Alana Jovanka (25), perempuan yang dikhianati oleh kekasih dan sahabatnya. Pengkhianatan dan hinaan yang ia terima, membuatnya nekat membalaskan dendam dengan cara menikahi pria yang kaya raya. Alana akhirnya sepakat menjalani proses pernikahan kontrak dengan Dave Dirgantara yang sedang mencari istri sementara demi menggagalkan perjodohan yang diatur orang tuanya, dengan sebuah kesepakatan tidak akan ada cinta diantara keduanya.
Sayangnya, semua tak semudah yang Alana kira. Setelah pernikahannya dengan Dave, semakin banyak masalah yang menimpanya, yang berdampak pada hubungannya dengan Dave. Kala orang-orang terdekat Dave mulai mengusiknya, berusaha memisahkan keduanya. Lantas akankah perpisahan menjadi jalan terbaik bagi keduanya? Persaingan bisnis akan menjadi bumbu intrik dalam novel ini.
Simak ceritanya, jangan lupa masukan ke rak biar gak ketinggalan update.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arsyazzahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tuduhan
Seusai perdebatan tadi Alana memilih untuk pamit ke toilet, setelah selesai bukannya kembali ke ruangan itu. Perempuan itu lebih memilih berdiam diri di gazebo yang berada di taman samping rumah itu. Menatap Tamanan kaktus yang hanya diterangi oleh temeram lampu.
Tiba-tiba ia terkejut saat tubuhnya hampir terhuyung ke belakang akibat tarikan kuat oleh seseorang. Pekikan keras hampir keluar, jika orang itu tak sigap menutup mulut Alana dengan cepat.
"Apa yang kau lakukan di sini Alana?!" Edo bertanya setelah berhasil menyudutkan tubuh perempuan itu ke dinding pilar.
Alana berusaha memberontak dengan sekuat tenaga, bahkan tak segan ia mengigit kecil tangan lelaki yang masih membekap mulutnya itu.
"Aaa... Sialan kau!" teriak Edo mengumpat marah, kala gigi Alana mampu meninggalkan bekas luka di telapak tangannya.
Alana tersenyum kemenangan, sisi asli dari lelaki itu keluar. Perempuan itu melipatkan tangannya di dada. Edo menatap Alana marah. "Jawab pertanyaanku! Apa yang kau lakukan di sini Alana?" tanya Edo ulang.
"Melihat taman," jawab Alana singkat.
"Maksudku, kenapa kau tiba-tiba datang di hadapan keluargaku?"
Alana memandang Edo sinis. "Kenapa? Keluargamu kan keluarga suamiku. Bukankah tidak ada yang salah jika aku pun tiba-tiba hadir di sini!"
"Omong kosong apa itu?!" sergah Edo menatap Alana dengan pandangan marah. Alana mengangkat kedua bahunya acuh. "Kau pasti telah menggoda kakak ku, dan menjebaknya. Perempuan seperti dirimu itu bukan selera Kak Dave," sambung Edo.
Alana terkekeh geli, menikmati raut kesal bercampur marah di wajah mantan kekasihnya itu. "Oh ayolah Edo. Empat tahun kita menjalin hubungan, kau pasti tau lebih jelas sifatku. Aku bukan perempuan yang sembarangan menjajakan tubuhku pada sembarang lelaki. Please... Jangan samakan aku dengan dirimu!" tukasnya.
Edo mendengus tak percaya. "Karena gelap mata, orang bisa melakukan apa saja Alana. Bahkan mungkin itu termasuk dirimu. Kau merasa marah padaku, kemudian mencari tau keluargaku. Akhirnya, kau menjebak Dave untuk menikahi dirimu!"
Alana menatap Edo dengan pandangan remeh, ia tersenyum kala melihat Tisa tengah melangkah ke arahnya dengan wajah bertekuk kesal. "Aku bukan orang yang kurang kerjaan, mengurusi sampah seperti dirimu. Pernikahan aku dan Dave, murni terjadi karena... Tentu saja karena aku sudah move on dari lelaki penghianat seperti dirimu. Kau lihat meski ibuku mempunyai penyakit, masih ada lelaki yang mau denganku, bahkan ia jauh lebih baik darimu!" ucap Alana bangga.
"Halahh... Sok suci kamu Alana. Kau pikir aku tidak tau, semua yang terjadi murni akal-akalanmu saja, kau telah melempar tubuhmu pada Dave. Kau pasti menikah dengannya hanya untuk pura-pura, karena kau begitu menggilai yang namanya pernikahan. Dasar perempuan pengemis pernikahan," timpal Tisa yang baru saja tiba di sisi Edo.
"Setidaknya aku jauh lebih bermartabat dari dirimu Tisa, kalaupun memang apa yang kau katakan itu benar. Tidak ada salahnya, yang terpenting Dave menikahiku. Tidak seperti dirimu? Apa yang kau dapatkan dengan tidur dengan mantan kekasihku?" tanya Alana memandang keduanya sinis, lalu tertawa. "Gratis kan? Murahan sekali ternyata anda," sambungnya membuat wajah Tisa memerah karena merasa kalah telak. Edo mengepalkan kedua tangannya marah.
"Lancang sekali kamu!" Tisa mengangkat tangannya hendak menampar pipi Alana. Namun, detik berikutnya ia terkejut lantaran tangannya terasa kaku tak dapat bergerak, saat sebuah lengan kekar menahan tangannya.
"Jangan berani menyentuh istriku!" ucap Dave seraya menyentak tangan Tisa dengan kasar, hingga membuatnya hampir terhuyung ke belakang, beruntung Edo sigap menahan tubuhnya. Ketiganya merasa terkejut lantaran kemunculan Dave secara tiba-tiba. "Jika kau berani menyentuh Alana. Akan ku pastikan kau mendapatkan balasan yang setimpal. Suatu hal yang tidak akan pernah kamu lupakan Nona!" ancam Dave membuat wajah Tisa memucat.
Dave menatap ke arah Alana. "Kau tidak apa-apa?"
Alana menggeleng dengan rasa terkejut.
"Kalau gitu kita pulang!" ajak Dave seraya menggandeng Alana.
Ketika baru dua langkah berjalan, lelaki itu kembali menoleh menatap Edo dan Tisa. "Kau akan menyesali pilihanmu itu Edo. Karena kau telah membuang sebuah berlian, demi batu kerikil di jalanan!" sinis Dave. Sebelum kemudian ia meninggalkan gazebo taman mansion itu.
Edo terkejut tak mengerti maksud ucapan kakak tirinya itu. Apakah lelaki itu hubungannya dengan Alana. Lelaki itu masih terdiam mengamati kepergian Alana yang digiring keluar oleh Dave.
"Tutup matamu?! Kenapa kau menatap Alana dengan seperti itu?" ujar Tisa kesal seraya mengusap pergelangan tangannya yang memerah, akibat cengkraman tangan Dave tadi. "Jangan katakan jika kau baru saja menyesali keputusanmu memutuskan Alana!" lanjutnya.
Edo berdecak kesal. "Kau mengacaukan segalanya!"
"Apa maksudmu?" tanya Tisa.
"Aku tengah berbicara dengan Alana baik-baik. Kenapa kau malah tiba-tiba datang mencari masalah. Kau tau jika sampai masalah ini berlarut, kakak ku bisa mencabut investasi di showroom mobilku!" pungkas Edo khawatir.
dan langsung 2 minggu lagi nikah aja.... bagus Zain semoga Lancarr
🤣🤣Ini kerjaan author bs aja buat yng baca ketawa ketiwi dgn 2 sejoli ini ( zain- silvi)
mungkin itu kata² yang kayak nya Pass
🤣🤣Lha ini.... bunga satu truk ampiyuuun dach
🤣😀udah lama punya rasa km silvi ke Zain, tuh udah lampu hijau aaaja
dulunya kampungan eee skrng ngatain Alana kampungan
😀sadar gizka
soalnya tetangga saya yg jualan gorengan juga punya pajero 😅