Gara-gara ucapan nenek misterius yang entah darimana asalnya, Raya dan Rafa terpaksa menerima perjodohan oleh kedua orangtua mereka yang bersahabat.
NOVEL INI MASIH BANYAK YANG BELUM DIREVISI, MOHON MAAF BILA MASIH BANYAK KESALAHAN PENULISAN🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azra ziya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 Rasa Yang Masih Ada
Setelah drama tabrakan. Juna dan Raya pun duduk disebuah cafe dekat bioskop, awalnya Raya menolak, tapi karena Juna memaksa Raya pun setuju. Bukan menolak karena tidak senang, tapi menolak karena tak ingin malu jika Juna mendengar detak jantung nya yang sudah tak karuan.
"Kamu Raya SMU *** itu kan?" tanya Juna dengan suara sedikit berat dan lembut.
"Iy iya kak, kakak kenal?" jawab Raya gugup dan heran, kenapa Juna bisa kenal gadis biasa seperti nya.
"Kenal lah. Siapa yang akan lupa sama perempuan yang selalu ngambil fotonya diam-diam."
"Uhuhukk.. uhhuk..." Raya langsung batuk mendengar pernyataan Juna.
"Ya ampun apalagi yang dia tau?" batin Raya. Ingin rasanya Raya menenggelamkan dirinya kedalam sumur tua yang gelap. Agar Juna tak melihatnya malu level 100.
"Kenapa Ray?minum minum!!" Juna memberikan air mineral yang ia bawa. Karena minuman yang mereka pesan belum datang.
Tanpa malu Raya meminum air mineral dalam botol kemasan itu sampai habis.
gleg.....gleg...gleg
"Udah Ray?" tanya Juna.
"Ud.. udah kak, makasih minuman nya." Raya menjawab dengan gugup bercampur malu.
"Gak pa pa, toh tadi aku juga udah minum setengah," ucap Juna enteng, sambil senyum tipis, seperti silet.
"HhaaaH, jadi itu aer bekas kakak?" tanya Raya dengan raut wajah bodoh bercampur malu maluin.
"Iya, emang kenapa Ray?" jawab Juna sok polos tapi tetap tampan.
Lagi-lagi Raya dibuat bertambah malu. Belum sempat Raya melanjutkan pembicaraan nya dengan Juna. Hanum dengan nafas ngos-ngosan sudah menghampiri nya di cafe.
"Di cariin dari tadi ternyata disini rupanya. pantesan ngilang," Omel Hanum yang sudah kesal karna ditinggal Raya nonton sendiri. Yang menghilang ntah kemana.
"Maaf Num. aku lupa, tadi aku ketemu kak Juna nih kenalin Num!" Raya mengenalkan Juna pada Hanum.
" Juna."
"Hanum."
"OMG ganteng banget," batin Hanum.
"Maaf ya Num!"
"Gak pa pa Ray, ini tas sama dompet kamu tadi ketinggalan di dalem. Untung aku inget."
"Eh iya makasih ya Num, ya udah duduk dulu yuk! aku sama kak Juna udah mesen makanan gak enak kalo langsung pulang." Ajak Raya pada Hanum untuk bergabung.
"Untung ada Hanum," batin Raya. Kalau tidak ntah apalagi yang akan terjadi pada Raya.
......
Akhirnya Raya dan Hanum pamit pada Juna, setelah menghabiskan makanan yang tentunya ditraktir Juna.
"Raya pamit pulang ya kak, makasih makanannya."
"Hanum juga makasih."
"Iya sama-sama, beneran gak mau aku anterin ni?" tawar Juna sekali lagi, karena tadi Raya sudah sekali menolak untuk di antar Juna.
"Gak usah kak, kang ojek udah nunggu." alasan Raya. Padahal dia tak ingin bertambah memalukan dihadapan Juna.
"Ya udah kalian hati-hati!"
"Iya kak."
Raya pun menarik tangan Hanum agar cepat-cepat pergi menjauh dari Juna.
"Buru-buru amat sih Ray? kayak gak seneng aja liat cogan lama-lama," protes Hanum yang sedari tadi sebenarnya setuju jika mereka di antar pulang Juna.
"Kamu gak tau apa-apa Hanum, diem aja deh. Semakin lama aku berhadapan sama kak Juna, bisa bisa aku sesak nafas, trus jantungan dan mati muda karna gagal jantung." Oceh Raya panjang lebar kayak persegi panjang.
"Ya elah...yang lagi kasmaran. Segitunya." ledek Hanum mulai curiga.
"Kalo gak tau gak usah ngeledek Hanum, udah ah jangan bahas Juna mending aku calling akang ojek dulu."
Mengeluarkan ponsel dari tas dan....
"Hallo kang, Ray udah mau pulang."
"Iya neng." jawab kang ojek sambil melaju dengan kecepatan kilat...
* * *
Kau dengar gosip aja udh marah berhari hari, pdahal cuma gosip.
Semantara drimu dgn sadar, dn sukarela berhubngan dgn laki2 lain bahkan smpai jumpa kluarganya disaat berstatus istri org