NovelToon NovelToon
Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy

Status: tamat
Genre:CEO / Romansa / Playboy / Tamat
Popularitas:302.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dee_K

Barra sengaja mengirim seseorang untuk bekerja di kantor putranya sebagai seorang asisten, agar ia bisa terus mengawasi gerak-gerik Nabil yang sering sekali terlibat skandal dengan beberapa wanita.

Bukannya berhenti membuat skandal, Nabil justru terlibat skandal dengan asistennya itu. Parahnya lagi, perempuan itu masih memiliki hubungan keluarga dengannya.

"Kamu tahu bukan, kalau aku sama sekali tidak suka terikat hubungan dengan siapapun. Kamu pilih mana, buat surat pengunduran diri atau aku buatkan surat pemecatan?" Tanyanya pada sosok wanita yang sejak tadi tertunduk dengan pakaian yang hampir terkoyak.

Yuk simak kisah perjalanan cinta si Playboy yang hoby sekali buat skandal!
Happy Reading‼️🤗
Follow akun ig author @dee_k9191

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dee_K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 ~ Kejanggalan

Malam ini tampak dua orang pria paruh baya sedang duduk berhadapan di sebuah restaurant. Kedua pria itu yang masih memiliki hubungan saudara itu dipertemukan secara tidak sengaja saat semalam mendapatkan undangan pesta dari salah satu rekan bisnis mereka. Ya, kedua pria itu adalah Barra dan Bagas.

Barra masih belum mengerti kenapa sepupunya itu mengajak bertemu di sebuah restaurant. Padahal jam penerbangan Barra yang akan mengantarnya pulang tingal tiga puluh menit lagi.

“Ada apa sebenarnya, Gas?” tanya Barra membuka obrolan.

“Maaf, aku hanya meminta waktumu sebentar sebelum kamu pulang.” jawab Bagas dengan menghela nafasnya pelan.

“Nggak apa-apa. Hanya saja jam penerbanganku kurang tiga puluh menit lagi.” ucap Barra.

“Apa Nabil tidak mengatakan sesuatu padamu?” tanya Bagas ingin tahu. Namun Barra menjawabnya dengan gelengan kepala.

“Ada apa sebenarnya? Apa ada masalah dengan Nabil? Apa Shanum bilang sesuatu padamu? Atau Nabil membuat skandal lagi?” tanya Barra bertubi-tubi.

Bagas tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya.

“Maaf, sepertinya memang anak-anak kita tidak berjodoh. Shanum semalam bilang memutuskan keluar dari perusahaan Nabil. Dia bilang tidak suka bekerja di kantor yang menurutnya tidak bisa bebas.” Jawab Bagas menyiratkan rasa kecewa.

Sebelumnya memang Barra dan Bagas sudah sepakat menjodohkan Nabil dan Shanum. Hanya saja keduanya tidak memberitahu anak-anak mereka. Karena baik Barra maupun Bagas tidak mau memaksakan kehendak anak-anak mereka dengan memaksanya agar menikah. lalu mereka sepakat mengambil jalan mendekatkan keduanya dulu agar sama-saa saling memahami perasaan masing-masing. Walaupun jika pada akhirnya nanti Nabil dan Shanum tidak bisa bersatu, mereka juga tidak mempermasalahkannya. Tapi sekarang kenapa kedua pria paruh baya itu tampak kecewa setelah mengetahui bahwa misinya gagal.

“Ya, mungkin memang mereka belum berjodoh. Tapi kenapa Nabil tidak mengatakan apapun padaku.” jawab Barra.

“Coba nanti kamu tanyakan saja langsung pada Nabil. Aku juga tidak bisa memaksa putriku. Apalagi dia masih muda dan sejak dulu memang sangat menginginkan menjadi model. Mungkin setelah ini, aku akan kembali mengijinkan dia menjadi model, apalagi namanya juga sudah bersih.” Jawab Bagas mencoba berlapang dada.

“Aku juga minta maaf padamu, Gas. Padahal kita sudah berharap mereka bisa bersatu. Ya sudah, nggak apa-apa. Asal hubungan keluarga kita masih baik sampai kapanpun.” Ucap Barra menenangkan.

Bagas mengangguk paham. Dia tidak mengatakan dimana keberadaan Shanum pada Barra. Karena semalam putrinya hanya mengatakan kalau saat ini sedang berada di luar kota dan ingin liburan. Bagas maupun istrinya juga tidak menaruh curiga sama sekali pada Shanum. Jadi dia menganggap kalau Shanum memang ingin berlibur.

Usai pertemuan singkatnya dengan Bagas, Barra segera pergi menuju bandara. Pria itu juga merasa kecewa dengan Nabil. Entah wanita seperti apa yang diinginkan oleh putranya itu. Akhirnya Barra terpaksa memilih jalan terakhir yang menjadi solusi dan sudah ia persiapkan jauh-jauh hari. Bahkan Nabil juga mengetahuinya. Yaitu membawa Nabil kembali ke perusahaan pusat lalu menjodohkannya dengan salah satu anak rekan bisnisnya.

***

Sudah dua hari ini Nabil tidak bisa bekerja dengan baik. Dia sangat sulit berkonsentrasi membahas kerjasamanya dengan beberapa kliennya. Sampai-sampai kemarin ia membuat kliennya kesal karena Nabil yang tidak bisa bersikap professional saat sedang meeting. Akhirnya kliennya itu membatalkan meetingnya karena perbuatan Nabil.

Nabil kini sedang duduk di kursi kerjanya. Tatapannya tertuju pada meja Shanum yang kosong. Biasanya di saat seperti ini dia selalu mencuri pandang Shanum yang sedang fokus dengan pekerjaannya. Lalu ia sengaja mencari perhatian Shanum dengan cara memintanya untuk membuatkan kopi.

Nabil juga sudah mencoba menghubungi Shanum beberapa kali, tapi sayangnya ponsel Shanum masih tidak aktif.

“Sebenarnya apa itu arti cinta? Kenapa Shanum bisa memendam perasaan cintanya pdaku sejak lama?” gumam Nabil.

Sibuk memikirkan Shanum. Tiba-tiba saja terdengar deringan ponsel Nabil. Dan id pemanggil itu dari Papanya. Dengan malas Nabil menerima panggilan Papanya.

“Ya, Pa?”

“Besok persiapkan dirimu untuk kembali ke kantor pusat. Nanti malam Ben akan datang dan segera menggantikan posisi kamu di kantor cabang. Ben juga mengajak serta anak istrinya untuk menempati rumah kamu.” Ucap Barra.

Nabil benar-benar terkejut dnegan ucapan Papanya. Kenapa mendadak seperti ini. dia sampai lupa kalau dulu pernah membuat kesepakatan dengan Papanya kalau sampai dua bulan tidak bisa mengajari Shanum belajar bisnis, di saat itu juga kebebasan Nabil juga akan berhenti. Dan Nabil harus menerima konsekuensinya untuk kembali ke kantor pusat.

Tentu saja perjanjian itu hanya diketahui oleh Nabil dan Papanya saja. karena saat itu Nabil menganggap mudah untuk bisa mengajari Shanum berbisnis. Tapi justru dia telah merusak Shanum dan membuat wanita itu hilang tanpa kabar.

Nabil tidak bisa lagi membantah ucapan Papanya. Karena sudah lama ia diberi kebebasan oleh orang tuanya untuk memegang kantor cabang. Juga berharap bisa menemukan pendamping hidupnya.

“Nabil? Kamu masih di sana?” tanya Barra saat tak mendengar sahutan lagi mendengar sahutan dari putranya. Hanya helaan nafas saja yang Barra dengar dari Nabil.

“Iya, Pa. apa Shanum bilang sesuatu ke Papa?” tanya Nabil penasaran. Barangkali Shanum memang menghubungi Papanya dan mengatakan sesuatu.

“Tidak. Papa justru tahu dari Om Bagas kalau Shanum tidak suka bekerja di kantor, jadi ia memilih untuk kembali mengejar karirnya sebagai model. Kenapa kamu tanya pada Papa? Ada apa sebanarnya?” Mendadak Barra menangkap kejanggalan yang terjadi antara Nabil dan Shanum.

“Tidak ada apa-apa, Pa. Sebelum pergi memang Shanum bilang kalau dia tidak suka bekerja di kantor. itu saja.” jawab Nabil berbohong.

.

.

.

*TBC

Happy Reading‼️

1
Mer Merry
Luar biasa
Erni Fitriana
kita bacaaaaaa
Surati
bagus
Ainie Mahryan Jaya
Luar biasa
Toko Bagas
wah hamidun ini mh.... ko kasian shanum sih thor
Toko Bagas
kayak nya itu rencana andra deh....
Baiq Muliati
dia jatuh cinta👇👉👈❤ dan cemburu
Baiq Muliati
na apa ku bilang, mulai sdh, membayangkan
Baiq Muliati
lambat laun kau akan bertekuk lutut, cowok cuek
Baiq Muliati
jadi laki laki tdk boleh sombong
Ana
😎keren mengulang aku bacanya 😁👍
Sari Kumala
gregetan aku lihat perempuan kayak shanum gini laki laki nya mau tanggung jawab eh dia nya yg mau pergi 😡
Sari Kumala
hehehe...ketawa aku bacanya
Aih AOH
d
Aih AOH
gggg(g((g)kangenkk:vvbvvmmnn+ n?? myy6yiyiìy
Yayuk Indaryanti
giod
Felycia Fernandez
udah baca kk author... 😆😆
Felycia Fernandez
harus yah... dimana mana si istri harus ikut suaminya walaupun harus pindah negara.. masak iya suami kita ditinggal ntar mendatangkan valakor lagi...
Felycia Fernandez
akhirnya... kata kata keramat itu keluar juga dari mulut mu bil... semangat bil...
Felycia Fernandez
omg....ada kelainan ternyata...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!