NovelToon NovelToon
Rebirth Of The Duke'S Daughter

Rebirth Of The Duke'S Daughter

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Petualangan / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pelangizigzag

Putri bodoh yang satu ini berubah total dalam waktu semalam! Setelah ini dia bertekad untuk membalaskan semua rasa sakitnya satu-persatu. Lalu ditakdirkan hidup sebagai permaisuri? oh, tidak masalah karena ada pria tampan berkuasa yang akan membantunya sampai akhir.

NO PLAGIAT!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelangizigzag, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

the First Heartbreak

Derap langkah kaki diiringi beberapa pengawal dan pelayan yang berjejer di belakang sang Raja memenuhi suara Balairung istana. Seluruh menteri serta pejabat penting menoleh dan berdiri serempak dengan tanpa mengurangi rasa hormat sedikit pun.

Aidenloz —yang awalnya berdiri di dekat gerbang masuk— terlihat sibuk merapikan pakaian pengawal yang ia kenakan. Setelah Raja Eliot duduk di atas takhtanya, barulah semua menteri di suruh kembali duduk dan pengawal bertugas untuk berjaga di belakang para mereka. Saat ini pun misalnya, Aidenloz berdiri tepat di belakang Menteri Pertahanan Aldergo yang juga bisa dikatakan cukup sering menjadi bepergian ke Eroshvent, Menteri Michael.

"Kemarin aku mendapatkan kabar bahwa salah satu pintu sihir terpenting telah lenyap. Kira-kira siapa yang harus bertanggung jawab atas insiden ini?" ucap Raja Eliot kontan tidak ingin berbasa-basi, dengan seksama ia memperhatikan seluruh abdinya.

Merasakan semua tuduhan mengarah padanya sebagai penanggung jawab segala tingkat sihir di Aldergo, seorang penyihir dengan jenggot sebatas dada yang didominasi warna putih itu segera maju dan bersujud di depan sang Raja dengan tertatih-tatih, "Ampuni Hamba, Yang Mulia. Hamba pantas mati."

"Katakan!"

"Segel yang terpasang pada pintu yang Anda maksud merupakan sihir yang tak bisa dianggap remeh, saya menjamin hal tersebut dengan nyawa saya sendiri, Yang Mulia," ucapnya tanpa mengangkat wajah sama sekali, "Saya sangat yakin jika kekuatan yang mampu menghancurkan segel tersebut sama sekali bukanlah hal yang bisa dianggap remeh," sambung penyihir itu takut-takut.

"Apa kau tahu jenis sihir apa saja yang dapat meluruhkan pintu rahasia itu?"

"Menurut pengetahuan hamba yang sedikit, ada beberapa yang saya tahu," Seluruh tatapan dilayangkan kepada sang penyihir, "Permintaan langsung dari pemimpin Benua Erosh, Kekuatan Dewa Dominosh, dan ...."

"Dan?"

Sang penyihir meneguk saliva-nya dengan kasar, "Juga ... Cengkraman Api Phoenix dari penjaga Armovin."

"Armovin?" Beo Raja Eliot tertarik. Bagaimana bisa Armovin dengan mudahnya memasuki istana bahkan menghancurkan pintu rahasia? Raja Eliot pun tak habis pikir bahwa Armovin akan bertindak senekat ini.

"Alphair," desis Aidenloz pelan.

"Secara tak langsung Armovin telah mengumumkan peperangan dengan Aldergo dengan membobol bagian dalam istana kita. Jangan lengah! Pastikan semua orang di dalam istana sudah diperiksa identitasnya. Bawa orang yang dianggap mencurigakan ke hadapanku. Mengerti?!"

"Kami mengerti, paduka!" Sahut seisi ruangan serempak lalu takzim penuh hormat.

"Pasti Armovin ingin menghalangi ritual pemanggilan pengantin Kaisar. Takkan kubiarkan! Kaisar Javier harus menikahi pengantin yang telah ditetapkan oleh para dewa sebagai permaisurinya, bukan gadis pungut Armovin itu!" Eliot menatap dingin semua orang, "Menteri pertahanan?"

"Hamba, Yang Mulia," sahut Menteri Michael penuh hormat.

"Pastikan pasukan kita sudah maksimal di hari ritual. Setelah acara ulang tahun Aldergo, kita akan mengadakan ritual di keesokan malamnya." Ucap Raja Eliot final, "Semakin cepat, semakin baik."

......................

Mikayla mengelap peluhnya setelah seluruh pekerjaan rumah yang dilimpahkan padanya telah selesai walau langit masih berwarna lembayung. Gadis itu kesepian, maka ia memutuskan untuk melihat-lihat taman sebelah barat istana yang katanya dipenuhi banyak bunga lili.

Di depannya, pintu masuk dipenuhi oleh tanaman cantik merambat hingga membentuk sebuah gua yang indah berhiaskan bunga. Mikayla mengangguk-angguk, setidaknya selera Raja Eliot tidaklah buruk.

Di dalam taman terdapat beberapa bangku yang terbuat dari kayu ek yang dipahat halus. Tekstur bangku yang dibuat begitu lembut, sangat menjamin tak akan merusak gaun wanita saat menduduki bangku tersebut walau dalam waktu yang lama. Selanjutnya, hamparan bunga lili —seperti yang diceritakan koki istana padanya— merebak cantik di setiap sudut taman, begitu memanjakan mata setiap orang. Tak ada satupun bunga yang layu, perawatan taman barat pasti memerlukan penanganan istimewa dan tak sembarangan.

Di sebelah kanan terdapat jembatan yang menghubungkan jalan antara taman dengan rumah kaca. Di bawah jembatan itu pula terdapat kolam buatan yang dipenuhi oleh bunga kaca piring yang sedap dipandangi berlama-lama. Ditambah lagi dengan keberadaan kupu-kupu yang terbang riang makin menyemarakkan suasana taman yang damai.

"Sedang apa kau di sini?"

Mikayla melirik pria di sampingnya. Sang Raja Eliot.

"Maafkan saya, paduka. Saya tak menyadari kehadiran Anda," ucap Mikayla sambil membungkukkan sedikit tubuhnya.

"Tak masalah," sahut Raja Eliot. Pria itu menelisik jauh bunga-bunga yang tidak pernah membuatnya bosan terhampar luas di depannya, "Kau menyukai bunga?"

"Walau saya seorang pria, siapa yang tidak akan terpesona dengan bunga-bunga di taman milik Anda ini, Yang Mulia?" sahut Mikayla tenang.

Raja Eliot terdiam. Pegawai dapur di sampingnya ini sepertinya bukanlah orang biasa, "Apa kau rakyat Aldergo?"

Mikayla tersenyum. Sangat tipis. Lalu menggeleng perlahan. "Bukan, saya dari luar Aldergo."

"Berarti kau dari Armovin?"

Mikayla membeku. Raja Eliot seolah mengutarakan pernyataan ketimbang menanyakan pertanyaan padanya. Namun sedetik kemudian ia berhasil mengendalikan diri, "Bukan, Yang Mulia. Saya berasal dari Eroshvent."

Setelahnya Raja Eliot tak mengatakan apapun lagi. Dan Mikayla tahu bahwa berlama-lama berada di dekat Raja Aldergo sama saja membongkar rahasia dirinya sendiri.

Namun jika ia pergi sekarang ... itu sangatlah tidak pantas karena Eliot lah yang harus meninggalkannya lebih dulu.

...****************...

Tak terasa, hari berganti dengan cepat, acara perayaan hari ulang tahun Aldergo akan dirayakan malam ini dengan konsep yang mewah bukan main. Emas bertaburan dimana-mana, para wanita bangsawan sibuk membeli banyak perhiasan baru dan memborong yang terbaik khusus untuk dipakai malam ini. Pintu istana akan dibuka lebar-lebar untuk semua bangsawan dan rakyat pun boleh dengan leluasa merayakan malam ini di pusat kota.

Aidenloz memutuskan untuk tetap bertahan di Aldergo —sebagai seorang pemusik— meski undangan Raja Eliot untuknya sudah sampai di Eroshvent. Malam ini Aidenloz memerintahkan Claude untuk menghadiri acara sebagai penggantinya. Bukankah di acara ini sangat penting sebab Aidenloz akan menunjukkan bakatnya?

Dekorasi daratan Aldergo sudah sempurna. Di sore hari, Mikayla dan Aidenloz memutuskan untuk menyelinap pergi menuju pusat kota dengan pakaian rakyat biasa. Lampion warna-warni di setiap sudut kota sudah siap diterbangkan. Lentera kecil menghiasi seluruh kota hingga terang benderang diikuti pita-pita cantik yang digantung di setiap rumah dan kedai. Anak-anak berlarian bebas bersama teman-temannya bak burung yang baru terlepas dari sangkar. Setiap orang memilih untuk menikmati waktu diluar rumah ketimbang duduk manis di depan tungku walau udara bisa dikatakan cukup dingin.

Aidenloz menarik tangan Mikayla untuk digenggamnya. Hangat. Tanpa sadar Mikayla tersenyum karena perlakuan Aidenloz yang tak terduga. Genggaman Aidenloz bahkan mampu menghangatkan hatinya hingga ke pipi.

Namun senyum Mikayla luntur. Apakah kebersamaan ini sebentar lagi akan hilang tak berbekas? Secara ritual pengantin Kaisar akan diadakan sebentar lagi. Wanita lain yang akan menggantikan posisinya. Walau ada sedikit perasaan tak rela, Mikayla tak bisa melakukan apa pun.

"Ada hal penting yang harus kau ketahui," ujar Aidenloz dengan tatapan yang masih lurus ke depan, "Tak akan aman kalau dibicarakan di dalam istana atau pun di tengah jalan seperti ini. Bagaimana kalau kita membeli arak sebentar?"

Mikayla mengangguk. "Hal sepenting apa yang tak boleh diucapkan di istana?"

"Kau akan tahu," jawab Aidenloz lalu menarik Mikayla menuju kedai sederhana yang terletak di ujung jalan.

Aidenloz memesan minumannya dan kembali menarik Mikayla menuju meja yang terletak di ujung ruangan.

"Besok malam ritual pemanggilan pengantin Kaisar akan dilaksanakan. Bagaimana, apakah kau siap?"

Mikayla mengernyit heran. "Kenapa kau menanyakan aku?"

"Ah, salah. Lupakan saja." Aidenloz menggeleng pelan. "Di malam itu kuharap kau berjaga-jaga. Bila kau menemukan gadis bermata zamrud, tolong bantu arahkan dia menuju aula rahasia."

Lagi, Mikayla mengernyit bingung. "Gadis bermata zamrud?" beo-nya, "Siapa dia?"

"Gadis zamrud dengan surai seterang cahaya bulan," jelas Aidenloz. "Dialah calon permaisuri Erosh."

Mikayla terkekeh kering, "Ah, lucu juga."

"Apanya yang lucu?" sahut Aidenloz bingung.

Mikayla menuangkan secangkir arak untuk dirinya sendiri dan meminumnya dengan sekali teguk, "Kau memintaku untuk membantu calon istrimu dengan mudahnya? Tapi apa kau lupa?"

Mikayla tersenyum sinis, menyiratkan kepedihan di balik manik biru jernihnya saat bersinggungan dengan manik biru samudera milik Aidenloz. "Akulah yang menjadi pihak yang paling tersakiti karena wanita yang kau inginkan itu!"

1
Murni Murniati
kampret ini lama lama minta dikubur ini, apa tak sadar dia siapa, ini anak dewa dewi dia budak,apa tak sadar dia
Murni Murniati
kan dia udah dikasih dua kebebasan keinginan ini, jd kapan diminta
🌿wing2bo_27
Luar biasa
>AY<
cerita nya rumit, harus mengulang kata"nya supaya paham.
Ayu Mestari
Luar biasa
Yati Haryati
ceritanya terburu buru bgt min
Ayu Sari Murni
manggilnya adiden aja Thor susah q bacanya
ana azizah
bertele2
Hikam Sairi
baca
Dede Mila
/Proud//Joyful//Joyful//Joyful/
Inesya Qinan s
Luar biasa
Inesya Qinan s
Lumayan
Asmi Pandansari
aku mampir
Murni Dewita
sama2 penasaran kita mikayla/Grin/
Murni Dewita
mampir
Dang Antie
Luar biasa
Cancer👾
suka banget sama cerita, tapi epsonya sedikit heheh
Riska Mustikasari
putri tidur butuh make up baca dimana kak... kok ga ada aku cari
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Querido🦋
yakin ingin menghukum tahta tertinggi diatas raja hm?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!