Pernikahan atas dasar cinta adalah pilihan setiap umat manusia, tetapi bagaimana jadinya jika di dalam kata cinta dan pernikahan itu ada orang ketiga?
Begitulah kisah Bima dan Nadia, kehidupan rumah tangga yang sangat harmonis telah mereka rasakan hingga pada akhirnya Bima memutuskan untuk mendua lalu membuat pernikahan mereka berujung perceraian.
Disaat sedang patah hati, Nadia di pertemukan oleh seorang pria dewasa dan karena kebersamaan mereka akhirnya benih-benih cinta pun mulai tumbuh. Namun, sebuah kejutan mengangetkan Nadia yang mana ternyata pria itu adalah Ayah dari selingkuhan Bima.
Bagaimana kisah Nadia selanjutnya?
So Stay Tune 🥰
Follow Ig: ningsihartono ❣️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 Pembalasan Untuk Suamiku
'Aku seperti pernah melihatnya, tapi dimana?' batin Nadia sambil mencoba mengingat.
Nadia lupa dimana dia pernah melihat Aira.
"Kenapa hanya diam?" Aira pun membuka suara.
"Apa yang Anda inginkan dari suamiku?" Nadia melotot ke arah Aira.
Aira tersenyum tipis sambil berjalan mendekati Nadia.
"Aku menginginkan dirinya, aku mencintai dia dan Mas Bima juga mencintai aku. Apa kamu tidak melihat kondisimu, Nadia? Kamu sangatlah jelek, gendut dan...." Aira mengibaskan tangannya di depan hidung. "Sangat bau." ejeknya dengan senyum remeh.
Nadia memang selalu memakai minyak gosok agar tidak sering mual.
"Anda tidak perlu menghinaku! Meskipun aku jelek, gendut, bau tetapi aku tidak seperti Anda yang tega merebut suami orang!" Nadia melirik Bima yang diam sambil melipat kedua tangan di depan dada.
"Kamu keterlaluan, Mas. Disaat aku sedang hamil kamu malah tega melakukan semua ini padaku, kamu benar-benar gak punya hati! Kamu laki brengsek! Dan kamu..." Nadia menunjuk wajah Aira. "Kamu wanita murahan! Tidak punya harga diri!" teriaknya dengan penuh emosi.
Aira melotot karena merasa dihina dan tidak terima oleh ucapan Nadia, dia mendorong pundak Nadia hingga Nadia terhuyung ke belakang.
Nadia pun tidak terima, dia membalas dorongan itu dan membuat Aira hampir jatuh jika tidak di tangkap oleh Bima.
"Nadia, apa-apaan kamu ini! Sedikit saja Aira terluka maka aku pastikan kamu akan kehilangan sebelah tanganmu!"
Nadia meneteskan air mata setelah mendengar ucapan Bima.
'Secinta itu Mas Bima dengan wanita mur*han ini?' batin Nadia.
Aira tersenyum puas karena dia sudah menang dari Nadia.
"Apa salahku padamu, Aira?"
"Tidak ada, kamu tidak punya salah. Aku hanya menginginkan Mas Bima, itu saja." Aira tersenyum manis ke arah Bima dan senyuman itu dibalas oleh Bima.
"Nadia, aku ingin kita bercerai setelah kamu melahirkan. Aku akan mengurus anak itu bersama dengan Aira." ujar Bima pasti.
Nadia menggeleng cepat. "Enak sekali kamu, Mas. Kamu anggap apa aku ini, hah! Aku yang mengandung, aku yang melahirkan dan kamu dengan seenaknya mengatakan ingin mengurus anak ini? Tidak! Aku tidak akan melepaskan anakku untuk manusia be*jat seperti kalian berdua!" Nadia marah, dia tidak bisa lagi mengontrol emosinya.
"Terserah kamu mau bicara apa, aku akan menikah siri terlebih dahulu dengan Aira lalu kita akan bercerai setelah kamu melahirkan." Bima melirik Aira, dia juga menggenggam jemari Aira. "Ayo sayang, kita pergi dari sini."
Bima dan Aira melangkah pergi, tetapi sesampainya tepat di depan pintu, Bima membalikan badan ke arah Nadia.
"Kamu bisa tinggal disini sampai melahirkan, aku akan membeli rumah baru untukku dan Aira tinggalin."
Nadia menangis terisak, dia sudah kehilangan ibunya dan dia tidak ingin kehilangan Bima.
Bima berjalan pergi dan Nadia pun dengan cepat mengejar Bima.
"Mas! Mas Bima tunggu, Mas! Apa tidak ada lagi kesempatan untukku? Katakan apa salahku dan apa kekuranganku, Mas. Aku akan berusaha memperbaiki semuanya tetapi aku mohon jangan seperti ini, tinggalkan wanita itu dan perbaiki keharmonisan rumah tangga kita, Mas." Nadia berlari kecil di belakang Bima dan Aira.
"Sudahlah, Nadia. Percuma kamu buang-buang tenaga karena aku tetap tidak akan meninggalkan Aira dan aku akan menceraikanmu." ujar Bima memberikan keputusan.
Aira sangat senang karena dia telah mencapai tujuannya.
"Mas, apa kamu tega melihat aku terpuruk seperti ini? Aku sudah kehilangan ibu dan aku tidak ingin kehilangan dirimu juga, Mas." Nadia tetap mengikuti Bima sampai mereka menuruni anak tangga.
Bima tidak berniat menjawab segala ocehan yang Nadia lontarkan.
"Mas, aku—" ucapan Nadia terpotong dan berganti teriakan. "Mas, aaaaaaaaaaa!!!!!"
Nadia terpeleset dan dia tergelincir, tubuhnya terguling di antara anak tangga hingga pada akhirnya berhenti di lantai bawah.
"Nadia!" teriak Bima terkejut dan dia dengan cepat berlari menghampiri tubuh Nadia yang sudah tidak sadarkan diri.
•
•
TBC
HAPPY READING AND HAPPY WEEKEND 😘
JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN, TERIMA KASIH BANYAK 🙏
🏵️🏵️🏵️
MAMPIR KE NOVEL TEMAN OTHOR YUK 🥰
blurb:
Nama Pena : AdindaRa
Judul Karya : Kurebut Suami Kakakku
Ecca sangat terkejut saat mendengar kabar pernikahan kakak kandungnya, Nuna dengan seorang lelaki yang sudah lama ia cintai, Belva Quiero.
Terlebih saat kakaknya mengandung dan memaksanya untuk ikut tinggal bersamanya di rumah milik suaminya dengan alasan Nuna ngidam masakan buatan Ecca.
Penolakan Ecca untuk tinggal bersama kakaknya sama sekali tidak diindahkan oleh orang tuanya sendiri dan bahkan mereka sangat setuju jika Ecca tinggal bersama Nuna dan membantunya di masa kehamilannya.
"Semua sudah gila! Aku tidak mungkin melebur rasa cintaku pada Mas Belva jika seperti ini keadaannya. Jangan salahkan aku jika nantinya aku bertindak di luar batasku!" batin Ecca menahan rasa geram.