala? Namun lagi-lagi otak Vida tidak mampu menangkap maksud dari setiap ucapan dan pertanyaan mama Davira.

Mama Davira langsung meninggalkan Cafe tersebut setelah mendengar penuturan dari Vida mengenai kelakuan anaknya selama ini. Bahkan selama perjalanan pulang mama Davira hanya diam melamun.

"Pak, nanti mampir di apotek sebentar ya."

"Siap Bu!" Pak sopir pun langsung melesatkan mobilnya menuju ke apotek yang ada di depan sana tanpa bertanya terlebih dahulu apa yang dibutuhkan oleh majikannya itu hingga memintanya mampir ke sebuah apotek. Dirinya sadar hanya seorang sopir, jadi Pak sopir tidak mau ikut campur urusan majikannya tanpa diminta oleh sang majikan.

Mama Davira segera turun setelah mobil yang ditumpanginya itu berhenti tepat di depan sebuah apotek. Dengan menguatkan tekad, Mama Davira melangkahkan kakinya masuk ke dalam apotek. Petugas apotek langsung menyambut kedatangannya dan menanyakan barang apa yang dibutuhkan. Setelah menyebutkan barang yang dibutuhkan, petugas apotek itu pun langsung memberikannya kepada Mama Davira. Dan setelah membayarkan sejumlah uang, mama Davira segera kembali masuk ke dalam mobil. Pak sopir pun langsung melesatkan mobilnya kembali.

*****

*****

*****

Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏

1
Umi Syafaah
egois banget di tari
Umi Syafaah
Luar biasa
Umi Syafaah
kalo dilihat dari penulisan kata2nya, seperti nya ini kisahnya menarik,
Wiek Soen
😭😭😭😭 nyesek pasti ayo Syifa tolong ayah mu
Wiek Soen
akhirnya terungkap juga, berbohong demi kebaikan pk Ivan
Wiek Soen
innalilahi wa'inaillaihi roji'un bapak nya Syifa kecelakaan 😭😭😭
Wiek Soen
sami sami Thor, kayaknya kok sdh agak lama ya novel ini
Cahya Durrah
Luar biasa
Darmawangsya Darmawangsya
kapan up
Darmawangsya Darmawangsya
benar2 sama cerita dan judulnya sampai 2 kali terjadi
Darmawangsya Darmawangsya
benar2 sama cerita dan judulnya sampai 2 kali terjadi8
Darmawangsya Darmawangsya
benar2 sama cerita dan judulnya sampai 2 kali terjadi
Darmawangsya Darmawangsya
munkin wanita bersuami maksudnya
Darmawangsya Darmawangsya
inimi yang ditunggu,dan penyesalan Tari nantinya
Darmawangsya Darmawangsya
jangan dipaksakan
Darmawangsya Darmawangsya
ngapain mencinrai istru sprti itu.udh tinggalin aja
Darmawangsya Darmawangsya
betul banget
Darmawangsya Darmawangsya
lumayan lah
Darmawangsya Darmawangsya
semoga ivan mengalah dan melepas Bentari
Darmawangsya Darmawangsya
emang belum ada pacarnya Vid .
ambil aja,biar Bentari nyesal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!