Jessica terpaksa menikah dengan sosok pria yang diinginkan Papa nya agar hidupnya tetap berkecukupan seperti biasanya. Bisnis Sang Papa yang mendadak bangkrut, membuat mereka jatuh miskin dan Sang Papa tak mau Jessica hidup serba kekurangan. Jadi Sang Papa mengatur pernikahannya dengan seorang pria kaya bernama Leo yang merupakan sahabat dari saudara kembar Jessica, Brian.
Jessica ingin menolak pernikahan itu karena dia susah punya seorang kekasih bernama Harry. Selain itu juga, Jessica tidak mau menikahi Leo karena dia tidak pernah mengenal Leo lebih jauh. Bagi Jessica, Leo merupakan sosok pria yang membosankan.
Namun yang terjadi setelah pernikahan justru berbeda. Leo yang dikenalnya membosankan ternyata sosok pria yang sangat manis dan baik, terlebih Leo ternyata pria yang sangat bucin akan dirinya. Tapi Jessica tetap bersikap dingin pada Leo yang bucin itu.
Akankah Leo si suami bucin itu akan meluluhkan hati Jessica istri dingin nya itu?
Untuk kelanjutannya, kuy baca disini.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengunjungi Panti Jompo
Jessica terdiam saat dia melihat Leo yang menutup pintu. Dia tahu bahwa dia bersikap terlalu dingin pada pria yang sudah menjadi suaminya itu.
Jika saja dia bisa mengetahui semuanya dengan lebih baik, dia pasti tahu bahwa Leo begitu terluka dan dia sejujurnya memang menyakiti Leo dengan kata-katanya. Tapi dia tidak mengetahui hal itu lebih baik.
Jessica lalu menyantap sarapannya sendiri. Dia tidak pernah mau untuk menyantap makanan seorang diri sebelumnya dan dia menyadari bahwa makanan itu tidak seenak yang sering dia makan saat dia bersama dengan Papa, saudaranya Brian, atau salah seorang temannya.
Dia pun menyadari keheningan yang ada saat dia makan seorang diri dan itu terasa sangat menyedihkan baginya.
Jam di dinding terus berdetik. Meja makan itu tampak sangat panjang dan begitu kosong seperti ruangan itu yang memang sangat kosong.
Seorang pelayan lantas berjalan ke arah ruang makan itu mendekati dirinya.
"Apakah anda memerlukan hal lainnya Nyonya?" Ucap pelayan itu.
Jessica melihat ke arah pelayan wanita yang tampak berusia paruh baya itu dengan baik.
"Sebenarnya, bisakah kau menyantap sarapan ini bersamaku?" Tanya Jessica.
Pelayan itu pun tersenyum pada Jessica.
"Maafkan saya Nyonya, tapi hal itu dilarang bagi para staf untuk makan bersama dengan Tuan rumah." Balas pelayan itu.
"Apakah itu karena ada peraturan seperti itu di rumah ini?" Tanya Jessica.
"Status sosial Nyonya." Balas pelayan itu.
Jessica pun menghela nafasnya. Dia menyadari bahwa yang dikatakan pelayan itu memang benar. Dia sendiri tidak bisa mengingat kapan dia sendiri pernah makan bersama dengan seorang pelayan saat masih di rumahnya dulu.
Beberapa saat kemudian, Jessica pun selesai sarapan dan dia berpikir bagaimana Leo bisa melakukan hal seperti ini setiap hari dengan makan yang selalu saja sendiri di meja makan yang besar ini.
Setelah itu, Jessica pun memutuskan untuk pergi menuju panti jompo untuk mengunjungi seorang wanita tua bernama Helen yang selama ini memang selalu dia rawat bersama dengan teman-temannya terutama Angel.
Saat dia tiba di sana, dia begitu terkejut melihat bahwa Angel tengah berjalan dengan menggandeng seorang wanita tua yang tampak keluar dari dalam kamarnya.
Wanita tua bernama Helen itu dan tampak terkejut melihat kedatangan Jessica, begitu juga dengan Angel yang tampak terkejut karena tak menyangka bahwa Jessica akan datang di hari pertama setelah dia menyandang status sebagai Nyonya Leo Milton itu.
"Jessica, kenapa kau tidak bersama dengan suamimu yang tampan itu?" Tanya Oma Helen. "jika saja dia itu milikku, maka aku tidak akan pernah membiarkan dia jauh dari pandanganku apalagi sampai membiarkan dia tidur sendiri di kamar." Lanjut Oma Helen tersenyum mencoba untuk menggoda Angel.
"Aku tidak tahu ke mana dia pergi." Balas Jessica dengan cuek. "Dia keluar dari rumah pagi ini dan tidak kembali lagi." Lanjut Jessica.
Angel tampak mematung mendengar ucapan Jessica.
"Apakah kau mengatakan sesuatu yang membuat dia kesal?" Tanya Angel dengan memutar matanya malas menatap ke arah Jessica.
"Apakah kita harus membahas masalah ini di tempat seperti ini?" Ucap Jessica.
"Apa yang sudah kau lakukan Jessica?" Tanya Angel lagi.
"Tidak ada." Balas Jessica singkat.
"Angel...." Ucap Oma Helen menyela ucapan mereka berdua. "Mungkin kita harus menunda obrolan tentang hal ini sampai nanti, kita sudah terlambat untuk pergi." Lanjut Helen.
Angel mengangguk dan Jessica hanya menghela nafasnya. Dia tidak suka mendengar Angel berdebat dengannya tentang Leo. Jika saja Angel yang menikah dengan Leo maka dia akan mengerti. Tapi karena bukanlah dia yang menikah dengan Leo, maka bagaimana dia bisa tahu apa yang Jessica sudah lalui?
Kedua wanita muda itu berjalan bersama dengan Oma Helen. Mereka berdua membawa wanita tua bernama Helen menuju ruang pemeriksaan.
"Jessica, sebenarnya akan sangat baik jika kau mau duduk bersama dengan pria tampan milikmu itu." Ucap Oma Helen tersenyum mencoba menggoda Jessica lagi.
"Dia bukanlah pria milikku." Balas Jessica kesal. "Lagipula, kami akan segera bercerai dalam waktu 1 bulan." Lanjut Jessica
Angel langsung memegang tubuh Oma Helen yang hampir saja terjatuh ke sisi jalanan setelah mendengar ucapan Jessica. Oma Helen pun berhenti berjalan.
"Sudah cukup nak!" Ucap Oma Helen kepada Jessica. "Sekarang kita harus bicara. Angel bawa aku kembali ke kamarku." Lanjut Oma Helen.
"Apa? Aku pikir kita akan pergi ke ruang pemeriksaan." Ucap Jessica protes.
"Tidak hari ini. Kita tidak akan pergi ke sana. Aku memang mencintai kesehatanku, tapi hal ini sangat darurat. Dokter akan mengerti bahwa menyelamatkan sebuah pernikahan lebih penting dibandingkan dengan hanya memeriksa tubuhku yang masih terasa sehat ini. Kita bisa pergi untuk melakukan pemeriksaan minggu depan. Maksudku, tentu saja hanya Angel dan aku yang akan pergi ke sana. Kau akan datang kemari bersama dengan suami kesayanganmu itu." Ujar Oma Helen panjang lebar.
"Baiklah, Oma memang benar. Kalau begitu aku akan pergi saja untuk mencari dia." Ucap Jessica yang tahu bahwa Helen tengah bersungguh-sungguh dengan ucapannya tadi.
"Jangan lakukan itu! Angel, bantu aku untuk menarik gadis bodoh ini kembali ke dalam kamarku." Ucap Oma Helen lagi.
Oma Helen tidak menghiraukan apa yang dikatakan Jessica. Angel dan Oma Helen langsung menarik Jessica dan membawa dia ke kamar milik Oma Helen di panti jompo.
Saat Oma Helen mengatakan bahwa dia harus menarik seseorang kembali ke kamarnya, dia tidak bercanda. Jessica tahu bahwa tidak ada gunanya bagi dirinya untuk berdebat dengan mereka. Jadi dia pun membiarkan mereka berdua membawa dirinya kembali ke dalam kamar milik Oma Helen.
Saat tiba di kamar Oma Helen, Angel dan Oma Helen membuat Jessica untuk duduk di sebuah kursi yang berada disamping kursi goyang milik Helen yang ada di depan jendela.
Helen duduk di kursi goyang dan Angel menarik kursi lainnya. Jadi dia bisa duduk di samping Jessica. Mereka berdua pun seolah tengah mengepung Jessica, jadi Jessica tidak bisa kabur ke mana-mana.
"Untuk kebaikanmu sendiri, kami akan membicarakan suatu hal yang penting kepadamu." Ucap Oma Helen serius.
"Aku harap Oma Helen bisa melakukannya, karena dia sama sekali tidak mau mendengarkan aku, Brian, atau bahkan Papa nya sendiri." Balas Angel.
Jessica duduk dan menunggu untuk apa yang akan dikatakan wanita tua yang duduk di kursi goyang itu kepada dirinya.
Bersambung....