"Ini bukan sebuah hubungan"
"Saya tahu"
"Kau tidak akan mendapat apapun dari hal ini"
"Saya mengerti"
"Apa kau masih ingin melanjutkan hal ini?"
Tanpa ragu lagi, Eva menjawab
"Iya"
Laki-laki yang mulai mencium dan membuka pakaiannya ini tidak tahu kalau Eva mendapatkan sesuatu dari hal ini.
Kenikmatan
Dan hanya itulah yang dibutuhkan Eva saat ini. Tanpa semua kerumitan hubungan yang pernah dijalaninya. Tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Eva ingin menikmati semua sentuhan dan kehangatan pria yang mulai membuat mereka menyatu itu.
Diharap pembaca dibawah umur tidak membaca ini🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elena Prasetyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Eva keluar dari ruangan Wakil Presdir dan melihat Mr Fint berdiri dengan menundukkan wajah di depannya. Pria ini, sudah menjebaknya dua kali. Tapi ... kali ini Eva tidak memberontak seperti malam kemarin. DIa memilih untuk menurut dan diam saja. Bukan karena dia menyukainya atau menemukan kalung berlian di dekat ranjangnya kemarin malam. Melainkan dia ingin semua ini cepat berakhir dan bisa mengundurkan diri tanpa ada masalah dari perusahaan ini. Karena dia sangat mengerti akibat dari menyinggung salah satu anggota keluarga Ford.
Tiga tahun lalu, ada wartawan yang menulis berita tentang Leonore, putri Presdir. Bahkan sebelum berita itu naik, wartawan itu telah menghilang entah kemana. Bahkan seluruh karya sebelumnya juga dianggap tidak pernah terbit oleh kantor beritanya. Keluarga Ford memang memiliki kekuasaan sebesar itu di negeri ini. Jadi lebih baik tidak membuat masalah apapun dengan mereka. Apalagi calon Presdir berikutnya yang benar-benar dijaga reputasinya.
Sebelum kembali ke ruang Presdir, Eva membetulkan riasannya dia toilet. Lalu dia melihat lehernya memiliki tanda merah yang sangat jelas. Meski dia sangat suka tampil rapi, Eva terpaksa melepas ikatan rambutnya. Menutupi tanda merah itu agar tidak dilihat oleh orang lain.
"Apa ada yang terjadi?" tanya Presdir saat melihatnya siang itu.
"Tidak ada Bu Presdir"
"Rambutmu. Aku tidak pernah melihatnya terurai bebas seperti ini"
"Ehmm" Eva berpikir keras. "Saya merasa kedinginan tapi tidak membawa jaket dan syal, jadi ... "
"Kedinginan? Apa badanmu baik-baik saja? Kupikir kau sedikit lebih kurus sekarang" kata Presdir membuat Eva melihat dirinya sendiri.
"Saya tidak merasa seperti itu" jawabnya tidak merasa ada perbedaan dari tubuhnya.
"Pergilah ke dokter. Pekerjaan kita akan lebih banyak minggu depan" perintah Presdir.
"Baik Bu"
Setelah mengantar Presdir pulang, Eva segera memesan taksi. Hari ini dia tidak membawa mobil karena tidak ingin bertemu dengan Mr Fint di dalam kantor atau tempat parkir. Dia takut ditipu lagi agar bisa melayani laki-laki itu. Tapi, caranya terbaca oleh asisten keluarga Ford yang paling setia itu. Dua hari kemudian, Eva pulang dan menemukan pintu rumahnya telah terbuka. Dia mengira ada pencuri yang masuk dan berniat memanggil polisi.
"Tuan muda sudah menunggu Anda di dalam" kata Mr Fint yang muncul entah dari mana. Membuat Eva hampir terkena serangan jantung.
Sial, padahal hari ini dia merasa sangat lelah. Tapi dia tidak bisa menolak untuk masuk ke dalam rumahnya sendiri. Eva masuk dan menemukan laki-laki itu duduk di kursinya. Dengan sebuah kotak kecil di tangan.
"Aku ingin kau memakai ini malam ini" kata laki-laki itu lalu membuka kotak.
Dua buah anting cantik yang sangat berkilau. Eva berpikir anting itu pati berlian. Sama dengan kalung yang masih dia simpan di atas meja.
"Saya tidak ... "
"Aku hanya ingin kau memakainya. Bukan memberikannya padamu" kata laki-laki itu menyanggah Eva yang baru mau menolak.
Tidak mau memperpanjang masalah, Eva membiarkan laki-laki itu memasangkan anting di telinganya. Tangan besar itu membelai leher Eva dan membiarkan ujung anting menyentuh tulang selangkanya.Dingin.
"Cantik" bisik laki-laki itu tepat di telinga Eva.
"Tapi, aku hanya ingin melihatmu memakai ini saja. Jadi ... " lanjut Wakil Presdir lalu melepas pakaian Eva.
Satu jam kemudian, Eva tidak bisa mengangkat tubuhnya sama sekali. Dia hanya bisa terkapar di atas ranjang setelah laki-laki itu menanamkan semua benihnya dalam perut Eva.
"Apa kau lelah?" tanya laki-laki itu.
Eva malas menjawab dan lebih memilih untuk menutup mata. Tentu saja dia lelah. Dia baru saja bekerja dan melayani orang yang sepertinya tidak memiliki rasa lelah sama sekali. TIba-tiba punggung Eva terasa hangat. Laki-laki itu memeluknya dari belakang dan membungkus diri mereka dengan selimut.
"Tidurlah. Aku akan menjagamu"
Eva tertegun dengan ucapan yang baru saja didengarnya. Kapan terakhir kali dia mendengar seseorang mengatakan itu padanya? Ahhh, Eva ingat. Jack, mantan suaminya mengatakan hal yang sama saat mereka menikah. Dan berakhir dengan perselingkuhan.
Kali ini dia sama sekali tidak pernah memasukkan semua kata-kata laki-laki ini dalam hati. Kenapa? Karena laki-laki ini bukan miliknya. Eva bahkan tidak akan pernah bermimpi mendapatkan laki-laki yang memeluknya ini. Karena mereka terlalu berbeda. Meski apapun yang terjadi, mereka tidak akan pernah bersama. Jadi Eva memilih untuk tidur saja dan melupakan semua ucapan laki-laki yang ada di belakangnya. Menganggap semua itu hanya kata manis agar dia tidak terlalu merasa lelah.
Pernikahan Wakil Presdir dan Nona Lisa de Hart akhirnya akan berlangsung minggu depan. Surat pengunduran diri Presdir sudah diajukan oleh Eva dan sedang didiskusikan oleh dewan direksi. Semua pekerjaan sepertinya sudah selesai menjelang Eva pergi dari perusahaan.
"Apa semuanya sudah selesai?" tanya Presdir
"Sudah Bu Presdir. Semuanya sudah siap"
"Bagus. TInggal menunggu hari pernikahan dan kita akan segera pergi dari perusahaan ini"
"Iya" jawab Eva lalu tersenyum membayangkan kebebasannya.
TIba-tiba tubuhnya terasa aneh. Dia merasa pusing dan lama kelamaan matanya kabur. dan ... gelap.
Tidak tahu berapa lama, mata Eva akhirnya terbuka. Dia melihat tembok lampu yang terang sekali.
"Em Emm" Rintih Eva.
"Anda sudah bangun? Dokter akan segera kemari"
Eva berusaha untuk membuka matanya lebar-lebar. Dia akhirnya bisa melihat dirinya di atas sebuah ranjang rumah sakit. Ternyata, tubuhnya menyerah. Setelah dua minggu penuh melayani laki-laki itu. Lalu seorang dokter masuk ke dalam biliknya. Membuka catatan yang ada di tangan dan tersenyum ke arah Eva.
"Selamat. Anda hamil"
Apa? Eva merasa dia salah dengar tadi. Tapi ...
"Apa?" tanyanya ingin memastikan.
"Anda seharusnya lebih berhati-hati. Anda tidak boleh terlalu lelah karena kehamilan ini masih terlalu awal"
Eva masih tidak mengerti dengan kata-kata yang dikatakan oleh dokter.
"Saya ... hamil?" tanyanya lagi berusaha memastikan.
"Iya. Empat minggu"
"Tunggu dulu. Apa?"
Kini dokter yang merasa bingung karena Eva terus saja memastikan. Setelah membuka riwayat kesehatannya, sepertinya dokter itu mulai mengerti.
"Ohh Anda adalah pasien dokter James ternyata. Saya akan menghubungi dokter James dan melakukan pemeriksaan ulang. Setelah itu dokter James akan mendatangi Anda. Sebelum itu, silahkan beristirahat lebih dahulu"
Eva mengangguk tanda setuju. Dia tidak bisa mencerna semua kabar yang sangat mengejutkan itu dan membutuhkan kepastian dari dokter James.
"Siapa yang mengantar saya kesini?" tanyanya sebelum dokter pergi dari biliknya.
"Presiden Direktur perusahaan Ford. Beliau mengatakan Anda adalah asistennya. Tapi beliau tidak menunggu disini" jawab dokter membuat Eva lega. Setidaknya tidak ada yang tahu tentang hasil pemeriksaan itu.
"Bisakah Anda menyimpan tidak mengatakan semua ini pada orang lain? Kecuali saya dan dokter James pastinya" pinta Eva.
"Tentu saja"
Kini Eva hanya perlu menunggu hasil pemeriksaan dengan hati yang tidak tenang.